Kentaro Iwata

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kentaro Iwata
Nama asal岩田 健太郎
Lahir1971 (umur 48–49 tahun)
Shimane, Jepang[1]
AlmamaterUniversitas Shimane
Karier ilmiah
BidangPenyakit menular (HIV/AIDS), kedokteran tropis, kedokteran wisata[2]
InstitusiMount Sinai Beth Israel
Kameda Medical Center [ja]
Kobe University
Rumah Sakit Universitas Kobe

Kentaro Iwata (岩田 健太郎, Iwata Kentarō) (lahir di Shimane, Jepang, 1971) adalah seorang dokter dan profesor bidang penyakit menular di Universitas Kobe, Jepang. Iwata dikenal sebagai salah satu tenaga medis pertama yang menaiki kapal Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama, Jepang dalam pandemi koronavirus 2019-2020 dan mengkritik penanganan awal pandemi yang dilakukan di kapal tersebut.[3]

Karier[sunting | sunting sumber]

Iwata merupakan lulusan Universitas Kedokteran Shimane (kini Fakultas Kedokteran Universitas Shimane) tahun 1997. Setelah lulus, ia bekerja sebagai dokter residen di Rumah Sakit Chubu Prefektur Okinawa. Pada tahun 1998, ia pindah ke Amerika Serikat untuk menjadi dokter residen penyakit dalam di Rumah Sakit St. Luke's Roosevelt, Columbia University, di Kota New York. Iwata kemudian mulai berpraktik sebagai dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Mount Sinai Beth Israel di Kota New York pada tahun 2001. Ia juga sempat melanjutkan pendidikan di Universitas London. Iwata kembali ke Jepang pada tahun 2004 dan bekerja di Rumah Sakit Kameda di Kamogawa, Prefektur Chiba. Ia kemudian mendirikan dan mengepalai Departemen Penyakit Menular di rumah sakit tersebut. Departemen Penyakit Menular di RS Kameda juga menjadi tempat pelatihan dokter di bidang penyakit menular di Jepang. Pada tahun 2008, ia diangkat menjadi profesor di Departemen Penyakit Menular Fakultas Kedokteran Universitas Kobe. Iwata telah menulis beberapa buku kedokteran dalam bahasa Jepang.[1][4][5]

Pandemi koronavirus 2019-2020[sunting | sunting sumber]

Kapal pesiar Diamond Princess berlabuh dan dikarantina di Pelabuhan Yokohama, Jepang pada masa pandemi koronavirus 2019-2020. Iwata menjadi salah satu tenaga medis pertama yang memperoleh akses ke atas kapal sebagai bagian dari sebuah tim medis penanganan bencana yang diutus oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Sosial Jepang. Di dua buah video yang ia unggah ke saluran YouTube miliknya tanggal 18 Februari 2020, ia mengkritik penanganan para penumpang di atas kapal.[6][7] Ia menyebutkan bahwa kondisi di atas kapal "sangat kacau" dan menurutnya seperti sebuah "pabrik COVID-19". Selain itu, Iwata juga menyebutkan bahwa tidak ada zonasi yang dilakukan terhadap bagian-bagian kapal untuk mengendalikan penyebaran virus. Dua dari beberapa petugas pemerintah yang juga naik ke atas kapal kemudian dites positif mengidap COVID-19 meskipun telah mengenakan alat pelindung diri selama di kapal.[8][9][10] Akan tetapi, pada tanggal 20 Februari, Iwata menghapus video-video tersebut dari saluran YouTube-nya dan mengatakan bahwa tidak ada diskusi lebih lanjut mengenai isi video tersebut. Iwata juga mengatakan ia tidak ditekan oleh siapapun untuk menghapus unggahannya itu serta bahwa telah ada peningkatan kualitas penanganan penyakit menular di atas Diamond Princess.[11]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Iwata memiliki sertifikasi sebagai seorang sommelier senior dari Asosiasi Sommelier Jepang.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "岩田健太郎<コラムニストプロフィール>". AERAdot. Asahi Shimbun. Diakses tanggal 2020-04-01. 
  2. ^ "For Those Who SeekTreatment at Kobe University Hospital". Kobe University Hospital. Diakses tanggal 2020-04-01. 
  3. ^ Normile, D. (2020-02-20). "First deaths of cruise ship passengers fuel debate over Japan's handling of quarantine". Science. Diakses tanggal 2020-04-07. 
  4. ^ "岩田健太郎(神戸大学大学院医学系研究科感染治療学分野教授)". Nikkei BP. 2010-11-22. Diakses tanggal 2020-04-07. 
  5. ^ "講師情報:岩田 健太郎(いわた けんたろう)". CareNeTV. Diakses tanggal 2020-04-07. 
  6. ^ Bhattacharya, S. (2020-02-19). "'I Was So Scared': Infectious Disease Doctor's Day on Japan's Coronavirus Cruise Ship". The Wall Street Journal. Diakses tanggal 2020-04-07. 
  7. ^ McCurry, J. (2020-02-19). "Coronavirus: Diamond Princess exodus begins amid criticism over quarantine". The Guardian. Diakses tanggal 2020-04-07. 
  8. ^ Normile, D. (2020-02-19). "Scientist decries 'completely chaotic' conditions on cruise ship Japan quarantined after viral outbreak". Science. Diakses tanggal 2020-04-07. 
  9. ^ Yoshida, R.; Sugiyama, S. (2020-02-19). "Expert stirs controversy with video on 'inadequate' virus controls on Diamond Princess". Japan Times. Diakses tanggal 2020-04-07. 
  10. ^ Sim, W. (2020-02-19). "Coronavirus: Did Japan miss the boat in containing Diamond Princess outbreak?". The Straits Times. Diakses tanggal 2020-04-07. 
  11. ^ "Japan disease expert pulls videos blasting situation on virus-hit ship". Kyodo News. 2020-02-20. Diakses tanggal 2020-04-07. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]