Stasiun Tuntang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Stasiun Tuntang
  • Singkatan: TTG
St.Tuntang.JPG
Stasiun Tuntang sebelum direnovasi
Lokasi
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Semarang
Kecamatan Tuntang
Desa Tuntang
Kode pos 50773
Sejarah
Dibuka 1871-1873
Informasi lain
Operator Daerah Operasi IV Semarang
Ketinggian ±464 m
Layanan Khusus untuk Kereta wisata Ambarawa-Tuntang dan Lori wisata Ambarawa-Tuntang
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur 3
Fasilitas yang tersedia di stasiun ini:
LiveryPapanStasiun 2017.svg
Fasilitas parkir: Ya


Stasiun Tuntang (TTG) merupakan stasiun kereta api yang terletak di kecamatan Tuntang dan berada di daerah perbatasan antara Salatiga dan kabupaten Semarang. Stasiun yang terletak pada ketinggian ±464 m ini terletak di Daerah Operasi IV Semarang.

Stasiun ini dahulu dibangun pada tahun 1871 dan pada 21 Mei 1873 dioperasikan. Stasiun Tuntang merupakan stasiun kelas III di jalur ini. Namun semenjak jalur yang menghubungkan Yogyakararta dan Kedungjati pada tanggal 1 Juni 1970 ini ditutup, stasiun ini dijadikan museum. Stasiun ini waktu baru ditutup sempat melayani kereta wisata Ambarawa-Tuntang namun itu tak berlangsung lama karena faktor rel yang rusak. Sebelumnya jalur sempat mangkrak ketika layanan kereta wisata ke Tuntang dihentikan, tetapi jalur kembali dibuka tahun 2002 setelah direnovasi. Mulanya, stasiun ini hanya dapat melayani lori Ambarawa-Tuntang. Namun pada tahun 2009 dimulailah renovasi dan stasiun ini melayani kereta uap wisata lagi.

Stasiun Tuntang pada tahun 1910-an

Direncanakan jalur menuju Kedungjati akan dihidupkan kembali dan hal ini terwujud dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Stasiun Ambarawa, hari Senin 14 Januari 2013. Rencananya jalur ini akan digunakan untuk angkutan penumpang dan wisata. Direncanakan kereta api komuter akan melayani pengguna kereta api di Jalur Ambarawa, Tuntang dan Kedungjati hingga Semarang.

Ke arah utara, rel masih ada. Namun hanya 300 meter setelah itu rel mulai timbul tenggelam. Saat ini Stasiun Tuntang mempunyai 2 jalur kereta api dan 1 jalur kereta api baru yang sedang dibangun disebelah gudang. Saat ini juga ada dipo lokomotif yang baru dibangun. Rencananya dipo lokomotif yang terletak disebelah timur Stasiun Tuntang ini akan menyimpan berberapa lokomotif diesel. Direncanakan Stasiun Tuntang akan dijadikan museum lokomotif diesel, mengingat lokomotif diesel hidraulik sudah hampir semuanya pensiun beroperasi dan mulai dipreservasi. Saat ini bangunan stasiun ini sedang dirombak, karena Jalur kereta api Kedungjati-Ambarawa sedang dibangun kembali. Rencananya stasiun dan jalur ini sudah bisa dioperasikan kembali dan dilewati kereta api lagi setelah 40 tahun mati suri.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Tahun 1876, penyair asal Perancis Arthur Rimbaud datang ke Jawa Tengah lewat stasiun Tuntang untuk bergabung dengan KNIL di Salatiga.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Stasiun sebelumnya   Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Lintas Kereta Api Indonesia Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg   Stasiun berikutnya
menuju Kedungjati
Kedungjati–Secang
menuju Secang