Penelitian dan pengembangan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Penelitian dan pengembangan (dalam bahasa Inggris: research and development) merupakan metode penelitian yang digunakan untuk membuat produk dan menguji keefektifan dari hasil produk tersebut. Penelitian dan pengembangan adalah jenis penelitian yang berguna untuk menghasilkan produk perangkat keras dan perangkat lunak melalui metode dan dilakukan melalui analisis kebutuhan. Setelah proses analisis kebutuhan, selanjutnya dilakukan proses pengembangan lalu diakhiri dengan proses evaluasi.[1] Pemanfaatan penelitian dan pengembangan dalam bidang industri menghabiskan 4-5%. Hal ini berdampak dalam kemajuan bidang industri terutama elektronika, komunikasi, transportasi, dan obat-obatan. Sedangkan dalam bidang pendidikan dan kurikulum pemanfaatan penelitian dan pengembangan baru mencapai 1%. Penelitian dan pengembangan merupakan sebagai metode untuk mengembangkan suatu produk baru atau penyempurnaan suatu produk yang sudah ada. Produk tersebut bisa berupa perangkat keras, perangkat lunak, buku, modul, perangkat laboratorium, pemograman komputer, hingga pelatihan.[2]

Langkah-langkah[sunting | sunting sumber]

Potensi dan masalah[sunting | sunting sumber]

Salah satu tahapan penting dari penelitian dan pengembangan yaitu melakukan kajian mengenai potensi dan masalah. Melalui kajian tersebut akan diperoleh alasan yang menjadi dasar tentang pentingnya suatu penelitian dan pengembangan produk harus dilakukan. Tujuan mengkaji potensi dan masalah untuk memperoleh informasi yang valid mengenai produk yang akan dikembangkan. Melalui kajian potensi dan masalah, para pihak yang mendukung penelitian dan pengembangan memperoleh kejelasan dan yakin untuk turut serta membantu penyelesaian penelitian tersebut.[3]

Mengumpulkan informasi[sunting | sunting sumber]

Tahapan kedua setelah menetukan potensi dan masalah yaitu mengumpulkan informasi. Cara mengumpulkan informasi bisa menggunakan studi literatur. Proses pengumpulan informasi bertujuan untuk perencanaan produk dan mampu membantu menjawab dari rumusan masalah.[4]

Desain produk[sunting | sunting sumber]

Tahapan ketiga yaitu membuat desain produk yang lengkap secara spesifik. Desain produk ini memiliki sifat hipotetik. Hal ini dikarenakan tingkat efektivitasnya belum terbukti karena belum dilakukan pengujian. Desain produk ini berupa gambar, yang digunakan sebagai konsep untuk menilai dan memudahkan bagi pihak lain untuk memahaminya.[5]

Validasi desain[sunting | sunting sumber]

Validasi desai adalah kegiatan untuk menilai rancangan produk. Hal ini berpengaruh untuk melihat seberapa efektif produk tersebut. Namun, penilaian yang dimaksud yaitu penilaian berdasarkan pemikiran nasional, belum secara fakta lapangan. Oleh karena itu, penilaian validasi desain dilakukan oleh para pakar yang ahli dalam bidangnya.[5]

Perbaikan desain[sunting | sunting sumber]

Setelah proses validasi, desain tersebut sudah melalui tahap penilaian pakar dan sudah dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut diperbaiki lagi sebelum dibuat menjadi suatu produk.[5]

Ujicoba produk[sunting | sunting sumber]

Setelah melakukan perbaikan desain, produk tersebut dibuat terlebih dahulu sebelum akhirnya diuji coba. Kegiatan uji coba produk dilakukan dengan cara eksperimen produk atau dengan cara membandingkan tingkat efektivitas dan efesiensi produk tersebut.[5]

Revisi produk[sunting | sunting sumber]

Revisi produk adalah proses perbaikan kondisi nyata di lapangan dari produk yang telah dibuat. Revisi produk bisa dilihat melalui uji pemakaian dan sistem kerja dari produk tersebut.[5]

Produksi masal[sunting | sunting sumber]

Pembuatan produk secara masal dilakukan jika produk tersebut sudah diuji coba dan nyatakan sudah layak untuk diproduksi secara masal.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Purnama, Sigit (2016). "Metode Penelitian Dan Pengembangan (Pengenalan Untuk Mengembangkan Produk Pembelajaran Bahasa Arab)". LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan) (dalam bahasa Inggris). 4 (1): 21. doi:10.21927/literasi.2013.4(1).19-32. ISSN 2503-1864. 
  2. ^ Rasagama, I Gede (2011). "Memahami Implementasi "Educational Research and Development"" (PDF). Digital Library Politeknik Negeri Bandung. hlm. 2. 
  3. ^ Hermanto, Hermanto; Wiyono, Bambang Budi; Imron, Ali; Arifin, Imron (2016). "ANALISIS POTENSI DAN MASALAH PADA FASE KONSEPTUALISASI PENGEMBANGAN MODEL SUPERVISI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR INKLUSI". JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) (dalam bahasa Inggris). 12 (1): 17. doi:10.21831/jpk.v12i1.12836. ISSN 2580-6475. 
  4. ^ Tok, Author-Panji (2020). "Info Pendidikan dan Biologi: Metode Penelitian R&D (Research and Development)". Info Pendidikan dan Biologi. Diakses tanggal 2021-12-31. 
  5. ^ a b c d e f Sumarni, Sri (2019). "MODEL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (R&D) LIMA TAHAP (MANTAP)" (PDF). Repository UIN Sunan Kalijaga. hlm. 12-15.