Kereta api Gajah Wong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kereta api Gajah Wong
Plat nama KA Gajah Wong.png
CC 204 03 05 Gajah Wong di Jembatan Progo.jpg
KA Gajah Wong berjalan di atas jembatan Mbeling, Sedayu, Bantul
Informasi umum
Jenis layanan Kereta api jarak jauh
Kereta api ekspres ekonomi
Status Beroperasi
Lokal Daerah Operasi VI Yogyakarta
Mulai beroperasi 24 Agustus 2011
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Penumpang harian 1.440 penumpang per hari (rata-rata)
Perjalanan
Relasi perjalanan LempuyanganPasar Senen, p.p.
Jumlah perhentian 13-14
Waktu tempuh rata-rata 8-9 jam (rata-rata)
Frekuensi perjalanan harian Sekali pergi pulang sehari
Nomor kereta api 163-164
Jenis rel Rel berat
Pelayanan
Kelas layanan Ekonomi AC plus non-PSO
Fasilitas difabel Tidak
Susunan tempat duduk 80 tempat duduk disusun 2-2.
Fasilitas kereta makan Ada, penumpang dapat memesan sendiri.
Jenis kaca jendela Kaca dupleks dengan ventilator (tidak setiap kursi)
Bagasi Ada
Lain-lain Toilet, AC
Teknis sarana dan prasarana
Lokomotif CC201, CC203, CC204, CC206
Lebar sepur 1.067 mm
Kecepatan operasional 60 s.d. 100 km/jam
Pemilik prasarana Ditjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal 163-164
Peta rute
Lintas KA Solo-Yogyakarta-Jakarta
Untuk Kereta api:
Ke Surabaya
Solo Balapan
Purwosari
Klaten
Lempuyangan
Yogyakarta
Jembatan Kali Progo
Wates
Jembatan Kali Bogowonto
Jenar
Kutoarjo
Kebumen
Karanganyar
Gombong
Terowongan Ijo
Kroya
Ke Cilacap, Bandung
Terowongan Kebasen
Jembatan Kali Serayu
Terowongan Notog
Purwokerto
Jembatan Sakalimolas
Bumiayu
Ke Tegal
Ciledug
Ke Semarang
Cirebon Prujakan
Haurgeulis
Ke Bandung
Bekasi
Jatinegara
Ke Gambir
Pasar Senen
Ke Jakarta Kota
Keterangan:
  • Senja Utama Solo berterminus di Stasiun Solo Balapan
  • Bengawan berterminus di Stasiun Solo Purwosari
  • Bogowonto,Gajahwong,Jakatingkir,Progo,Mataram berterminus di Stasiun Lempuyangan
  • Fajar/Senja Utama Yogya berterminus di Stasiun Yogyakarta
  • Di Haurgeulis, Bogowonto berhenti (arah Lempuyangan), Gajah Wong (arah Jakarta) dan Fajar Utama Yogya sebaliknya
  • Di Bekasi, Bogowonto dan Fajar Utama Yogya tidak berhenti (arah Yogyakarta)
  • Di Bekasi, Senja Utama (Yogya/Solo), Bengawan, Jaka Tingkir, Gajahwong, Mataram Premium dan Progo berhenti (arah Yogyakarta)
  • Progo melintas langsung Yogyakarta, Kebumen, Ciledug, dan Haurgeulis
  • Hanya Gajah Wong yang berhenti di Karanganyar (arah Jakarta) dan Bumiayu
  • Hanya Bogowonto yang berhenti di Jenar
  • Hanya Fajar Utama Yogya, Bogowonto, Gajah Wong yang berhenti di Kroya (arah Jakarta)
  • Hanya Senja Utama (Yogya/Solo), Bogowonto, Bengawan, Gajahwong, Jakatingkir dan Progo yang berhenti di Kroya (arah Yogyakarta)

}} Kereta api Gajah Wong (Hanacaraka: ꦱꦼꦥꦸꦂ​ꦒꦗꦃ​ꦮꦺꦴꦁ , Sepur Gajah Wong) adalah rangkaian kereta api ekonomi AC yang melayani relasi Lempuyangan-Pasar Senen. KA Gajah Wong diresmikan pengoperasiannya oleh menteri perhubungan freddy numberi di stasiun jakarta kota pada tanggal 24 Agustus 2011 dan merupakan KA ekonomi kedua di Indonesia yang dilengkapi dengan fasilitas pendingin udara (AC) setelah KA Bogowonto.

KA yang merupakan produksi PT Inka ini berangkat dari Pasar Senen menuju Lempuyangan pada pagi hari pukul 07.00 WIB dan pukul 18.05 WIB dari Lempuyangan menuju Pasar Senen. Tarif karcis KA Gajah Wong adalah Rp145.000.00-225.000,00.

Rangkaian kereta ini sering bertukar dengan rangkaian kereta api Bogowonto. Sejak 2015-2016, rangkaian Gajah Wong yang merupakan buatan tahun 2010-2011 mulai menggunakan livery "kesepakatan", menggantikan livery "ombak" biru khas ekonomi AC sebelumnya.

Asal usul nama[sunting | sunting sumber]

Nama "Gajah Wong" berasal dari nama sungai di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Kali Gajah Wong. Sungai ini mengalir di timur Kota Yogyakarta.

Data teknis[sunting | sunting sumber]

Rangkaian kereta api Gajah Wong terdiri atas sebuah lokomotif, kereta bagasi (B), 9 kereta ekonomi (K3), dan kereta makan dan pembangkit (MP3).

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Jadwal sesuai Gapeka 2015

KA 163 Gajah Wong (Lempuyangan-Pasar Senen)
Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Lempuyangan - 18.00
Yogyakarta 18.04 18.08
Wates 18.35 18.38
Kutoarjo 19.06 19.10
Kebumen 19.45 19.47
Gombong 20.15 20.17
Kroya 20.44 20.49
Purwokerto 21.17 21.36
Bumiayu 22.15 22.17
Ciledug 23.08 23.10
Cirebon Prujakan 23.33 23.43
Bekasi 02.11 02.13
Jatinegara 02.30 02.32
Pasar Senen 02.41 -
KA 164 Gajah Wong (Pasar Senen-Lempuyangan)
Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Pasar Senen - 06.45
Haurgeulis 08.31 08.33
Cirebon Prujakan 09.38 09.50
Ciledug 10.15 10.17
Bumiayu 11.08 11.10
Purwokerto 11.51 12.07
Kroya 12.33 12.35
Gombong 13.00 13.08
Kebumen 13.26 13.28
Kutoarjo 13.52 13.57
Wates 14.25 14.28
Yogyakarta 14.55 15.01
Lempuyangan 15.05 -

Stasiun[sunting | sunting sumber]

Sepanjang perjalanan, KA Gajah Wong berhenti di:

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 18 Mei 2015, 14.42 WIB, kereta api Gajah Wong menabrak Honda CR-V nopol AB 1393 YA yang dikendarai oleh dua orang asisten sutradara Hanung Bramantyo, Sukardi (34) dan Agus Nugroho (34). Terjadi di perlintasan tanpa palang pintu Argomulyo, Sedayu, Bantul, dua orang tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Nyi Ageng Serang, Sentolo, Kulonprogo, karena terluka.[1][2]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ALIH Templat:Kereta api penumpang Indonesia