Len Industri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari LEN Industri)
PT Len Industri (Persero)
BUMN / Perseroan Terbatas
IndustriElektronik
PendahuluLembaga Elektroteknika Nasional, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Didirikan7 Oktober 1991
Kantor
pusat
,
Indonesia
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh
kunci
Bobby Rasyidin[1]
(Direktur Utama)
Muhammad Herindra[1]
(Komisaris Utama)
Produk
  • Sistem komando dan kendali
  • Sistem komunikasi
  • Sistem sensor
  • Sistem kendali senjata
  • Alat tempur elektronik
  • Sistem pelatihan
  • Sistem persinyalan kereta api
  • Sistem telekomunikasi perkeretaapian
  • Sistem traksi perkeretaapian
  • Sistem gardu traksi
  • Panel surya
  • Pembaca KTP Elektronik
MerekLenSOLAR
PemilikPemerintah Indonesia
Karyawan
801 (2020)[2]
Anak
usaha
PT Pindad
PT Dahana
PT Dirgantara Indonesia
PT PAL Indonesia
PT Eltran Indonesia
PT Surya Energi Indotama
PT Len Railway Systems
PT Len Rekaprima Semesta
PT Len Telekomunikasi Indonesia
Situs webhttps://www.len.co.id/

PT Len Industri (Persero) adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang produksi peralatan elektronik.[3] Pada tanggal 12 Januari 2022, pemerintah resmi menunjuk perusahaan ini sebagai induk holding BUMN industri pertahanan, yang beranggotakan Pindad, Dahana, Dirgantara Indonesia, dan PAL Indonesia.[4] Perusahaan ini lalu meluncurkan DEFEND ID sebagai identitas dari holding.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1965 sebagai Lembaga Elektroteknika Nasional (LEN) di bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. LEN awalnya fokus melakukan penelitian di bidang penyiaran. Pada tahun 1983, LEN mulai merintis sistem persinyalan kereta api, dan dua tahun kemudian, LEN mulai merintis sistem surya rumahan. Pada tahun 1991, LEN resmi dipisah dari LIPI untuk membentuk PT Len Industri (Persero). Pada tahun 2001, untuk pertama kalinya, sistem interlocking elektromekanik buatan perusahaan ini dipasang di Stasiun Tagogapu. Pada tahun 2004, perusahaan ini memproduksi sistem navigasi untuk kapal milik TNI Angkatan Laut dan peluru kendali anti pesawat terbang. Pada tahun 2005, sistem interlocking elektronik buatan Len Industri resmi dioperasikan di Stasiun Slawi. Pada tahun yang sama, pemancar TV VHF buatan perusahaan ini juga diekspor ke Malaysia. Pada tahun 2006, Len Industri memasang panel surya untuk ratusan mercusuar di Indonesia. Pada tahun 2007, pemancar TV buatan perusahaan ini diekspor ke Timor Leste. Pada tahun 2015, Len Industri membangun PLTS pertama di Indonesia, dengan kapasitas 5 MWp di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Antara tahun 2016 hingga sekarang, perusahaan ini memproduksi sistem persinyalan untuk Kalayang Bandara Soekarno-Hatta, LRT Sumatera Selatan, LRT Jakarta, dan LRT Jabodebek. Perusahaan ini juga mulai memproduksi LenSOLAR, yakni sel surya yang dapat dipasang di atap rumah / pabrik. Perusahaan ini pun mulai mengembangkan radar pertahanan.[5] Pada tanggal 12 Januari 2022, pemerintah resmi menunjuk perusahaan ini sebagai induk holding BUMN industri pertahanan, yang beranggotakan Pindad, Dahana, Dirgantara Indonesia, dan PAL Indonesia.[4] Pindad akan difokuskan memproduksi platform pertahanan darat, Dirgantara Indonesia akan difokuskan memproduksi platform pertahanan udara, PAL Indonesia akan difokuskan memproduksi platform pertahanan laut, sementara Dahana akan difokuskan memproduksi bahan peledak untuk keperluan pertahanan.[6] Pada tanggal 20 April 2022, Presiden Joko Widodo resmi meluncurkan "DEFEND ID" sebagai identitas dari holding.[7] DEFEND ID pun menargetkan dapat menjadi salah satu dari 50 perusahaan pertahanan terbesar di dunia pada tahun 2024.[8][9][10]

Bisnis[sunting | sunting sumber]

PT Len Industri (Persero) saat ini bergerak di bidang industri elektronika pertahanan, sistem transportasi, energi baru terbarukan, dan ICT (Information & Communication Technology) dan sistem navigasi. Perusahaan plat merah asal Kota Kembang telah mengembangkan bisnis dan produk-produk dalam bidang elektronika untuk industri dan prasarana, serta telah menunjukkan berbagai pengalaman dalam bidang :

  • Sistem Persinyalan Kereta Api di berbagai jalur utama kereta api di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
  • Pembangunan urban transport di kota-kota besar seperti LRT Sumatera Selatan, LRT Jakarta, LRT Jabodebek dan APMS / Skytrain Bandara Soekarno Hatta Jakarta.
  • Jaringan infrastruktur telekomunikasi yang telah terentang baik di kota besar maupun daerah terpencil. Salah satunya adalah Palapa Ring Paket Tengah yang menghubung 17 kabupaten Indonesia Bagian Tengah sehingga masyarakat dapat menikmati pita lebar.
  • Elektronika untuk pertahanan, baik darat, laut, maupun udara seperti Communication Tactical Data Link (CTDLS), radio taktikal, combat system kapal perang, mission system drone, sistem informasi intelijen, Radar Surveilence/GCI, ,Combat Management System (CMS) Mandala pada kapal perang dan target Drone itu adalah beberapa produk andalan dalam spektrum bisnis pertahanan yang telah digunakan oleh TNI maupun yang masih dalam pengembangan, dan PT Len juga ditunjuk untuk mengintegrasikan Sistem baterai pertahanan Udara Starstreak untuk TNI ADDalam penyediaan Starstreak ini, Len melakukan joint production dan integrasi sistem yang dilakukan di Len Technopark, Subang. Hal ini dilakukan untuk memenuhi nilai Imbal Dagang, Kandungan Lokal, dan Offset (IDKLO) keterlibatan perusahaan lokal dalam setiap pengadaan alutsista dari vendor asing untuk membangun kemandirian teknologi di bidang pertahanan. Direktur Strategi Bisnis & Portofolio Len, Linus Andor M. Sijabat menyebutkan mekanisme proyek Starstreak bisa menjadi role model pengadaan alutsista lainnya. Sebagai induk holding BUMN Industri Pertahanan Defend ID, Len berhasil memenuhi IDKLO dimana keterlibatan Len yang signifikan dalam proses produksi, integrasi, suplai komponen elektronik dan mekanik, pelatihan pemeliharaan, hingga mensuplai perangkat komunikasi radio buatan Len untuk beberapa kendaraan Starstreak.
    Sejauh ini Len sudah mengintegrasikan 9 baterai Rudal Starstreak dari 10 baterai yang telah dipesan Kementerian Pertahanan untuk Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI Angkatan Darat. Satu (1) baterai Rudal Starstreak terdiri dari 1 unit kendaraan commander, 1 kendaraan pengangkut misil, 1 unit kendaraan maintenance logistik, 1 unit radar Shikra CM 200, 4 kendaraan multi-mission system dan 8 unit Lightweight Multiple Launcher new generation, Dalam kontrak yang ditandatangani di Bandung, 2 Agustus 2013 antara PT.LEN Industri dan Thales Air Defence Limited dan berlaku selama lima tahun, PT.LEN mendapatkan kontrak integrasi senilai US$ 38.715.000 atau senilai kurang lebih Rp 522 Milyar. Kontrak ini didasarkan pada perjanjian Ref 00011672-121-001 mengenai Proyek Starstreak and Accessories Project. Jika diasumsikan bahwa nilai transfer teknologi dan kontrak pengerjaan tersebut bernilai 35% dari keseluruhan kontrak pengadaan rudal Starstreak, maka total nilai pengadaan sistem rudal tersebut dari Thales adalah sekitar kurang lebih nyaris Rp 1,5 trilyun. Informasi yang didapatkan, kontrak antara Kementerian Pertahanan RI dan Thales sendiri bernilai 100 juta Poundsterling. Kontrak payung kerjasama antara PT. LEN Industri dan Thales tersebut terdiri dari LML Vehicle Integration Procedure senilai US$ 5,511 Juta, MMS Vehicle Integration Procedure senilai US$19,583 juta, perakitan radar Shikra senilai US$ 3,011 juta, dukungan perawatan senilai US$ 3,48 juta, sewa fasilitas PT.LEN senilai US$ 3,13 juta, dan fee manajemen selama 5 tahun senilai US$ 4 juta.
  • Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang telah terpasang diberbagai pelosok Indonesia.
  • Radar Cuaca, Stasiun Monitoring Gempa Bumi, Broadcasting (Pemancar TV dan Radio) yang telah terpasang di berbagai wilayah di Indonesia.

Sumber daya manusia[sunting | sunting sumber]

Hingga akhir tahun 2020, pegawai Len Industri berjumlah 536 orang karyawan organik, atau 801 orang karyawan, jika karyawan organik di anak perusahaan ikut dihitung (belum termasuk karyawan kontrak) .[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Komisaris & Direksi". PT Len Industri (Persero). Diakses tanggal 18 Januari 2022. 
  2. ^ a b Komunikasi Korporasi, PT Len Industri (Persero) (2020-01-01). "Organisasi & Human Capital | PT Len Industri (Persero)" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-04-23. 
  3. ^ Komunikasi Korporasi, PT Len Industri (Persero). "PT Len Industri (Persero)". www.len.co.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-04-23. 
  4. ^ a b "Peraturan Pemerintah nomor 5 tahun 2022" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik indonesia. Diakses tanggal 19 Januari 2022. 
  5. ^ "Profil Perusahaan". PT Len Industri (Persero). Diakses tanggal 18 Januari 2022. 
  6. ^ Ramalan, Suparjo (2022-03-24). "Resmi Terbentuk, Defend ID Selaraskan Keuangan Hingga Porfotolio Anak Usaha". IDXChannel.com. Diakses tanggal 2022-04-22. 
  7. ^ Nugraheny, Dian Erika (2022-04-20). Santosa, Bagus, ed. "Jokowi Luncurkan "Holding" BUMN Pertahanan Defend ID". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-04-22. 
  8. ^ "Defend ID Aims to Join World's Top 50 Defense Companies by 2024". Jakarta Globe. Diakses tanggal 22 April 2022. 
  9. ^ G, Gilang; T, Kenzu. Nasution, Rahmad, ed. "President Jokowi launches state defense industry holding Defend ID". ANTARA News. Diakses tanggal 22 April 2022. 
  10. ^ Tolok, Aprianus Doni (2022-04-21). Tolok, Aprianus Doni, ed. "Ini Alasan PT Len Industri (Persero) Ditunjuk Jadi Induk Defend ID". Bisnis.com. Diakses tanggal 2022-04-22.