Arus bolak-balik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Diagram arus bolak-balik (garis hijau) dan arus searah (garis merah)
Lampu-lampu kota yang dilihat dari kamera yang bergerak. Listrik arus bolak-balik menyebabkan lampu berkelip-kelip yang membuat garis terlihat menjadi bintik-bintik.
3000 Watt 24 volt Inverter with built in charger and transfer switch.

Arus bolak-balik (AC/alternating current) adalah arus listrik di mana besarnya dan arahnya arus berubah-ubah secara bolak-balik. Berbeda dengan arus searah di mana arah arus yang mengalir tidak berubah-ubah dengan waktu. Bentuk gelombang dari listrik arus bolak-balik biasanya berbentuk gelombang sinusoida, karena ini yang memungkinkan pengaliran energi yang paling efisien. Namun dalam aplikasi-aplikasi spesifik yang lain, bentuk gelombang lain pun dapat digunakan, misalnya bentuk gelombang segitiga (triangular wave) atau bentuk gelombang segi empat (square wave).

Secara umum, listrik bolak-balik berarti penyaluran listrik dari sumbernya (misalnya PLN) ke kantor-kantor atau rumah-rumah penduduk. Namun ada pula contoh lain seperti sinyal-sinyal radio atau audio yang disalurkan melalui kabel, yang juga merupakan listrik arus bolak-balik. Di dalam aplikasi-aplikasi ini, tujuan utama yang paling penting adalah pengambilan informasi yang termodulasi atau terkode di dalam sinyal arus bolak-balik tersebut.

Asal Mula[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1835, Hippolyte Pixii membuat altenator pertama (pembangkit arus bolak balik). Pixii membuat alt tersebut dengan putaran magnit. Namun pada era ini semua orang berfokus padda pembuatan arus satu arah jadi penemuan ini tidak begitu sukses pada jaman ini. Pengelolahan Arus bolak balik dimulai pada tahun 1882. Pada dekade ini banyak sekali penemuan yang bersangkutan dengan listrik dari penemu-penemu ternama seperti Thomas Alpha Edisson dan Nikola Tesla. Teknologi pembangkit arus listrik bolak balik mula mula dibuat pertama kali oleh Sabastian Ferranti dengan Lord Kelvin. Ini termasuk dengan pembuatan transformer mula mula.

Sistem tekanan listrik bolak balik di buat di Great Barrington, Massachusetts oleh William Stanley yang di support oleh Westinghouse. Nikola Tesla juga memulai penjualan sistem listrik bolak baliknya di New York, namun gagal karena new york telah mengadopsi sistem litrik satu arah. Pada tahun 1887 C.S. Bradley membuat generator bolak balik 3 fase. Ini adalah alat yang membuat arus listrik bolak balik lebih efisien dan bisa dipakai jaman sekarang. Pada tahun 1900s generator bolak balik 3 fase menjadiprinsip dasar sumber tenaga listrik di dunia.

Formula[sunting | sunting sumber]

A sine wave, over one cycle (360°). The dashed line represents the Root mean square (RMS) value at about 0.707

Adanya arus bolak balik berarti tekanan listrik tersebut juga bolak balik. tekanan listrik bolak balik bisa direpresentasikan dengan formula ini:

v(t)=V_\mathrm{peak}\cdot\sin(\omega t),

Dimana

  • Frequensi sudut bisa disambungkan dengan frekuensi biasa, \displaystyle f (unit = hertz), yang direpresentasikan dengan putrana per detik, dengan menggunakan formula \displaystyle\omega = 2\pi f.
  • \displaystyle t adalah waktu (unit: detik).

Jumlah puncak-ke-puncak tekanan bolak balik di representasikan dengan perbedaan antara puncak postif ke puncak negatif. tekanan puncak-ke-puncak bisa ditulis dengan hubungan V_{\rm pp} or V_{\rm P-P}, yang bernilai V_{\rm peak} - (-V_{\rm peak}) = 2 V_{\rm peak}.

Power[sunting | sunting sumber]

Hubungan antara tekanan dan tenaga listrik bolak balik bisa direpresentasikan dengan:

p(t) = \frac{v^2(t)}{R} di mana R adalah hambatan muatan.

Di bandingkan dengan menggunakan hunbungan, p(t), Lebih effektif jika menggunakan hasil tengah-tengah (bila mana hasil tengah-tengah bisa didapatkan di manapun). Jadi, Tekanan bolak balik bisa direpresentasikan oleh hasil root mean square (RMS), ditulis dengan V_{\rm rms}, menjadi

P_{\rm time~averaged} = \frac{{V^2}_{\rm rms}}{R}.
Power oscillation
v(t)=V_\mathrm{peak}\sin(\omega t)
i(t)=\frac{v(t)}{R}=\frac{V_\mathrm{peak}}{R}\sin(\omega t)
P(t)=v(t)\ i(t)=\frac{(V_\mathrm{peak})^2}{R} \sin^2(\omega t)

Menggunakan Identitas trigonometri, tenaga osilasi menjadi dua kali lipat frekuensi oleh tekanan listrik.

\sin^2 x = \frac {1 - \cos 2x}{2}

Root mean square[sunting | sunting sumber]

  • Untuk tekanan sinusoidal:

\begin{align}
V_\mathrm{rms} &=\sqrt{\frac{1}{T} \int_0^{T}[{V_{pk}\sin( \omega t+\phi)]^2 dt}}\\
               &=V_{pk}\sqrt{\frac{1}{2T} \int_0^{T}[{1-\cos(2\omega t+2\phi)] dt}}\\
               &=V_{pk}\sqrt{\frac{1}{2T} \int_0^{T}{ dt}}\\
               &=\frac{V_{pk}}{\sqrt {2}}
\end{align}
Faktor \sqrt{2} adalah faktor crest, yang berbeda di fungsi yang berbeda.
V_\mathrm{rms}=\frac{V_\mathrm{peak}}{\sqrt{3}}.
\displaystyle V_\mathrm{rms}=V_\mathrm{peak}.
  • Untuk waveform dasar v(t) dengan period T:
V_\mathrm{rms}=\sqrt{\frac{1}{T} \int_0^{T}{[v(t)]^2 dt}}.

Frekuensi[sunting | sunting sumber]

Frekuensi sistem listrik berbeda-beda di negara yang berbeda, tapi biasanya berkisar di antara 50-60 hertz. Beberapa negara seperti Jepang mempunyai dua frekuensi listrik yang berbed yaitu 50 Hz dan 60 Hz, tergantung dengan pembangkit listrik yang dipakai.

Frekuensi yang berkisar antara 50–60 Hz dipilih dengan alasan yang cukup masuk akal. Arus listrik dengan frekuensi rendah membuat pemakai listrik dengan motor elektrik lebih mudah. Telebih dengan aplikasi yang berhubungan dengan traksi dari kommutator, seperti di kasus rel kereta. Namun dengan memakai frekuensi yang rendah, akan terlihat kedipan di lampu yang sangat mengesalkan apalagi di lampu incadescent.

Transformator[sunting | sunting sumber]

Transformator atau trafo adalah alat yang memindahkan tenaga listrik bolak balik antar dua Rangkaian listrik atau lebih melalui induksi elektromagnetik. Prinsip transformator membuat arus bolak balik jauh lebih unggul daripada arus satu arah dalam hal transmisi listrik.

Prinsip Kerja[sunting | sunting sumber]

Transformator bekerja berdasarkan prinsip Induksi elektromagnetik. Tegangan masukan bolak-balik yang membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung dengan lilitan sekunder. Fluks bolak-balik ini menginduksikan gaya gerak listrik (ggl) dalam lilitan sekunder. Jika efisiensi sempurna, semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke lilitan sekunder.

Hubungan Primer-Sekunder[sunting | sunting sumber]

transformator_scheme_ru.svg

Rumus untuk fluks magnet yang ditimbulkan lilitan primer adalah \delta\phi=\epsilon\times\delta\,t dan rumus untuk ggl. induksi yang terjadi di lilitan sekunder adalah \epsilon=N\frac{\delta\phi}{\delta\,t}.

Karena kedua kumparan dihubungkan dengan fluks yang sama, maka \frac{\delta\phi}{\delta\,t}=\frac{V_p}{N_p}=\frac{V_s}{N_s}

Dengan menyusun ulang persamaan akan didapat \frac{V_p}{V_s}=\frac{N_p}{N_s} Dari rumus-rumus di atas, didapat pula: V_p\,I_p=V_s\,I_s

Dengan kata lain, hubungan antara tegangan primer dengan tegangan sekunder ditentukan oleh perbandingan jumlah lilitan primer dengan lilitan sekunder.

Kerugian Dalam Transformator[sunting | sunting sumber]

Perhitungan di atas hanya berlaku apabila kopling primer-sekunder sempurna dan tidak ada kerugian, tetapi dalam praktek terjadi beberapa kerugian yaitu

  1. kerugian tembaga. Kerugian I^2\,R dalam lilitan tembaga yang disebabkan oleh resistansi tembaga dan arus listrik yang mengalirinya.
  2. Kerugian kopling. Kerugian yang terjadi karena kopling primer-sekunder tidak sempurna, sehingga tidak semua fluks magnet yang diinduksikan primer memotong lilitan sekunder. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan secara berlapis-lapis antara primer dan sekunder.
  3. Kerugian kapasitas liar. Kerugian yang disebabkan oleh kapasitas liar yang terdapat pada lilitan-lilitan transformator. Kerugian ini sangat memengaruhi efisiensi transformator untuk frekuensi tinggi. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan primer dan sekunder secara semi-acak (bank winding)
  4. Kerugian histeresis. Kerugian yang terjadi ketika arus primer AC berbalik arah. Disebabkan karena inti transformator tidak dapat mengubah arah fluks magnetnya dengan seketika. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggunakan material inti reluktansi rendah.
  5. Kerugian efek kulit. Sebagaimana konduktor lain yang dialiri arus bolak-balik, arus cenderung untuk mengalir pada permukaan konduktor. Hal ini memperbesar kerugian kapasitas dan juga menambah resistansi relatif lilitan. Kerugian ini dapat dikurang dengan menggunakan kawat Litz, yaitu kawat yang terdiri dari beberapa kawat kecil yang saling terisolasi. Untuk frekuensi radio digunakan kawat geronggong atau lembaran tipis tembaga sebagai ganti kawat biasa.
  6. Kerugian arus Eddy. Kerugian yang disebabkan oleh ggl masukan yang menimbulkan arus dalam inti magnet yang melawan perubahan fluks magnet yang membangkitkan ggl. Karena adanya fluks magnet yang berubah-ubah, terjadi tolakan fluks magnet pada material inti. Kerugian ini berkurang kalau digunakan inti berlapis-lapis.