Waduk Jatibarang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Waduk Jatibarang
Waduk Jatibarang berlokasi di Indonesia
Waduk Jatibarang
Letak Waduk Jatibarang
Negara Indonesia
Lokasi Semarang, Jawa Tengah
Koordinat 7°02′12″LU 110°21′1″BT / 7,03667°LS 110,35028°BT / -7.03667; 110.35028Koordinat: 7°02′12″LU 110°21′1″BT / 7,03667°LS 110,35028°BT / -7.03667; 110.35028
Status Beroperasi
Konstruksi dimulai 15 Oktober 2009
Pemilik Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia

Waduk Jatibarang merupakan sebuah waduk yang berada di Kota Semarang. Pembangunan waduk ini selesai setelah sekitar empat tahun pembangunan dan memulai proses pengisian air pada tanggal 5 Mei 2014 bertepatan dengan Hari Air Dunia Ke-22 oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana Imam Santoso.

Waduk Jatibarang mulai resmi beroperasi pada 11 Mei 2015. Peresmian tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mudjiadi bertepatan dengan peringatan Hari Air Dunia Ke-23 Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Waduk Jatibarang mempunyai daya tampung 20,4 juta meter kubik [1]. Selain untuk mengatasi masalah banjir, juga menjadi salah satu destinasi wisata Semarang karena di tengah waduk ini terdapat pulau kecil yang di dalamnya terdapat objek wisata lain yaitu Goa Kreo.

Fungsi[sunting | sunting sumber]

Seperti waduk lainnya, waduk Jatibarang yang berlokasi di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang ini pun memiliki fungsi utama yaitu pengendali banjir di Kota Semarang. Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, waduk Jatibarang, merupakan sarana proyek Kementerian Pekerjaaan Umum yang menjadi tugas pokok PU [2]. Ide pembentukan bendungan Jatibarang sendiri adalah karena adanya banjir di Kota Semarang pada 1973, 1988, 1990, dan 1993 yang sempat menimbukan korban jiwa. Barulah, pada 1992 - 1993 master plan pembuatan waduk serba guna yang dialiri air dari Kali Kreo itu terbentuk.

Selain untuk pengendali banjir, pembangunan waduk juga berfungsi menyediakan air baku di wilayah Kota Semarang Barat, yakni sebesar 1.050 liter/detik. Fungsi lain adalah meningkatkan kelestarian fungsi konservasi di Daerah Aliran Sungai (DAS).

Waduk yang dibangun dengan biaya Rp 655 miliar oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) itu juga difungsikan sebagai Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLTMH) berkapasitas 1,5 kW. [3].

Rujukan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]