Muhammad Tamzil

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ir. H.
Muhammad Tamzil
M.T.
Bupati Kudus ke-35 dan ke-37
Masa jabatan
24 September 2018 – 26 Juli 2019
PresidenJoko Widodo
GubernurGanjar Pranowo
WakilHartopo
PendahuluMusthofa
Sam’ani Intakoris (Plt.)
Riena Retnaningrum (Pj.) 
PenggantiHartopo (Plt.)
Masa jabatan
14 Agustus 2003 – 14 Agustus 2008
Presiden
Gubernur
WakilNoor Haniah
PendahuluAmin Munadjat
PenggantiMusthofa
Wakil Bupati Semarang ke-1
Masa jabatan
2000–2003
Presiden
GubernurMardiyanto
BupatiBambang Guritno
PendahuluTidak ada, Jabatan baru
PenggantiSiti Ambar Fathonah
Informasi pribadi
Lahir16 Agustus 1961 (umur 58)
Bendera Indonesia Ujungpandang, Sulawesi Selatan
Kebangsaan Indonesia
PasanganRina Budhy Ariani, SH
AnakArina M
Alma materUniversitas Diponegoro
ProfesiPNS

Ir. H. Muhammad Tamzil, M.T. (lahir di Ujungpandang, Sulawesi Selatan, 16 Agustus 1961; umur 58 tahun) adalah Bupati Kudus 2 periode yakni 2003–2008 dan 2018–2023.[1]

Tamzil pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Semarang periode 2000–2003. Selain itu, pada Pemilihan Gubernur Jawa Tengah tahun 2008, ia pernah mengajukan diri sebagai calon Gubernur berpasangan dengan Abdul Rozaq Rais yang merupakan adik kandung Amien Rais (pasangan ini diusung PPP dan PAN).[2][3] Kemudian ia mengajukan diri kembali pada Pemilihan Bupati Kudus tahun 2018 dan menang kembali sebelum akhirnya ditangkap KPK akibat kasus korupsi.[4][5]

Riwayat Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • SD 6 PINRANG (1973)
  • SMP N PACITAN (1976)
  • SMPPN TULUNGAGUNG (1979)
  • S1 UNDIP SEMARANG (1987)
  • S2 UNDIP SEMARANG (2004)

Riwayat Pekerjaan[sunting | sunting sumber]

  • KEPALA DINAS PU KAB KUDUS (1991)
  • WAKIL BUPATI SEMARANG (2000–2003)
  • BUPATI KUDUS (2003–2008)
  • STAF AHLI GUBERNUR JATENG (2008)
  • PEJABAT FUNGSIONAL BALITBANG JATENG (2013–2018)
  • BUPATI KUDUS (2018–2023)

Kasus Korupsi[sunting | sunting sumber]

Muhammad Tamzil pertama kali terjerat kasus korupsi pada 2014 ketika Kejaksaan Negeri Kudus mengendus korupsi yang dilakukannya saat menjabat bupati Kudus. Tamzil dijerat sebagai tersangka kasus korupsi dana bantuan dan sarana pendidikan Tahun Anggaran 2004-2005. Pada Februari 2015, Ia divonis 1 tahun 10 bulan penjara dan denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan dan pada juli 2019 lalu ketika masih nenjabat sebagai bupati beliau juga kembali di tetapkan oleh kpk sebagai tersangka suap jual beli jabatan, meskipun begitu masyarakat menilai beliau sebagai sosok yang baik dan merakyat, dalam menjabat sebagai bupati beliau dinilai berhasil dan sukses melalui kebijakan kebijakan beliau yang pro rakyat dan tepat sasaran tidak memubadzirkan anggaran untuk sesuatu yang tidak peting. Oleh karenanya meskipun beliau dianggap sebagai tersangka masih banyak yang mendoakan beliau dan melaksankan istighosah untuk memberikan dukungan dan semangat agar beliau sanantiasa tabah dan kuat atas segala yang menimpa beliau. Bapak Tamzil terimkakasih untuk jasamu semoga engkau dan keluarga tetap dalam lindungan Allah.[6] Desember 2015, Tamzil mendapatkan pembebasan bersyarat dari Lapas Kedungpane, Semarang.[7][8] Pada 26 Juli 2019, Tamzil kembali ditangkap oleh KPK di ruang dinasnya atas dugaan kasus jual beli jabatan. Tamzil disangka menerima suap dari pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus, Akhmad Sofyan sebesar Rp250 juta.[9] Esoknya, Tamzil resmi ditetapkan sebagai tersangka. Membayar cicilan mobil pribadi diduga menjadi motif Tamzil melakukan korupsi. [10]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://kuduskab.go.id/p/108/bupati
  2. ^ Media, Kompas Cyber. "Tamzil-Rozaq, Pendaftar Pertama Pilgub Jateng". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-07-27. 
  3. ^ Liputan6.com (2008-06-10). "Rozaq Rais Diusir Mahasiswa yang Berdemonstrasi". liputan6.com. Diakses tanggal 2019-07-27. 
  4. ^ Putri, Virgina Maulita. "5 Fakta Bupati Kudus Muhammad Tamzil yang Kena OTT KPK". detiknews. Diakses tanggal 2019-07-27. 
  5. ^ Novianto, Hedi (2019-07-27). "Ketika Bupati Kudus tersangkut korupsi untuk kedua kali". https://beritagar.id/. Diakses tanggal 2019-07-27.  Hapus pranala luar di parameter |website= (bantuan)
  6. ^ Alaidrus, Fadiyah. "Korupsi Bupati Kudus dan Mendesaknya Sanksi Pencabutan Hak Politik". tirto.id. Diakses tanggal 2019-07-29. 
  7. ^ Putri, Virgina Maulita. "5 Fakta Bupati Kudus Muhammad Tamzil yang Kena OTT KPK". detiknews. Diakses tanggal 2019-07-29. 
  8. ^ Liputan6.com ([publishdate]). "FOTO: Potret Paskibraka Kabupaten Sumbawa Putri Bercelana Panjang". liputan6.com. Diakses tanggal 2019-07-29. 
  9. ^ Hantoro, Juli (2019-07-27). "Begini Kronologi Penangkapan Bupati Kudus M Tamzil". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-08-01. 
  10. ^ Indonesia, C. N. N. "Bupati Kudus Korupsi untuk Bayar Cicilan Mobil". nasional (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-08-01. 
Jabatan politik
Didahului oleh:
Musthofa
Sam’ani Intakoris (Plt.)
Riena Retnaningrum (Pj.)
Bupati Kudus
2018 – 2019
Diteruskan oleh:
Hartopo (Plt.)
Didahului oleh:
Amin Munadjat
Bupati Kudus
2003 – 2008
Diteruskan oleh:
Musthofa