Kereta api Gajah Wong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Gajah Wong
New Papan Nama KA Gajahwong khas Daop 6.png
KA Gajahwong melintas langsung Stasiun Cikampek 01.jpg
KA Gajahwong Melintas Langsung Stasiun Cikampek
Informasi umum
Jenis layananKereta api jarak jauh
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi VI Yogyakarta
Mulai beroperasi24 Agustus 2011
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang1.440 penumpang per hari (rata-rata)
Rute
Stasiun awalLempuyangan
Jumlah pemberhentian14
Stasiun akhirPasar Senen
Jarak tempuh512 km
Waktu tempuh rerata8-9 jam (rata-rata)
Frekuensi perjalananSekali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif & Ekonomi AC Plus
Layanan disabilitasTidak
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2, reclining seat (Kelas Eksekutif)
  • 80 tempat duduk disusun 2-2. saling berhadapan ke kiri dan ke kanan (Kelas Ekonomi Plus)
Fasilitas kateringAda, penumpang dapat memesan sendiri.
Fasilitas observasiKaca dupleks dengan ventilator (tidak setiap kursi)
Fasilitas hiburan
  • Ada = Kelas Eksekutif
  • Tidak = Kelas Ekonomi Plus
Fasilitas bagasiAda
Fasilitas lain
  • Kelas Eksekutif = Televisi, Lampu Baca, Sandaran Kaki dan Tirai
  • Kelas Ekonomi = Toilet, AC
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC206
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal153-154
Peta rute
Lintas KA Solo-Yogyakarta-Jakarta
Untuk Kereta api:
Ke Surabaya
Solo Balapan
Purwosari
Klaten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Lempuyangan
Yogyakarta
Jembatan Kali Progo
Wates
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Jembatan Kali Bogowonto
Jenar
Kutoarjo
Kebumen
Karanganyar
Gombong
Terowongan Ijo
Sumpiuh
Kroya
Ke Cilacap, Bandung
Terowongan Kebasen
Jembatan Kali Serayu
Terowongan Notog
Purwokerto
Jembatan Sakalimolas
Bumiayu
Ke Tegal
Ketanggungan
Jawa Tengah
Jawa Barat
Ciledug
Ke Semarang
Cirebon Prujakan
Cirebon
Jatibarang
Haurgeulis
Ke Bandung
Cikampek
Bekasi KRL Icon Blue.svg  ARS 
Jawa Barat
DKI Jakarta
Jatinegara KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk5.png Roundetjk10.png Roundetjk11.png
Ke Gambir
Pasar Senen KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk2.png Roundeltjk5.png
Ke Jakarta Kota
Keterangan:

1. Stasiun terminus kereta api

  • Solo Balapan: KA Senja Utama Solo
  • Purwosari: KA Bengawan dan KA Purwosari
  • Lempuyangan: KA Bogowonto, KA Gajahwong, KA Jaka Tingkir, KA Progo, dan KA Mataram
  • Yogyakarta: KA Fajar/Senja Utama Yogya

2. Stasiun pemberhentian

  • Sebagian besar KA arah Jakarta berhenti di Bekasi, kecuali KA Fajar Utama Yogya dan Bogowonto
  • KA Fajar/Senja Utama Yogya dan Senja Utama Solo berhenti di Cirebon, sedangkan lainnya berhenti di Cirebon Prujakan
  • Hanya KA Jaka Tingkir arah Lempuyangan saja yang berhenti di Cikampek
  • Hanya KA Bogowonto arah Lempuyangan, Gajahwong arah Jakarta, dan Fajar Utama Yogya yang berhenti di Haurgeulis
  • Hanya KA Bengawan arah Purwosari, Jaka Tingkir arah Jakarta, dan Fajar Utama Yogya yang berhenti di Jatibarang
  • Hanya KA Bengawan arah Jakarta, Bogowonto, dan Gajahwong yang berhenti di Ciledug
  • Hanya KA Fajar Utama Yogya arah Jakarta dan Gajahwong arah Lempuyangan saja yang berhenti di Ketanggungan
  • Hanya KA Fajar Utama Yogya, KA Jaka Tingkir, dan KA Gajahwong yang berhenti di Bumiayu
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Kroya, kecuali KA Senja Utama Solo arah Solo, Jaka Tingkir arah Lempuyangan,
    Bengawan arah Purwosari, Progo arah Lempuyangan, dan Fajar Utama Yogya arah Jakarta
  • Hanya sebagian kecil KA arah Jakarta saja yang berhenti di Sumpiuh (KA Bengawan dan Mataram)
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Gombong, kecuali KA Senja Utama Yogya arah Yogyakarta,
    Jaka Tingkir arah Lempuyangan, Fajar Utama Yogya, dan Mataram
  • Hanya KA Gajah Wong arah Jakarta dan Fajar Utama Yogya arah Yogyakarta saja yang berhenti di Karanganyar
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Kebumen, kecuali KA Senja Utama Solo arah Jakarta, Jaka Tingkir arah Jakarta,
    Progo arah Jakarta, dan Fajar Utama Yogya
  • Hanya KA Bogowonto saja yang berhenti di Jenar
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Yogyakarta, kecuali KA Mataram arah Lempuyangan, Jaka Tingkir,
    Bengawan, dan Progo
  • Hanya KA Senja Utama Solo saja yang melintas langsung di Wates, Lempuyangan, dan Purwosari
  • Hanya KA Senja Utama Solo dan Bengawan yang berhenti di Klaten

Kereta api Gajah Wong (Hanacaraka:ꦒꦗꦃ​ꦮꦺꦴꦁ, Gajahwong) adalah merupakan Kereta api penumpang Kelas Eksekutif & Ekonomi AC Plus yang dioperasikan oleh PT Kereta api Indonesia (Persero) yang Melayani Rute Lempuyangan-Pasar Senen dan Sebaliknya. Mulai 1 Juni 2019, Rangkaian Kereta api Gajah Wong akan Menambahkan 2 Gerbong Kereta api Eksekutif sebelum menjelang Lebaran 2019.

KA Gajah Wong diresmikan pengoperasiannya oleh menteri perhubungan freddy numberi di stasiun jakarta kota pada tanggal 24 Agustus 2011 (bersamaan peresmian KRL KfW i9000) dan merupakan KA ekonomi kedua di Indonesia yang dilengkapi dengan fasilitas pendingin udara (AC) setelah KA Bogowonto. Kereta api ini merupakan kereta api pertama dan satu-satunya yang penamaannya di-branding dengan aksara Jawa, namun sejak 2012, branding kereta api ini dihilangkan.

KA yang merupakan produksi PT Inka ini berangkat dari Pasar Senen menuju Lempuyangan pada pagi hari pukul 07.00 WIB dan malam hati pukul 18.05 WIB dari Lempuyangan menuju Pasar Senen (berkebalikan perjalanan dengan kereta api Bogowonto). Tarif karcis KA Gajah Wong adalah Rp145.000.00-225.000,00.

Rangkaian kereta ini sering bertukar dengan rangkaian kereta api Bogowonto. Sejak 2015-2016, rangkaian Gajah Wong yang merupakan buatan tahun 2010-2011 mulai menggunakan livery "kesepakatan", menggantikan livery "ombak" biru khas ekonomi AC sebelumnya.

Asal usul nama[sunting | sunting sumber]

Nama "Gajah Wong" berasal dari nama sungai di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Kali Gajah Wong. Sungai ini mengalir di timur Kota Yogyakarta.

Stamformasi[sunting | sunting sumber]

Dalam 1 rangkaian KA Gajah Wong terdiri atas sebuah Lokomotif, 1 Kereta Bagasi, 7 Kereta Ekonomi, 1 Kereta Restorasi - Pembangkit dan 3 Kereta Eksekutif. KA Gajah Wong menggunakan Kereta Ekonomi AC Non PSO buatan tahun 2011/2010/2012/2014 dan terkadang bertukar rangkaian dengan KA Bogowonto, KA Jaka Tingkir dan KA Malioboro Ekspres. Pada tahun 2019, layanan KA Gajah Wong ditambahkan 3 Kereta kelas Eksekutif. Rangkaian Eksekutif KA Gajah Wong adalah bekas rangkaian KA Taksaka karena KA Taksaka sendiri telah menggunakan rangkaian baru buatan tahun 2018. Kereta Eksekutif KA Gajah Wong terkadang bertukar rangkaian dengan KA Bogowonto, KA Malioboro Ekspres dan KA Mataram.

Berikut Ini Rangkaian KA Bogowonto/Gajahwong/Mataram/Jaka Tingkir/Progo:

  • KA 151 Bogowonto (Tahap 1)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 1 Kereta Bagasi (B YK)
    • 7 Kereta kelas Ekonomi Plus (K3 YK)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP1/MP3 YK)
    • 2 Kereta kelas Eksekutif (K1 YK)
  • KA 151 Bogowonto (Tahap 2)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 1 Kereta Bagasi (B YK)
    • 7 Kereta kelas Ekonomi Plus (K3 YK)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP1/MP3 YK)
    • 2 Kereta kelas Eksekutif (K1 YK)
    • 1 Kereta Pembangkit (P YK)
  • KA 151 Bogowonto (Tahap 3)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 1 Kereta Bagasi (B YK)
    • 7 Kereta kelas Ekonomi Plus (K3 YK)
    • 1 Kereta Makan (M1 YK)
    • 2 Kereta kelas Eksekutif (K1 YK)
    • 1 Kereta Pembangkit (P YK)
  • KA 152 Bogowonto (Tahap 1)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 2 Kereta kelas Eksekutif (K1 YK)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP1/MP3 YK)
    • 7 Kereta kelas Ekonomi Plus (K3 YK)
    • 1 Kereta Bagasi (B YK)
  • KA 152 Bogowonto (Tahap 2)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 1 Kereta Pembangkit (P YK)
    • 2 Kereta kelas Eksekutif (K1 YK)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP1/MP3 YK)
    • 7 Kereta kelas Ekonomi Plus (K3 YK)
    • 1 Kereta Bagasi (B YK)
  • KA 152 Bogowonto (Tahap 3)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 1 Kereta Pembangkit (P YK)
    • 2 Kereta kelas Eksekutif (K1 YK)
    • 1 Kereta Makan (M1 YK)
    • 7 Kereta kelas Ekonomi Plus (K3 YK)
    • 1 Kereta Bagasi (B YK)
  • KA 153 Gajahwong (Tahap 1)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 1 Kereta Bagasi (B YK)
    • 7 Kereta kelas Ekonomi Plus (K3 YK)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP1/MP3 YK)
    • 2 Kereta kelas Eksekutif (K1 YK)
  • KA 153 Gajahwong (Tahap 2)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 1 Kereta Bagasi (B YK)
    • 7 Kereta kelas Ekonomi Plus (K3 YK)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP1/MP3 YK)
    • 2 Kereta kelas Eksekutif (K1 YK)
    • 1 Kereta Pembangkit (P YK)
  • KA 153 Gajahwong (Tahap 3)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 1 Kereta Bagasi (B YK)
    • 7 Kereta kelas Ekonomi Plus (K3 YK)
    • 1 Kereta Makan (M1 YK)
    • 2 Kereta kelas Eksekutif (K1 YK)
    • 1 Kereta Pembangkit (P YK)
  • KA 154 Gajahwong (Tahap 1)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 2 Kereta kelas Eksekutif (K1 YK)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP1/MP3 YK)
    • 7 Kereta kelas Ekonomi Plus (K3 YK)
    • 1 Kereta Bagasi (B YK)
  • KA 154 Gajahwong (Tahap 2)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 1 Kereta Pembangkit (P YK)
    • 2 Kereta kelas Eksekutif (K1 YK)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP1/MP3 YK)
    • 7 Kereta kelas Ekonomi Plus (K3 YK)
    • 1 Kereta Bagasi (B YK)
  • KA 154 Gajahwong (Tahap 3)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 1 Kereta Pembangkit (P YK)
    • 2 Kereta kelas Eksekutif (K1 YK)
    • 1 Kereta Makan (M1 YK)
    • 7 Kereta kelas Ekonomi Plus (K3 YK)
    • 1 Kereta Bagasi (B YK)
  • KA 7029 Mataram (Tahap 1)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 4 Kereta kelas Bisnis (K2 YK)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP1/MP3/KMP2 YK)
    • 4 Kereta kelas Eksekutif (K1 YK)
  • KA 7029 Mataram (Tahap 2)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 4 Kereta kelas Bisnis (K2 YK)
    • 1 Kereta Makan (M1 YK)
    • 4 Kereta kelas Eksekutif (K1 YK)
    • 1 Kereta Pembangkit (P YK)
  • KA 7029 Mataram (Tahap 3)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 5 Kereta kelas Bisnis (K2 YK)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP1/MP3/KMP2 YK)
    • 5 Kereta kelas Eksekutif (K1 YK)
  • KA 7029 Mataram (Tahap 4)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 5 Kereta kelas Bisnis (K2 YK)
    • 1 Kereta Makan (M1 YK)
    • 5 Kereta kelas Eksekutif (K1 YK)
    • 1 Kereta Pembangkit (P YK)
  • KA 7030 Mataram (Tahap 1)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 4 Kereta kelas Eksekutif (K1 YK)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP1/MP3/KMP2 YK)
    • 4 Kereta kelas Bisnis (K2 YK)
  • KA 7030 Mataram (Tahap 2)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 1 Kereta Pembangkit (P YK)
    • 4 Kereta kelas Eksekutif (K1 YK)
    • 1 Kereta Makan (M1 YK)
    • 4 Kereta kelas Bisnis (K2 YK)
  • KA 7030 Mataram (Tahap 3)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 5 Kereta kelas Eksekutif (K1 YK)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP1/MP3/KMP2 YK)
    • 5 Kereta kelas Bisnis (K2 YK)
  • KA 7030 Mataram (Tahap 4)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 1 Kereta Pembangkit (P YK)
    • 5 Kereta kelas Eksekutif (K1 YK)
    • 1 Kereta Makan (M1 YK)
    • 5 Kereta kelas Bisnis (K2 YK)
  • KA 147 Jaka Tingkir (Tahap 1)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 5 Kereta kelas Ekonomi Plus (K3 YK)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP1/MP3 YK)
    • 4 Kereta kelas Ekonomi Plus (K3 YK)
  • KA 147 Jaka Tingkir (Tahap 2)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 4 Kereta kelas Ekonomi Plus (K3 YK)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP1/MP3 YK)
    • 4 Kereta kelas Ekonomi Plus (K3 YK)
  • KA 148 Jaka Tingkir (Tahap 1)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 4 Kereta kelas Ekonomi Plus (K3 YK)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP1/MP3 YK)
    • 5 Kereta kelas Ekonomi Plus (K3 YK)
  • KA 148 Jaka Tingkir (Tahap 2)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK/PWT/JNG
    • 4 Kereta kelas Ekonomi Plus (K3 YK)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP1/MP3 YK)
    • 4 Kereta kelas Ekonomi Plus (K3 YK)
  • KA 185 Progo (Tahap 1)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK
    • 5 Kereta kelas Ekonomi AC (K3 YK) (KP3 YK)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP3/KMP2 YK)
    • 3 Kereta kelas Ekonomi AC (K3 YK) (KP3 YK)
  • KA 185 Progo (Tahap 2)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK
    • 4 Kereta kelas Ekonomi AC (K3 YK)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP3/KMP2 YK)
    • 4 Kereta kelas Ekonomi AC (K3 YK)
  • KA 186 Progo (Tahap 1)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK
    • 3 Kereta kelas Ekonomi AC (K3 YK) (KP3 YK)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP3/KMP2 YK)
    • 5 Kereta kelas Ekonomi AC (K3 YK) (KP3 YK)
  • KA 186 Progo (Tahap 2)
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk YK
    • 4 Kereta kelas Ekonomi AC (K3 YK)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP3/KMP2 YK)
    • 4 Kereta kelas Ekonomi AC (K3 YK)

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif kereta api ini bersifat fluktuatif, yakni berkisar antara Rp 175.000,00 - Rp 310.000,00 bergantung pada jarak tempuh, subkelas/posisi tempat duduk di dalam kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus yang hanya dapat dipesan di loket stasiun mulai dua jam sebelum keberangkatan kereta api ini pada stasiun yang berada dalam rute berikut.

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Jadwal sesuai Gapeka 2017 (Per 1 April 2017)

KA 153 Gajah Wong (LPN-YK-PSE)
Stasiun Datang Berangkat
Lempuyangan - 18.00
Yogyakarta 18.04 18.08
Wates 18.34 18.36
Kutoarjo 19.06 19.10
Kebumen 19.45 19.49
Karanganyar 20.01 20.03
Gombong 20.11 20.13
Kroya 20.37 20.40
Purwokerto 21.10 21.24
Bumiayu 22.06 22.08
Ciledug 23.00 23.03
Cirebon Prujakan 23.28 23.44
Bekasi 02.12 02.14
Jatinegara 02.30 02.33
Pasar Senen 02.43 -
KA 154 Gajah Wong (PSE-YK-LPN)
Stasiun Datang Berangkat
Pasar Senen - 06.45
Haurgeulis 08.30 08.32
Cirebon Prujakan 09.32 09.40
Ciledug 10.04 10.06
Ketanggungan 10.19 10.21
Bumiayu 10.59 11.01
Purwokerto 11.42 11.49
Kroya 12.32 12.36
Gombong 13.00 13.08
Kebumen 13.26 13.28
Kutoarjo 13.53 13.57
Wates 14.25 14.27
Yogyakarta 14.53 14.56
Lempuyangan 15.00 -

Stasiun yang disinggahi[sunting | sunting sumber]

Sepanjang perjalanan, KA Gajah Wong berhenti di:

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 18 Mei 2015, 14.42 WIB, kereta api Gajah Wong menabrak Honda CR-V nopol AB 1393 YA yang dikendarai oleh dua orang asisten sutradara Hanung Bramantyo, Sukardi (34) dan Agus Nugroho (34). Terjadi di perlintasan tanpa palang pintu Argomulyo, Sedayu, Bantul, dua orang tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Nyi Ageng Serang, Sentolo, Kulonprogo, karena terluka.[1][2]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]