Jubelan, Sumowono, Semarang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jubelan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenSemarang
KecamatanSumowono
Kodepos
50662
Kode Kemendagri33.22.09.2005 Edit the value on Wikidata
Luas374,83
Jumlah penduduk3.655 Jiwa
Kepadatan3.7483 Jiwa/Km2

Jubelan adalah sebuah nama salah satu desa yang terletak di kecamatan Sumowono, kabupaten Semarang. |kode pos =50662

Asal mula nama Jubelan[sunting | sunting sumber]

Konon desa ini didirikan oleh seorang tokoh yang bernama Ki Jubel(Kyai Jangkrik). Dari situ kemudian lahirlah nama Jubelan. Adapun makam tokoh tersebut bersama isterinya -Nyi Jubel- terletak di Bukit Pasiran yang hingga kini masih ada dan lokasinya berada di tengah-tengah desa Jubelan Depan rumah Kepala Desa Jubelan.

Sejarah Desa

Desa Jubelan merupakan satuan wilayah Pemerintahan yang berada di Kecamatan Sumowono.Desa Jubelan berdasarkan struktur pemerintahanya merupakan Desa / Kelurahan yang dipimpin oleh seorang Kepala Desa / Lurah Desa.

Desa Jubelan terbagi menjadi 6 lingkungan RW yang merupakan pembagian wilayah administrasi. Dibawah lingkungaan RW masih terbagi lagi dalam satuan wilayah RT, adapun jumlah RT dalam satu Desa Jubelan adalah sebanyak 19 RT.

Dalam sejarahnya Desa Jubelan adalah merupakan sebuah desa yang terbentuk pada masa agama Islam telah mulai masuk di wilayah pulau Jawa kususnya di sekitar Gunung Ungaran pada masa Kerajaan Mataram Islam.

Semua ini ini dengan ditemukanya nama leluhur Desa Jubelan yang dalam sehari-harinya disebut nama Mbah Danyang atau Bubak Citak / Truko Yoso yang terdiri dari beberapa tempat makam,di mana menurut sebagian masyarakat yang di anggap paling tua dan diyakini sebagai orang pertama kali yang menetap dan bertempat tinggal di Desa Jubelan adalah : Kyai Jangkrik dan Nyai Jangkrik.

Beliau ini di perkirakan seorang punggawa atau abdi Kerajaan yang di beri tugas untuk membuka desa baru di sebelah selatan Gunung Ungaran. Jika di lihat dari sebutan nama dari istri Kyai Jangkrik dapatlah di ketahui bahwa beliau ini menganut agama Islam. Juga dari situs-situs yang ada dalam masa lalu masyarakat Desa Jubelan telah menganut / memeluk agama Islam. Memang pada masa lalu Desa Jubelan tidak pernah ada pondok pesantren, namun informasi masyarakat bahwa di sebagian Desa Jubelan ada bekas-bekas bangunan mushola / surau. Sehingga sekarang patut di banggakan bahwa Masjid dan Mushola di mana tempat telah berdiri dengan baiknya, serta di dukung sebagian masyarakat yang mengenyam di pondok pesantren yang telah tersebar di berbagai Daerah.

Dari berbagai sumber keterangan yang dapat di peroleh bahwa dulunya / sejak dulu Desa Jubelan terdiri dari 4 Dusun pemukiman yaitu :

1.  Kampung Tengah

    Yang di sepuhi oleh Kyai Jangkrik beserta istrinya yaitu Nyai Jangkrik.

2.  Kampung Barat

    Yang di sepuhi oleh Kyai Bumi

3.  Kampung Utara

    Yang di sepuhi oleh Kyai Sedah

4.  Kampung Timur

    Dan untuk kampung timur tidak cuma satu sesepuh seperti kampung yang lain,dan sesepuh tersebut di antaranya adalah:

1.   Kyai Gandul beserta Istri Nyai Gandul

2.   Mbah Robyong

3.   Dan yang satunya adalah Kyai Logung beserta Istri Nyai Logung yang makamnya tidak di dusun Logung tapi makamnya ada di daerah lain.


Dalam perkembangan selanjutnya pada sekitar akhir abad 19 Desa Jubelan telah terbentuk sebuah Desa / Kelurahan yang di pimpin oleh Kepala Desa sampai dengan sekarang.

Adapun nama-nama Lurah / Kepala Desa Jubelan adalah sebagai berikut :

-         Gunawan Catur Nugroho   Masa Jabatan Tahun Sekarang – 2024

-         Gunawan Catur Nugroho   Masa Jabatan Tahun  2013-2018

-         Moh.Sowir                          Masa Jabatan Tahun 2008 – 2012

-         Hadi Sunarto                      Masa Jabatan Tahun 2007 ( Ymt )

-         Mufiddun                            Masa Jabatan Tahun 1999 – 2006

-         Soewarno Dj                       Masa Jabatan Tahun 1998 ( Ymt )

-         Solichin                               Masa Jabatan Tahun 1990 – 1998

-         Solichin                               Masa Jabatan Tahun 1982 – 1990

-         Solichin                               Masa Jabatan Tahun 1967 – 1982

-         Tundo Waspodo                 Masa Jabatan Tahun 1966 ( Ymt )

-         Djoyo Soempeno Dawud   Masa Jabatan Tahun 1957 – 1965

-         Djoyo Soempeno Dawud   Masa Jabatan Tahun 1949 – 1957

-         Sunoto Mat                         Masa Jabatan Tahun 1941 – 1949

-         Sunoto Mat                         Masa Jabatan  Tahun 1933 – 1941

Versi lain mengatakan desa ini dinamai Jubelan karena penduduknya yang berjubel-jubel (berdesakan).

Pembagian Wilayah[sunting | sunting sumber]

Desa ini dibagi menjadi 4 dusun, yaitu:

  • Dusun Jubelan, terdiri dari 4 RT dan 1 RW, dengan jumlah penduduk laki-laki 362 jiwa, jumlah penduduk perempuan 359 jiwa;
  • Dusun Watugandu, terdiri dari 5 RT dan 2 RW, dengan jumlah penduduk laki-laki 539 jiwa, jumlah penduduk perempuan 531 jiwa;
  • Dusun Suruhan, terdiri dari 4 RT 1 RW, dengan jumlah penduduk laki-laki 400 jiwa, jumlah penduduk perempuan 375 jiwa;
  • Dusun Logung, terdiri dari 6 RT 2 RW, dengan jumlah penduduk laki-laki 552 jiwa, jumlah penduduk perempuan 536 jiwa.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Komoditas Utama[sunting | sunting sumber]

  1. Padi, jagung, ubi rambat, ubi kayu, kimpul, uwi.
  2. Aneka sayuran: Kool, sawi, kentang, wortel,, onclang, buncis, kacang panjang, kacang kapri, jipang, bayam, terong, mentimun, cabe merah, cabe rawit.
  3. Aneka buah-buahan: Nangka, pisang, jambu biji.
  4. Aneka tanaman keras: Kayu Sengon
  5. Aneka bunga: Mawar, Gerbera, Krisan

Jubelan cukup dikenal[sunting | sunting sumber]

Oleh penduduk desa-desa sekitarnya karena ada seorang Jenderal TNI yang dilahirkan di desa kecil ini. Jubelan cukup dikenal oleh penduduk desa-desa sekitarnya, karena ada seorang Jenderal TNI yang dilahirkan di desa kecil ini.