Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Bambu Apus
Kelurahan
Negara  Indonesia
Provinsi Jakarta
Kota Jakarta Timur
Kecamatan Cipayung
Kodepos 13890
Luas ... km²
Penduduk ... jiwa
Kepadatan ... jiwa/km²

Bambu Apus merupakan sebuah kelurahan di kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Kelurahan ini memiliki penduduk sebesar ... jiwa dan luas wilayahnya adalah 316520 Ha atau 3,17 Km2, (berdasarkan demografi tahun 2003). Bambu Apus memiliki kode pos 13890.

Bambu Apus merupakan wilayah paling timur di Kota Administrasi Jakarta Timur dan merupakan wilayah paling macet dengan volume alias kepadatan kendaraan tertinggi [1] karena banyak bus antarkota, bus kota dan angkutan kota yang keluar dan masuk Terminal Kampung Rambutan serta banyak bus pariwisata, mobil pribadi dan sepeda motor yang keluar dan masuk Taman Mini Indonesia Indah.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Lihat saja: Sejarah Bambu Apus

Permasalahan[sunting | sunting sumber]

Kemacetan[sunting | sunting sumber]

Bambu Apus ini dikenal sebagai rawan utama kemacetan karena banyak bus dan angkutan kota yang keluar Terminal Kampung Rambutan melintas jalur berukuran 3.000 m x 16 m atau luasnya 48.000 m2 [2] [3] [4] [5] [6].

Kemacetan itu juga karena adanya demo buruh dari Gabungan serikat buruh di daerah Jabodetabek yang berunjuk rasa di depan Taman Mini Indonesia Indah pada tanggal 24 Januari 2015 [6] [7].

Rumus untuk mencari kepadatan kendaraan, adalah:

\mathrm{Kepadatan kendaraan} = \frac{\mathrm{banyak\ kendaraan\ di\ jalan\ raya (kendaraan)}} {\mathrm{waktu\ terjadi\ kemacetan\ (jam)}}

Contoh: Kemacetan di Tol Bambu Apus itu terjadi karena sebanyak 2.870.000 kendaraan. Maka mulai terjadi kemacetan sekitar pukul 06.00 WIB dan selesai sekitar pukul 08.30 WIB, Berapa kepadatan kendaraan ?

Jawab: Lama terjadi kemacetan = 08.30 - 06.00 = 02.30 atau 1,5 jam

Kepadatan kendaraan

\mathrm{Kepadatan kendaraan} = \frac{\mathrm{banyak\ kendaraan\ di\ jalan\ raya (kendaraan)}} {\mathrm{waktu\ terjadi\ kemacetan\ (jam)}}
\mathrm{Kepadatan kendaraan} = \frac{\mathrm{2.870.000 kendaraan}} {\mathrm{1,5 jam}}
\mathrm{Kepadatan kendaraan} = {\mathrm{1.913.333 kendaraan/jam}}

Titik-titik kemacetan (menurut data statistik BPS Daerah Khusus Ibukota Jakarta bulan September 2014) [8] :

Jalan raya[sunting | sunting sumber]

Nama jalan raya Jam terjadi kemacetan Banyak kejadian kecelakaan Banyak korban tewas Banyak korban luka Catatan
Jalan akses Gerbang tol Bambu Apus, Jalan tol JORR Jam 06.30-08.00 (jam berangkat kantor) dan 17.30-19.00 (jam pulang kantor) 110 kasus 350 orang 500 orang
Jalan Garuda Jam 06.30-08.00 (jam berangkat kantor) dan 17.30-19.00 (jam pulang kantor) 130 kasus 300 orang 500 orang [8]
Jalan Taman Mini Jam 06.00-08.00 (jam berangkat kantor) dan 17.00-19.00 (jam pulang kantor) 125 kasus 500 orang 1.000 orang
Jalan Hankam Jam 06.30-08.00 (jam berangkat kantor) dan 17.30-19.00 (jam pulang kantor) 140 kasus 400 orang 800 orang
Jalan Ceger Jam 06.00-08.00 (jam berangkat kantor) dan 17.00-19.00 (jam pulang kantor) 200 kasus 1.000 orang 2.500 orang [8]

Jalan tol[sunting | sunting sumber]

Nama jalan tol Jam terjadi kemacetan Banyak kejadian kecelakaan Banyak korban tewas Banyak korban luka Catatan
Jalan tol JORR E3 ruas TMII Cikunir (km 35 s/d km 36) Jam 06.00-08.00 (jam berangkat kantor) dan 17.00-19.00 (jam pulang kantor) 160 kasus 1.000 orang 2.800 orang [8]

Yang ada di kelurahan ini[sunting | sunting sumber]

Prasarana di daerah Kelurahan Bambu Apus baik Terminal bus, Rumah makan Padang, Rumah makan Bakso, Klinik, Taman wisata, Rumah sakit, Sekolah, dll. Disini terdapat:

Geografi[sunting | sunting sumber]

Cuaca[sunting | sunting sumber]

Cuaca wilayah Kelurahan Bambu Apus adalah cerah, tapi gelap dan hujan. Menurut data wilayah Lambang Kota Jakarta Timur.png Kotamadya Jakarta Timur pada tahun 2004 adalah hujan sedang, gelap dan cerah tapi intensitas cahaya tinggi.

Suhu[sunting | sunting sumber]

Suhu wilayah Kelurahan Bambu Apus adalah 20o - 50o C (menurut data wilayah Lambang Kota Jakarta Timur.png Kotamadya Jakarta Timur pada tahun 2004 [9])

Suhu saat ini sudah panas karena macet akibat banyaknya asap knalpot kendaraan-kendaraan, seperti angkutan umum, mobil pribadi, sepeda motor, dsb.

Kalau yang sejuk, hanya ada di hutan-hutan perbatasan Kelurahan Bambu Apus dengan Kelurahan Setu dan hutan-hutan yang letaknya 1,5 km dari Kampus URINDO.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kelurahan Bambu Apus adalah 500 jiwa (menurut data wilayah Kotamadya Jakarta Timur pada tahun 1999), 1.000 jiwa (menurut data wilayah Kotamadya Jakarta Timur pada tahun 2004 [9]) dan 2.000 jiwa (menurut data wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur pada tahun 2010) dengan pertumbuhan rata-rata 3,89 %.

Dengan pertumbuhan penduduk wilayah Kelurahan Bambu Apus, merupakan tingkat pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi ketiga setelah Kelurahan Setu dan Kelurahan Cilangkap di wilayah Kecamatan Cipayung serta Kelurahan Rambutan di wilayah Kecamatan Ciracas.

Luas dan batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Kelurahan ini luasnya 3,17 km2 (berdasarkan SK Gubernur KDKI Jakarta nomor: 1251/1986), dengan berbatasan sebagai berikut:

Arah Daerah
Sebelah utara Kelurahan Lubang Buaya
Sebelah selatan Kelurahan Cipayung
Sebelah barat Kelurahan Ceger
Sebelah timur Kelurahan Setu

Luas wilayah[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan SK Mahkamah Agung RI nomor: 351/PUU-VI/2009 tanggal 13 Maret 2009, Luas wilayah Kelurahan Bambu Apus adalah 3,19 km2, yang terdiri dari:

Daerah Luas (ha)
Sawah 250
Non-sawah 69
TOTAL 319

Berdasarkan SK Mahkamah Agung RI nomor: 422/PUU-IX/2015 tanggal 11 Juni 2015, Luas wilayah Kelurahan Bambu Apus adalah 3,3 km2, yang terdiri dari:

Daerah Luas (ha)
Sawah 200
Non-sawah 130
TOTAL 330

Batas wilayah alamiah[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan SK Mahkamah Agung RI nomor: 351/PUU-VI/2009 tanggal 13 Maret 2009, batas-batas alamiah wilayah Kelurahan Bambu Apus sebagai berikut:

Arah Dibatasi dengan
Sebelah utara Daerah Taman Mini Indonesia Indah
Sebelah selatan Daerah Hutan, Sawah dan rawa-rawa
Sebelah barat Daerah Hutan, Danau, rawa-rawa dan Sawah
Sebelah timur Daerah Hutan, Rawa-rawa, Sungai dan Sawah

Lurah[sunting | sunting sumber]

Lurah Bambu Apus saat ini dipimpin oleh Bpk. Romy Sidharta, AP.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Daftar 20 kota di Indonesia dengan jumlah kepadatan kendaraan tertinggi". Radi Blog. 2015-06-11. Diakses tanggal 2015-06-12. 
  2. ^ "Akibat jam pulang kantor, Lalu lintas di Bambu Apus macet", detikCom, 2014-08-08, diakses 2014-08-09
  3. ^ Bambu Apus setiap hari dikenal sebagai rawan kemacetan. Kemacetan ini disebabkan karena didominasi oleh kendaraan-kendaraan, seperti didominasi oleh: pengendara sepeda motor, mobil, angkutan kota, bus dan truk. Kemacetan ini disebabkan karena adanya orang-orang pergi dan pulang kantor/sekolah, banjir, kecelakaan dan perbaikan. Selain itu, terdapat banyak rumah-rumah kumuh dan terjadi rawan kriminalitas.
  4. ^ "3.000 orang warga Bambu Apus pergi Sholat Magrib, Lalu lintas macet 4 km", detikCom, 2014-09-06, diakses 2014-09-07
  5. ^ "Jamaah padati masjid, Lalin macet", Tribunnews.com, 2015-01-24, diakses 2015-01-25
  6. ^ a b "Ribuan Gabungan buruh wilayah Kota Jakarta Timur berunjuk rasa, lalu lintas depan TMII macet", detikCom, 2015-01-24, diakses 2015-01-25
  7. ^ "Ratusan buruh dari serikat buruh berunjuk rasa depan TMII". Situs web Pemda DKI. 2015-01-24. Diakses tanggal 2015-01-26. 
  8. ^ a b c d "Data BPS tentang banyaknya kecelakaan bulan September 2014". Situs web BPS DKI. 2014-10-01. Diakses tanggal 2014-10-03. 
  9. ^ a b "Data wilayah Kota Jakarta Timur tahun 2004". Situs web BPS Jakarta Timur. 2007-02-03. Diakses tanggal 2007-04-14.