Vaksin Covid-19 Sputnik V

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian


Sputnik V
Vial vaksin di atas meja, dengan dua di depan dan di pusat fokus
Deskripsi vaksin
Penyakit target Covid-19
Jenis ?
Data klinis
Nama dagang
  • Sputnik V[1]
  • Спутник V
Data lisensi EMA:pranala
Kat. kehamilan ?
Status hukum Didaftarkan di Rusia pada 11 Agustus2020
Izin penuh dan darurat: Daftar izin
Rute Disuntikkan
Pengenal
Kode ATC Tidak ada
DrugBank DB15848

Sputnik V (bahasa Rusia: Спутник V) atau Gam-Covid-Vac (bahasa Rusia: Гам-КОВИД-Вак) adalah vaksin vektor virus Adenovirus yang dikembangkan oleh Institut Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya di Rusia, dengan penyakit target Covid-19. Vaksin ini merupakan vaksin vektor kombinasi pertama yang dibuat untuk menanggulangi Covid-19, yang didaftarkan pada 11 Agustus 2020 oleh Kementerian Kesehatan Rusia.[2][3]

Kata "V" di belakang Sputnik bermakna Victory, maksudnya "kemenangan melawan Covid-19", menurut Kirill Dmitriev, Direktur Utama Dana Investasi Langsung Rusia.[4][5]

Gam-Covid-Vac awalnya didistribusikan secara nasional di Rusia, kemudian 59 negara lain (per April 2021) sebagai hasil awal uji klinis vaksin Fase I–II yang akhirnya dipublikasi 4 September 2020.[6] Persetujuan Gam-Covid-Vac pada Agustus sempat dikritik media massa dan diskusi masyarakat ilmiah karena kurangnya penelitian ilmiah berkaitan dengan keamanan dan efikasinya.[2][3][7][8][9]

Distribusi massal darurat vaksin ini dimulai pada Desember 2020 di negara seperti Rusia, Argentina, Byelorusia, Hongaria, Serbia, Pakistan (dalam jumlah terbatas), Filipina (dalam jumlah terbatas), dan UEA. Per Februari 2021 lebih dari 1 miliar dosis sudah dipesan untuk didistribusikan ke seluruh dunia.[10]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Sputnik V". Russian drug reference. Medum.ru. 
  2. ^ a b Callaway E (August 2020). "Russia's fast-track coronavirus vaccine draws outrage over safety". Nature. 584 (7821): 334–335. doi:10.1038/d41586-020-02386-2alt=Dapat diakses gratis. PMID 32782400. This is a reckless and foolish decision. Mass vaccination with an improperly tested vaccine is unethical. Any problem with the Russian vaccination campaign would be disastrous, both through its negative effects on health, but also because it would further set back the acceptance of vaccines in the population. 
  3. ^ a b Cohen J (11 August 2020). "Russia's approval of a COVID-19 vaccine is less than meets the press release". Science. Diakses tanggal 13 August 2020. 
  4. ^ Dutta PK (2021-04-28). "Sputnik V arrives on May 1. What makes it different?". India Today. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-05-16. Diakses tanggal 2021-05-20. 
  5. ^ "Глава РФПИ объяснил значение буквы "V" в названии "Спутника V"". РИА Новости (dalam bahasa Rusia). 2020-12-24. Diakses tanggal 2021-05-20. 
  6. ^ Logunov DY, Dolzhikova IV, Zubkova OV, Tukhvatullin AI, Shcheblyakov DV, Dzharullaeva AS, et al. (September 2020). "Safety and immunogenicity of an rAd26 and rAd5 vector-based heterologous prime-boost COVID-19 vaccine in two formulations: two open, non-randomised phase 1/2 studies from Russia". Lancet. 396 (10255): 887–897. doi:10.1016/S0140-6736(20)31866-3alt=Dapat diakses gratis. PMC 7471804alt=Dapat diakses gratis. PMID 32896291. 
  7. ^ Mahase E (August 2020). "Covid-19: Russia approves vaccine without large scale testing or published results". BMJ. 370: m3205. doi:10.1136/bmj.m3205alt=Dapat diakses gratis. PMID 32816758. 
  8. ^ Burki TK (November 2020). "The Russian vaccine for COVID-19". The Lancet. Respiratory Medicine. 8 (11): e85–e86. doi:10.1016/S2213-2600(20)30402-1alt=Dapat diakses gratis. PMC 7837053alt=Dapat diakses gratis. PMID 32896274 //www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7837053 |PMC= tidak memiliki judul (bantuan). 
  9. ^ Berkeley Jr L (11 August 2020). "Scientists worry whether Russia's Sputnik V' coronavirus vaccine is safe and effective". CNBC. Diakses tanggal 11 August 2020. 
  10. ^ Kramer A (19 February 2021). "Russia is offering to export hundreds of millions of vaccine doses, but can it deliver?". The New York Times. Diakses tanggal 20 February 2021. 

Bacaan tambahan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Official website