Bandar Udara Internasional Ahmad Yani

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bandara Ahmad Yani)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bandar Udara Internasional Ahmad Yani

Ahmad Yani International Airport
Ahmadyaniairportlogo.png
SemarangAirportTerminal.jpg
Informasi
JenisPublik / Militer
PemilikPemerintah Indonesia
PengelolaPT Angkasa Pura I
MelayaniSemarang
LokasiSemarang, Jawa Tengah, Indonesia
Ketinggian dpl10 kaki / 3 m
Koordinat06°58′17″S 110°22′27″E / 6.97139°S 110.37417°E / -6.97139; 110.37417Koordinat: 06°58′17″S 110°22′27″E / 6.97139°S 110.37417°E / -6.97139; 110.37417
Situs webhttp://www.ahmadyani-airport.com/
Peta
Jawa daerah di Indonesia
Jawa daerah di Indonesia
SRG berlokasi di Semarang
SRG
SRG
Lokasi di Kota Semarang
SRG berlokasi di Jawa
SRG
SRG
Lokasi di Jawa
SRG berlokasi di Indonesia
SRG
SRG
Lokasi di Indonesia
Landasan pacu
Arah Panjang Permukaan
kaki m
13/31 8.398 2.600x45m Aspal
Statistik (2018)
Penumpang5.162.100
Pergerakan pesawat45.515
Kargo13.220.000

Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani (bahasa Inggris: Jenderal Ahmad Yani International Airport) (IATA: SRGICAO: WAHS) (dapat pula hanya disebut sebagai Bandara Internasional Ahmad Yani) adalah sebuah bandar udara yang terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Nama bandara ini diambil dari salah satu nama pahlawan revolusi Indonesia, Ahmad Yani. Peresmian menjadi bandara internasional berlangsung dalam penerbangan perdana Garuda Indonesia ke Singapura bulan Maret 2004.

Data bandara[sunting | sunting sumber]

  • Landasan utama: 3.260 x 45 m[1][2]
  • Jumlah penumpang setiap hari: 1.600 sampai 2.000 (2006)

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada awalnya Bandara Ahmad Yani adalah pangkalan udara TNI Angkatan Darat, dahulu lebih dikenal dengan Pangkalan Udara Angkatan Darat Kalibanteng. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Panglima Angkatan Udara, Menteri Perhubungan dan Menteri Angkatan darat tanggal 31 Agustus 1995, maka Pangkalan Udara AD diubah statusnya menjadi Pangkalan Udara Bersama Kalibanteng Semarang. Namun karena peningkatan frekuensi penerbangan sipil, maka pada tanggal 1 Oktober 1995, Bandar Udara Ahmad Yani Semarang menjadi salah satu Bandar Udara di bawah PT Angkasa Pura. Bandara Ahmad Yani berubah menjadi bandara internasional pada tahun 2004 setelah Garuda Indonesia membuka rute Semarang-Singapura.

Sekarang[sunting | sunting sumber]

Bandara Internasional Ahmad Yani memiliki satu terminal di sebelah selatan landasan pacu, dengan satu pintu masuk dan keberangkatan masing-masing untuk penerbangan domestik dan internasional. Terminal ini memiliki luas 2.657 m2 dan kapasitas dalam negeri 180 penumpang. Fasilitasnya meliputi toko cinderamata, gerai makanan, bank, money changer, hotel dan travel booking, layanan taksi dan penyewaan mobil. Bandara ini juga memiliki landasan 2.560 x 45 meter.

Pada tanggal 6 Juni 2018 terminal baru bandara Ahmad Yani dioperasikan.

Pada tanggal 7 Juni 2018 terminal baru bandara Ahmad Yani diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Maskapai dan Tujuan[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

MaskapaiTujuan
AirAsia Johor Bahru, Kuala Lumpur–Internasional
Batik Air Jakarta-Halim Perdanakusuma, Jakarta—Soekarno—Hatta
Citilink Banjarmasin, Batam, Jakarta—Halim Perdanakusuma, Jakarta—Soekarno—Hatta, Palembang
Musiman: Jeddah Via Hyderabad, Madinah Via Hyderabad
Garuda Indonesia Denpasar/Bali, Jakarta—Soekarno—Hatta, Kuala Lumpur–Internasional, Surabaya
Indonesia AirAsia Denpasar/Bali, Jakarta–Soekarno–Hatta, Johor Bahru, Kuala Lumpur–Internasional, Penang, Singapura
Lion Air Balikpapan, Banjarmasin, Batam, Haikou, Jakarta—Soekarno—Hatta, Padang, Palembang, Pontianak, Samarinda, Tanjung Pinang
Malaysia Airlines Kuala Lumpur–Internasional
Nam Air Bandung, Denpasar/Bali, Jakarta—Soekarno—Hatta, Ketapang, Pangkalan Bun, Surabaya
Scoot Singapura
Sriwijaya Air Dili, Makassar
TransNusa Bandung, Jakarta–Halim Perdanakusuma, Pangkalan Bun
Trigana Air Service Pangkalan Bun
Wings Air Bandung, Denpasar/Bali, Jakarta–Halim Perdanakusuma, Karimunjawa, Pangkalan Bun, Surabaya
Xpress Air Banjarmasin, Palembang, Sampit

Kargo[sunting | sunting sumber]

MaskapaiTujuan
My Indo Airlines Jakarta–Soekarno–Hatta

Rencana masa depan[sunting | sunting sumber]

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memulai proyek ini pada tahun 2005. Bandar Udara Internasional Ahmad Yani nantinya akan memiliki fasilitas berikut ini:

  1. Perpanjangan landasan — Landasan sepanjang 3.260 m yang mampu menampung Airbus A330, Boeing 747, Boeing 777, dan Boeing 787 yang baru-baru ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah.[3][4][5][6][7]
  2. Terminal baru yang lebih besar — Terminal baru ini akan dibangun di sebelah utara runway, seluas 27.500 m2 yang akan mampu menampung 3.000.000 penumpang. Dan juga akan dilengkapi dengan 25 counter check-in dan 3 garbarata.
  3. Apron seluas 61.344 m2 yang mampu menampung 10 pesawat berbadan lebar. Perluasan ini dijadwalkan selesai bulan Juli 2013.
  4. Pembangunan akses jalan tol seperti Jalan Tol Bandara Ahmad Yani dari Kaliwungu, Kendal & Mangkang, Semarang terhubung dengan Tol Semarang-Batang dengan panjang 14 km.
  5. Pembangunan akses Kereta Api Bandara menuju Stasiun Semarang Poncol dan Stasiun Semarang Tawang.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

5 B
Halte Bandara Ahmad Yani
Halte Trans Semarang
Letak
KotaSemarang
KecamatanSemarang Barat
KelurahanTambakharjo
Informasi lain
StatusDibuka. Halte Permanen
Dibuka13 Desember 2013 (2013-12-13) (bandara lama) 18 Februari 2019 (2019-02-18) (bandara baru)
Ditutup06 Juni 2018 (2018-06-06) (bandara lama)
Konstruksi dan Fasilitas
Pintu1 (keberangkatan dan kedatangan)
Petugas TiketTidak ada
Pelayanan
Awal PelayananPukul 05.30 WIB
Akhir PelayananPukul 17.40 WIB
Layanan
Halte sebelumnya   Logo Trans Semarang.png   Halte berikutnya
Koridor 5
Terminus Koridor B
Lokasi pada peta
Halte Bandara Ahmad Yani berlokasi di Kota Semarang
Halte Bandara Ahmad Yani
Halte Bandara Ahmad Yani
Halte Bandara Ahmad Yani (Kota Semarang)


Taksi dan angkutan daring[sunting | sunting sumber]

Taksi yang bekerjasama dengan pihak bandara tersedia pada area pintu kedatangan bandara. Sebelum pengoperasian layanan Trans Semarang menuju terminal baru, angkutan daring dapat masuk ke wilayah keberangkatan untuk menjemput penumpang menuju keluar bandara. Namun permasalahan angkutan daring dengan taksi bandara[8] mengakibatkan sangat sedikitnya angkutan daring yang dapat mengambil penumpang menuju keluar bandara, hanya melayani angkutan menuju bandara.

Trans Semarang[sunting | sunting sumber]

Trans Semarang melayani perjalanan dari dan menuju bandara melalui dua koridor, yaitu koridor 5 dan koridor bandara, mulai 18 Februari 2019[9]. Halte yang digunakan untuk naik turun penumpang berada pada Halte Bandara Ahmad Yani yang terletak di jalan masuk lapangan parkir bandara (pada awal peletakkan, berada pada sebelah kiri pintu kedatangan. Dari halte tersambung ke terminal bandara dengan sebuah jembatan. Kedua koridor tersebut melanjutkan perjalanannya ke halte PRPP sebelum meneruskan perjalanannya ke tujuan akhir masing masing (koridor 5 ke Marina, koridor bandara ke Simpang Lima). Sebelum ini, koridor yang melayani saat terminal lama dioperasikan adalah Koridor 4.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pesawat Fokker di lapangan terbang Simongan pada tahun 1930-an