Jekulo, Kudus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Jekulo
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Kudus
Pemerintahan
 • Camat Drs. Agus Budi Satriyo[1]
Luas 82,92 km²/8292 hektar⊃
Jumlah penduduk 94.356 jiwa (2008)
Kepadatan 1.067 jiwa/km²
Desa/kelurahan 12 desa

Jekulo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Berkas:Jekulo.jpg
Peta Kecamatan Jekulo

Secara Geografis letak kecamatan Jekulo berada di antara koordinat 6°52′0″LS,110°50′0″BT sampai dengan 7°16′0″LS,111°0′0″BT. Dengan batas wilayah antara lain:

Desa/kelurahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Jekulo terdiri atas 12 desa. Desa-desa tersebut yaitu:

  1. Bulung Kulon
  2. Bulungcangkring
  3. Gondoharum
  4. Hadipolo
  5. Honggosoco
  6. Jekulo
  7. Klaling
  8. Pladen
  9. Sadang
  10. Sidomulyo
  11. Tanjungrejo
  12. Terban

Demografi[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk di Kecamatan Jekulo berjumlah 94.356 jiwa (2008) dengan komposisi penduduk laki laki sebanyak 46.299 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 48.057 jiwa. Mayoritas penduduk Kecamatan Jekulo berprofesi sebagai petani.

Wisata[sunting | sunting sumber]

tempat wisata di Kecamatan Jekulo, yaitu:

Situs Patiayam merupakan lokasi ditemukan banyak fosil-fosil purbakala dan benda-benda peninggalan purbakala. Situs Patiayam secara adminsitratif termasuk ke dalam wilayah Desa Terban, Kecamatan Jekulo, terletak sekitar 15 km ke arah timur dari kota Kudus. Fosil pertama diketemukan pada tahun 1979 sebuah gigi prageraham bawah dan tujuh buah pecahan tengkorak manusia[2]. Selanjutnya banyak diketemukan fosil-fosil lainnya seperti tulang belulang binatang purba, seperti gajah purba Stegodon trigonochepalus, Elephas sp, rusa Cervus zwaani dan Cervus lydekkeri Martin. Jenis fosil binatang lain yang ditemukan di Situs Patiayam adalah badak (Rhinoceros sondaicus), babi (Sus brachygnatus), kucing (Felis sp), kerbau (Bubalus palaeokarabau), banteng (Bibos palaeosondaicus), buaya (Crocodilus sp), serta aneka jenis kerang-kerangan yang salah satunya diperkirakan fosil tersebut berumur 700.000 tahun hingga 1 juta tahun[3].

Rujukan[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]