Stasiun Bedono

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Stasiun Bedono
  • Singkatan: BDN
  • Nomor: 3308
Stasiunbedono.jpg
Suasana Stasiun Bedono yang sepi pada hari biasa
Lokasi
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Semarang
Kecamatan Jambu
Desa Bedono
Sejarah
Dibuka 1905
Informasi lain
Operator Daerah Operasi IV Semarang
Kelas stasiun[1] III/kecil
Ketinggian +711 m
Letak[2] km 74+330 lintas YogyakartaMagelang KotaAmbarawa
Layanan Kereta wisata Ambarawa–Bedono

Stasiun Bedono (BDN) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di kecamatan Jambu, Semarang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +711 meter ini untuk sementara waktu merupakan stasiun semi-aktif yang letaknya paling selatan di Daerah Operasi IV Semarang. Stasiun ini mempunyai dua jalur kereta api, yaitu jalur 1 sebagai satu sepur lurus ditambah satu sepur badug yang menyambung dengan pemutar rel, namun sudah tak pernah dipakai lagi.

Dalam sejarahnya, stasiun ini dibangun bersama dengan pembangunan jalur kereta api Secang–Ambarawa. Jalur ini merupakan jalur kereta api pegunungan, menggunakan rel gigi, menghubungkan kawasan strategis militer Hindia Belanda di Kota Magelang dengan Benteng Willem I di Ambarawa. Hal ini bertujuan untuk mempermudah mobilitas tentara KNIL di kawasan tersebut. Pada tanggal 1 Februari 1905, jalur segmen ini telah selesai dibangun.[3]

Pada tahun 1976, jalur kereta api ini resmi ditutup, tetapi untuk mendukung operasi Museum Kereta Api Ambarawa, maka jalur hanya dipertahankan sampai stasiun ini.

Hanya satu layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini, yaitu kereta wisata Ambarawa–Tuntang yang ditarik lokomotif uap dan hanya dijalankan dalam format sewa mengingat usia lokomotif yang tidak memungkinkan untuk dijalankan reguler. Di stasiun ini, lokomotif akan menarik kembali kereta api menuju ke Museum Kereta Api Ambarawa.[4][5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Archiv Für Eisenbahnwesen. 58. 1935. 
  4. ^ Media, Kompas Cyber (2016-12-19). "Ingin Naik Kereta di Museum Ambarawa? Begini Caranya - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-08-04. 
  5. ^ "Jawa Tengah - Merdeka.com | Ini tarif sewa kereta api wisata di Ambarawa". Merdeka.com. Diakses tanggal 2018-08-04. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Jalur Kereta Api Mati, Potensi Wisata Baru

Stasiun sebelumnya   Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Lintas Kereta Api Indonesia Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg   Stasiun berikutnya
menuju Kedungjati
Kedungjati–Secang
menuju Secang

Koordinat: 7°18′33″LS 110°21′11″BT / 7,309169°LS 110,353007°BT / -7.309169; 110.353007