Samanhudi Anwar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Muhammad Samanhudi Anwar
S.H. M.M.
200px
Wali Kota Blitar ke-22
Petahana
Mulai menjabat
17 Februari 2016
Presiden Joko Widodo
Gubernur Soekarwo
Wakil Santoso
Didahului oleh Suprianto (Pejabat Wali Kota)
Masa jabatan
3 Agustus 2010 – 3 Agustus 2015
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
Gubernur Soekarwo
Wakil Purnawan Buchori
Didahului oleh Djarot Saiful Hidayat
Digantikan oleh Suprianto (Pejabat Wali Kota)
Informasi pribadi
Lahir 8 Oktober 1957
Bendera Indonesia Blitar, Jawa Timur
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Partai politik PDIPLogo.png Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Anak Henry Pradipta Anwar
Alma mater Universitas Panca Bhakti
Profesi Politikus
Agama Islam

Muhammad Samanhudi Anwar (lahir di Blitar, Jawa Timur, 8 Oktober 1957; umur 59 tahun) adalah Wali Kota Blitar yang menjabat sejak 17 Februari 2016. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai wali kota Blitar pada periode 2010-2015[1] dan Ketua DPRD Kota Blitar.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Keluarga Samanhudi berasal dari Desa Alas Raje, Blega, Bangkalan. Ia dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama seperti orang tuanya yang pernah menjadi Ketua Tanfidziyah NU. Ibunya bernama Umi Maryam.[2] Selain itu, ia pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Kedungdung, Modung, Bangkalan.[3]

Wali Kota Blitar[sunting | sunting sumber]

Pilkada[sunting | sunting sumber]

Pada Pilkada Kota Blitar 2010, dari perhitungan cepat yang dilakukan Forum Peduli Pilkada Bersih, Samanhudi meraup 16.060 suara. Koordinator Forum Peduli Pilkada Bersih (FPPB) Sugeng Subianto mengatakan perhitungan tersebut didasarkan pada 400 relawan yang disebar di tiga kecamatan Kota Blitar. Samanhudi yang berpasangan dengan Purnawan Buchori dinyatakan unggul di 21 kelurahan yang tersebar di seluruh Kota Blitar.

Pasangan ini mengalahkan empat pasangan lainnya Anang Triono–Bambang Gunawan (Golkar, Partai Kebangkitan Nasional Ulama, dan Hanura) yang meraup perolehan suara 11.181. Dan pasangan Heru Sunaryanta-Sholih Mu’adi yang hanya mendapatkan 8.586 suara. Hendro Ermono-Azhar Anwar (PPP dan PKS) ini hanya meraup 4.509 suara. Sedangkan posisi buncit diduduki pasangan Zaenudin - Masrukin dari jalur independen dengan 1.193 suara.[4]

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Pada 2014 pemerintahannya Kota Blitar mendapat penghargaan sebagai Kota dengan laporan keuangan terbaik. Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presi­den Boediono Kepada Wali Kota Samanhudi Anwar di Gedung Danapala Kantor Kemenkeu, Jakarta. Apresiasi ini setiap tahun diberikan kepada Kabupaten / Kota yang berhasil mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk penyajian dan penyusunan laporan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).[5]

Selain itu, Kota Blitar meraih penghargaan Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) Award 2013 dari Kementerian Dalam Negeri RI Bidang Sanitasi Sektor Air Limbah. Kota Blitar dan Kota Payakumbuh bersama Kota Banjarmasin, Denpasar, Surakarta, dan Jambi menjadi kota-kota ISSDP Tahap I (2006-2007). Program ini memfokuskan pada perencanaan pembangunan sanitasi secara komprehensif.

Samanhudi Anwar mengatakan, keberhasilan ini merupakan prestasi masyarakat Kota Blitar yang telah bekerja sama untuk mengelola sanitasi, di mana masyarakat mampu mengelola limbah dengan baik tanpa menimbulkan pencemaran lingkungan. “Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada warga Kota Blitar yang telah menunjukkan perilaku sehat dan mampu menjaga lingkungan dengan baik, sehingga Kota Blitar berhasil meraih pretasi IMP Award 2013,” kata Samanhudi. Meski telah menorehkan prestasi, ia tetap meminta kepada masyarakat agar selalu dan tetap menjaga lingkungan, khususnya pada persoalan sanitasi yang bisa menjadi persoalan di masyarakat selama ini. Namun saat ini banyak bantuan dan program kerja Kota Blitar untuk menjaga dan mengelola air limbah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang telah dibangun di beberapa lokasi padat penduduk yang ada di tiga kecamatan di Kota Blitar, yakni Kecamatan Sukorejo, Kecamatan Kepanjenkidul, dan Kecamatan Sananwetan. "Dengan perencanaan program yang terpadu dari Pemerintah Kota Blitar, kami mengajak masyarakat untuk komitmen dalam mewujudkan pembangunan berbasis lingkungan hidup untuk mempertahankan prestasi tersebut," ujarnya.[6][7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh:
Suprianto (Pejabat Walikota)
Wali Kota Blitar
17 Februari 2016 - Sekarang
Petahana
Didahului oleh:
Djarot Saiful Hidayat
Wali Kota Blitar
2010 - 2015
Diteruskan oleh:
Suprianto (Pejabat Walikota)