Bambang Guritno

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Prof. Dr. Ir.
Bambang Guritno
M.Agr.Sc
Rektor Bambang Guritno.jpg
Rektor UB 2002-2006
Rektor Universitas Brawijaya 10
Masa jabatan
23 Januari 2006 – 19 Januari 2002
PendahuluProf. Dr. Ir Eka Afnan Troena, MBA
PenggantiProf. Dr. Ir. Yogi Sugito, MS
Informasi pribadi
LahirBambang Guritno
07 Juni 1951 (umur 68)
Bendera Indonesia Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Alma materUniversitas Brawijaya, UC Davis, Wageningen University Research

Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, M.Agr.Sc (Lahir di Surabaya, 7 Juni 1945) adalah Guru besar Fakultas Pertanian yang terpilih menjadi rektor secara demokratis di era reformasi ini mencanangkan visi menjadikan Universitas Brawijaya sebagai perguruan tinggi terkemuka melewati batas wilayah nasional. Ia adalah rektor UB ke-10.[1]

Sumbangsih[sunting | sunting sumber]

Ia melakukan persiapan-persiapan agar Universitas Brawijaya menjadi perguruan tinggi otonom, mengupayakan peningkatan kualitas dosen melalui studi lanjut, memperluas kerjasama luar negeri, mengadakan penataan jenjang karier staf administrasi, merintis pemberian subsidi biaya perjalanan haji bagi karyawan, serta menempatkan perencanaan sebagai dasar penetapan program dan kegiatan UB. Prof Bambang dikenal secara luas sebagai pencetus model "Entreprenurial University" (EU) pertama di Indonesia. EU ialah sebuah model dimana sivitas akademika sebuah kampus tidak hanya sebagai pabrik SDM, tapi betul-betul harus dipersiapkan agar mampu berdikari (berdiri datas kaki sendiri) sekaligus ikut berkontribusi langsung terhadap pembangunan ekonomi nasional. Ia juga menginisiasi konsep quadruple helix bagi Universitas Brawijaya, sebuah konsep dimana inovasi yang muncul harus mampu dirasakan kebermanfatannya oleh masyarakat, Dudi (Dunia Usaha dan Dunia Industri), dan pemerintah.[2] Kelak, jasanya itu akan dikenang sebagai sebuah terobosan yang menjadikan UB sebagai penyumbang terbesar pada inovasi sektor keilmuan agrikompleks, setelah Institut Pertanian Bogor.[3]

Profesor Telo[sunting | sunting sumber]

Ia dikenal sebagai Profesor "telo" dengan concern yang sangat mendalam serta memiliki publikasi ilmiah terbanyak di Asia Tenggara di bidang ini.[4] Ia juga menjadi pioner didirikannya Pusat Studi Tanaman Umbi-Umbian yang dikooridnir oleh LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Universitas Brawijaya.[5]

Riwayat Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]