Tingkat kematian kasus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Tingkat fatalitas kasus)
Video penjelasan tingkat kematian kasus dalam konteks Pandemi koronavirus 2019–2020.

Tingkat kematian kasus (bahasa Inggris: case fatality rate (CFR) adalah angka kematian yang disebabkan oleh penyakit tertentu pada periode waktu tertentu dibagi jumlah kasus dari penyakit tersebut.[1] Oleh sebab itu, tingkat kematian kasus biasanya digunakan dalam penyakit yang timbul dalam waktu yang terbatas seperti wabah, penghitungan tingkat kematian akan selesai setelah tak ditemukan lagi pasien yang mengidap penyakit tersebut (baik meninggal ataupun dinyatakan sembuh).

Istilah[sunting | sunting sumber]

Tingkat kematian kasus sering kali disalahpahami dengan beberapa konsep lain dalam epidemiologi seperti rasio kematian kasus yang merupakan perbandingan antara dua tingkat kematian kasus yang berbeda dan biasa diwujudkan dalam rasio, rasio kematian kasus juga biasa digunakan untuk membandingkan dua penyakit yang berbeda atau menilai hasil dari sebuah intervensi medis.[2]

Selain rasio kematian kasus, tingkat kematian kasus juga sering kali disalahpahami dengan konsep tingkat kematian. Tingkat kematian digunakan untuk mengukur angka kematian secara umum maupun yang disebabkan oleh kasus tertentu dalam sebuah populasi, skala besar suatu populasi per unit waktu.

Tingkat kematian kasus diwujudkan dalam satuan persen (0% hingga 100%) dan sebenarnya hanya menghitung risiko atau proporsi kejadian meninggal dalam diakibatkan penyakit tertentu dalam kurun waktu tertentu, dan bukan melambangkan rasio, tidak juga menggambarkan tingkat atau kepadatan kasus penyakit tertentu. Tingkat kematian kasus juga dapat dikategorisasikan misalnya dibedakan atas umur penderita dan jenis kelamin.

Rumus[sunting | sunting sumber]

Misal diasumsikan terdapat 100 orang yang didiagnosa terinfeksi penyakit yang sama terdapat 9 orang yang meninggal sedangkan 91 orang dinyatakan sembuh, maka CFR atau tingkat kematian kasusnya mencapai 9%. Penghitungan CFR akan sangat bias bila dalam periode waktu analisis tersebut masih ada kasus-kasus positif yang belum menemui hasil (meninggal atau sembuh).

Contoh Kasus[sunting | sunting sumber]

Beberapa penyakit/wabah yang pernah dihitung menggunakan metode CFR ini di antaranya:

  • Flu Spanyol tahun 1918 memiliki tingkat kematian kasus mencapai lebih dari 2.5%.[3]
  • Demam kuning memiliki tingkat kematian kasus mencapai sekitar 15%.
  • Wabah Ebola memiliki tingkat kematian yang berbeda-beda di tiap negara dari rentang 25% hingga 90%, namun rata-rata mencapai 50%,[4]
  • Rabies yang tidak segera ditangani khususnya di hari pertama ketika positif terjangkit memiliki tingkat kematians tertinggi yang hampir mencapai 100%.[5]
  • Pandemi koronavirus di Indonesia yang terjadi pada tahun 2020 memiliki tingkat kematian kasus sebesar 9.36% per 1 April 2020.[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Dwiprahasto, Iwan. Epidemiologi. Bahan ajar Magister Manajemen Rumah Sakit, Fakultas Kedokteran UGM.[1] Diarsipkan 2020-03-31 di Wayback Machine.
  2. ^ "Attack rates and case fatality". wiki.ecdc.europa.eu. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-03-25. Diakses tanggal 2020-03-27. 
  3. ^ Taubenberger, Jeffery K.; Morens, David M. (2006-01). "1918 Influenza: the Mother of All Pandemics". Emerging Infectious Diseases. 12 (1): 15–22. doi:10.3201/eid1209.05-0979. ISSN 1080-6040. PMC 3291398alt=Dapat diakses gratis. PMID 16494711. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-10-01. Diakses tanggal 2020-04-01. 
  4. ^ "Ebola virus disease". www.who.int (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-04-01. 
  5. ^ Apanga, Paschal Awingura; Awoonor-Williams, John Koku; Acheampong, Michael; Adam, Matthew Ayamba (2016). "A Presumptive Case of Human Rabies: A Rare Survived Case in Rural Ghana". Frontiers in Public Health (dalam bahasa English). 4. doi:10.3389/fpubh.2016.00256. ISSN 2296-2565. PMC 5104963alt=Dapat diakses gratis. PMID 27891499. 
  6. ^ Damarjati, Danu. "Data Corona Terkait Indonesia, 1 April 2020 Pukul 16.00 WIB". detiknews. Diakses tanggal 2020-04-01.