Lompat ke isi

Analisis kebutuhan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak, analisis kebutuhan (bahasa Inggris: requirement analysis) mencakup pekerjaan-pekerjaan penentuan kebutuhan atau kondisi yang harus dipenuhi dalam suatu produk baru atau perubahan produk, yang mempertimbangkan berbagai kebutuhan yang bersinggungan antar berbagai pemangku kepentingan. Kebutuhan dari hasil analisis ini harus dapat dilaksanakan, diukur, diuji, terkait dengan kebutuhan bisnis yang teridentifikasi, serta didefinisikan sampai tingkat detail yang memadai untuk desain sistem.

Analisis kebutuhan pelatihan

[sunting | sunting sumber]

Analisis kebutuhan pelatihan Training Needs Assessment (TNA) merupakan langkah awal yang sangat penting dalam proses perancangan, pengembangan, dan pelaksanaan program pelatihan secara sistematis. Tujuan utama dari analisis ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memengaruhi pelaksanaan dan hasil pelatihan, seperti konteks organisasi, karakteristik dan persyaratan tugas pekerjaan, serta karakteristik, kompetensi, dan kebutuhan pelatihan peserta. Hasil dari analisis ini digunakan untuk menetapkan tujuan pelatihan, hasil pembelajaran yang diharapkan, serta standar kinerja selama pelatihan. Selain itu, hasil analisis juga dapat digunakan untuk menentukan isi pelatihan, metode pendidikan, cara penyampaian pelatihan, serta pengembangan rencana implementasi dan evaluasi inisiatif pelatihan[1]. Analisis kebutuhan pelatihan merupakan bagian dari siklus pelatihan yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu:

  1. Analisis Kebutuhan Pelatihan: Mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran melalui konsultasi sistematis[1][2]
  2. Perencanaan Pelatihan: Merancang kegiatan pelatihan berdasarkan hasil analisis kebutuhan[2]
  3. Implementasi Pelatihan: Melaksanakan pelatihan sesuai dengan rencana yang telah dibuat[2]
  4. Evaluasi Pelatihan: Menilai efektivitas pelatihan dan dampaknya terhadap individu maupun organisasi[1]

Siklus ini bersifat berkelanjutan dan dapat digunakan untuk menilai apakah tujuan pelatihan telah tercapai serta untuk merencanakan pelatihan berikutnya[1]. Berbagai sumber menyebutkan bahwa analisis kebutuhan pelatihan terdiri dari beberapa tahapan utama, yaitu:

  1. Identifikasi Kriteria Kinerja Pekerjaan: Menentukan standar kinerja yang diharapkan dari setiap posisi atau tugas[3][4]
  2. Identifikasi Persyaratan Personel Terlatih: Menentukan kompetensi dan keterampilan yang harus dimiliki oleh peserta pelatihan[3][5]
  3. Analisis Program Pelatihan yang Ada: Mengevaluasi pelatihan yang sudah berjalan untuk melihat relevansi dan efektivitasnya[3][6]
  4. Perancangan Kurikulum: Menyusun materi pelatihan berdasarkan hasil analisis kebutuhan[7]
  5. Penentuan Karakteristik Peserta: Memahami karakteristik, tingkat pengetahuan, dan pengalaman peserta agar materi pelatihan relevan dan dapat diimplementasikan[5]
  6. Analisis Lingkungan Organisasi dan Tugas: Mempertimbangkan konteks organisasi, tujuan, dan karakteristik tugas yang akan dipelajari[5]
  7. Identifikasi Perubahan Tugas dan Masalah Keterampilan: Melakukan evaluasi terhadap perubahan tugas dan masalah keterampilan yang dihadapi oleh peserta[4]

Analisis kebutuhan pelatihan dapat dilakukan dengan berbagai teknik, seperti:

  1. Survei dan Konsultasi: Mengumpulkan data dari berbagai sumber untuk mengidentifikasi kebutuhan dan masalah kinerja[8]
  2. Penilaian Dokumen: Mendokumentasikan hasil analisis kebutuhan sebagai catatan permanen untuk evaluasi dan perencanaan pelatihan di masa mendatang[9]
  3. Analisis Makro dan Mikro: Analisis pada tingkat organisasi (makro) dan tingkat individu atau kelompok kecil (mikro) dapat memberikan hasil yang berbeda, di mana analisis mikro cenderung lebih mempertimbangkan perspektif pemangku kepentingan dan berdampak langsung pada kualitas layanan[10]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 4 Appannah, Arti; Meyer, Claudia; Ogrin, Rajna; McMillan, Sally; Barrett, Elizabeth; Browning, Colette (2017-08-01). "Diversity training for the community aged care workers: A conceptual framework for evaluation". Evaluation and Program Planning. 63: 74–81. doi:10.1016/j.evalprogplan.2017.03.007. ISSN 0149-7189.
  2. 1 2 3 Gould, Dinah; Berridge, Emma-Jane; Kelly, Daniel (2007-01-01). "The National Health Service Knowledge and Skills Framework and its implications for continuing professional development in nursing". Nurse Education Today. 27 (1): 26–34. doi:10.1016/j.nedt.2006.02.006. ISSN 0260-6917.
  3. 1 2 3 "Building Competencies That Count: A Training Model". www.sciencedirect.com (dalam bahasa American English). doi:10.1016/b978-0-12-802019-7.00015-8. Diakses tanggal 2025-12-02.
  4. 1 2 "The Facility Integrity Organization". www.sciencedirect.com (dalam bahasa American English). doi:10.1016/b978-0-12-801764-7.00008-5. Diakses tanggal 2025-12-02.
  5. 1 2 3 Geiger, Ingmar; Bischoff, Lena; Vogler, Thilo (2022-05-01). "Multiple parties behind and across the table: A role-play simulation of parallel, competitive order negotiations for training B2B sales professionals". Industrial Marketing Management. 103: 170–182. doi:10.1016/j.indmarman.2022.03.014. ISSN 0019-8501.
  6. Waeckerle, Joseph F.; Seamans, Sandra; Whiteside, Mary; Pons, Peter T.; White, Suzanne; Burstein, Jonathan L.; Murray, Rick (2001-06-01). "Executive summary: Developing objectives, content, and competencies for the training of Emergency Medical Technicians, Emergency Physicians, and Emergency Nurses to care for casualties resulting from Nuclear, Biological, or Chemical (NBC) incidents". Annals of Emergency Medicine (dalam bahasa English). 37 (6): 587–601. doi:10.1067/mem.2001.115649. ISSN 0196-0644. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  7. Guise, Veslemøy; Wiig, Siri (2017-02-23). "Perceptions of telecare training needs in home healthcare services: a focus group study". BMC Health Services Research (dalam bahasa Inggris). 17 (1): 164. doi:10.1186/s12913-017-2098-2. ISSN 1472-6963. PMC 5324329. PMID 28231852. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  8. Moizer, Jonathan; Lean, Jonathan; Dell’Aquila, Elena; Walsh, Paul; Keary, Alphonsus (Alfie); O'Byrne, Deirdre; Di Ferdinando, Andrea; Miglino, Orazio; Friedrich, Ralf (2019-07-01). "An approach to evaluating the user experience of serious games". Computers & Education. 136: 141–151. doi:10.1016/j.compedu.2019.04.006. ISSN 0360-1315.
  9. Martins, Ricardo Bessa; Ferreira, Denise; Moreira, Luís M.; Hogg, Tim; Gestal, Juan (2014-08-01). "Knowledge on food hygiene of food service staff working in nursing homes and kindergartens in Porto region – Portugal". Food Control. 42: 54–62. doi:10.1016/j.foodcont.2014.01.037. ISSN 0956-7135.
  10. Gould, Dinah; Kelly, Daniel; White, Isabel; Chidgey, Jayne (2004-07-01). "Training needs analysis. A literature review and reappraisal". International Journal of Nursing Studies. 41 (5): 471–486. doi:10.1016/j.ijnurstu.2003.12.003. ISSN 0020-7489.

Bacaan lanjutan

[sunting | sunting sumber]