Jalur kereta api segitiga Brumbung–Gundih–Gambringan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jalur kereta api segitiga Brumbung–Gundih–Gambringan
Ikhtisar
JenisJalur kereta api rel berat
SistemJalur kereta api lintas utama
StatusBeroperasi (terbatas pada Gundih–Gambringan)
LokasiJawa Tengah
TerminusBrumbung
Gundih
Gambringan
Operasi
DibukaBervariasi
PemilikDitjen KA, Kemenhub RI
OperatorPT Kereta Api Indonesia
Daerah Operasi IV Semarang
DepotGundih (GD)
Data teknis
Jenis relR42, R54
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi90 s.d. 120 km/jam
Peta rute

TRH
NPK

Jalur kereta api segitiga Brumbung–Gundih–Gambringan adalah jalur kereta api aktif di Indonesia yang menghubungkan tiga stasiun yaitu Brumbung, Gundih, dan Gambringan. Ketiganya merupakan ujung-ujung dari lintas ini. Segitiga ini termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang dan seluruhnya merupakan jalur eks-Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Jalur terhubung[sunting | sunting sumber]

Lintas aktif[sunting | sunting sumber]

Lintas nonaktif[sunting | sunting sumber]

Lintas yang sedang direaktivasi[sunting | sunting sumber]

Daftar segmen[sunting | sunting sumber]

Segitiga ini, sesuai namanya, memiliki tiga segmen dengan tiga stasiun ujung, antara lain:

  • Brumbung–Gundih;
  • Brumbung–Gambringan; dan
  • Gundih–Gambringan.

Segmen Brumbung–Gundih[sunting | sunting sumber]

Jalur kereta api segitiga Brumbung–Gundih–Gambringan
Segmen Brumbung–Gundih
TG–BBG
BBG
Brumbung
BBG–GBN
TGG
Tanggung
KEJ–SCA
KEJ
Kedungjati
PDS
Padas
GN
Gedangan
TW
Telawa
JS
Jetis
KSO
Karangsono
JBE
Jambean
GD–GBN
GD
Gundih
GD–SLO

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Setelah sukses dengan jalur kereta api Samarang–Tangoeng pada tanggal 10 Agustus 1867, NIS melanjutkan kembali pembangunan jalurnya. Kali ini pembangunan jalurnya dibagi menjadi tiga afdeeling, Kedoeng-Djati, menuju Serang, kemudian ke arah Djenkilon, dan terakhir ke arah Solo. Jalurnya memiliki satu jembatan sepanjang 50 hasta di atas Sungai Tuntang dan melewati pedesaan, hutan jati, dan sawah di daerah Telawa. Hingga awal tahun 1869, biaya yang dikeluarkan untuk membangun lintas ini sebesar 296.785 gulden, sehingga pada awal tahun tersebut NIS juga akan membangun jalur baru menuju Bringin dan selanjutnya diperpanjang menuju Ambarawa. Bahkan dalam rencana yang dibuat oleh NIS, jalur kereta api Kedungjati–Gundih–Solo Balapan akan segera dilaksanakan berturut-turut 1 Mei dan 1 September 1869. Pada tanggal 10 Februari 1870, jalur kereta api Kedungjati–Gundih–Solo Balapan selesai beroperasi,[1] dan pada tanggal 21 Mei 1873, jalur Samarang–Vorstenlanden telah selesai dibangun.[2][3][4]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

Kereta api semen, tujuan Solo Balapan bersambung Brambanan dan tujuan Arjawinangun

Daftar stasiun[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 14 SemarangGundihSolo BalapanYogyakarta
Segmen Gambringan–Gundih
Diresmikan pada tanggal 10 Agustus 1867 oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij
Termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang
2604 Brumbung BBG Kembangarum, Mranggen, Demak km 13+093 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Solo Jebres/Yogyakarta +16 m Beroperasi St-Brumbung 07.jpg
2631 Telogotirto TGT km 20+205 Tidak beroperasi
2632 Tanggung TGG Tanggungharjo, Tanggungharjo, Grobogan km 24+695 +20 m Beroperasi Stasiun Tanggung 2019.jpg
Segmen TanggungKedungjati
Diresmikan pada tanggal 19 Juli 1868
3201 Kedungjati KEJ Kedungjati, Kedungjati, Grobogan km 34+131 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Solo Jebres/Yogyakarta
km 0+000 lintas KedungjatiBringinAmbarawa
+36 m Beroperasi Stasiun Kedungjati 2019.jpg
Segmen KedungjatiGundih
Diresmikan pada tanggal 10 Februari 1870
3202 Padas PDS Padas, Kedungjati, Grobogan km 38+162 +42 m Beroperasi Stasiun Padas 2019.jpg
3203 Gedangan (Grobogan) GN Gunungtumpeng, Karangrayung, Grobogan km 41+815 +66 m Tidak beroperasi Stasiun Gedangan Grobogan 2019.jpg
3204 Telawa TW Jalan Juwangi, Pilangrejo, Juwangi, Boyolali km 47+712 +63 m Beroperasi Stasiun Telawa 2019.jpg
3218 Jetis (Grobogan) JIS Jetis, Karangrayung, Grobogan km 52+945 +60 m Tidak beroperasi Halte Jetis 2019.jpg
3205 Karangsono KSO Suru, Geyer, Grobogan km 56+169 +48 m Beroperasi Stasiun Karangsono 2019.jpg
3206 Jambean JBE Ngleses, Juwangi, Boyolali km 58+721 +36 m Tidak beroperasi Halte Jambean 2019.jpg
3207 Gundih GD Geyer, Geyer, Grobogan km 65+857 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Solo Jebres/Yogyakarta
km 0+000 lintas Gundih-Gambringan-Bojonegoro-Surabaya Pasarturi
+54 m Beroperasi Stasiun Gundih 2019.jpg

Segmen Brumbung–Gambringan[sunting | sunting sumber]

Jalur kereta api segitiga Brumbung–Gundih–Gambringan
Segmen Brumbung–Gambringan
TG–BBG
BBG
Brumbung
BBG–GD
TGW
Tegowanu
GUB
Gubug
KGT
Karangjati
SDI
Sedadi
NBO
Ngrombo
PW–GD
GD–GBN
GBN
Gambringan
GBN–SBI

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Segmen Brumbung–Gambringan digunakan untuk kereta-kereta api yang berjalan baik dari arah Semarang maupun Surabaya dengan kecepatan tinggi.

S.A. Reitsma menyebutkan bahwa NIS mengajukan konsesi untuk jalur Semarang–Brumbung–Gambringan berdasarkan izin konsesi tertanggal 4 Juli 1911 No. 4902.[5] NIS kemudian mendapat izin tersebut tertanggal 28 Desember 1913. Segmen Brumbung–Gubug selesai pada tanggal 1 September 1922 dan Brumbung−Gambringan selesai pada tanggal 3 Januari 1924.[6]

Jalur ini sekarang sudah menjadi jalur ganda. Direktorat Jenderal Perkeretaapian mulai membangun jalurnya tahun 2011 dan selesai tahun 2013[7]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

  • Angkutan peti kemas, tujuan Tanjung Priuk dan tujuan Kalimas
  • Angkutan parcel/Overnight Services
  • Angkutan sepeda motor gratis khusus pemudik lebaran
  • Angkutan baja coil, tujuan Cilegon dan tujuan Kalimas
  • KA Semen Tiga Roda, tujuan Nambo dan tujuan Kalimas (sebagian perjalanan bersambung Banyuwangi)

Daftar stasiun[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 13 SemarangGambringanSurabaya Pasarturi
Segmen Brumbung–Gubug
Diresmikan pada tanggal 1 September 1922 oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij
Termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang
2604 Brumbung BBG Kembangarum, Mranggen, Demak km 13+963 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gambringan +16 m Beroperasi St-Brumbung 07.jpg
2605 Singor SIN km 17+068 Tidak beroperasi
2606 Karangawen KWE km 20+405 Tidak beroperasi
2607 Tegowanu TGW Tegowanu Kulon, Tegowanu, Grobogan km 23+390 +13 m Beroperasi
2608 Kramat (Grobogan) KRM km 26+609 Tidak beroperasi
2609 Gubug GUB Kuwaron, Gubug, Grobogan km 30+396 +11 m Beroperasi P1000672.jpg
Segmen Gubug–Gambringan
Diresmikan pada tanggal 3 Januari 1924
2611 Saban SAA km 34+492 Tidak beroperasi
2612 Latak LTK km 37+600 Tidak beroperasi
2613 Sambung SAG km 40+291 Tidak beroperasi
2614 Karangjati KGT Mojoagung, Karangrayung, Grobogan km 44+022 +23 m Beroperasi Stasiun Karangjati 2019.jpg
2615 Tunggu TUG km 47+152 Tidak beroperasi
- Wader WAD km 49+400 Tidak beroperasi
2617 Sedadi SDI Sedadi, Penawangan, Grobogan km 52+816 +29 m Beroperasi Stasiun Sedadi 2019.jpg
2618 Ngloram NRM km 56+450 Tidak beroperasi
2619 Ngrombo NBO Jalan Raya Purwodadi–Solo, Depok, Toroh, Grobogan km 58+710 +38 m Beroperasi Stasiun Ngrombo.jpg
2623 Gambringan GBN Tambirejo, Toroh, Grobogan km 9+915 lintas Gundih-Gambringan-Bojonegoro-Surabaya Pasarturi
km 60+309 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gambringan
+40 m Beroperasi Stasiun Gambringan 2019.jpg

Segmen Gundih–Gambringan[sunting | sunting sumber]

Jalur kereta api segitiga Brumbung–Gundih–Gambringan
Segmen Gundih–Gambringan
GD–SLO
GD
Gundih
BBG–GD
NPK
Ngemplak
PW–GD
TOR
Toroh
BBG–GBN
GBN
Gambringan
GBN–SBI

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Setelah meraup keuntungan yang besar, NIS menambah lagi segmen jalur kereta api. Pada tanggal 1 September 1897, perusahaan ini mendapat konsesi izin pembangunan jalur kereta api baru yang melayani rute Goendih–Gambringan–Bodjonegoro–Soerabaja.[8] Jalurnya merupakan sepur sempit, dan selesai pada tahun 1902-1903 hingga Stasiun Surabaya Pasarturi.[9]

Jalur Gundih–Gambringan merupakan segmen semiaktif karena hanya dilalui kereta-kereta api yang dialihkan jalurnya saja, apabila salah satu segmen segitiganya mengalami gangguan atau kerusakan. Dahulu pernah dijalankan kereta api ketel di jalur ini, tetapi pada tahun 2010, operasionalnya dihentikan karena Pertamina mencoba mengurangi pasokan minyak ke Cepu dengan kereta api.[10]

Daftar stasiun[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 13 SemarangGambringanSurabaya Pasarturi
Segmen GundihGambringan
Diresmikan pada tanggal 15 Oktober 1900[6]
3207 Gundih GD Geyer, Geyer, Grobogan km 65+857 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Solo Jebres/Yogyakarta
km 0+000 lintas Gundih-Gambringan-Bojonegoro-Surabaya Pasarturi
+54 m Beroperasi Stasiun Gundih 2019.jpg
2621 Ngemplak NPK km 5+847 Tidak beroperasi Pos Ngemplak 2019.jpg
2622 Toroh TOR km 6+504 Tidak beroperasi
2623 Gambringan GBN Tambirejo, Toroh, Grobogan km 9+915 lintas Gundih-Gambringan-Bojonegoro-Surabaya Pasarturi
km 60+309 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gambringan
+40 m Beroperasi Stasiun Gambringan 2019.jpg

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [11][12][13]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ BOW (1898). Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen met machinale beweegkracht in Nederlandsch-Indië. Batavia: Landsdrukkerij. 
  2. ^ Schetskaart van de spoorweg Samarang-Vorstenlanden door de Raad van Beheer der Nederlandsch-Indische Spoorweg-Maatschappij aan de Heeren leden van de Staten-Generaal aangeboden. 1869. 
  3. ^ Banck, J.E. (1869). Geschiedenis van het Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij. M.J. Fisser. 
  4. ^ Perquin, B.L.M.C. (1921). Nederlandsch Indische staatsspooren tramwegen. Bureau Industria. 
  5. ^ Reitsma, S.A. (1916). Indische Spoorweg-Politiek. Landsdrukkerij. 
  6. ^ a b Archiv Für Eisenbahnwesen. 58. 1935. 
  7. ^ Parwito. "Jalur ganda KA Semarang-Gubug Jateng mulai beroperasi | merdeka.com". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-06. 
  8. ^ Handinoto. (1996). Perkembangan kota dan arsitektur kolonial Belanda di Surabaya, 1870-1940 (edisi ke-Ed. 1., cet. 1). Yogyakarta: Diterbitkan atas kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Kristen PETRA Surabaya dan Penerbit ANDI Yogyakarta. ISBN 9795333739. OCLC 38898570. 
  9. ^ Paulus, Jozlas dkk. (1921). Encyclopaedie van Nederlandsch-Indië. M. Nijhoff. 
  10. ^ "Pertamina Kurangi Pengiriman, PT Kereta Nelangsa". Tempo. 2010-02-02. Diakses tanggal 2018-06-06. 
  11. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  12. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  13. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia