Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Berkas:Coalition for Epidemic Preparedness Innovations logo.jpg
Logo Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi.

Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi atau dalam bahasa Inggris Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), adalah "koalisi pemerintah-swasta yang bertujuan untuk menggagalkan epidemi dengan mempercepat pengembangan vaksin".[1] Kantor pusat CEPI berada di Norwegia.

Tujuan[sunting | sunting sumber]

CEPI bertujuan dan berencana untuk mengembangkan fase-fase awal vaksin tanpa mengetahui rincian bentuk infeksi yang akan muncul, mengurangi waktu pengembangan dan penyebaran awal, sambil memungkinkan vaksin secara progresif dirancang untuk meningkatkan efektivitasnya guna mengatasi epidemi tertentu.

Rencana tersebut termasuk persiapan menghadapi kemungkinan merebaknya wabah Demam Lassa, Demam Marburg, MERS, SARS, Virus Nipah, Demam Rift Valley, Chikungunya, dan lainnya. CEPI didanai oleh Wellcome Trust, Yayasan Bill dan Melinda Gates, Forum Ekonomi Dunia, pemerintah Norwegia, Jerman, Jepang[2] dan India.[3] [4] Selain itu, CEPI juga menerima investasi satu tahun dari pemerintah Australia, Belgia, dan Kanada.[5]

Wabah koronavirus Wuhan2019–2020[sunting | sunting sumber]

Pada Januari 2020, berdasarkan genom 2019-nCoV yang diterbitkan,[6] CEPI mendukung tiga proyek yang mulai bekerja menciptakan vaksin untuk koronavirus Wuhan, dengan Moderna, Universitas Queensland dan Inovio.[7] Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (NIH) mulai bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi Moderna untuk membuat vaksin, diharapkan mulai diproduksi pada Mei 2020, dengan strategi untuk membuat vaksin RNA yang sesuai dengan spike (duri) pada permukaan koronavirus.[6] Strategi Universitas Queensland (UQ) adalah mengembangkan vaksin "penjepit" molekuler yang secara genetik memodifikasi protein virus untuk membuatnya meniru virus korona dan membangkitkan reaksi kekebalan.[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ John Cohen (2 September 2016). "New vaccine coalition aims to ward off epidemics". Science. 353 (6303). 
  2. ^ https://www.bloomberg.com/news/articles/2017-01-18/ebola-zika-push-drugmakers-to-join-effort-to-avert-pandemics
  3. ^ "Putting shots in the locker". The Economist. 420 (9003): 67–68. 3 September 2016. 
  4. ^ "Coalition for Epidemic Preparedness Innovations". 
  5. ^ https://www.gavi.org/news/media-room/coalition-epidemic-preparedness-innovation-turns-iffim-accelerate-funding-new
  6. ^ a b Steenhuysen, Julie; Kelland, Kate (2020-01-24). "With Wuhan virus genetic code in hand, scientists begin work on a vaccine". Thomson Reuters. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-01-25. Diakses tanggal 2020-01-25. 
  7. ^ a b Devlin, Hannah (2020-01-24). "Lessons from Sars outbreak help in race for coronavirus vaccine". The Guardian. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-01-25. Diakses tanggal 2020-01-25.