Sritex

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
PT Sri Rejeki Isman Tbk.
Sritex
Publik
Simbol sahamIDX: SRIL
IndustriTekstil
Didirikan22 Mei 1978; 43 tahun lalu (1978-05-22)
PendiriLukminto
Kantor
pusat
Sukoharjo, Indonesia
Wilayah operasi
Indonesia dan Singapura
Tokoh
kunci
Iwan Setiawan Lukminto[1]
(Direktur Utama)
Susyana[1]
(Komisaris Utama)
Produk
Jasa
PendapatanUS$ 1,283 milyar (2020)[2]
US$ 85,325 juta (2020)[2]
Total asetUS$ 1,852 milyar (2020)[2]
Total ekuitasUS$ 672,417 juta (2020)[2]
PemilikPT Huddleston Indonesia
Karyawan
17.186 (2020)[2]
Anak
usaha
PT Sinar Pantja Djaja
PT Bitratex Industries
PT Primayudha Mandiri Jaya
Golden Legacy Pte Ltd
Situs webwww.sritex.co.id

PT Sri Rejeki Isman Tbk. atau biasa dikenal dengan nama Sritex, adalah sebuah perusahaan tekstil yang berkantor pusat di Sukoharjo, Jawa Tengah. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, perusahaan ini juga memiliki sebuah kantor perwakilan di Jakarta.[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Perusahaan ini memulai sejarahnya sebagai sebuah usaha perdagangan tekstil bernama “Sri Redjeki” yang didirikan oleh H. M. Lukminto pada tahun 1966 di Pasar Klewer, Solo. Pada tahun 1968, Sri Redjeki mendirikan sebuah pabrik di Joyosuran, Solo untuk memproduksi kain mentah dan bahan putihan. Pada tahun 1978, “Sri Redjeki” resmi diubah menjadi "PT Sri Rejeki Isman". Pada tahun 1982, perusahaan ini mendirikan pabrik penenunan pertamanya. Pada tahun 1984, perusahaan ini dipercaya memproduksi seragam militer untuk pasukan militer NATO dan Jerman. Pada tahun 1992, perusahaan ini memperluas pabriknya, sehingga dapat menampung empat lini produksi sekaligus, yakni pemintalan, penenunan, penyelesaian, dan garmen. Pada tahun 2013, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 2018, perusahaan ini mengakuisisi PT Primayudha Mandirijaya dan PT Bitratex Industries untuk meningkatkan kapasitas pemintalannya. Pada tahun 2020, sebagai bagian dari upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19, perusahaan ini berhasil mendistribusikan 45 juta masker hanya dalam waktu tiga minggu. Pada tahun yang sama, untuk pertama kalinya, perusahaan ini mengekspor produknya ke Filipina. Saat ini, Sritex memusatkan sebagian besar operasinya di lahan seluas 79 hektar di Sukoharjo. Selain dari Indonesia, Sritex juga mempekerjakan sejumlah tenaga profesional dari luar negeri, seperti dari Korea Selatan, Filipina, India, Jerman, dan Tiongkok. Klien besar Sritex antara lain H&M, Walmart, K-Mart, dan Jones Apparel.[2][3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Komisaris & Direksi". PT Sri Rejeki Isman Tbk. Diakses tanggal 17 November 2021. 
  2. ^ a b c d e f g "Laporan Tahunan 2020" (PDF). PT Sri Rejeki Isman Tbk. Diakses tanggal 17 November 2021. 
  3. ^ "Sejarah Perusahaan". PT Sri Rejeki Isman Tbk. Diakses tanggal 17 November 2021.