Umrah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Umrah (ﻋﻤﺮﻩ) ialah menziarahi Baitullah di Makkah dan melakukan ihram, tawaf, sa'i dan bertahallul mengikut tertib.

Umrah adalah fardhu seperti Haji. Ini adalah pendapat al-Imam as-Syafie r.a. yang al-Azhar. Ijmak Ulama mengatakan bahawa hanya wajib dilakukan sekali sepanjang hayat bagi orang yang mampu kecuali orang yang bernazar, maka dia wajib memenuhi nazarnya.

Dalil daripada al-Quran ialah firman Allah Taala: Dan sempurnakanlah ibadat Haji dan Umrah kerana Allah (Al-Baqarah 196).

Sabda Nabi yang diriwayatkan Ibnu Majah, Al-Baihaqi dan sanad yang sahih daripada Aisyah r.a. katanya:

Aku berkata : "Wahai Rasullah,apakah wanita wajib berjihad?". Sabda Baginda: "Ya, jihad yang tiada peperangan padanya iaitu haji dan umrah".

Niat Ihram, Tawaf dan Sa'i tidak boleh dilakukan di mana-mana tempat lain melainkan di tempat yang ditetapkan. Iaitu niat ihram di Miqat, tawaf 7 pusingan mengelilingi Kaabah di dalam Masjidil Haram dan bersa'i 7 kali bermula di bukit Safa dan berakhir di bukit Marwah. Terakhir sekali bertahallul iaitu bercukur atau mengunting rambut sekurang-kurangnya 3 helai selepas itu, segala larangan dalam Ihram menjadi halal sepertimana sebelum beliau berihram.

Beza Umrah dengan Haji ialah Umrah boleh dilaksanakan sepanjang tahun tetapi Haji hanya boleh dilakukan pada bulan haji sahaja, dan hari kemuncaknya ialah pada hari Tasyrik 9, 10, 11, 12 di mana jemaah berkumpul di Padang Arafah dan Mina.

Pada zaman sekarang Kerajaan Arab Saudi menetapkan mana jemaah umrah mestilah mengikut muassasah umrah dan memohon visa umrah melalui agensi umrah. Tiada lagi permohonan Visa umrah dapat dilakukan di Kedutaan Arab Saudi secara individu.

Ketentuan[sunting | sunting sumber]

Syarat[sunting | sunting sumber]

Syarat untuk mengerjakan umrah sama dengan syarat untuk mengerjakan haji:

  1. Beragama Islam
  2. Baligh, dan berakal
  3. Merdeka
  4. Memiliki kemampuan, adanya bekal dan kendaraan, serta anggaran
  5. Ada mahram (khusus bagi wanita)

Rukun[sunting | sunting sumber]

Rukun umrah adalah:

  1. Ihram, berniat untuk memulai umrah
  2. Thawaf
  3. Sai
  4. Tahallul
  5. Tertib

Wajib[sunting | sunting sumber]

Adapun wajib umrah adalah:

  1. Melakukan ihram ketika hendak memasuki miqat
  2. Bertahallul dengan menggundul atau memotong sebagian rambut
  • Keterangan:
  1. Meninggalkan rukun, maka umrahnya tidak sempurna dan wajib diulangi
  2. Meninggalkan kewajiban, umrah tetap sah dan kesalahan tersebut (meninggalkan kewajiban) bisa ditutupi dengan DAM
  3. Bersetubuh sebelum tahallul maka wajib membayar seekor kambing

Jenis[sunting | sunting sumber]

Terdapat beberapa tipe umrah, yang umum adalah umrah yang digabungkan dengan pelaksanaan haji seperti pada haji tamattu, adapula umrah yang tidak terkait dengan haji.

  1. Umrah Mufradah
  2. Umrah Tamattu'
  3. Umrah Sunah

Tata cara[sunting | sunting sumber]

Untuk tata cara pelaksanaan umrah, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Disunnahkan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.
  2. Memakai pakaian ihram. Untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.
  3. Niat umrah dalam hati, ketika sampai di miqot (batas daerah tanah suci) sholat sunah dua rokaat dan mengucapkan Labbaika Allahumma 'umrotan atau Labbaika Allahumma bi'umrotin. Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk laa syarika laka.
  4. Jika sudah sampai kota Makkah, disunnahkan mandi terlebih dahulu sebelum memasukinya.
  5. Sesampai di Ka'bah, talbiyah berhenti sebelum thawaf. Kemudian menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi Wallahu Akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat dan berkata Allahu Akbar.
  6. Thawaf sebanyak 7 kali putaran. 3 putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan Ka'bah dijadikan berada di sebelah kiri.
  7. Salat 2 rakaat di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surah Al-Kafirun pada rakaat pertama, kemudian membaca surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
  8. Sa'i dengan naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash shofa wal marwata min sya'aairillah. Abda'u bima bada'allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai'in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa'dahu wa nasoro 'abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu sebanyak 3x. Kemudian berdoa sekehendaknya.
  9. Amalan pada poin 8 diulangi setiap putaran di sisi bukit Shofa dan Marwah disertai dengan doa.
  10. Sa'i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.
  11. Mencukur seluruh atau sebagian rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.
  12. Dengan demikian selesai sudah amalan umrah.

Umrah dari Indonesia[sunting | sunting sumber]

Berkas:82umroh-Jun2013-11.jpg
Seorang jamaah umrah asal Indonesia di Ka'bah pada saat proyek perluasan Masjdil Haram mulai dikerjakan.

Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia, sekitar 80% penduduk Indonesia adalah muslim. Pada umumnya masyarakat muslim Indonesia melaksanakan umrah menuju Masjidil Haram di Arab Saudi melalui travel umrah atau sebuah perusahaan travel atau biro perjalanan yang khusus menyelenggarakan jasa perjalanan umrah yang banyak tersebar di Indonesia. Mereka menyediakan berbagai fasilitas yang memudahkan jamaah sehingga konsentrasi jamaah hanya pada pelaksanaan ibadah umrah saja di Masjidil Haram di Mekkah dan Madinah. Travel umrah bekerja sama dengan hotel di sekitar Masjidil Haram sehingga sangat memudahkan jamaah. Pada umumnya biro perjalanan umrah menetapkan beberapa paket umrah dan yang paling minimal adalah 9 hari perjalanan dari Indonesia ke Arab Saudi dan kembali ke Indonesia lagi.

Jemaat Umrah dari Indonesia[sunting | sunting sumber]

Pada 20 Desember 2016, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin memaparkan bahwa penyelenggaraan umrah pada tahun 2016 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Meningkatnya peserta selain karena kesadaran dan antrian haji yang panjang, juga dikarenakan bertumbuhnya ekonomi masyarakat. Ia juga mengungkapkan potensi perputaran uang masyarakat yang mencapai triliunan rupiah dan memberikan dampak bagi sektor ekonomi secara langsung seperti sektor penerbangan, perbankan dan leasing, asuransi, dan industri rumah tangga berupa penyediaan perlengkapan umrah.

Paparan itu meliputi pelaksanaan umrah dari November 2015 sampai Juni 2016. Ada 584.924 anggota jemaat umrah di periode tersebut. “Dengan asumsi harga yang murah, Rp 20 juta, perputaran uang mencapai triliunan rupiah,” ungkap Lukman. Diperkirakan sampai akhir 2016, total anggota jemaah umrah berkisar 810.000 orang. Jumlah ini lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya, yakni sekitar 710.000 orang.

Selain itu pelaksanaan umrah selanjutnya diharapkan akan lebih baik lagi karena kini tersedia aplikasi lewat ponsel yang memungkinkan jemaah melaporkan berbagai keluhan. Ada dua aplikasi di ponsel Android, yakni aplikasi Umrah Cerdas dan aplikasi SIMPU Online (Sistem Informasi Manajemen dan Pelaporan Umrah). Aplikasi Umrah Cerdas diperuntukkan bagi masyarakat luas untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah serta menyampaikan aduan. SIMPU Online adalah sistem penyambung informasi antara Kementerian Agama, PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah),provider visa, serta seluruh instansi terkait umrah yang terkoneksi secara online sebagai pusat kendali semua kegiatan umrah.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Khotim, Muhamad (2022-11-10). "Salinan arsip". Jelajah. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-06-01. Diakses tanggal 2017-05-12. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]