Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur
6°14′48″S 106°52′0″E / 6.24667°S 106.86667°E
Cawang | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Daerah Khusus Ibukota Jakarta | ||||
| Kota Administrasi | Jakarta Timur | ||||
| Kecamatan | Kramat Jati | ||||
| Kodepos | 13630 | ||||
| Kode Kemendagri | 31.75.04.1007 | ||||
| Kode BPS | 3172050007 | ||||
| Luas | 1,75 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 38.874 jiwa | ||||
| Kepadatan | 22.214 jiwa/km² | ||||
| |||||
Cawang, Kramat Jati memiliki kode pos 13630. Kelurahan ini terletak di wilayah administrasi kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Kelurahan ini memiliki penduduk sebesar 39.126 jiwa dan luas 179.04 ha.
Batasan kelurahan ini dengan Jalan MT Haryono di sebelah utara, Kali Ciliwung di sebelah barat, Jalan Mayjend Sutoyo di sebelah timur dan Jalan Makam Pahlawan Kalibata dan jalan dekat SMA Negeri 14 Jakarta di sebelah selatan.
Demografi
[sunting | sunting sumber]2024
[sunting | sunting sumber]Berdasarkan data demografi, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramatjati, menunjukkan profil kependudukan yang sangat relevan untuk analisis ekonomi mikro. Dengan total populasi 38.545 jiwa, struktur usia yang didominasi oleh kelompok tenaga kerja produktif (usia 20-49 tahun) mengindikasikan adanya modal manusia (human capital) yang substansial. [1]Tingginya angka lulusan SLTA dan Sarjana (S1) merefleksikan kualitas modal manusia yang mumpuni untuk mendukung sektor ekonomi berbasis pengetahuan. Meskipun demikian, data juga menunjukkan tingginya jumlah penduduk dalam kategori "Pelajar dan Mahasiswa" serta "Belum/Tidak Bekerja", yang dapat diinterpretasikan sebagai potensi tenaga kerja belum terserap yang memerlukan intervensi kebijakan untuk mengurangi pengangguran struktural. Keberadaan sektor wiraswasta yang signifikan juga menyoroti peran penting ekonomi informal dalam menopang aktivitas ekonomi kelurahan. Secara keseluruhan, profil demografi ini merepresentasikan sebuah pasar domestik yang dinamis dan berpotensi besar, tetapi juga memiliki tantangan terkait optimalisasi sumber daya manusia dan penyerapan tenaga kerja.
Yang ada di kelurahan ini
[sunting | sunting sumber]- Badan Narkotika Nasional
- Rumah Sakit Pusat Otak Nasional
- Universitas Kristen Indonesia
- Hotel Ibis Jakarta Sentral Cawang
Transportasi
[sunting | sunting sumber]Kereta api perkotaan
[sunting | sunting sumber]- LRT Jabodebek: Dukuh Atas-Cawang
- LRT Jabodebek: Cawang-Bekasi (Jatimulya)
- LRT Jabodebek: Cawang-Cibubur
Transjakarta
[sunting | sunting sumber]- Koridor 7: Kampung Rambutan-Kampung Melayu
- Koridor 9: Pinang Ranti-Pluit
- Koridor 10: Pusat Grosir Cililitan-Tanjung Priok
Jalan tol
[sunting | sunting sumber]Daerah Cawang merupakan titik pertemuan antara Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi, Jalan Tol Cawang-Tanjung Priok, Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu dan Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Nama Cawang berasal dari nama seorang Letnan pasukan Melayu yang bekerja kepada Belanda, bernama Encik Awang. Nama Encik Awang akhirnya berubah menjadi Cawang. Awang adalah bawahan dari Letnan Kapten Encik Wan Abdul Bagus, yang bersama dengan timnya tinggal di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Kampung Melayu, Jatinegara.[2]
Encik dalam bahasa Melayu berarti paman. Namun, kata encik sering digunakan bagi kaum lelaki yang dihormati, seperti masih digunakan di Sumatra, Kalimantan, dan Malaysia.[3]
Pada tahun 1970-an Cawang terbagi secara regional, yakni:
- Cawang I
- Cawang II
- Cawang III
- Cawang IV
- Cawang V
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Visualisasi Data Kependudukan". gis.dukcapil.kemendagri.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-28.
- ↑ http://www.scribd.com/doc/6516621/Asal-Usul-Nama-Tempat-Di-Jakarta
- ↑ http://studentsrepo.um.edu.my/736/4/BAB3.pdf
