Jati, Kudus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Untuk kegunaan lain dari Jati, lihat Jati (disambiguasi).
Jati
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Kudus
Pemerintahan
 • Camat Hendro Martoyo,SH [1]
Luas 26,30 km²
Jumlah penduduk 91.350 jiwa (2006)
Kepadatan 3.255 jiwa/km²
Desa/kelurahan 14 desa/kelurahan

Jati adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan yang terdiri atas 14 desa dan terletak tepat di sebelah selatan ibu kota kabupaten Kudus ini terkenal dengan makanan khasnya yaitu "lentog".

Di kecamatan ini juga terdapat museum Kretek yang menjadi salah satu bukti keberadaan Kudus sebagai kota kretek sejak sebelum Indonesia merdeka.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Pusat Kecamatan Jati berada kurang lebih 4 km di sebelah selatan ibu kota Kabupaten Kudus dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

Sebagai mana layaknya wilayah yang berada di daerah tropis, suhu di kecamatan Jati berkisar 37 derajat celsius. Penggunaan lahan di Kecamatan Jati yaitu untuk tanah sawah seluas 1.312,236 Ha sedangkan untuk tanah kering 1.317,565 Ha.

Desa/kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Getaspejaten
  2. Jati Kulon
  3. Jati Wetan
  4. Jepangpakis
  5. Jetiskapuan
  6. Loram Kulon
  7. Loram Wetan
  8. Megawon
  9. Ngembal Kulon
  10. Pasuruhan Kidul
  11. Pasuruhan Lor
  12. Ploso
  13. Tanjungkarang
  14. Tumpangkrasak

Demografi[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kecamatan Jati berjumlah 91.350 jiwa yang terdiri dari 44.610 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 46.740 jiwa perempuan.

Penduduk kecamatan Jati sebagian besar berprofesi sebagai petani dan buruh di berbagai pabrik dan industri yang berada di Kudus.

Wisata[sunting | sunting sumber]

  • Museum Kretek; terletak di desa Getaspejaten. Merupakan bangunan adat Kudus yang di dalamnya berisi bukti-bukti sejarah yang membuktikan Kudus sebagai kota kretek.
  • Masjid Wali; berada di desa Loram Wetan.
  • Makanan Khas "lentog"; masakan dengan komposisi lontong dengan lauk sayur nangka muda (hampir mirip gudeg), sayur tahu dan tempe, diguyur santan kental, dan ditaburi bawang goreng. Makanan ini biasanya disajikan di atas piring kecil denga dialasi daun pisang, pas untuk menu sarapan. Lentog lebih nikmat disantap dengan lauk tambahan sate telur puyuh bumbu semur, sate usus, ditambah kerupuk.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]