Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Cibubur
Negara Indonesia
ProvinsiDaerah Khusus Ibukota Jakarta
Kota AdministrasiJakarta Timur
KecamatanCiracas
Kodepos
13720
Kode Kemendagri31.75.09.1002 Edit nilai pada Wikidata
Kode BPS3172020001 Edit nilai pada Wikidata
Luas-km2

Cibubur adalah sebuah kelurahan di kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia. Cibubur berada di wilayah yang strategis berada diantara Jalan Tol Jagorawi, Jalan Transyogi (Cibubur-Jonggol) dan Jalan Raya Bogor. Meski hanya nama sebuah kelurahan, nama Cibubur sering digunakan oleh beberapa pengembang perumahan di 3 (tiga) kabupaten/kota, di antaranya: Kota Bekasi (Kecamatan Jatisampurna), Kota Depok (Kecamatan Cimanggis), dengan Kabupaten Bogor (Kecamatan Cileungsi dan Kecamatan Jonggol).

Asal-usul yang menjadikan nama Cibubur menjadi nama sebuah kawasan yang melampaui otonominya ialah wacana Pemindahan ibu kota negara ke Jonggol. Di mana, Cibubur yang dilalui Jalan Transyogi yang menjadi salah satu akses menuju ibu kota negara baru tersebut, banyak investor yang melirik, khususnya bidang properti. Sejak saat itu, perusahaan properti lebih suka menggunakan nama Cibubur, meski di luar wilayah Kelurahan Cibubur.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada masa sebelum kemerdekaan wilayah Kelurahan Cibubur merupakan ujung tenggara dari wilayah Meester Cornelis (Kabupaten Jatinegara) yang berbatasan langsung dengan Onderafdeling Jonggol pada zaman Belanda. Kemudian, Pada 19 Agustus 1945, PPKI menetapkan keputusan mengenai pemerintahan daerah Indonesia diantaranya, untuk sementara waktu daerah Indonesia dibagi dalam delapan provinsi yang dikepalai seorang gubernur. Asal muasal wilayah DKI Jakarta modern merupakan hasil perluasan yang tidak hanya meliputi Kotapraja Jakarta tetapi juga diperluas kearah timur dan selatan yang meliputi sebagian Kabupaten Jatinegara (Srengseng, Cawang, Pasar Minggu, Kebayoran) dan Kawedanan Kramat Jati (Ciracas dan Cibubur).[1]

Pada tahun 1990an, nama Cibubur mulai bersinar bahkan beberapa perumahan di wilayah luar Cibubur menggunakan nama tersebut sebagai salah satu strategi marketing. Bersinarnya nama Cibubur banyak dipengaruhi oleh wacana Megaproyek Kota Mandiri Jonggol yang digadang-gadang menjadi Calon Ibu Kota Indonesia pada zaman Orde Baru, hal tersebut membuat banyak pengembang berdatangan untuk membangun perumahan, pusat perbelanjaan dan pusat-pusat ekonomi lainnya di daerah ini.[2]

Fenomena Kawasan Cibubur[sunting | sunting sumber]

Secara administratif Cibubur hanyalah sebuah kelurahan di tenggara DKI Jakarta. Namun, saat ini Cibubur lebih dikenal sebagai kota tanpa otonom dengan wilayah yang cukup luas, bahkan wilayahnya membentang pada 4 (empat) daerah otonomi, yaitu Kota Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, Kota Depok dan Kota Bekasi. Hal tersebut menjadi sebuah fenomena baru di Indonesia, dimana sebuah identitas wilayah melampaui otonominya.[3]

Fenomena terbentuknya Cibubur sebagai kota tanpa otonomi tersebut tidak terlepas dari wacana pembangunan Kota Mandiri Jonggol atau Kota Garudasakti, di mana kota mandiri tersebut akan dipersiapkan menjadi Ibu kota Indonesia sejak 1997.[4] Pemerintah saat itu gencar melakukan pembangunan, salah satunya adalah pembangunan Jalan Transyogi atau saat diresmikan bernama Jalan Cibubur - Jonggol. Jika ibu kota negara baru tersebut terealisasi, maka Cibubur akan menjadi pintu masuk menuju ibu kota baru tersebut. Hal itu, membuat wilayah kelurahan Cibubur dan sekitarnya yang dahulunya merupakan daerah tersepi dan asri di Jakarta menjadi daerah yang dilirik oleh para investor.[5]

Pada tahun 1999 wacana pemindahan Ibu kota Indonesia ke Jonggol di cabut oleh Presiden BJ Habibie, karena alasan krisis ekonomi. Namun, hal tersebut tidaklah membuat nama Cibubur menjadi redup, justru namanya semakin bersinar menjadi wilayah alternatif untuk dijadikan tempat tinggal yang tidak terlalu jauh dari pusat kota Jakarta. Sepanjang Jalan Transyogi para pengembang berlomba-lomba membangun perumahan dengan label Cibubur, meski bukan berdiri di wilayah Kelurahan Cibubur.[6]

Berikut beberapa tempat yang tidak berada di wilayah Kelurahan Cibubur tetapi memakai nama Cibubur:

Letak Cibubur[sunting | sunting sumber]

  • Ujung Timur; Cibubur Junction (Jalan Transyogi/Jalan Cibubur-Jonggol)
  • Ujung Utara; Kelapa Dua Wetan
  • Ujung Selatan; Depok
  • Ujung Barat; Jalan Raya Bogor

Pariwisata dan tempat menarik[sunting | sunting sumber]

Wisata Belanja

Wisata Alam dan Edukasi

  • Buperta; kependekan dari Bumi Perkemahan Pramuka dan Graha Wisata Cibubur merupakan tempat wisata terbesar di Cibubur. Di Buperta terdapat tempat untuk berkemah, outbound, paintball, kolam renang, dan lain-lain. Selain itu, juga sebagai tempat untuk perlindungan flora.
  • Taman Bunga Wiladatika
  • Gedung Olahraga POPKI Cibubur
  • Hutan Kota Cibubur
  • Kebun Bibit Agro Cibubur

Sarana Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sarana pendidikan yang tersedia di lingkungan Cibubur cukup memadai mulai dari tingkat Sekolah Dasar, Menengah, dan Atas. Berikut diantaranya:

  • SDN Cibubur 01 Pagi
  • SDN Cibubur 02 Pagi
  • SDN Cibubur 03 Pagi
  • SDN Cibubur 04 Pagi
  • SDN Cibubur 05 Pagi
  • SDN Cibubur 06 Petang
  • SDN Cibubur 07 Petang
  • SDN Cibubur 08 Petang
  • SDN Cibubur 09 Pagi
  • SDN Cibubur 10 Pagi
  • SDN Cibubur 11 Pagi (SSN)
  • SDN Cibubur 12 Petang
  • SDN Cibubur 13 Petang
  • SMPN 147 Jakarta
  • SMPN 233 Jakarta
  • SMPN 258 Jakarta
  • SMAN 99 Jakarta
  • SMKN 52 Jakarta
  • TK Al Azhar 20 Cibubur
  • TK Islam Amaryllis
  • SDI Al Azhar 20 Cibubur
  • SDI Amaryllis
  • SMPI Al Azhar 19 Cibubur

Sarana Kesehatan[sunting | sunting sumber]

  • Puskesmas Kelurahan Cibubur
  • Rumah Sakit Olahraga Nasional

Angkutan umum[sunting | sunting sumber]

  • KWK T16 jurusan Pasar Rebo - Cibubur
  • KWK T18 jurusan Pasar Rebo - Cibubur (Blok Ringin dan Blok Dukuh via Jl. Cibubur II)
  • KOASI K44 jurusan Komsen Jatiasih - Kampung Rambutan (Turun di Cibubur)
  • T121 jurusan Kp.Rambutan - Cileungsi (Turun di Halte Cibubur Junction)
  • 56 jurusan UKI - Cileungsi (Turun di Halte Cibubur Junction)
  • APTB 10 jurusan Blok M - Cileungsi (Turun di Halte Cibubur Junction)
  • AC 42 jurusan Tanjung Priok - Cileungsi (Turun di Halte Cibubur Junction)
  • AC 42A jurusan Kalideres - Cileungsi (Turun di Halte Cibubur Junction)
  • T121A jurusan Kp. Rambutan - Ciangsana (Turun di Halte Cibubur Junction)
  • MYR jurusan Kalideres - Cileungsi (Turun di Halte Cibubur Junction)
  • AC 70A jurusan Tanah Abang - Cileungsi (Turun di Halte Cibubur Junction)
  • DAMRI Bandara Soekarno-Hatta - Citra Gran (Turun di Halte Cibubur Junction)
  • Sinar Jaya Bandara Bandara Soekarno-Hatta - Cileungsi (Turun di Halte Cibubur Junction)
  • Transjakarta Koridor 7C (Cibubur Junction - BKN)

Segera

Terminal[sunting | sunting sumber]

Setiap Angkutan dari dan ke arah Jakarta, terlebih dahulu berhenti dan berangkat di Halte Cibubur Junction.

Tokoh terkenal[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Firmansyah, Wahab (2014-09-21). "bekasi pernah masukwi layah kabupaten jatinegara?". Sindonews.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-05-06. 
  2. ^ Latief (2019-05-16). "10 Tahun Lalu Cibubur-Jonggol Tidak Dilirik, Sekarang?". Kompas (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-05-06. 
  3. ^ "Bingung Cibubur Masuk Wilayah Mana? Ini Penjelasannya". metro.sindonews.com. Archived from the original on 2023-07-04. Diakses tanggal 2023-06-15. 
  4. ^ "Keputusan Presiden (KEPPRES) No. 1 Tahun 1997 tentang Koordinasi Pengembangan Kawasan Jonggol Sebagai Kota Mandiri [JDIH BPK RI]". peraturan.bpk.go.id. Diakses tanggal 2023-05-24. 
  5. ^ "Cibubur Tempo Dulu, Sejuk dan Sepi". Archived from the original on 2023-07-04. Diakses tanggal 2023-06-15. 
  6. ^ "Properti di jalur Transyogi kian diminati investor". kontan.co.id. Archived from the original on 2023-07-04. Diakses tanggal 2023-06-15. 
  7. ^ Fadilah, Ilyas. "LRT Jabodebek Diuji Coba Tanpa Masinis, Cibubur-Sudirman 33 Menit!". detikfinance. Diakses tanggal 2023-06-21.