Varian Gamma SARS-CoV-2

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Negara-negara dengan kasus terkonfirmasi varian Gamma per 21 April 2021[1] Legenda:   1.000+ kasus terkonfirmasi   500–999 kasus terkonfirmasi   100–499 kasus terkonfirmasi   2–99 kasus terkonfirmasi   1 kasus terkonfirmasi   Tidak ada atau tiada data
Negara-negara dengan kasus terkonfirmasi varian Gamma per 21 April 2021[1]

Legenda:

  1.000+ kasus terkonfirmasi
  500–999 kasus terkonfirmasi
  100–499 kasus terkonfirmasi
  2–99 kasus terkonfirmasi
  1 kasus terkonfirmasi
  Tidak ada atau tiada data

Varian Gamma SARS-CoV-2, juga dikenal sebagai garis keturunan P.1, 20J/501Y.V3, atau VOC-202101/02,[2] adalah varian dari SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19.[3] Varian ini termasuk varian yang dianggap penting.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melabeli varian ini sebagai varian Gamma bukan untuk menggantikan nama ilmiah, melainkan sebagai nama yang dipakai secara umum di ruang publik.[4] WHO menganggapnya sebagai varian yang diwaspadai (variant of concern).[5]

Penemuan[sunting | sunting sumber]

Varian ini pertama kali ditemukan oleh Institut Penyakit Menular Nasional (NIID) Jepang pada 6 Januari 2021 dalam empat orang yang tiba di Tokyo yang telah berkunjung ke Amazonas, Brazil, empat hari yang lalu.[6][7] Varian ini kemudian dinyatakan merebak di Brazil.[6] Yayasan Oswaldo Cruz yang dijalankan negara Brasil mengonfirmasikan keyakinannya bahwa varian tersebut telah menyebar di hutan hujan Amazon[8] dan telah beredar di sana sejak Juli 2020.[9]

Sifat[sunting | sunting sumber]

Transmisi[sunting | sunting sumber]

Pusat Penemuan, Diagnosis, Genomik, dan Epidemiologi Arbovirus (CADDE) mengeluarkan artikel jurnal tentang sampel yang dikumpulkan dari Manaus antara November 2020 dan Januari 2021. Penelitian ini menunjukkan bahwa varian ini (P.1) sekitar 2,0 kali lipat (1,7–2,4 kali lipat) lebih menular dan terbukti mampu menghindari sekitar 32 persen (21–46 persen) kekebalan dari infeksi koronavirus sebelumnya sehingga memungkinkan terjadi reinfeksi. Peningkatan juga tampak pada tingkat kematiannya. Varian ini sekitar 50 persen (20–90 persen) lebih mematikan.[10][11][12]

Mutasi[sunting | sunting sumber]

Mutasi asam amino varian Gamma SARS-CoV-2 yang dipetakan pada peta genom SARS-CoV-2 dengan sorotan pada bagian bulir
Mutasi asam amino varian Gamma SARS-CoV-2 yang dipetakan pada peta genom SARS-CoV-2 dengan sorotan pada bagian bulir
Mutasi pada varian Gamma
(hanya yang mengubah asam amino)
Gen Nukleotida Asam amino
ORF1a S1188L
K1795Q
S3675hapus
G3676hapus
F3677hapus
ORF1b P314L
E1264D
Bulir L18F
T20N
P26S
D138Y
R190S
K417T
E484K
N501Y
D614G
H655Y
T1027I
V1176F
ORF3a S253P
ORF8 E92K
N P80R
R203K
G204R
Sumber: Faria dkk. (2021),[6] CoVariants[13]
Catatan: N501Y berarti perubahan dari asparagina (N) menjadi tirosina (Y) pada posisi asam amino 501.[14]

Mutasi pada SARS-CoV-2 cukup sering: lebih dari empat ribu mutasi telah dideteksi hanya pada bulir proteinnya menurut Konsorsium Britania Raya untuk Genom COVID-19.[15]

Varian ini terdiri dari 35 mutasi: 21 mutasi tak bersinonim, 3 mutasi hapus, 1 mutasi sisipan, dan 10 mutasi bersinonim,[6] yaitu 25 mutasi yang mengubah protein dan 10 mutasi yang tidak berdampak.[16]

Efikasi vaksin[sunting | sunting sumber]

Seiring keberjalanan penelitian, kemampuan varian ini dalam menetralkan antibodi telah dievaluasi oleh ilmuwan dalam karya pracetak yang menunjukkan bahwa delapan orang yang telah diimunisasi oleh CoronaVac memiliki plasma darah yang kurang tanggap terhadap varian ini (P.1). Karena penelitian ini hanya memiliki partisipan sedikit, tidak dimungkinkan pembuatan kesimpulan statistik karena butuh lebih banyak partisipan.[17] Para ilmuwan dari MIT, Harvard, dan Cambridge serta paramedis rumah sakit di Boston membenarkan bahwa orang-orang yang telah divaksinasi dengan Pfizer–BioNTech atau Moderna mengalami penurunan neutralisasi secara signifikan terhadap P.1.[18]

Statistik[sunting | sunting sumber]

Kasus per negara (diperbarui 26 Juli 2021) GISAID [19]
Negara Kasus terkonfirmasi Kasus terakhir yang dilaporkan
Amerika Serikat 21.144 29 Juni 2021
Brasil 12.456 13 Juni 2021
Kanada 8.481
Belgia 1,518 1 Juli 2021
Meksiko 1.285 24 Juni 2021
Chili 2.149 13 Juni 2021
Spanyol 786 26 Juni 2021
Italia 551 29 Juni 2021
Belanda 518 17 Juni 2021
Kolombia 316 1 Juni 2021
Jerman 312 22 Juni 2021
Prancis 289 23 Juni 2021
Trinidad dan Tobago 250 15 Juni 2021
Argentina 236 12 Mei 2021
Guyana Prancis 225 11 Juni 2021
Inggris Raya 200 23 Juni 2021
Portugal 176 23 Juni 2021
Uruguay 171 15 April 2021
Swiss 162 21 Juni 2021
Aruba 116 20 Juni 2021
Jepang 108 13 Juni 2021
Suriname 108 25 Mei 2021
Swedia 70 14 Juni 2021
Paraguay 53 4 Mei 2021
Denmark 49 29 Juni 2021
Haiti 47 20 Mei 2021
Luksemburg 47 21 Mei 2021
Ekuador 36 18 Juni 2021
Kosta Rika 32 21 Mei 2021
Irlandia 27 27 Mei 2021
Peru 25 22 Februari 2021
Austria 24 10 Juni 2021
Malta 24 21 Juni 2021
Turki 23 29 Maret 2021
Bolivia 17 2 Juni 2021
Venezuela 17 26 Mei 2021
Republik Ceko 13 9 Juni 2021
Republik Dominika 12 10 Juni 2021
Israel 11 16 Mei 2021
Singapura 8 11 Juni 2021
Australia 7 25 April 2021
Selandia Baru 7 31 Mei 2021
Norwegia 7 15 Juni 2021
Polandia 7 19 Juni 2021
Kuwait 6 19 Januari 2021
Afrika Selatan 6 28 Desember 2020
Curacao 6 28 Mei 2021
Rumania 6 25 Mei 2021
Yordania 5 28 April 2021
Slovenia 4 31 Mei 2021
Taiwan 4 28 Januari 2021
Lituania 3 31 Mei 2021
Korea Selatan 3 3 April 2021
Cina 2 17 April 2021
Kroasia 2 19 April 2021
DR Kongo 2 12 Februari 2021
Finlandia 2 23 Mei 2021
Bangladesh 1 18 Februari 2021
Barbados 1 22 Mei 2021
Kepulauan Cayman 1 17 Juni 2021
Kepulauan Faroe 1 12 Januari 2021
Guam 1 30 April 2021
Guyana 1 18 Januari 2021
Filipina 1 21 Februari 2021
Puerto Riko 1 9 Juni 2021
Liberia 1 20 Juni 2021
Ghana 1 15 April 2021
Papua Nugini 1 5-7 April 2021
Arab Saudi 1 31 Januari 2021
Dunia (69 negara) Jumlah: '51 557 ' Total per 22 Juli 2021

Penyebaran[sunting | sunting sumber]

Per 4 Juli 2021, tidak ada kasus varian Gamma di Indonesia.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Global Report P.1 (Laporan) (dalam bahasa Inggris). cov-lineages.org. 21 April 2021. Diakses tanggal 25 Juni 2021. 
  2. ^ Public Health England (27 Februari 2021). "Variants: distribution of cases data". GOV.UK (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 Februari 2021. 
  3. ^ "Third concerning coronavirus variant should be a 'wake up call' to the world, experts warn". The Telegraph (dalam bahasa Inggris). 12 Januari 2021. Diakses tanggal 17 Januari 2021. 
  4. ^ "Tracking SARS-CoV-2 variants". www.who.int (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 30 Juni 2021. 
  5. ^ Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (15 Juli 2021). "#MerdekaBelajar di Twitter". Twitter. Diakses tanggal 18 Juli 2021. Varian tersebut terbagi atas dua kategori, yakni varian yang diperhatikan (variant of interest [VoI]) dan varian yang diwaspadai (variant of concern [VoC]). 
  6. ^ a b c d Faria, Nuno R.; Claro, Ingra Morales (12 Januari 2021). "Genomic characterisation of an emergent SARS-CoV-2 lineage in Manaus: preliminary findings". Virological (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 23 Januari 2021. 
  7. ^ "Japan finds new coronavirus variant in travelers from Brazil". Japan Today (dalam bahasa Inggris). Japan. 11 Januari 2021. Diakses tanggal 14 Januari 2021. 
  8. ^ Tony Winterburn (13 Januari 2021). "Brazil Confirms The Circulation Of A New 'Amazon Rain Forest' Variant Of The Coronavirus". euroweeklynews.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 Januari 2021. 
  9. ^ Michelle Roberts (12 April 2021). "What are the Brazil, South Africa and UK variants and will vaccines work?". BBC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 15 Januari 2021. 
  10. ^ Andreoni, Manuela; Londoño, Ernesto; Casado, Leticia (3 Maret 2021). "Brazil's Covid Crisis Is a Warning to the Whole World, Scientists Say - Brazil is seeing a record number of deaths, and the spread of a more contagious coronavirus variant that may cause reinfection". The New York Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 3 Maret 2021. 
  11. ^ Zimmer, Carl (1 Maret 2021). "Virus Variant in Brazil Infected Many Who Had Already Recovered From Covid-19 - The first detailed studies of the so-called P.1 variant show how it devastated a Brazilian city. Now scientists want to know what it will do elsewhere". The New York Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 3 Maret 2021. 
  12. ^ Faria NR, Mellan TA, Whittaker C, Claro IM, Candido DS, Mishra S, et al. (21 Mei 2021). "Genomics and epidemiology of the P.1 SARS-CoV-2 lineage in Manaus, Brazil". Science (dalam bahasa Inggris). 372 (6544): 815–821. Bibcode:2021Sci...372..815F. doi:10.1126/science.abh2644alt=Dapat diakses gratis. ISSN 0036-8075. 
  13. ^ "Variant: 20J (Gamma, V3)". CoVariants (dalam bahasa Inggris). 28 Juni 2021. Diakses tanggal 30 Juni 2021. 
  14. ^ Untuk daftar simbol asam amino α yang dipakai dalam protein sesuai arahan RNA duta, lihat ini: "Nomenclature and Symbolism for Amino Acids and Peptides" (dalam bahasa Inggris). IUPAC-IUB Joint Commission on Biochemical Nomenclature. 1983. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 Oktober 2008. Diakses tanggal 5 Maret 2018. 
  15. ^ Wise, Jacqui (16 Desember 2020). "Covid-19: New coronavirus variant is identified in UK". The BMJ (dalam bahasa Inggris). 371: m4857. doi:10.1136/bmj.m4857alt=Dapat diakses gratis. ISSN 1756-1833. 
  16. ^ Rachmawati, Faidah; Urifah, Nurul; Wijayati, Ari (2009). Biologi untuk SMA/MA Kelas XII Program IPA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 
  17. ^ Souza, William; Amorim, Mariene; Sesti-Costa, Renata; Coimbra, Lais; Toledo-Teixeira, Daniel (1 Maret 2021). "Levels of SARS-CoV-2 Lineage P.1 Neutralization by Antibodies Elicited after Natural Infection and Vaccination". The Lancet (dalam bahasa Inggris). doi:10.2139/ssrn.3793486. Diakses tanggal 3 Maret 2021. 
  18. ^ Garcia-Beltran, Wilfredo F.; Lam, Evan C.; Denis, Kerri St.; Nitido, Adam D.; Garcia, Zeidy H.; Hauser, Blake M.; Feldman, Jared; Pavlovic, Maia N.; Gregory, David J.; Poznansky, Mark C.; Sigal, Alex; Schmidt, Aaron G.; Iafrate, A. John; Naranbhai, Vivek; Balazs, Alejandro B. (29 April 2021). "Multiple SARS-CoV-2 variants escape neutralization by vaccine-induced humoral immunity". Cell (dalam bahasa Inggris). 184 (9): 2373–2383.e9. doi:10.1016/j.cell.2021.03.013alt=Dapat diakses gratis. Diakses tanggal 30 Juni 2021. 
  19. ^ Templat:Web link

Pranala luar[sunting | sunting sumber]