Unjuk rasa George Floyd

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Unjuk rasa George Floyd
A protester stands on a police car with a smashed windowshield outside the Target in the Midway area of St Paul, Minnesota (49946336068).jpgProtesters outside the Minneapolis 3rd Police Precinct May 28 2020.jpg
A man stands on a burned out car on Thursday morning as fires burn behind him in the Lake St area of Minneapolis, Minnesota (49945886467).jpgMinneapolis Police Department’s 3rd Precinct 2020-05-28.jpg
Searah jarum jam, dari atas: Seorang demonstran berdiri diatas mobil polisi yang rusak, para demonstran mengepalkan tangan keatas diluar Kantor Polisi Minneapolis di Distrik Ketiga, pengunjuk rasa mendekati dan membakar kantor polisi, terlihat petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api.
Tanggal26 Mei 2020 – sekarang
Lokasiseluruh Amerika Serikat (aksi unjuk rasa dimulai di Minneapolis–Saint Paul, Minnesota)
Sebab1.Tanggapan terhadap kematian George Floyd oleh Departemen Kepolisian Minneapolis
2. Brutalitas polisi
MetodeKerusuhan, penjarahan, penyerangan, pembakaran, perusakan properti
Jumlah korban
Korban jiwa4 terkonfirmasi,[1][2] 1 belum dikonfirmasi[3]

Unjuk rasa George Floyd, juga dikenal sebagai kerusuhan Minneapolis [4], adalah serangkaian kerusuhan yang terjadi di wilayah metropolitan Minneapolis-Saint Paul, Minnesota, Amerika Serikat, dan menyebar ke seluruh negeri. Kerusuhan bermulai di Minneapolis pada 26 Mei 2020, setelah kematian George Floyd yang terjadi saat penangkapannya oleh Derek Chauvin dan petugas lain dari Departemen Kepolisian Minneapolis (MPD) sehari sebelumnya. Pada saat demonstrasi di Kantor Polisi Distrik Ketiga MPD[5] memperlihatkan beberapa demonstran berselisih dengan aparat penegak hukum, yang menembakkan gas air mata dan peluru karet.[6][7] Pada 27 Mei, seorang pria ditembak mati di sebuah pegadaian, dan jendela kantor polisi distrik tiga dipecahkan. Sebuah supermarket dijarah dan bangunan-bangunan lain dirusak dan dibakar.

Selama beberapa hari setelah kematian Floyd, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di jalan masuk rumah Chauvin, yang mendorong tanggapan polisi.[8] Pada tanggal 28 Mei, Walikota Minneapolis Jacob Frey menyatakan keadaan darurat, dan 500 pasukan Garda Nasional Minnesota dipanggil oleh Gubernur Minnesota Tim Walz.[9] MPD di Kantor Polisi Distrik Ketiga mencoba menahan para demonstran dengan menembakkan gas air mata, tetapi pada pukul 11:00 malam, para demonstran menyerbu kantor polisi dan membakarnya setelah dievakuasi.[10] Kerusuhan berlanjut sepanjang 30 Mei. Baik Gubernur Walz dan Walikota Frey memberlakukan jam malam. Presiden AS Donald Trump meyakinkan Walz perihal dukungan militer.[11]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Pada 25 Mei 2020, pukul 20.08 CDT,[12] petugas MPD menerima panggilan 9-1-1 tentang "pemalsuan yang sedang berlangsung" di Chicago Avenue South, Powderhorn, Minneapolis. Menurut keterangan polisi, George Floyd, seorang pria Afrika-Amerika berusia 46 tahun, di dekat deretan mobil dan "tampaknya berada di bawah pengaruh narkoba". Seorang juru bicara departemen kepolisian mengatakan bahwa petugas memerintahkannya untuk keluar dari kendaraan, di mana ia "secara fisik menolak." Sebuah video yang diambil oleh saksi mata menunjukkan Floyd dikeluarkan dari kendaraannya tanpa perlawanan.[13]

Menurut MPD, petugas "bisa memborgol tersangka dan terlihat bahwa ia tampaknya menderita tekanan medis. Petugas memanggil ambulans." Namun, aliran langsung Facebook Live direkam oleh saksi yang menunjukkan bahwa Derek Chauvin, seorang polisi berkulit putih berusia 48 tahun, telah menjepit Floyd di tanah dan berlutut di lehernya.[14][15] Floyd berulang kali berkata pada Chauvin "Tolong" dan "Aku tidak bisa bernafas", sementara seorang saksi terdengar berkata pada petugas polisi, "Kau telah menjatuhkannya. Biarkan dia bernapas." [16] Floyd kemudian berkata "Aku akan mati" setelah Chauvin berkata padanya untuk santai sejenak. Setelah beberapa saat, seorang saksi melihat bahwa hidung Floyd mengeluarkan darah sementara saksi lain berkata pada polisi bahwa Floyd "bahkan tidak menentang penangkapan", yang kemudian dijawab petugas bahwa Floyd "masih berbicara, dia baik-baik saja", Seorang saksi membalas dengan mengatakan Floyd "tidak baik-baik saja". Seorang saksi kemudian memprotes bahwa polisi mencegah Floyd untuk bernapas, mendesak mereka untuk "melepaskannya dari tanah... Kamu bisa memasukkannya ke dalam mobil sekarang. Dia tidak menentang penangkapan atau apapun. Kamu menikmatinya. Lihat dirimu. Bahasa tubuhmu." [15]

Floyd kemudian terdiam dan tidak bergerak, namun Chauvin tidak mengangkat lututnya dari leher Floyd. Ambulans tiba dan Chauvin tidak mengangkat lututnya hingga layanan medis darurat menempatkan Floyd di atas tandu. Chauvin berlutut di leher Floyd selama sekitar tujuh menit, empat menit setelah Floyd berhenti bergerak.[17] Petugas medis tidak dapat mendeteksi denyut nadinya, dan Floyd dinyatakan meninggal di rumah sakit.[18]

Kronologi peristiwa[sunting | sunting sumber]

Hari pertama: 26 Mei[sunting | sunting sumber]

Demonstrasi mencuat pada 26 Mei saat tengah hari, sehari setelah kematian Floyd.[19] Ratusan orang berbaris ke kantor polisi MPD Distrik Ketiga untuk menyuarakan kekecewaan mereka terhadap polisi Minneapolis.[20][21] Protes berubah menjadi sengit ketika Kantor Polisi Distrik 3 divandal dengan cat semprot,[22] dan mobil-mobil polisi dilempari dengan batu.[23] Dalam apa yang tampaknya menjadi kebuntuan sekitar 8:00 malam (CDT), pada malam itu polisi dengan pakaian anti huru hara menembakkan peluru kantung kacang dan bahan kimia pada pengunjuk rasa yang melemparkan botol air ke mereka.[24]

Hari kedua: 27 Mei[sunting | sunting sumber]

Grafiti "Black Lives Fucking Matter" dan "Fuck 12" di toko Target yang dijarah di Lake Street, Minneapolis, 28 Mei di pagi hari.

Protes berlanjut pada 27 Mei, termasuk di Chicago Avenue South. Sekitar pukul 18.00, polisi menembakkan peluru karet dan bahan kimia iritasi di dekat Hiawatha Avenue dan Lake Street sementara para pengunjuk rasa memecahkan jendela di kantor polisi.[25] Pada sore hari, seorang pria kulit putih mengenakan alat pelindung hitam, respirator masker wajah, dan memegang payung, berjalan santai ke toko Autozone di sebelah kantor polisi dan menghancurkan jendela dengan palu.[26] Pengguna media sosial mengklaim bahwa pria yang memegang payung adalah seorang polisi Saint Paul yang menyamar. Departemen Kepolisian Saint Paul mengeluarkan pernyataan melalui Twitter yang menyangkal klaim tersebut.[27][28]

Malam harinya, sebuah video beredar di Twitter, Facebook, dan media sosial lainnya yang menampilkan Autozone di East Lake Street terbakar. Toko Target didekatnya dijarah besar-besaran oleh kerumunan yang berjumlah setidaknya 100 orang.[29] Malam itu, seorang pria ditembak mati oleh seorang pemilik pegadaian yang percaya bahwa ia telah membobol tokonya.[30] Pemilik pegadaian, seorang pria berusia 59 tahun, ditangkap sehubungan dengan kematian tersebut.[30]

Hari ketiga: 28 Mei[sunting | sunting sumber]

Keadaan darurat dinyatakan di Minneapolis pada 28 Mei oleh Walikota Jacob Frey, dan 500 pasukan Garda Nasional Minnesota dikerahkan ke daerah Minneapolis–Saint Paul.[31] Pada pagi hari, lebih dari 30 sektor usaha di Minneapolis telah dirusak oleh perusuh. Di Saint Paul, toko Dollar Tree dan toko Target lainnya dijarah, dan restoran Wendy dibakar.[32] Departemen Kepolisian Saint Paul melaporkan bahwa 170 sektor usaka rusak atau dijarah pada hari Kamis, dan munculnya puluhan kebakaran.[33] Pada malam hari tanggal 28 Mei, para pengunjuk rasa di dekat Kantor Polisi Distrik Ketiga membakar dua bangunan di dekatnya. Pagar di sekitar fasilitas itu diruntuhkan, sehingga polisi di tempat kejadian menggunakan gas air mata untuk menghadapi pengunjuk rasa, sementara suasana ketegangan dan kobaran api tetap berlanjut. Kantor polisi Distrik Ketiga diserbu oleh pengunjuk rasa di malam hari dan gedung itu sendiri terbakar.[34][35]

Hari keempat: 29 Mei[sunting | sunting sumber]

Tidak ada polisi, kebakaran, atau kehadiran EMS di tempat kerusuhan yang terjadi sekitar pukul 22.00 (CDT) pada 28 Mei, dan berlanjut hingga dini hari tanggal 29 Mei.[36] Pukul 1:30 pagi (CDT) pada tanggal 29 Mei, Frey mengadakan konferensi pers tentang kerusuhan, dan mengutuk tindakan para penjarah karena "tidak dapat diterima." Frey mengatakan bahwa orang-orang yang terlibat dalam kerusuhan akan "dimintai pertanggungjawaban" atas kerusakan yang terjadi pada masyarakat, dan bahwa Minneapolis "sangat kuat".[37][38]

Kemudian pagi itu pada pukul 5.11, reporter CNN Omar Jimenez, seorang keturunan Afrika-Amerika dan Kolombia,[39] beserta kru kamera ditangkap oleh petugas Patroli Negara Bagian Minnesota ketika Jimenez melaporkan secara langsung di televisi.[40][41] Jimenez mengidentifikasi dirinya dan kru sebagai jurnalis. [42] Pihak berwenang mengatakan bahwa Jimenez beserta kru tidak mengikuti perintah dan menahan mereka.[40] CNN merilis pernyataan yang mengatakan bahwa penangkapan tersebut melanggar hak Amandemen Pertama dari para wartawan, dan menyerukan pembebasan mereka segera.[43] Para kru dibebaskan sekitar satu jam kemudian,[44] setelah adanya intervensi dari Gubernur Minnesota, Tim Walz.[45][46]

Pada 29 Mei, Presiden Donald Trump memposting sebuah cuitan di Twitter bahwa ia akan mengirim dukungan militer ke Minneapolis untuk mengendalikan kerusuhan jika gubernur tidak mampu; hal ini terjadi setelah Gubernur Walz menandatangani perintah eksekutif untuk mengirim Garda Nasional Minnesota ke Minneapolis, secara resmi untuk melindungi properti dan memungkinkan untuk membantu petugas pemadam kebakaran melakukan pekerjaan mereka.[47] Langkah ini mengikuti cuitan Trump sebelumnya, di mana ia mengkritik Minneapolis "Walikota Radikal Kiri yang sangat lemah, Jacob Frey," dan kurangnya kontrol atas kerusuhan.[48]

Menjelang petang, Walz memberlakukan jam malam untuk kota-kota Minneapolis dan Saint Paul yang akan berjalan dari pukul 20.00 hingga 6.00 pagi, pada hari Jumat, 29 Mei dan Sabtu, 30 Mei.[49][50] Walikota Minneapolis Jacob Frey juga mengeluarkan jam malam yang serupa. [51] Kirk Varner, direktur berita di afiliasi lokal ABC KSTP-TV, merilis sebuah pernyataan setelah tuduhan muncul bahwa penugasan reporter Rich Reeve menghasut kekerasan dengan memainkan suara tembakan di teleponnya untuk memicu reaksi. Dalam upaya untuk menghentikan teori konspirasi yang beredar di media sosial, stasiun televisi tersebut merilis video secara penuh, menunjukkan seorang pria yang menembakkan senjata ke udara ketika para pengunjuk rasa lewat, yang kemudian diputar ulang oleh pengunjuk rasa sekitar untuk menanyakan tentang insiden tersebut. [52]

Derek Chauvin didakwa atas pembunuhan tingkat tiga dan pembunuhan tak berencana pada tanggal 29 Mei, kemudian istrinya menyatakan bahwa dia akan mengajukan gugatan cerai pada malam itu.[53] Terlepas dari pengumuman dakwaan dan jam malam baru, kerusuhan pecah lagi pada Jumat malam dan menjelang Sabtu pagi,[54] dengan Ben Crump, pengacara yang mewakili keluarga Floyd, menyatakan bahwa “Kami mengharapkan dakwaan pembunuhan tingkat pertama. Kami menginginkan tuduhan pembunuhan tingkat pertama. Dan kami ingin melihat petugas lainnya ditangkap”.[55] Kehadiran aparat penegak hukum dilaporkan "tidak terdeteksi", ketika kekerasan di Minneapolis dengan cepat meluas hingga sebelum tengah malam, ketika petugas polisi, pasukan negara bagian, dan anggota Garda Nasional mulai menghadapi perusuh dengan gas air mata dan kekuatan massal.[54] Associated Press melaporkan bahwa Pentagon telah diperintahkan untuk menyiapkan pasukan, yang akan dikirim ke Kota Kembar (Minneapolis–Saint Paul). Para pejabat menyatakan bahwa 350 petugas polisi di lokasi kerusuhan jauh lebih banyak dari jumlah kerumunan pengunjuk rasa.[56]

Hari kelima: 30 Mei[sunting | sunting sumber]

Gubernur Walz mengadakan konferensi pers pada pukul 01.30 waktu CDT pada 30 Mei. "Ini tidak berduka, dan ini tidak membuat pernyataan ... ini mengancam jiwa, berbahaya bagi pasukan yang paling berkualitas untuk menangani ini," Walz menyatakan. "Ini bukan tentang kematian George. Ini tentang kekacauan yang disebabkan. " Walikota Minneapolis Frey juga hadir di konferensi pers, dan dia mendesak para perusuh untuk pergi ke rumah mereka. "Jika Anda peduli dengan komunitas Anda, Anda harus mengakhiri ini. Itu harus dihentikan, ”kata Frey. "Anda tidak akan kembali ke petugas polisi yang secara tragis membunuh George Floyd dengan cara menjarah.[56]

Pada 30 Mei, 2.500 petugas dikerahkan dan 50 orang telah ditangkap sehubungan dengan aksi protes.[57] Mayor Jenderal Jon Jensen dari Garda Nasional Minnesota menyatakan bahwa pada 31 Mei lebih dari 1.700 tentara Garda Nasional dapat dikerahkan.[57] Ini akan menjadi yang terbesar dalam sejarah negara bagian.[57] Jensen mengkonfirmasi bahwa 2.500 Petugas akan dikerahkan pada siang hari.[58]

Kontroversi aktivitas polisi[sunting | sunting sumber]

Seorang kru CNN ditangkap saat memberikan laporan langsung pada 29 Mei di Minneapolis, dan kemudian dibebaskan sekitar satu jam kemudian.[59] Setelah insiden itu terjadi, Gubernur Minnesota Tim Walz mengatakan bahwa ia sangat meminta maaf atas apa yang terjadi dan akan bekerja untuk membebaskan para kru, menyebut acara itu "tidak dapat diterima" dan menambahkan bahwa "sama sekali tidak ada alasan sesuatu seperti ini harus terjadi".[59][60] CNN menyebut penangkapan itu sebagai "pelanggaran yang jelas terhadap hak Amandemen Pertama" dalam sebuah tweet yang diposting pada hari yang sama.[60]

Orang-orang tertentu yang terlibat dalam protes dituduh menyamar sebagai petugas polisi.[61][62] Seorang pria kulit putih bertopeng dengan memakai payung terlihat dengan tenang menghancurkan jendela-jendela sebelum kerusuhan-kerusuhan Minneapolis menyebabkan sebuah teori viral yang mengidentifikasi seorang petugas polisi khusus dari St Paul yang berdekatan dengan namanya, berdasarkan tangkapan layar dari serangkaian pesan teks yang konon berasal dari mantan rekan dekatnya.[61] Polisi telah menyangkal petugas mereka yang bertanggung jawab.[61][63]Selain itu, pengunjuk rasa di New York menuduh bahwa petugas polisi yang menyamar di kerumunan mengenakan ban lengan putih.[64]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Ryan Faircloth; Liz Navratil; Liz Sawyer; Matt McKinney (May 28, 2020). "Looting and flames erupt in Minneapolis amid growing protests over George Floyd's death". Star Tribune. Diakses tanggal May 29, 2020. 
  2. ^ "Woman Found Dead Inside Car In North Minneapolis Amid 2nd Night Of Looting, Fires". CBS Minnesota. CBS Minnesota. Diakses tanggal May 30, 2020. 
  3. ^ Minneapolis Responds To Police Murder of George Floyd
  4. ^ Faircloth, Ryan (May 30, 2020). "'You need to go home,' Minnesota Gov. Tim Walz says as new fires, looting hit Minneapolis". Star Tribune. Diakses tanggal May 30, 2020. Gazelka told a Star Tribune reporter that he called the White House about the Minnesota riots... 
  5. ^ AP (May 28, 2020). "Violent protests rock Minneapolis for 2nd straight night over in-custody death". ABC7 Los Angeles (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal May 28, 2020. 
  6. ^ Jimenez, Omar; Chavez, Nicole; Hanna, Jason (May 28, 2020). "As heated protests over George Floyd's death continue, Minnesota governor warns of 'extremely dangerous situation'". CNN. 
  7. ^ DeMarche, Edmund (May 28, 2020). "Deadly shooting near George Floyd protest as looting, arson grip Minneapolis". Fox News. Some protesters skirmished with officers, who fired rubber bullets and tear gas in a repeat of Tuesday night's confrontation. 
  8. ^ "More George Floyd protesters arrested in Oakdale; chief says police must 'protect life and property' in city". St. Paul Pioneer Press. May 29, 2020. 
  9. ^ Sullivan, Tim; Forliti, Amy (May 28, 2020). "George Floyd death: Protesters enter Minneapolis police station, set fires". ABC7 Los Angeles (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal May 29, 2020. 
  10. ^ Wilkinson, Joseph (May 29, 2020). "Angry crowds set fire to Minneapolis police station as George Floyd protest turns violent". New York Daily News. 
  11. ^ Romm, Tony; Chiu, Allyson (May 29, 2020). "Twitter flags Trump for 'glorifying violence' after he says Minneapolis looting will lead to 'shooting'". The Washington Post. Diakses tanggal May 29, 2020. 
  12. ^ Ries, Brian. "8 notable details in the criminal complaint against ex-Minneapolis Police Officer Derek Chauvin". cnn.com. Cable News Network. Diakses tanggal May 29, 2020. 
  13. ^ Owen, Tess (May 28, 2020). "New Videos Appear to Undermine Police Account That George Floyd 'Resisted' Officers". Vice. Diakses tanggal May 28, 2020. 
  14. ^ Hauser, Christine (May 26, 2020). "F.B.I. to Investigate Arrest of Black Man Who Died After Being Pinned by Officer". The New York Times. Diakses tanggal May 26, 2020. 
  15. ^ a b Dakss, Brian (May 26, 2020). "Video shows Minneapolis cop with knee on neck of motionless, moaning man who later died". CBS News. Diakses tanggal May 26, 2020. 
  16. ^ Nawaz, Amna (May 26, 2020). "What we know about George Floyd's death in Minneapolis police custody". PBS Newshour. Diakses tanggal May 27, 2020. 
  17. ^ Montgomery, Blake (May 27, 2020). "Black Lives Matter Protests Over George Floyd's Death Spread Across the Country". The Daily Beast. Diakses tanggal May 28, 2020. Floyd, 46, died after a white Minneapolis police officer, Derek Chauvin, kneeled on his neck for at least seven minutes while handcuffing him. 
  18. ^ Steinbuch, Yaron (May 28, 2020). "First responders tried to save George Floyd's life for almost an hour". New York Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal May 29, 2020. 
  19. ^ "In pictures: Protesting the death of George Floyd". CNN. May 27, 2020. Diakses tanggal May 27, 2020. 
  20. ^ "Demonstrators gather around Minneapolis to protest death of George Floyd". KSTP (dalam bahasa Inggris). May 26, 2020. Diakses tanggal May 26, 2020. 
  21. ^ "Family and Friends Mourn Minneapolis Police Killing Victim George Floyd". Time. 
  22. ^ "Minneapolis Protestors Trash Police Precinct During Clash over George Floyd's Death". nypost.com. Diakses tanggal May 27, 2020. 
  23. ^ "'It's Real Ugly': Protesters Clash With Minneapolis Police After George Floyd's Death" (dalam bahasa Inggris). May 26, 2020. Diakses tanggal May 27, 2020. 
  24. ^ "Shortly before 8 p.m. outside the 3rd Precinct headquarters, Minneapolis police in riot gear were firing chemical agents and sandbags at the protesters, who were throwing water bottles at them in what appeared to be a standoff." Twitter. Star Tribune. Diakses tanggal May 26, 2020. 
  25. ^ "Protestors Gather Where George Floyd Was Killed, As well as MPD 3rd Precinct". minnesota.cbslocal.com. Diakses tanggal May 27, 2020. Starting at about 6 p.m., police began firing chemical irritant and firing rubber bullets at the precinct, located near the intersection of Lake Street and Hiawatha Avenue, as video on social media shows some protesters once again began breaking the precinct's windows. 
  26. ^ "Minneapolis Riots Real Instigator Arrest This Man!". www.youtube.com. Diakses tanggal May 29, 2020. 
  27. ^ "Did an undercover cop really vandalize a Minnesota AutoZone?". The Daily Dot (dalam bahasa Inggris). May 29, 2020. Diakses tanggal May 29, 2020. 
  28. ^ "'Not Our Officer': St. Paul PD Says Social Media Post Claiming One Of Its Officers Incited Mpls. Riots Is False". CBS Minnesota (dalam bahasa Inggris). May 28, 2020. Diakses tanggal May 30, 2020. 
  29. ^ "Looting and fires break out after protests in Minneapolis". fox9.com. Diakses tanggal May 27, 2020. 
  30. ^ a b "As Mayor Frey calls for officer's arrest, violence intensifies in Minneapolis". Star Tribune. Diakses tanggal May 29, 2020. 
  31. ^ "Minnesota Calls National Guard to Quell Violent Protests in Minneapolis". VOA. May 29, 2020. Diakses tanggal May 29, 2020. 
  32. ^ AP (May 28, 2020). "Violent protests rock Minneapolis for 2nd straight night over in-custody death". ABC7 Los Angeles (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal May 28, 2020. 
  33. ^ "George Floyd Riots: Violence Spans Twin Cities: 3rd Precinct Overtaken & Burned, Looting Continues, Businesses Torched". Minnesota CBS Local. May 29, 2020. Diakses tanggal May 29, 2020. 
  34. ^ "Tensions reignite near Minneapolis' 3rd Precinct". Fox 9 KMSP. Diakses tanggal May 29, 2020. 
  35. ^ Sullivan, Tim; Forliti, Amy (May 28, 2020). "Minneapolis police precinct on fire as protests grow". KCRA 3. Diakses tanggal May 29, 2020. 
  36. ^ Sidner, Sarah; Campbell, Josh (May 28, 2020). "CNN's Sara Sidner: 'Zero' police presence as precinct burns". CNN. Diakses tanggal May 29, 2020. 
  37. ^ "Minneapolis Mayor Jacob Frey Addresses City In The Middle Of Night Of Violence". CBS Minnesota (dalam bahasa Inggris). May 29, 2020. Diakses tanggal May 29, 2020. 
  38. ^ Bailey, Holly; Shammas, Brittany; Bellware, Kim. "Chaotic scene in Minneapolis after second night of protests over death of George Floyd". Washington Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal May 29, 2020. 
  39. ^ "Police Arrest Black CNN Reporter Covering Minneapolis Protests: 'You Don't Have to Doubt My Story, You Saw It For Your Own Eyes'". The Root (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal May 29, 2020. 
  40. ^ a b Hanna, Jason (May 29, 2020). "A CNN crew has been arrested while covering Minneapolis protests". CNN. Diakses tanggal May 29, 2020. 
  41. ^ "CNN reporting crew arrested on camera by police in Minneapolis". NBC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal May 29, 2020. 
  42. ^ Smith, Ryan W. Miller, Jordan Culver, Joel Shannon and Erick. "Minneapolis protests escalate as police precinct set on fire, CNN reporter arrested; Trump lashes out at looters on Twitter: What we know". USA TODAY (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal May 29, 2020. 
  43. ^ "Police Try to Disperse Oakland Crowds as Protests Over George Floyd Killing Spread". KQED (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-05-30. 
  44. ^ CNN, Jason Hanna and Amir Vera. "CNN crew released from police custody after they were arrested live on air in Minneapolis". CNN. Diakses tanggal May 30, 2020. 
  45. ^ Rowland, Geoffrey (May 29, 2020). "Minnesota governor 'deeply apologizes' to CNN president after network crew arrested". TheHill (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal May 29, 2020. 
  46. ^ Yglesias, Matthew (May 29, 2020). "CNN reporter Omar Jimenez arrested live on the air in Minneapolis". Vox (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal May 29, 2020. 
  47. ^ Donald Trump [@realDonaldTrump] (May 29, 2020). "The National Guard has arrived on the scene. They are in Minneapolis and fully prepared. George Floyd will not have died in vain. Respect his memory!!!" (Twit). Diakses tanggal May 29, 2020 – via Twitter. 
  48. ^ Donald Trump [@realDonaldTrump] (May 28, 2020). "I can't stand back & watch this happen to a great American City, Minneapolis. A total lack of leadership. Either the very weak Radical Left Mayor, Jacob Frey, get his act together and bring the City under control, or I will send in the National Guard & get the job done right..." (Twit). Diakses tanggal May 29, 2020 – via Twitter. 
  49. ^ @realDonaldTrump (28 Mei 2020). "I can't stand back & watch this happen to a great American City, Minneapolis. A total lack of leadership. Either the very weak Radical Left Mayor, Jacob Frey, get his act together and bring the City under control, or I will send in the National Guard & get the job done right..." (Twit) (dalam bahasa bahasa Inggris). Diakses tanggal 29 Mei 2020 – via Twitter. 
  50. ^ @realDonaldTrump (29 Mei 2020). "The National Guard has arrived on the scene. They are in Minneapolis and fully prepared. George Floyd will not have died in vain. Respect his memory!!!" (Twit) (dalam bahasa Inggris) – via Twitter. 
  51. ^ "Curfew to go into effect for Minneapolis-St. Paul starting at 8 p.m. on Friday". KTTC. May 29, 2020. Diakses tanggal May 29, 2020. 
  52. ^ Varner, Kirk (May 29, 2020). "KSTP news director responds to social media video regarding reporter Rich Reeve". KSTP (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal May 30, 2020. 
  53. ^ News, A. B. C. "Wife of Derek Chauvin, officer charged with murder in George Floyd's death, files for divorce". ABC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-05-30. 
  54. ^ a b "'You need to go home,' Minnesota Gov. Tim Walz says as new fires, looting hit Minneapolis". Star Tribune. Diakses tanggal 2020-05-30. 
  55. ^ "George Floyd Updates: 'Absolute Chaos' in Minneapolis as Protests Grow Across U.S." The New York Times (dalam bahasa Inggris). 2020-05-30. ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2020-05-30. 
  56. ^ a b "'This Is Not About George's Death': Protesters Defy Minneapolis Curfew Order, Fires Rage During 4th Night Of Unrest" (dalam bahasa Inggris). 30 Mei 2020. Diakses tanggal 30 Mei 2020. 
  57. ^ a b c Krisna Sumargo, Setya (30 Mei 2020). "Hingga Sabtu Pagi Pasukan Keamanan Ciduk 50 Orang Pemrotes di Minneapolis". Tribunjogja.com. Diakses tanggal 30 Mei 2020. 
  58. ^ CNN (30 Mei 2020). "Minnesota will have 2,500 National Guard personnel deployed by noon today, official says". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 30 Mei 2020. 
  59. ^ a b Jason Hanna; Amir Vera (30 Mei 2020). "CNN crew released from police custody after they were arrested live on air in Minneapolis". CNN. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Mei 2020. Diakses tanggal 30 Mei 2020. 
  60. ^ a b "Reporter CNN Ditangkap saat Liputan Demonstrasi Kematian George Floyd". Katadata. 29 Mei 2020. Diakses tanggal 30 Mei 2020. 
  61. ^ a b c "Questions raised over masked white man with umbrella seen calmly smashing windows before Minneapolis riots". The Independent. 
  62. ^ "Rumors are swirling over footage showing a shadowy figure dubbed 'umbrella man' breaking windows during the Minneapolis protests". Insider. 
  63. ^ "Police deny link to mysterious 'Umbrella Man,' who broke windows during riot". AJC. 
  64. ^ "George Floyd riots: How New York City protesters identify undercover cops in crowds". Daily Telegraph. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]