Tanjungkarang, Jati, Kudus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian


Tanjungkarang
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Kudus
Kecamatan Jati
Luas 152.729 Ha
Jumlah penduduk 4.378 jiwa
Kepadatan -

Tanjungkarang adalah desa di kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Desa Tanjungkarang di berbatasan dengan :

  • sebelah utara berbatasan dengan desa
  • sebelah timur berbatasan dengan desa
  • sebelah selatan berbatasan dengan desa
  • sebelah barat berbatasan dengan desa

Administratif[sunting | sunting sumber]

Luas tanah desa Tanjungkarang 152.729 Ha, berupa :

  • Tanah sawah 83.761 Ha
  • Tanah kering 14.204 Ha
  • Perkebunan 22.798 Ha
  • Sisanya berupa jalan dan sungai.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Tanjungkarang dahulunya merupakan Pelabuhan Transit di tepi selat Muria. Pada saat itu, selat muria masih dalam, dan lebar, jalan pintas perdagangan. Pelabuhan Tanjung Karang adalah pelabuhan transit penghubung ke pelabuhan Demak, Jepara dan Juwana. Komoditas utama ekspor Pelabuhan Tanjung Karang adalah kayu yang berasal dari muria, yang juga digunakan sebagai salah satu material pembangunan Masjid Agung Demak.

Pemdes Tanjungkarang[sunting | sunting sumber]

Struktur pemerintah desa Tanjungkarang periode 2009-2013:

  • Kepala Desa = Ngatmin
  • Sekretaris (Carik) =
  • Bendahara =
  • Tata Usaha = Ilyas
  • Modin = Saman
  • Ketua BUMDes =
  • Komandan Hansip (Petengan) =
  • Ladu =
  • Bayan =
  • Kamituwo =

Mata Pencaharian[sunting | sunting sumber]

Jumlah Penduduk desa Tanjungkarang 4.378 orang terdiri 1.204 KK, Mata pencahariannya :

  • Buruh industri : 773 orang
  • Burung Bangunan : 456 orang
  • Pedagang : 264 orang

Sosial Agama[sunting | sunting sumber]

Tempat peribadatan :[sunting | sunting sumber]

  • Masjid : 3
  • Gereja : 1
  • Klentheng : 1

Pemeluk agama:[sunting | sunting sumber]

  • Islam : 3.990 orang
  • Kristen Protestan : 221 orang
  • Kristen Katolik : 117 orang
  • Budha : 50 orang

Sikap toleransi yang baik terjadi antar pemeluk agama yang ada di desa Tanjung Karang. Desa Tanjung Karang terkenal dengan makanan khasnya yaitu Lentog Tanjung.

Perencanaan[sunting | sunting sumber]

Alangkah baiknya Kepala Desa Tanjungkarang memiliki rencana membuat bangunan pelabuhan di sungai yang dahulunya Selat Muria, Pelabuhan yang dibuat Kepala Desa tersebut untuk tempat bersandarnya perahu-perahu wisata. Maka Desa Tanjungkarang selain untuk mengenang sejarah masa lalu juga menjadi sarana tempat wisata, sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Tanjungkarang.