Pembangkit listrik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
PLTU Indramayu, Jawa Barat 3x330 MW sedang dalam pembangunan.
Bendungan Tiga Ngarai, sebuah bendungan PLTA.

Pembangkit listrik adalah bagian dari alat industri yang dipakai untuk memproduksi dan membangkitkan tenaga listrik dari berbagai sumber tenaga, seperti PLTU, PLTN, PLTA, PLTS, PLTSa, dan lain-lain.[1][2][3]

Bagian utama dari pembangkit listrik ini adalah generator, yakni mesin berputar yang mengubah energi mekanis menjadi energi listrik dengan menggunakan prinsip medan magnet dan penghantar listrik. Mesin generator ini diaktifkan dengan menggunakan berbagai sumber energi yang sangat bemanfaat dalam suatu pembangkit listrik.

Pembangkit listrik tenaga panas[sunting | sunting sumber]

Rotor turbin uap modern, digunakan di dalam pembangkit listrik.
Diagram pembangkit listrik tenaga panas dengan superheater(no 19)

Di dalam pembangkit listrik tenaga panas, daya mekanik dihasilkan oleh mesin panas yang mengubah energi panas, seringkali dari pembakaran bahan bakar, menjadi energi putar. Sebagian besar pembangkit listrik panas menghasilkan uap, dan oleh karenanya ia sering juga disebut pembangkit listrik tenaga uap. Tidak semua energi panas dapat dialihbentukkan menjadi energi listrik, menurut hukum kedua termodinamika. Sehingga, selalu terdapat panas terbuang ke lingkungan. Jika buangan panas ini dimanfaatkan, untuk proses industri atau pemanasan distrik, maka pembangkit listrik biasa disebut sebagai pembangkit listrik kogenerasi atau pembangkit listrik kombinasi. Di negara-negara di mana pemanasan distrik menjadi hal biasa, terdapat pembangkit panas yang disebut pembangkit didih panas saja. Suatu jenis pembangkit listrik yang penting di Timur Tengah menggunakan produk sampingan panas untuk desalinasi air laut menjadi air minum.

Pengelompokan[sunting | sunting sumber]

Pembangkit listrik tenaga panas bumi di Islandia.
Pembangkit listrik tenaga batubara di Tampa, Amerika Serikat.

Pembangkit listrik tenaga panas dikelompokkan menurut jenis bahan bakar dan jenis penggerak primer yang dibangun.

Bahan bakar[sunting | sunting sumber]

Penggerak primer[sunting | sunting sumber]

  • Pembangkit turbin uap menggunakan tekanan dinamis yang dihasilkan oleh desakan uap untuk menggerakkan lengan kipas. Hampir semua pembangkit listrik non-hidro yang besar menggunakan sistem ini. Kira-kira 80% semua energi listrik yang dibuat di dunia menggunakan turbin uap.
  • Pembangkit turbin gas menggunakan tekanan dinamis dari gas yang mengalir (udara dan hasil pembakaran) untuk menggerakkan turbin secara langsung. Pembangkit turbin bakar gas alam (juga minyak bumi) dapat segera memulai gerakan dan biasa digunakan untuk memasok energi "puncak" selama masa padat penggunaan, kendati berbea lebih mahal daripada pembangkit biasa. Biasanya berupa satuan-satuan yang cukup kecil, dan kadang-kadang tak berawak, dioperasikan dari kejauhan. Jenis ini dirintis oleh Britania Raya, Princetown[5].

Menara pendingin[sunting | sunting sumber]

Sumber energi lainnya[sunting | sunting sumber]

Hidroelektrisitas[sunting | sunting sumber]

Penyimpanan terpompa[sunting | sunting sumber]

PLTS (Pusat Listrik Tenaga Surya)[sunting | sunting sumber]

PLTS terbesar pertama Indonesia[6]
Contoh mesin yang mampu mengekstraksi bioenergi dengan teknologi tinggi, menggunakan mesin Stirling yang mampu memanfaatkan panas dari pembakaran biomassa secara efisien

Pembangkit Listrik Tenaga Surya adalah salah satu pembangkit yang tidak menggerakkan mesin dalam menciptakan arus. PLTS menggunakan perbedaan tegangan akibat proses fotoelektrik untuk menghasilkan listrik. Solar panel terdiri dari 3 lapisan, lapisan panel P di bagian atas, lapisan pembatas di tengah, dan lapisan panel N di bagian bawah. Proses fotoelektrik adalah di mana sinar matahari menyebabkan elektron di lapisan panel P terlepas, sehingga hal ini menyebabkan proton mengalir ke lapisan panel N di bagian bawah dan perpindahan arus proton ini adalah arus listrik.

Pada prisipnya panel surya Solar Cell mengubah sinar matahari menjadi energi listrik yang kemudia disimpan dalam batterei atau aki untuk digunakan setiap saat. Digunakan secara besar-besaran, untuk lingkungan tertentu atau satu unit rumah atau bangunan.

Kelebihannya :

  • Memanfaatkan sinar matahari tanpa biaya,
  • cocok sekali untuk daerah tropika
  • Praktis dan hemat
  • Energi yang terbarukan/ tidak pernah habis
  • Bersih, ramah lingkungan
  • Umur panel sel surya panjang/ investasi jangka panjang
  • Praktis, tidak memerlukan perawatan
  • Sangat cocok untuk daerah tropis seperti Indonesia

Kekurangan :

  • Ketergantungan oleh sinar matahari, tetapi untuk hal ini diatasi dengan kekuatan penyimpanan aki/baterei
  • Biaya awal relatif mahal


Angin[sunting | sunting sumber]

PLTO (Pembangkit Listrik Tenaga Ombak)[sunting | sunting sumber]

Salah satu energi di laut tersebut adalah energi ombak atau gelombang laut yang merupakan sumber energi yang cukup besar. Ombak merupakan gerakan air laut yang turun-naik atau bergulung-gulung, merupakan energi alternatif yang dibangkitkan melalui efek gerakan tekanan udara akibat fluktuasi pergerakan gelombang.

Kelebihan :

  • energi bisa diperoleh secara gratis,
  • tidak butuh bahan bakar,
  • tidak menghasilkan limbah,
  • mudah dioperasikan dan biaya perawatan rendah,
  • serta dapat menghasilkan energi dalam jumlah yang memadai

Kekurangan :

  • Bergantung pada ombak; kadang dapat energi, kadang pula tidak,
  • Perlu menemukan lokasi yang sesuai di mana ombaknya kuat dan muncul secara konsisten.

PLTPS (Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut)[sunting | sunting sumber]

Energi pasang surut (tidal energy) merupakan energi yang terbarukan. Prinsip kerja nya sama dengan pembangkit listrik tenaga air, di mana air dimanfaatkan untuk memutar turbin dan mengahasilkan energi listrik.

Keuntungan

  • Setelah dibangun energi listrik yang dihasilkan bisa dimanfaatkan secara gratis,
  • tidak membutuhkan bahan bakar,
  • tidak menimbulkan efek rumah kaca,
  • produksi listrik stabil karena pasang surut air laut bisa diprediksi.

Kekurangan

  • bukan energi masa depan karena memiliki berbagai kelemahan.
  • Biaya pembuatan dam mahal dan merusak ekosistem dipesisr pantai.

Keluaran daya yang lazim[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ British Electricity International (1991). Modern Power Station Practice: incorporating modern power system practice (3rd Edition (12 volume set) ed.). Pergamon. ISBN 0-08-040510-X. 
  2. ^ Babcock & Wilcox Co. (2005). Steam: Its Generation and Use (41st edition ed.). ISBN 0-9634570-0-4. 
  3. ^ Thomas C. Elliott, Kao Chen, Robert Swanekamp (coauthors) (1997). Standard Handbook of Powerplant Engineering (2nd edition ed.). McGraw-Hill Professional. ISBN 0-07-019435-1. 
  4. ^ Informasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, oleh Badan Tenaga Atom Internasional
  5. ^ Pembangkit Listrik SWEB's Pocket menjadi yang pertama di dunia, didirikan pada 1959
  6. ^ "PLTS Bali, terbesar pertama di Indonesia". 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]