Weru, Sukoharjo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Weru
Lokasi Weru Sukoharjo.png

Peta lokasi Kecamatan Weru
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenSukoharjo
Pemerintahan
 • CamatPandiyanto S.T., M.M.
Luas41,98 km²
Jumlah penduduk49.532 jiwa
Kepadatan1.465 jiwa per km²
Desa/kelurahan13 Desa

Koordinat: 7°45′34″S 110°45′36″E / 7.75944°S 110.76000°E / -7.75944; 110.76000 Weru (Hanacaraka: ꦮꦼꦫꦸ, bahasa Jawa: Weru) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Desa[sunting | sunting sumber]

  1. Alasombo
  2. Grogol
  3. Jatingarang
  4. Karakan
  5. Karanganyar
  6. Karangmojo
  7. Karangtengah
  8. Karangwuni
  9. Krajan
  10. Ngreco
  11. Tawang
  12. Tegalsari
  13. Weru

Letak Geografis[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Weru memiliki batas-batas sebagai berikut:

Utara Kecamatan Tawangsari
Timur Laut Kecamatan Bulu
Timur Kecamatan Bulu dan
Kabupaten Wonogiri.png Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri
Tenggara Kabupaten Wonogiri.png Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri
Selatan Coat of arms of Yogyakarta.svg Logo Kabupaten GunungKidul.jpg Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan
Coat of arms of Yogyakarta.svg Logo Kabupaten GunungKidul.jpg Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Barat Daya LOGO KABUPATEN KLATEN.png Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten
Barat LOGO KABUPATEN KLATEN.png Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten
Barat Laut LOGO KABUPATEN KLATEN.png Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

Wisata Weru‬[sunting | sunting sumber]

Salah satu potensi keindahan wisata Kabupaten Sukoharjo yang tersembunyi yang masih belum banyak dikunjungi wisatawan adalah Curug Krajan dan Curug Banyu Tibo di Karangtengah. Tempatnya tersembunyi karena jarang tereksplore dan juga letaknya yang berada di sudut Selatan Sukoharjo. Diketahui bahwa potensi wisata di Sukoharjo sebenarnya banyak hanya belum tergali dan dikelola secara mendalam dengan melibatkan warga lokal agar lebih maju dan berkembang. Yang sebenarnya mempunyai pesona yang lumayan indah yang terletak tak begitu jauh dari perumahan warga.

Air terjun tersebut belum terlalu ramai oleh pengunjung. Yang datang kesini biasanya anak-anak remaja yang mencari tempat untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman. Saat weekend pun tempat ini juga tidak terlalu ramai sehingga sangat cocok untuk mencari tempat refreshing yang sepi untuk melepas rasa penat atau rasa bosan.

  • Gunung Taruwongso

Gunung Taruwongso merupakan sebuah bukit kecil yang berada di wilayah desa Tawang, Weru, Sukoharjo dan sebagian berada di wilayah desa Watubonang Kecamatan Tawangsari. Gunung Taruwongso biasanya akan ramai ketika Hari Raya Idul Fitri. Saat Idul Fitri Gunung Taruwongso akan dipenuhi oleh para penjaja dagangan baik berupa makanan, minuman, barang kebutuhan sehari-hari dan mainan anak-anak. Di sana, saat lebaran tiba juga ada pertunjukkan musik dan budaya lainnya yang menarik untuk dikunjungi.

  • ‪Air Terjun Curug Krajan‬

Curug Krajan, merupakan sebuah nama air terjun yang beraliran sungai kecil dari curug Krajan yang masih asri dan jernih. Lingkungan sekitarnya pun masih begitu alami dan bersih. Curug ini terletak di Desa Krajan, Weru, Sukoharjo.

  • ‪Air Terjun Banyu Tibo Karangtengah‬

Curug Banyu Tibo Karangtengah, merupakan sebuah nama air terjun yang beraliran tinggi. Aliran air terjun ini lumayan tinggi kurang lebih 10-15 m. Terletak di Desa Karangtengah, Weru, Sukoharjo.

  • Grojogan Plered

Merupakan destinasi baru, yaitu objek wisata alam berupa air terjun bertingkat yang secara resmi diluncurkan oleh Pemerintah Desa Jatingarang, Weru, Sukoharjo, Minggu (7/1). Dengan sejumlah acara digelar untuk memeriahkan peluncuran tersebut.

Kepala Desa (Kades) Jatingarang Slamet Riyadi menjelaskan, objek wisata Grojogan Plered berada di Dukuh Kedungdowo RT 4/6. Animo masyarakat untuk datang sangat tinggi. Peluncuran tadi ditandai dengan pelepasan ikan lele sebanyak satu kuintal ke saluran air di bawah air terjun untuk diperebutkan masyarakat sekitar dan pengunjung.

“Animo masyarakat luar biasa. Ke depan, saya harap tingkat kunjungan masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]