Universitas Darma Persada

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
unsada
Universitas Darma Persada

Universitas Darma Persada (disingkat UNSADA, http://www.unsada.ac.id) merupakan universitas yang berlokasi di Jakarta yang diselenggarakan oleh Yayasan Melati Sakura yang bernaung di bawah Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ), sebagai Badan Hukum Penyelenggaranya. Menurut sejarahnya, pada tanggal 15 November 1965, kalangan senior alumni Jepang mendirikan Akademi Bahasa dan Kebudayaan Jepang – ABKJ- yang dikemudian hari menjadi Akademi Bahasa Asing Melati Sakura. Sejumlah senior alumni Jepang yang pernah berbakti sebagai direktur lembaga pendidikan tersebut, Hasan Rahaya MA (1965 – 1966). Moh. Soedjiman LLM, MCL (1966 – 1967). Drs. Julianto MA (1967 – 1968). Drs. Wahjosumidjo (1968 – 1975). Terakhir, R Sugeng Subroto MA (1975 – 1988). Akademi Bahasa dan Kebudayaan Jepang dan atau Akademi Bahasa Asing MESRA itulah, dijadikan embrio dari keberadaan Universitas Darma Persada yang didirikan oleh himpunan anak-anak bangsa yang bersatu dan berkarya dalam wadah PERSADA, Perhimpunan Alumni dari Jepang.

Pendirian Universitas Darma Persada diprakarsai oleh lima eksponen alumni dari Jepang: Indra kartasasmita, Soegeng Soebroto, Sudjiman, Purwanto dan Abdillah Muchsin. Prakarsa tersebut, mereka teruskan ke PERSADA di bawah kepemimpinan ketua umum, Yoga Soegomo, yang berikutnya mengundang rapat anggota PERSADA. Maret 1986. Rapat yang berlangsung di jalan KH Wahid Hasyim 76, jakarta Pusat dan dihadiri 60 anggota waktu itu, sepakat untuk mendirikan suatu Universitas. Terbentuklah Panitia Pendiri Universitas Darma Persada yang diketuai Indra Kartasasmita dengan 11 pelindung/ penasehat, seperti Yoga Soegomo, Husein Kartasasmita, Martono, Ginandjar Kartasasmita, Syarief Thayeb, Widarsadipradja, Sayidiman Suryohadiprojo, Satrio, Tumbelaka, Umarjadi Njotowijono, dan Utoyo Sukaton. UNSADA secara resmi berdiri pada tanggal 6 Juli 1986, atas prakarsa dan dukungan organisasi Perhimpunan Alumni dari Jepang (PERSADA) bekerjasama dengan organisasi Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ), berdasarkan piagam kerjasama yang ditandatangani tanggal 17 Februari 1986. UNSADA memulai kegiatannya berdasarkan Surat persetujuan KOPERTIS III nomor 15/Kop. III/S. VII/1986 tertanggal 8 Juli 1986 (terlampir), dengan menyelenggarakan 4 program studi. Dengan tekad ingin mendarma baktikan ilmunya kepada negara dan bangsa, maka para pendiri (yang juga anggota PERSADA) secara terus-menerus senantiasa menjaga kelestarian serta berupaya mengembangkan UNSADA. Sampai dengan saat ini UNSADA telah menyelenggarakan 15 (lima belas) program studi yang diwadahi dalam 4 (empat) Fakultas dan 1 (satu) Pascasarjana.

Adapun Fakultas dan Program Studi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Fakultas Sastra:

S1 Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang

S1 Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok

S1 Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris

D3 Program Studi Bahasa Jepang

D3 Program Studi Bahasa Inggris

2. Fakultas Teknik:

S1 Program Studi Teknik Elektro

S1 Program Studi Teknik Industri

S1 Program Studi Teknik Informatika

S1 Program Studi Sistem Informasi

S1 Program Studi Teknik Mesin

3. Fakultas Teknologi Kelautan:

S1 Program Studi Teknik Perkapalan

S1 Program Studi Teknik Sistem Perkapalan

4. Fakultas Ekonomi:

S1 Program Studi Manajemen

S1 Program Studi Akuntansi

5. Program Magister:

S2 Teknik Energi Terbarukan


Aktivitas di tingkat Internasional

Sampai dengan saat ini, Universitas Darma Persada terus menjalin hubungan kerja sama antara Institusi dengan pihak Jepang. Mulai dari berbagai perusahaan besar Jepang, seperti Toyota Motor Corporation (TMC), Softem, dan berbagai Universitas dari Jepang, seperti Hiroshima University, Saga University, Osaka International University, dan masih banyak lagi. Dan yang terakhir, jalinan kerjasama dengan pihak pemerintah Jepang langsung.

Keberadaan Universitas Darma Persada menarik perhatian Pemerintah dan Kekaisaran Jepang, dan menilai Universitas Darma Persada sebagai salah satu destinasi wajib saat melakukan kunjungan kerja di Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan kunjungan Yang Mulia Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko Shoda pada 3 Oktober 1991, ditemani Ginandjar Kartasasmita dan Rektor Unsada WD Sukisman, disusul kunjungan Putera Kaisar Akihito, yaitu Pangeran Akishino Fumihito beserta Nona Kawashima Kiko pada 19 Januari 2008 disambut Ketua Yayasan Melati Sakura, Dr. Rahmat Gobel, Ketua Dewan Penyantun Ginandjar Kartasasmita dan Rektor Unsada Prof. Dr. Kamaruddin Abdullah, IPU. Universitas Darma Persada juga sudah beberapa kali menerima kunjungan Perdana Menteri Yasuo Fukuda, dengan kunjungan terbaru pada 21 Juli 2018 (sudah menjadi Mantan Perdana Menteri) dan kunjungan Perdana Menteri Shinzo Abe ke Unsada, disambut oleh Rektor Unsada Dr. Dadang Solihin pada 15 Januari 2017, disusul kunjungan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Y.M. Masafumi Ishii ke Universitas Darma Persada pada 17 Oktober 2017.

Pada Maret 1988, S. Higashi, President Director of Far East Oil Trading Co. Ltd Tokyo - Japan, menilai kesuksesan Universitas Darma Persada juga berarti keberhasilan Persahabatan Indonesia - Jepang. Kalimat tersebut dituangkan kedalam plat penghargaan kepada Universitas Darma Persada, yang dapat dilihat sampai dengan hari ini.

Pada tahun 2018, Universitas Darma Persada menjadi tuan rumah bagi acara bergengsi tingkat internasional, yaitu Simposium tingkat Asia dan ASEAN. Tepatnya pada 14-15 Desember 2018 ketiga organisasi Asian Japan Alumni Internasional (ASJA) bersama dengan Asean Council of Japan Alumni (ASCOJA), dibantu Perhimpunan Alumni dari Jepang (PERSADA) menggelar acara "The 14th ASJA -ASCOJA International Symposium : Shinise in Globalization Era" Dimana kegiatan Symposium ini telah dilaksanakan ke 14 kalinya, dihadiri 200 peserta dari 10 negara ASEAN. Beberapa pembahasan pada kegiatan Symposium ini adalah tentang bagaimana sebuah perusahaan mampu bertahan begitu lama hingga 100 tahun. Dengan digelarnya Symposium yang dihadiri dari berbagai negara ASEAN ini diharapkan mampu menjadi wadah untuk bertukar informasi bagaimana sebuah perusahaan dapat bertahan dan tetap eksis hingga lebih dari 50 tahun sehingga dapat memberikan pengetahuan baru.


Friends of UNSADA

Kedatangan Mantan Perdana Menteri Yasuo Fukuda, sekaligus Presiden Asosiasi Persahabatan Indonesia - Jepang, menilai Unsada sebagai jembatan persahabatan antar Indonesia - Jepang. Oleh karena itu, Yasuo Fukuda bersama para eksekutif perusahaan besar Negeri Sakura menghadiri upacara peringatan Univeritas Darma Persada (Unsada) yang ke-30 dan menginisiasikan pembentukan Asosiasi persahabatan antara Unsada dengan perusahaan-perusahaan dan berbagai universitas untuk membantu Unsada dalam menguatkan kualitas dan pembangunan karakter mahasiswa-mahasiswi. Terbentuklah Friends of Unsada sebagai wadahnya, dan diketuai oleh Dr. Uda Naoshi. Selain itu terbentuklah Konsorsium Unsada yang terdiri dari 11 Universitas dari Jepang. Kesebelas universitas itu antara lain : Toyo University, Tokai University, Teikyo University, Takushoku University, Ritsumeikan University, Osaka Prefecture University, Advanced Institute of Industrial Technology, Osaka International University, Kansai University of International Studies, Hiroshima University, dan Fukuoka Women's University. Hasil dari konsorsium tersebut adalah berbagai fasilitas yang mendukung aktifitas akademik dan non-akademik bagi Universitas Darma Persada. Beberapa diantaranya adalah beasiswa-beasiswa ke Jepang, penambahan tenaga pengajar/dosen dari Jepang, peralatan penunjang perkuliahan, fasilitas laboratorium dan masih banyak lainnya. Semua untuk mendukung operasional perkuliahan Universitas Darma Persada. Oleh karena itu, tidak heran jika Unsada memiliki begitu banyak beasiswa untuk para mahasiswa.


Keunikan Universitas Darma Persada

Karena didirikan oleh alumni dari perguruan tinggi di Jepang, maka Universitas Darma Persada mengadopsi salah satu paham dalam budaya Jepang, yaitu Monozukuri.

Monozukuri merupakan kata dalam bahasa Jepang asli, yamato kotoba, yang terdiri dari mono yang berarti produk dan zukuri yang berarti proses pembuatan atau penciptaan. Namun konsep tersebut mengandung makna yang jauh lebih luas dari arti harfiahnya, yang menggambarkan teknologi dan proses dari pengembangan, produksi dan pembelian secara terintegrasi. Monozukuri juga mengandung makna “intangible qualities” seperti craftsmanship, dan dedikasi untuk melakukan penyempurnaan secara terus menerus. Lebih dalam lagi, dia juga mengandung nada keunggulan (excellence), keahlian dan ketrampilan (skills), jiwa/ roh pendorong (spirit), semangat (zest) dan kebanggaan (pride) dalam kemampuan untuk menciptakan dan memproduksi barang dengan sangat baik. Monozukuri bukan sekadar pengulangan tanpa pemikiran (mindless repetition), dia memerlukan pemikiran kreatif. Professor Takahiro Fujimoto, seorang ahli teori monozukuri terkemuka Jepang dari Tokyo University mengatakan monozukuri adalah suatu art, science dan craft membuat barang.

Selanjutnya, sampai saat ini, Universitas Darma Persada memiliki hubungan yang erat dengan pemerintah Jepang, termasuk berbagai organisasi pengusaha yang berkaitan dengan Jepang. Hal ini menjadi nilai tambah bagi Universitas Darma Persada.

Beasiswa

Hingga pertengahan tahun 2019, saat ini baru tercatat 10 beasiswa yang ada di Universitas Darma Persada. Kesembilan beasiswa itu antara lain Beasiswa Unggulan 100%, Beasiswa Prestasi Non-Akademik, Beasiswa Prestasi Akademik, Beasiswa Bidikmisi, Beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM), Beasiswa Hafidz Quran, Program Pertukaran Mahasiswa ke Jepang, Program Praktek Kerja Lapangan di Jepang, Beasiswa Japan Foundation, Beasiswa kerjasama 3+1 Unsada dengan Hiroshima University.


Akreditasi

Pada 25 Juni 2015, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mengeluarkan hasil sertifikasi Universitas Darma Persada berdasarkan surat keputusan BAN-PT No. 603/SK/BAN-PT/Akred/PT/VI/2015 Menyatakan bahwa Universitas Darma Persada terakreditasi B oleh BAN-PT dan berlaku sampai dengan 27 Juni 2020.


Peringkat di Indonesia

Hingga Februari 2019, Universitas Darma Persada memasuki 100 besar Universitas terbaik di Indonesia dengan perolehan peringkat 91 berdasarkan hasil dari Webomatrics.