Pandemi koronavirus di Singapura

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pandemi koronavirus di Singapura 2020
COVID-19 Cases in Singapore by Planning Areas.svg
Kawasan Perencanaan Singapura dengan kasus Covid-19 per 16 April 2020:
  Terkonfirmasi
PenyakitCOVID-19
Galur virusSARS-CoV-2
LokasiSingapura
Kasus pertamaSingapura
Tanggal kemunculan23 Januari 2020
(5 bulan, 3 minggu dan 6 hari)
AsalWuhan, Hubei, Tiongkok
Kasus terkonfirmasi6.588
Kasus sembuh740
Kematian
11
Situs web resmi
www.moh.gov.sg/covid-19

Pandemi koronavirus 2019–2020 di Singapura pertama kali dikonfirmasi pada tanggal 23 Januari 2020. Pada 22 Januari 2020, dibentuk sebuah komite yang terdiri dari berbagai kementerian, dengan Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong dan Menteri Kesehatan Gan Kim Yong sebagai ketua, beserta menteri-menteri lainnya, dan Wakil Perdana Menteri Singapura serta Menteri Keuangan Heng Swee Keat selaku penasihat.[1][2]

Pandemi koronavirus adalah pandemi yang disebabkan koronavirus (COVID-19) dan menyerang sistem pernafasan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian mengumumkan pandemi koronavirus sebagai pandemi dunia pada tanggal 11 Maret 2020.[3]

Saat ini, Singapura telah mengonfirmasi 6.588 kasus positif, kematian 11 orang, dan sembuh 740.

Statistik[sunting | sunting sumber]

Apabila diagram diatas kurang jelas, kami telah siapkan penggantinya: \
     Kasus baru        Di RS        Keadaan kritis        Meninggal        Sembuh

Garis waktu[sunting | sunting sumber]

Januari[sunting | sunting sumber]

Kasus pertama di Singapura telah dikonfirmasi pada 23 Januari, disebabkan seorang rakyat Tiongkok dari Wuhan yang berumur 66 tahun. Ia tiba di Singapura pada malam 20 Januari dari Guangzhou melalui penerbangan China Southern Airlines CZ351 bersama sembilan rekan perjalanannya. Sebelum dimasukkan ke Rumah Sakit Besar Singapura, beliau tinggal di Hotel Shangri-La's Rasa Sentosa Resort & Spa di Sentosa.

Februari[sunting | sunting sumber]

Pada 4 Februari, Singapura mengonfirmasi kasus pertama yang melibatkan jangkitan tempatan. Yong Thai Hang, sebuah toko produk kesehatan yang sering dikunjungi para wisatawan dari Tiongkok, di mana empat orang wanita tanpa sejarah perjalanan ke Tiongkok telah positif virus COVID-19.[4] Pada hari yang sama, Singapura juga mengonfirmasi kasus pulih pertama dari virus tersebut, dimana seorang pria rakyat Tiongkok berumur 35 tahun dari Wuhan yang merupakan kasus nomor 7 dan keluar dari Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) setelah pulih dan secara menyeluruh diuji negatif virus COVID-19.[5]

Pada 7 Februari, Singapura meningkatkan Sistem Respons Keadaan Penularan Penyakit (DORSCON) dari kuning ke jingga.[6] Pada 8 Februari, Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, mengeluhkan rasa bimbang tentang munculnya kasus-kasus di mana asal jangkitannya belum dapat dikenalpasti.[7][8]

Pada 25 Februari, 8 kelompok dari The Life Church and Missions Singapore dan kelompok Grace Assembly of God clusters dinyatakan positif.[9] Kelompok tersebut telah mengunjungi gereja The Life Church and Missions Singapore pada hari yang sama dengan kasus 8 dan 9 (warganegara Tiongkok dari Wuhan yang telah dikonfirmasi positif COVID-19) sebelum menghadiri satu perjumpaan Tahun Baru Cina di Mei Hwan Drive yang juga merupakan tempat tinggal kasus 66—seorang warganegara Singapura yang bekerja di gereja Grace Assembly of God.

Maret[sunting | sunting sumber]

Pada 10 Maret, kapal pesiar Italia, Costa Fortuna, berlabuh di Singapura setelah dilarang berlabuh di Malaysia dan Thailand sebelum ini walaupun pengendali kapal pesiaran tersebut telah menegaskan tiada kasus COVID-19 yang diyakini di atas kapal itu.[10] Kebanyakan penumpang di atas kapal itu dengan segera dibawa ke Lapangan Terbang Changi untuk penerbangan seterusnya.[11]

Pada 12 Maret, Lee Hsien Loong memberi ucapan keduanya mengenai keadaan COVID-19 di Singapura. Lee mengatakan bahwa keadaan di Singapura bertahan di bawah kawalan dan tahap DORSCON akan bertahan di tahap jingga tanpa perlunya untuk dinaikkan ke tahap merah. Lee juga menyatakan bahwa Singapura tidak akan menutup negaranya dari seluruh dunia pada masa ini. Sebaliknya, ia akan merancang dan mengujicoba beberapa langkah lebih tegas untuk sementara waktu.[12]

Pada 21 Mac, Singapura mengesahkan dua kematian pertama di negara itu melibatkan seorang wanita warga Singapura berusia 75 tahun dan seorang lelaki warga Indonesia berusia 64 tahun.[13]

Terdapat 73 lagi kasus yang dilaporkan pada 25 Maret, dengan sebuah kelompok baru dikenalpasti di sebuah prasekolah Sparkletots milik Yayasan Masyarakat PAP (PCF) di Fengshan yang melibatkan 18 kasus. Akibatnya, semua pusat PCF telah ditutup selama empat hari mulai 26 Mac.[14][15]

Pada 27 Mac, Singapura melaporkan 49 lagi kasus baru, 22 dari itu dikenalpasti sebagai kasus import. Tiga kasus dari laporan itu pula dikaitkan dengan sebuah kelompok baru di SingPost Centre di 10 Eunos Road 8.[16] Singpost kemudiannya menjelaskan bahawa para karyawan yang dikonfirmasi positif itu merupakan dua pekerja sepenuh masa dan satu pekerja kontrak.[17]

Pada 29 Mac, Kementerian Kesihatan (MOH) mengumumkan kes kematian ketiganya di Singapura, di mana seorang lelaki warga Singapura berusia 70 tahun telah meninggal dunia akibat komplikasi melibatkan COVID-19.[18]

Pada 30 Maret, tiga lagi kelompok baru dilaporkan: asrama pekerja S11 Dormitory  @  Punggol (4 kasus), apartmen The Wilby Residences (7), dan bar Hero's (5). Menteri Kesehatan, Gan Kim Yong sekali lagi menekankan betapa pentingnya untuk mengamalkan jaga jarak.[19]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Goh, Timothy (22 Januari 2020). "Wuhan virus: MOH sets up multi-ministry taskforce, advises against non-essential trips to Wuhan". The Straits Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 Januari 2020. Diakses tanggal 29 Maret 2020. 
  2. ^ https://www.moh.gov.sg/docs/librariesprovider5/default-document-library/multi-ministry-taskforce-on-wuhan-coronavirus-and-tor---final.pdf
  3. ^ "WHO Director-General's opening remarks at the media briefing on COVID-19 - 11 March 2020". www.who.int (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-14. 
  4. ^ Musfirah, Ira (4 February 2020). "Virus korona Baru: MOH sahkan 6 kes baru, 4 jangkitan tempatan". Berita Mediacorp. Diakses tanggal 31 Mac 2020. 
  5. ^ "Confirmed Cases of Local Transmission of Novel Coronavirus Infection In Singapore" [Jangkitan Tempatan Koronavirus Novel disahkan di Singapura]. Kementerian Kesihatan Singapura (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Februari 2020. Diakses tanggal 6 Februari 2020. 
  6. ^ "S'pura naikkan tahap penilaian risiko dari kuning ke jingga; sekolah akan gantung kegiatan antara sekolah, kegiatan luar". Berita Mediacorp. 7 Februari 2020. Diakses tanggal 31 Mac 2020. 
  7. ^ "PM Lee Hsien Loong on the Novel Coronavirus (nCoV) Situation in Singapore on 8 February 2020". Prime Minister's Office (Singapore). 8 Februari 2020. Diakses tanggal 15 Februari 2020. 
  8. ^ Belluz, Julia (14 Februari 2020). "Why the coronavirus outbreak might be much bigger than we know". Vox (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 Februari 2020. Diakses tanggal 14 Februari 2020. 
  9. ^ Goh, Timothy; Kurohi, Rei (25 February 2020). "Grace Assembly coronavirus mystery solved: Antibody tests linked mega cluster to 2 Wuhan tourists via CNY party and Life Church cluster in a world-first". The Straits Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 25 February 2020. 
  10. ^ Kieran Corcoran. "Coronavirus: Costa Fortuna cruise ship denied by Malaysia, Thailand ports" (dalam bahasa Inggris). Business Insider. Diakses tanggal 12 Mac 2020. 
  11. ^ "Coronavirus: 600 passengers disembarked from Costa Fortuna cruise ship as of noon, all found to be well, Health News & Top Stories" (dalam bahasa Inggris). The Straits Times. Diakses tanggal 12 Mac 2020. 
  12. ^ "Coronavirus: Singapore will have to tighten travel restrictions further temporarily, but can't completely shut itself from the world, says PM Lee". The Straits Times (dalam bahasa Inggris). 12 Mac 2020. Diakses tanggal 12 Mac 2020. 
  13. ^ "S'pura lapor dua kematian pertama akibat COVID-19". Berita Mediacorp (dalam bahasa Melayu). 21 Mac 2020. Diakses tanggal 1 April 2020. 
  14. ^ "Singapore reports 73 new COVID-19 cases, new cluster involving PCF Sparkletots centre linked to 18 cases". CNA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 Mac 2020. 
  15. ^ "All PCF centres to close for 4 days after 14 employees, including principal, infected with COVID-19". CNA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 Mac 2020. 
  16. ^ "Singapore reports 49 new COVID-19 cases, new cluster at SingPost Centre". CNA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 Mac 2020. 
  17. ^ "SingPost say 3 employees infected with COVID-19 did not have contact with public". CNA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 Mac 2020. 
  18. ^ hermesauto (29 Mac 2020). "70-year-old Singaporean man dies from Covid-19 complications; third such death in Singapore". The Straits Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 29 Mac 2020. 
  19. ^ "COVID-19: Rise in Singapore's locally transmitted and unlinked cases, Health Minister stresses importance of safe distancing". CNA (dalam bahasa Inggris).