Stasiun Bukit Putus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Stasiun Bukit Putus
  • Singkatan: BKP
  • Nomor: 7011
Lokasi
Provinsi Sumatera Barat
Kota Padang
Kecamatan Padang Selatan
Kelurahan Rawang
Alamat Jalan Sutan Sjahrir
Informasi lain
Operator Divisi Regional II Sumatera Barat
Kelas stasiun[1] I
Ketinggian +8 m
Letak[2]
Layanan KA barang angkutan semen curah dan klinker Semen Padang
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur

6:

  • jalur 1: sepur lurus dari dan ke arah Indarung
  • jalur 2: sepur lurus dari dan ke arah Teluk Bayur
  • jalur 3: sepur lurus dari dan ke arah Stasiun Padang sekaligus sepur lurus dari dan ke arah Teluk Bayur

Stasiun Bukit Putus (BKP) adalah stasiun kereta api barang kelas I yang berada di Rawang, Padang Selatan, Padang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +8 meter ini termasuk dalam Divisi Regional II Sumatera Barat. Stasiun ini terletak tak jauh dari Pelabuhan Teluk Bayur sejauh kurang lebih 2 km dan terdapat perlintasan sebidang di sebelah barat stasiun (jalur menuju Teluk Bayur).

Awalnya, stasiun ini melayani KA angkutan batu bara dari Sawahlunto sejak pemerintahan kolonial Belanda lalu pada tahun 1979 stasiun ini melayani KA angkutan semen curah dari Indarung. Semenjak awal tahun 2000-an, stasiun ini tidak lagi melayani KA angkutan batu bara akibat terancam bangkrutnya tambang batu bara. Pada tahun 2017, stasiun ini sudah melayani KA angkutan klinker sekaligus pengoperasian lokomotif CC201 untuk angkutan barang dari dan menuju Indarung yang dilayani saat ini. Setiap KA barang tiba dari Stasiun Indarung, Lokomotif BB303 selalu stand-by di stasiun ini untuk melangsir dan mendorong rangkaian tersebut menuju Silo PT Semen Padang di Teluk Bayur setelah dua lokomotif CC201 lepas rangkaian.

Stasiun ini terdiri dari 6 jalur, jalur 1 dan 3 dari arah timur merupakan sepur lurus dari dan ke Stasiun Indarung dan Stasiun Padang masing-masing sekaligus menuju segitiga pembalik. Jalur 2 dan 3 arah barat merupakan sepur lurus menuju Silo PT Semen Padang Teluk Bayur. Dahulu jalur 4 arah barat merupakan sepur lurus menuju Silo batu bara PT Bukit Asam dengan karakteristik jalur yang menanjak namun sekarang sudah tidak berfungsi lagi dan kini sudah menjadi sepur badug. Jalur 5 dan 6 terdapat subdipo untuk gerbong.

Tak jauh dari stasiun terletak perlintasan sebidang Jalan Sutan Syahrir menuju Jalan Bypass. Perlintasan sebidang cenderung menimbulkan kemacetan terutama saat arus mudik dan balik lebaran dan hari libur akhir tahun. Banyak kendaraan menuju Painan melintas jalan ini apalagi saat kereta dari dan ke Teluk Bayur melewati perlintasan ini. Kemacetan ini disebabkan oleh palang pengaman yang terlalu mepet dengan Jalan Bypass (seperti halnya perlintasan sebidang Tunggul Hitam) serta jalan di perlintasan yang rusak akibat sering dilewati truk.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
Stasiun sebelumnya   Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Lintas Kereta Api Indonesia Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg   Stasiun berikutnya
Teluk Bayur
Terminus
Bukit Putus–Lubuk Alung
Terminus Percabangan menuju Indarung
menuju Indarung

Koordinat: 0°59′11″S 100°23′04″E / 0.986444°S 100.384333°E / -0.986444; 100.384333