Kabupaten Jepara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Jepara)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Jepara
Kabupaten di Jawa Tengah, Indonesia
Jepara, Jepara Sub-District, Jepara Regency, Central Java, Indonesia - panoramio.jpg
Kura-Kura Ocean Park, salah satu wisata populer di Jepara[1]
logo
Lambang
Julukan: 
Kota Ukir, Bumi Kartini, Scheveningen van Java
Motto: 
Trus Karyo Tataning Bumi (bahasa Indonesia: Terus Bekerja Keras Membangun Daerah)

Semboyan: The World Carving Centre
33.20.00 JawaTengah Jepara.svg
Kabupaten Jepara is located in Jawa
Kabupaten Jepara
Kabupaten Jepara
Kabupaten Jepara is located in Indonesia
Kabupaten Jepara
Kabupaten Jepara
Koordinat: 6°32′00″S 110°40′00″E / 6.5333°S 110.6667°E / -6.5333; 110.6667
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
Tanggal peresmian10 April
Dasar hukumUU No. 13 Tahun 1950
Ibu kotaJepara
Pemerintahan
 • BupatiDian Kristiandi
 • Wakil Bupatikosong
Luas
 • Total1.057,10 km2 (408,15 sq mi)
Populasi
 • Total1.184.947 jiwa
 • Kepadatan1.121/km2 (2,900/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 97,66%
Kristen 1,95%
Protestan 1,86%
Katolik 0,09%
Buddha 0,34%
Hindu 0,04%
Lainnya 0,01%[2]
 • BahasaIndonesia, Jawa
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0291 (daratan)
0297 (Karimunjawa)
Kode Kemendagri33.20 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan16 kecamatan
Jumlah kelurahan11 kelurahan
Jumlah desa184 desa
DAURp 1.052.629.221.000,- (2020)[3]
IPMKenaikan 71,99 (2020)
Tinggi[4]
Bandar udaraBandara Dewandaru (Karimunjawa)
Flora resmiDurian Petruk
Fauna resmiElang Laut Dada Putih
Situs webjepara.go.id

Jepara (bahasa Jawa: ꦏꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀​ꦗꦼꦥꦫ, translit. Kabupatèn Jepara, pengucapan bahasa Jawa: [kabupat̪ɛn d͡ʒəpɔrɔ]) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Kecamatan Jepara. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di barat dan utara, Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus di timur, serta Kabupaten Demak di selatan. Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa, yang berada di Laut Jawa.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Menurut sejarahwan Hindia Belanda Cornelis Lekkerkerker, nama Jepara berasal dari kata Ujungpara yang kemudian berubah menjadi kata Ujung Mara, Jumpara, dan akhirnya Jepara atau Japara. Kata Ujungpara berasal dari bahasa Jawa yang terdiri atas dua kata, yaitu Ujung dan Para. Kata Ujung berarti “bagian darat yang menjorok jauh ke laut”, sedangkan kata Para, berarti "menunjukkan arah”. Dengan demikian, kata Ujungpara berarti “suatu daerah yang letaknya menjorok jauh ke laut”. Dalam sumber lain, kata Para merupakan kependekan dari Pepara, yang artinya "bebakulan mrono mrene" (berdagang ke sana ke mari). Dengan artian ini, maka kata Ujungpara juga berarti "sebuah ujung tempat bermukimnya para pedagang dari berbagai daerah".[5]

Geografis[sunting | sunting sumber]

Secara geografis Kabupaten Jepara terletak pada posisi 110°9'48,02" sampai 110°58'37,40" Bujur Timur dan 5°43'20,67" sampai 6°47'25,83" Lintang Selatan, sehingga merupakan daerah paling ujung sebelah utara dari Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Jepara terletak di Pantura Timur Jawa Tengah yang bagian barat dan utaranya dibatasi oleh laut. Bagian timur wilayah kabupaten ini merupakan daerah pegunungan. Luas wilayah daratan Kabupaten Jepara 1.004,132 km2 dengan panjang garis pantai 72 km. Wilayah tersempit adalah Kecamatan Kalinyamatan (24,179 km²) sedangkan wilayah terluas adalah Kecamatan Keling (231,758 km²).[6]

Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa, yakni gugusan pulau-pulau di Laut Jawa. Dua pulau terbesarnya adalah Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan. Sebagian besar wilayah Karimunjawa dilindungi dalam Cagar Alam Laut Karimunjawa.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah administrasi Kabupaten Jepara meliputi:

Utara Laut Jawa
Timur Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus
Selatan Kabupaten Demak
Barat Laut Jawa

Topografi[sunting | sunting sumber]

Secara topografi, Kabupaten Jepara dapat dibagi dalam empat wilayah yaitu wilayah pantai di bagian pesisir Barat dan Utara, wilayah dataran rendah di bagian tengah dan Selatan, wilayah pegunungan di bagian Timur yang merupakan lereng Barat dari Gunung Muria dan wilayah perairan atau kepulauan di bagian utara merupakan serangkaian Kepulauan Karimunjawa.

Dengan kondisi topografi demikian, Kabupaten Jepara memiliki variasi ketinggian antara 0 m sampai dengan 1.301 m dpl (dari permukaan laut), daerah terendah adalah Kecamatan Kedung antara 0 - 2 mdpl yang merupakan dataran pantai, sedangkan daerah yang tertinggi adalah Kecamatan Keling antara 0-1.301 mdpl merupakan perbukitan. Variasi ketinggian tersebut menyebabkan Kabupaten Jepara terbagai dalam empat kemiringan lahan, yaitu datar 41.327,060 Ha, bergelombang 37.689,917 Ha, curam 10.776 Ha dan sangat curam 10.620,212 Ha.[6]

Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Daratan utama Kabupaten Jepara berdasarkan sistem hidrologi merupakan kawasan yang berada pada lereng Gunung Muria bagian barat yang mengalir sungai-sungai besar yang memiliki beberapa anak sungai. Sungai-sungai besar tersebut antara lain Sungai Gelis, Keling, Jarakan, Jinggotan, Banjaran, Mlonggo, Gung, Wiso, Pecangaan, Bakalan, Mayong dan Tunggul. Berdasarkan karakteristik topografi wilayah, aliran sungai relatif dari daerah hulu di bagian timur (Gunung Muria) ke arah barat (barat daya, barat, dan barat laut) yaitu daerah hilir (laut Jawa).[6]

Geologi[sunting | sunting sumber]

Daratan utama Kabupaten Jepara memiliki beberapa jenis tanah, yang dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis tanah berikut Andosol coklat, terdapat diperbukitan bagian utara dan puncak Gunung Muria seluas 3.525,469 Ha, Regosol terdapat dibagian utara seluas 2.700,857 Ha, Alluvial terdapat di sepanjang pantai utara seluas 9.126,433 Ha, Asosiasi Mediterian terdapat di pantai barat seluas 19.400,458 Ha dan Latosol yang merupakan jenis tanah paling dominan di Kabupaten Jepara terdapat di perbukitan Gunung Muria seluas 65.659,972 Ha.[6]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Suhu udara di wilayah Jepara bervariasi antara 21°–34°C dengan kelembapan nisbi sebesar ±81%. Iklim di wilayah Jepara adalah iklim tropis dengan tipe muson tropis (Am) yang memiliki dua musim yang dipengaruhi oleh pergerakan angin muson, yakni musim penghujan dan musim kemarau. Musim kemarau di wilayah Jepara berlangsung saat angin muson timur–tenggara yang bersifat kering dan dingin bertiup, yakni pada periode MeiOktober dengan bulan terkering adalah Agustus yang curah hujan bulanannya kurang dari 25 mm per bulan. Sementara itu, musim penghujan di Jepara berlangsung ketika periode bertiupnya angin muson barat daya–barat laut yang bersifat basah dan lembab, angin muson ini berlangsung pada periode NovemberApril dengan bulan terbasah adalah Januari yang curah hujan bulanannya lebih dari 500 mm per bulan. Curah hujan tahunan di wilayah Jepara berkisar antara 2.200–2.800 mm per tahun dengan jumlah hari hujan berkisar antara 100–150 hari hujan per tahun.

Data iklim Jepara, Jawa Tengah, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.6
(87.1)
31.5
(88.7)
31.9
(89.4)
32.8
(91)
32.9
(91.2)
32.1
(89.8)
32.5
(90.5)
33.3
(91.9)
34.3
(93.7)
34.7
(94.5)
33.1
(91.6)
31.7
(89.1)
32.62
(90.71)
Rata-rata harian °C (°F) 26.4
(79.5)
26.9
(80.4)
27.5
(81.5)
27.2
(81)
27.1
(80.8)
26.8
(80.2)
26.5
(79.7)
26.9
(80.4)
27.7
(81.9)
28.5
(83.3)
27.8
(82)
26.9
(80.4)
27.18
(80.93)
Rata-rata terendah °C (°F) 22.2
(72)
22.3
(72.1)
23
(73)
22.6
(72.7)
22.4
(72.3)
21.5
(70.7)
20.6
(69.1)
20.6
(69.1)
21.3
(70.3)
22.2
(72)
22.6
(72.7)
22.2
(72)
21.96
(71.5)
Presipitasi mm (inci) 646
(25.43)
481
(18.94)
363
(14.29)
170
(6.69)
93
(3.66)
55
(2.17)
27
(1.06)
20
(0.79)
41
(1.61)
86
(3.39)
219
(8.62)
442
(17.4)
2.643
(104,05)
Rata-rata hari hujan 20 19 16 12 9 5 2 2 4 8 14 18 129
% kelembapan 85 85 84 82 81 79 75 74 75 78 80 84 80.2
Rata-rata sinar matahari bulanan 165 163 195 216 239 245 272 294 273 264 226 191 2.743
Sumber #1: Climate-Data.org[7]
Sumber #2: Weatherbase[8]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pemandangan kota Jepara di sekitar tahun 1650, dengan latar belakang Gunung Muria.
Gunung Muria pada pertengahan abad ke-16, ketika masih terpisah oleh Selat Muria
Pengukir Jepara di zaman kolonial
Rumah warga Jepara era Hindia Belanda.

Jauh sebelum adanya kerajaan-kerajaan di tanah jawa. Di ujung sebelah utara pulau Jawa sudah ada sekelompok penduduk yang diyakini orang-orang itu berasal dari daerah Yunnan Selatan yang kala itu melakukan migrasi ke arah selatan. Jepara saat itu masih terpisah oleh selat Juwana.

Asal nama Jepara berasal dari perkataan Ujung Para, Ujung Mara dan Jumpara yang kemudian menjadi Jepara, yang berarti sebuah tempat permukiman para pedagang yang berniaga ke berbagai daerah. Menurut buku “Sejarah Baru Dinasti Tang (618-906 M)” mencatat bahwa pada tahun 674 M seorang musafir Tionghoa bernama I-Tsing pernah mengunjungi negeri Holing atau Kaling atau Kalingga yang juga disebut Jawa atau Japa dan diyakini berlokasi di Keling, kawasan timur Jepara sekarang ini, serta dipimpin oleh seorang raja wanita bernama Ratu Shima yang dikenal sangat tegas.

Menurut seorang penulis Portugis bernama Tomé Pires dalam bukunya “Suma Oriental”, Jepara baru dikenal pada abad ke-XV (1470 M) sebagai bandar perdagangan yang kecil yang baru dihuni oleh 90-100 orang dan dipimpin oleh Aryo Timur dan berada di bawah pemerintahan Demak. Kemudian Aryo Timur digantikan oleh putranya yang bernama Pati Unus (1507-1521). Pati Unus mencoba untuk membangun Jepara menjadi kota niaga.

Pati Unus dikenal sangat gigih melawan penjajahan Portugis di Malaka yang menjadi mata rantai perdagangan nusantara. Setelah Pati Unus wafat digantikan oleh ipar Faletehan /Fatahillah yang berkuasa (1521-1536). Kemudian pada tahun 1536 oleh penguasa Demak yaitu Sultan Trenggono, Jepara diserahkan kepada anak dan menantunya yaitu Ratu Retno Kencono dan Pangeran Hadirin, suaminya. Namun setelah tewasnya Sultan Trenggono dalam Ekspedisi Militer di Panarukan Jawa Timur pada tahun 1546, timbulnya geger perebutan tahta kerajaan Demak yang berakhir dengan tewasnya Pangeran Hadiri oleh Aryo Penangsang pada tahun 1549.

Kematian orang-orang yang dikasihi membuat Ratu Retno Kencono sangat berduka dan meninggalkan kehidupan istana untuk bertapa di Bukit Danaraja. Setelah terbunuhnya Aryo Penangsang oleh Sutowijoyo, Ratu Retno Kencono bersedia turun dari pertapaan dan dilantik menjadi penguasa Jepara dengan gelar Nimas Ratu Kalinyamat.

Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat (1549-1579), Jepara berkembang pesat menjadi Bandar Niaga utama di Pulau Jawa, yang melayani eksport import. Disamping itu juga menjadi Pangkalan Angkatan Laut yang telah dirintis sejak masa Kerajaan Demak.

Sebagai seorang penguasa Jepara, yang gemah ripah loh jinawi karena keberadaan Jepara kala itu sebagai Bandar Niaga yang ramai, Ratu Kalinyamat dikenal mempunyai jiwa patriotisme anti penjajahan. Hal ini dibuktikan dengan pengiriman armada perangnya ke Malaka guna menggempur Portugis pada tahun 1551 dan tahun 1574. Adalah tidak berlebihan jika orang Portugis saat itu menyebut sang Ratu sebagai Rainha de Jepara Senora de Rica, yang artinya Raja Jepara seorang wanita yang sangat berkuasa dan kaya raya.

Serangan sang Ratu yang gagah berani ini melibatkan hampir 40 buah kapal yang berisikan lebih kurang 5.000 orang prajurit. Namun serangan ini gagal, ketika prajurit Kalinyamat ini melakukan serangan darat dalam upaya mengepung benteng pertahanan Portugis di Malaka, tentara Portugis dengan persenjataan lengkap berhasil mematahkan kepungan tentara Kalinyamat.

Namun semangat Patriotisme sang Ratu tidak pernah luntur dan gentar menghadapi penjajah bangsa Portugis, yang pada abad 16 itu sedang dalam puncak kejayaan dan diakui sebagai bangsa pemberani di Dunia.

Dua puluh empat tahun kemudian atau tepatnya Oktober 1574, sang Ratu Kalinyamat mengirimkan armada militernya yang lebih besar di Malaka. Ekspedisi militer kedua ini melibatkan 300 buah kapal di antaranya 80 buah kapal jung besar berawak 15.000 orang prajurit pilihan. Pengiriman armada militer kedua ini di pimpin oleh panglima terpenting dalam kerajaan yang disebut orang Portugis sebagai Quilimo.

Walaupun akhirnya perang kedua ini yang berlangsung berbulan-bulan tentara Kalinyamat juga tidak berhasil mengusir Portugis dari Malaka, namun telah membuat Portugis takut dan jera berhadapan dengan Raja Jepara ini, terbukti dengan bebasnya Pulau Jawa dari Penjajahan Portugis pada abad 16 itu.

Sebagai peninggalan sejarah dari perang besar antara Jepara dan Portugis, sampai sekarang masih terdapat di Malaka komplek kuburan yang disebut sebagai Makam Tentara Jawa. Selain itu tokoh Ratu Kalinyamat ini juga sangat berjasa dalam membudayakan SENI UKIR yang sekarang ini jadi andalan utama ekonomi Jepara yaitu perpaduan seni ukir Majapahit dengan seni ukir Patih Badarduwung yang berasal dari Negeri Cina.

Menurut catatan sejarah Ratu Kalinyamat wafat pada tahun 1579 dan dimakamkan di Desa Mantingan Jepara, di sebelah makam suaminya Pangeran Hadirin. Mengacu pada semua aspek positif yang telah dibuktikan oleh Ratu Kalinyamat sehingga Jepara menjadi negeri yang makmur, kuat dan mashur maka penetapan Hari Jadi Jepara yang mengambil waktu dia dinobatkan sebagai penguasa Jepara atau yang bertepatan dengan tanggal 10 April 1549 ini telah ditandai dengan Candra Sengkala Trus Karya Tataning Bumi atau terus bekerja keras membangun daerah.

Untuk Tahun 2010 ini, Jepara telah mendapatkan sertifikasi Indikasi Geografis terhadap produk Ukirnya yang sangat khas.[9]

Kerajaan[sunting | sunting sumber]

di Jepara terdapat beberapa Kerajaan pada masanya, yaitu:

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Daftar ini dimulai dari tahun 1950, yaitu tahun ditetapkannya Jepara sebagai kabupaten dalam Jawa Tengah.[10][11]

Bupati[sunting | sunting sumber]

No Foto Nama Mulai Jabatan Akhir Jabatan Keterangan
1 Soyoto Sastro Wardoyo 1950 1954
2 Soetarjo 1954 1957
3 H.
Sahlan Ridwan
1957 1961
4 R. Soenarto 1961 1965
5 H.
Zubaidi Ali
1965 1967
6 Moehadi
S.H.
1967 1973
7 Soewarno Djojo Mardowo
S.H.
1973 1976
8 Soedikto
S.H.
1976 1981
9 H.
Hisom Prasetyo
S.H.
1981 1991
10 Drs.
Bambang Poerwadi
1991 1996
11 Drs.
Soenarto
1997 2002
12 Drs. H.
Hendro Martojo
M.M.
2002 2012
13 Ahmad Marzuqi, 2016.jpg K.H.
Ahmad Marzuqi
S.E.
2012 2019
14 Dian Kristiandi, 2016.jpg Dian Kristiandi
S.Sos.
2019 Petahana [Ket. 1]

Wakil Bupati[sunting | sunting sumber]

No Foto Nama Mulai Jabatan Akhir Jabatan
1 K.H.
Ali Irfan Muhtar
2002 2007
2 Ahmad Marzuqi, 2016.jpg K.H.
Ahmad Marzuqi
S.E.
2007 2012
3 SUBROTO BUPATI JEPARA 2017 (cropped).jpg Dr. H.
Subroto
S.E., M.M.
2012 2017
4 Dian Kristiandi, 2016.jpg Dian Kristiandi
S.Sos.
2017 2019


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Jepara dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2009–2014 2014–2019 2019–2024
  PPP 10 Penurunan 9 Kenaikan 10
  PDI-P 9 Kenaikan 10 Penurunan 8
  NasDem (baru) 5 Kenaikan 7
  PKB 4 Kenaikan 5 Kenaikan 6
  Gerindra (baru) 6 Kenaikan 8 Penurunan 5
  Golkar 6 Penurunan 5 Penurunan 4
  PAN 3 Steady 3 Penurunan 2
  Demokrat 5 Penurunan 2 Steady 2
  PKS 2 Steady 2 Steady 2
  Perindo (baru) 2
  Hanura (baru) 3 Penurunan 1 Steady 1
  Berkarya (baru) 1
  PKNU 1
  Barnas 1
Jumlah Anggota 50 Steady 50 Steady 50
Jumlah Partai 11 Penurunan 10 Kenaikan 12


Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
33.20.08 Bangsri 12 Desa
33.20.05 Batealit 11 Desa
33.20.16 Donorojo 8 Desa
33.20.06 Jepara 11 5 Desa
Kelurahan
33.20.13 Kalinyamatan 12 Desa
33.20.10 Karimunjawa 4 Desa
33.20.01 Kedung 18 Desa
33.20.09 Keling 12 Desa
33.20.14 Kembang 11 Desa
33.20.04 Mayong 18 Desa
33.20.07 Mlonggo 8 Desa
33.20.12 Nalumsari 15 Desa
33.20.15 Pakis Aji 8 Desa
33.20.02 Pecangaan 12 Desa
33.20.11 Tahunan 15 Desa
33.20.03 Welahan 15 Desa
TOTAL 11 184

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Wisata alam[sunting | sunting sumber]

Pusat kuliner di Jepara (sebelah barat SCJ)

Wisata Sejarah[sunting | sunting sumber]

Wisata Cagar Alam[sunting | sunting sumber]

Wisata Cagar Budaya[sunting | sunting sumber]

Wisata Desa[sunting | sunting sumber]

Wisata Keluarga[sunting | sunting sumber]

Wisata Air[sunting | sunting sumber]

  • Pemancingan Cemoro Kembar, di Ngabul
  • Kolam Pemancingan dan Warung Makan Kalinyamatan, di Batukali
  • Pemancingan Resto Cafe Lumbung Djati, di Ngabul

Wisata Kuliner[sunting | sunting sumber]

  • Pasar Payung (Pusat Kuliner), di Plajan
  • Belum Ada Nama Resmi dari Pemkab(mungkin bisa diberi nama Jepara Culinary Centre), di Jobokuto (Belakang SCJ)
  • Belum Ada Nama Resmi dari Pemkab(mungkin bisa diberi nama Karimunjawa Culinary Centre), di Karimunjawa (Dekat Alun-Alun Kota Karimunjawa)
  • Belum Ada Nama Resmi dari Pemkab(mungkin bisa diberi nama Pecangaan Culinary Centre), di Pecangaan Kulon (Sebelah Utara PT Dasaplast)

Wisata Malam[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Jepara terdapat beberapa tempat wisata malam yang positif bagi anak-anak hingga dewasa, yaitu:

Wisata Religi[sunting | sunting sumber]

Wisata belanja[sunting | sunting sumber]

Perayaan[sunting | sunting sumber]

Perayaan Tradisional[sunting | sunting sumber]

Perayaan Modern[sunting | sunting sumber]

Seni budaya[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten Jepara terdapat berbagai jenis kesenian, yaitu:

Jenis kesenian tradisional Samroh, Gambus, dan Angguk, semuanya bernapaskan Islam. Jenis kesenian tradisional lainnya adalah dagelan, emprak, ketropak, ludruk, kentrung, keroncong,dan prasah. Melalui beberapa kesenian tradisional ini, pemerintah menggunakannya untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat misalnya mengenai pembangunan dan keluarga berencana.

Kuliner khas[sunting | sunting sumber]

Masakan[sunting | sunting sumber]

Soto Jepara soto khas Jepara
Soto Bumbu soto khas Jepara.
Tongseng Cumi di alun-alun Karimunjawa.
Bakso Karimunjawa di alun-alun Karimunjawa.

Kabupaten Jepara mempunyai bermacam-macam masakan khas Jepara, di antaranya:

Bahan utamanya ikan (diusahakan ikan segar) ditambah bumbu-bumbu: bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, sereh, jahe, terasi (sedikit), gula merah, garam, merica / lada, daun salam, dan lengkuas. Semua bumbu diracik dan direbus, setelah air mendidih ikan dimasukkan sampai masak. Diusahakan jangan terlalu lama supaya lebih fresh dan protein ikan tidak banyak yang hilang.

Soto Ayam Jepara rasanya berbeda dengan Soto Ayam Kudus, Semarang, di karenakan adanya Kucai di dalam Soto Jepara.

Soto Bumbu adalah soto dari Jepara rasanya sangat berbeda dengan Soto yang lain, karena pada umumnya soto menggunakan daging ayam. Sedangkan Soto Bumbu menggunakan daging sapi, usus sapi, dan babat sapi.

Sop udang sama dengan sop pada umumnya, hanya saja sop ini memakai kaldu udang dan di tambah udang goreng serta cabe mentah yang ditumbuk (digeprek). Sop ini akan lebih nikmat dimakan selagi masih panas atau hangat.

Sup ini termasuk dalam masakan fusion, adalah paduan kuliner lokal dan asing, yaitu perpaduan Kuliner Belanda, Cina, dan Jawa. Salah satu contoh yang tersaji di sini adalah “pangsit” yang tidak tampak seperti pangsit yang kita kenal, tetapi justru berupa sup bening dengan dadar gulung udang yang cantik. Sup ini hampir serupa dengan pangsit pengantin yang berbahan utama pangsit goreng. Sup Pangsit Jepara adalah salah satu masakan kesukaan R.A. Kartini.

Opor Panggang adalah opor khas Jepara. Opor ini hampir mirip dengan Opor Bakar yaitu opor khas Kudus, tetapi rasanya lebih nikmat Opor Panggang. Karena proses pembuatannya ayam di masak dalam kuali yang terbuat dari tanah liat, sehingga daging ayam dan bumbu opornya memiliki cita rasa yang khas.

Bongko mento adalah salah satu sajian asal keraton Jepara. Sajian yang dibungkus dengan daun pisang ini berisi dadar yang telah diisi dengan tumisan suwiran dada ayam yang dicampur dengan jamur kuping, soun, dan santan. Kudapan ini bisa menjadi pilihan snack gurih untuk arisan atau pesta kecil di rumah anda.

Lontong Krubyuk seperti lontong pada umumnya, lontong krubyuk disajikan dengan campuran tauge setengah matang. Lengkap dengan irisan daun seledri. Yang membedakan dengan makanan lontong lainnya, Lontong Krubyuk diberi suwiran daging ayam semur disiram dengan kuah bakso.

Singit terbuat dari daging sapi sekel, santan kelapa, kecap manis, garam, cabai merah, bawang putih, bawang merah, gula merah, kemudian campur daging, bumbu halus, santan, kecap, dan garam, lalu masak di atas api dengan panas sedang sampai matang dan kuah mengental.

Terbuat dari daging sekel, garam, merica bubuk, pala bubuk, kecap manis, minyak untuk menumis, dan lain-lain.

Masakan ini biasanya disajikan di waktu siang hari, Sayur Pepaya Jepara terbuat dengan bahan utamanya adalah pepaya muda yang diracik dengan santan, kluwek, dan lain-lain.

Sayur asem asal Jepara ini memang mirip dengan sayur asem asal Jakarta, tidak seperti sayur asem asal Jawa Tengah yang cenderung bening.

Jepara adalah salah satu kota yang ada di Jawa Tengah ini memiliki sajian yang bisa menjadi pilihan untuk menu sehari-hari. Namanya sayur betik asal Jepara ini menggunakan pepaya muda dan daging tetelan sebagai bahan utamanya.

Terbuat dari daging tanpa lemak, lengkuas, daun salam, bawang merah, bawang putih, cabai merah, asam jawa, gula pasir, dan lain-lain.

Terbuat dari daging kambing yang lembut dan campuran rempah-rempah membuat Gule Petih Jepara ini cocok untuk teman makan nasi pada Hari Raya Lebaran maupun Idul Adha.

Terbuat dari Ayam fillet, udang jerbung, kaldu ayam, santan, serai, daun jeruk, garam, gula pasir, minyak untuk menumis, dan lain-lain.

Sayur Keluak Ayam adalah makan khas Jepara.

Kagape kambing mudah di jumpai ketika hari raya Idul Adha.

Bakso biasanya menggunakan daging Kambing, Kerbau, ataupun Sapi. Di Jepara Bakso menggunakan daging ikan ekor kuning.

Bahan-bahanya adalah tepung, daging ikan tongkol, air, dan lain-lain.

Tongseng biasanya yang menggunakan daging Kambing, Kerbau, ataupun Sapi. Kalau di Jepara bukan dari bahan tersebut melainkan dari daging Cumi-cumi maka dinamakan Tongseng Cumi atau Tongseng Cumi-Cumi.

Rempah terbuat dari kelapa parut dan ikan dan lain-lain.

Daging ikan kerapu/tengiri yang dihaluskan dicampur dengan tepung beras dan dibentuk gelondongan seperti kapsul lalu dibungkus daun pisang/plastik kemudian dikukus, kemudian di iris agak tebal-tebal, maka siap di sajikan bersama sambal maupun saus. di Jepara ada kebiasaan menyantap gulungan bakal kerupuk itu ketika masih kenyal. Cukup diiris agak tebal, Anda akan memperoleh rasa gurih gulungan tersebut. Rasanya tergantung campurannya, apakah ikan atau udang. Kalau merasa agak kurang nyaman memakan langsung, bisa menggorengnya. Cukup hanya garing di luar, kemudian angkat. Paling nikmat disantap ketika masih panas dengan colekan saus sambal. Rasanya tidak kalah gurih dibanding Empek-empek.

Horok-horok adalah tepung sagu yang dikukus. Setelah masak dituang dalam tempayan dan diaduk dengan sisir. Sehingga walaupun kenyal dan liat,namun bentuknya menjadi butiran-butiran kecil menyerupai sterofoam. Untuk menambah rasa, bisa ditambahkan sedikit garam dan dimakan sebagai campuran bakso, gado-gado, pecel, atau sate kikil.

Hoyok-hoyok atau disebut juga Oyol-Oyol terbuat dari tepung tetapioka di campur dengan air dan kelapa, setelah jadi di hidangkan dengan tambahan parutan kelapa. Hoyok-hoyok adalah versi manis dari Horok-Horok.

Adalah sate yang menggunakan daging Sapi yang dipadukan dengan bumbu-bumbu khas Jepara.

Sate kikil atau disebut sate cecek adalah sate kulit sapi yang diberi bumbu kacang biasanya disantap untuk lauk makan horok-horok.

Adalah ikan laut yang dipanggang (dibakar) dan disajikan bersama sambal santan.

Ikan teri mentah yang dikeringkan dan diberi garam, bentuknya seperti bakwan.

Sambal[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Jepara memiliki sambal khas Jepara, diantaranya:

Bahan utamanya adalah Petis Udang atau Cumi-cumi, yang di campur dengan garam, gula, kecap, bawang putih goreng dan uleg kembali. Tuang air dan uleg sampai merata. Taburkan bawang goreng untuk menyedapkannya.

Bahan untuk membuat Sambal Raden khas Jepara, yaitu: Minyak Goreng, Cabai Keriting, Cabai Rawit, Tomat, Terasi, dan garam. Proses pembuatan Sambal Raden, Digoreng semua bahan sampai layu, kemudian diuleg semua bahan, masukan sedikit garam, dan sedikit moto, uleg sampai halus. Setelah sudah cukup halus, siap dihidangkan. Sambal Raden sangat nikmat dimakan dengan lauk tempe goreng ataupun ayam goreng dan nasi putih panas.

Bahan dasarnya adalah parutan kelapa.

Bahan utamanya adalah Jambu Mete, yang di campur dengan cabai merah, cabai rawit, terasi, kacang mete goreng, gula, dan garam. Haluskan semua bahan menjadi sampai halus. Setelah halus, Sajikan Sambal Jambu Monyet dengan lalapan mentah dan nasi putih panas.

Salad[sunting | sunting sumber]

Kuluban di Pasar Karangrandu
Brayo di Pasar Karangrandu

Kabupaten Jepara mempunyai bermacam-macam salad khas Jepara, di antaranya:

Sajian yang terdiri dari berbagai macam sayuran dan disajikan dengan bumbu kelapa ini biasanya kita sebut dengan Urap. Tapi di Jepara hidangan ini disebut kuluban yang sedikit membedakan Kuluban dengan Urap adalah Kuluban terdapat nangka muda rebus dan taoge yang disajikan mentah.

Brayo adalah buah dari mangrove jenis si api-api. Cara penyajian adalah Brayo di rendam dalam air kapur selama seharian, lalu di masak selama seharian, setelah matang di sajikan dengan parutan Kelapa.

Sejenis rumput laut yang bentuknya bulat-bulat kecil, enak dimakan dalam keadaan segar, dan konon bisa menyembuhkan radang tenggorok, amandel.

Sajian yang terdiri dari berbagai macam sayur mayur dengan bumbu kunyit cabai merah dan serutan kelapa.

Minuman[sunting | sunting sumber]

Adon-Adon Coro ada di Shopping Centre Jepara (S.C.J).
Sajian Es Gempol

Kabupaten Jepara mempunyai bermacam-macam minuman khas Jepara, di antaranya:

Sutet adalah Susu Telur Tegangan Tinggi. Cara membuatnya susu cair dipanaskan ke dalam panci, setelah susu mulai matang, pecah kan telur, Masukan telur ke mangkuk, Lalu ambil sedikt air susu yang sudah mendidih ke mangkuk (agar telur tidak kaget), Lalu aduk sampai rata (karena jika telur langsung ditaruh ke panci akan menjadi telur rebus), Lalu masukan telur kedalam panci yang berisi susu, Lalu campur dengan perasan gingseng rebus, Lalu masukan ke gelas, diberi gula sesuai selera, siap disajikan.

Horok-Horok banyak dijajakan diwarung bersama bakso atau janganan, horok-horok tersebut sebagai pengganti nasi atau lontong. Yang paling diminati adalah horok-horok dimakan dengan lauk sate cecek. Horok-horok juga dapat menjadi minuman, yaitu Wedang Horok-Horok bisa disajikan hangat ketika cuaca dingin dan juga bisa disajikan dengan es batu di cuaca yang panas.

Kopi Dapur Kuwat mudah ditemukan di warung kopi daerah kecamatan Keling. Kopi dapur Kuwat adalah gabungan Kopi dari daerah kopi unggul yaitu Damarwulan, Tempur, Kunir, Watuaji. Sehingga kopi yang dihasilkan dari racikan tersebut begitu nikmat dan istimewa.

Kopi Tempur adalah kopi yang sudah tersohor di Jepara bahkan sudah di ekspor ke luar negeri. Kopi Tempur kini sudah masuk salah satu hotel di Jepara yaitu BayFront Villa di Pantai Teluk Awur. Kopi Tempur berasal dari desa Tempur Kecamatan Keling.

Kopi Damarwulan adalah kopi yang sudah tersohor di Jepara bahkan sudah di ekspor ke luar negeri. Kopi Damarwulan kini sudah masuk hotel dan kafe di Jepara. Kopi Damarwulan berasal dari desa Damarwulan Kecamatan Keling.

Adon-adon coro merupakan minuman tradisional dengan bahan: jahe, gula merah, santan, potongan kelapa muda (dibakar), dan jamu (rempah-rempah). Cara pembuatannya adalah: jahe, gula merah, santan, dan potongan kelapa direbus dengan air secukupnua sampai mendidih. Sedangkan rempah-rempah sebagai jamu penolak masuk angin diracik (dicampur) tersendiri. Cara penyajiannya: satu sendok jamu ditaruh di dalam mangkuk, lalu disiram dengan wedang jahe dan diminum selagi masih panas / hangat. Pada sore dan malam hari penjaja minuman Adon-adon coro banyak kita jumpai di pelataran sekitar Shopping Centre Jepara (SCJ) di sebelah utara Alun-alun Jepara. Harganya cukup murah dan dijamin dapat menghangatkan badan.

Bahan-bahannya terdiri dari gempol/pleret, santan, dan gula cair. Gempol/pleret berasal dari tepung beras yang dibuat adonan, dibentuk dan diberi warna lalu dikukus. Gempol berbentuk bulat sebesar kelereng sedangkan pleret berbentuk seperti kantong kecil. Cara penyajiannya sangat sederhana, gempol/pleret dimasukkan gelas/mangkuk lalu disiram santan dan gula. Gempol dan pleret dapat disajikan sendiri-sendiri atau secara bersamaan. Bagi yang suka minuman segar, dapat ditambah es secukupnya.

Bahan minuman ini adalah cendol dari tepung sagu/aren, gula merah, dan santan. Semua bahan dicampur jadi satu dalam gelas/mangkuk, bila diperlukan ditambah aroma/rasa buah tertentu, paling nikmat bila dicampur buah durian dan bila diperlukan ditambah es secukupnya.

Minuman ini bahan utamanya adalah degan (kelapa muda).

Jajan Pasar[sunting | sunting sumber]

Hoyok-Hoyok di Pasar Karangrandu.
Tawur di Pasar Karangrandu.
Moto Belong di Pasar tradisional Jepara.

Kabupaten Jepara mempunyai bermacam-macam jajanan pasar khas Jepara, di antaranya:

Makanan khas dari desa Pendosawalan yang bahanya dari ketan yang di campur dengan kacang tolo, kemudian direbus sampai matang, siap disajikan.

Makanan yang berbentuk menyerupai Klepon namun tidak ada parutan kelapa. Kintelan biasanya disajikan dengan kuah santan kental.

Jajanan pasar khas Jepara yang berbahan dasar Jagung, mudah di temui di Pasar Anggur, Pasar Kalinyamatan, Pasar Karangrandu, dll.

Makanan sejenis gethuk, yang berasal dari Jepara. Bahan-bahanya berasal dari ketela pohon yang direbus sampai matang hingga lembek lalu dibentuk dan diberi taburan kelapa parut dan gula merah.

Makanan yang bahan-bahannya tepung kanji, tepung beras, garam, gula pasir, daun suji, pewarna makanan.

Tapai yang dibungkus adonan tepung terigu ditambah gula & garam secukupnya (bila diperlukan) digoreng.

Putu yang terbuat dari sagu dan kelapa parut.

Gethuk dengan rasanya yang khas Jepara.

Madu mongso sangat mudah ditemukan di Jepara teutama saat Hari raya Idul Fitri. Selain di Jepara, Madu Mongso juga dapat ditemukan di Kudus.

Poci terbuat dari adonan tepung ketan dan santan kemudian dibentuk kerucut dan dibungkus daun pisang. Didalamnya diisi campuran parutan kelapa & gula merah lalu dikukus.

Sejenis kue lapis terdiri dari + 5 lapisan. Bahan pembuatnya: tepung beras, tepung tetapioka, tepung maizena, gula merah, santan, garam, dan daun pandan (sebagai aroma). Tepung beras, tetapioka, dan gula merah dubuat adonan dan direbus lalu dicurahkan sehingga membentuk 4 lapisan. Kemudian tepung maizena & santan direbus dan dicurah pada lapisan paling atas. Sedangkan garam & daun pandan merupakan pelengkap dalam setiap adonan.

Sejenis kue lapis yang tersusun lebih dari 5 lapisan. Bahan pembuatnya: tepung beras, tepung tetapioka, gula merah, gula pasir, santan, garam, pala, dan daun pandan (sebagai aroma). Tepung beras, tetapioka, gula pasir, dan santan dibuat adonan dan direbus lalu dicurahkan sehingga membentuk 3 lapisan. Kemudian tepung beras, tetapioka, gula merah dansantan direbus dan dicurah pada 2 lapisan atas. Pada permukaan paling atas ditaburi pala yang ditumbuk (dihaliskan). Sedangkan garam & daun pandan merupakan pelengkap dalam setiap adonan.

Bahan pembuatnya terdiri: tepung ketan, tepung tetapioka, santan, gula pasir, air jahe, dan pewarna. Semua bahan (kecuali warna) dibuat menjadi satu adonan lalu dikukus. Di bagian atas kue diberikan warna sesuai selera supaya lebih menarik.

Klenyem terbuat dari singkong (ketela pohon) yang diparut dan diperas (untuk mengurangi patinya) kemudian dibentuk gepeng dan oval di dalamnya diisi gula merah lalu digoreng.

Untuk membuat kenyol, singkong/ketela pohon diparut dan diperas, kemudian diisi gula merah dan dibungkus daun pisang lalu dikukus.

Nogosari terbuat dari tepung beras yang dibuat adonan, diisi pisang masak, dibungkus daun pisang, lalu dikukus.

Cara membuat moto belong adalah singkong diparut dan diperas lalu diisi pisang masak dan dibentuk seperti kapsul (bila perlu diberi warna). Setelah itu dibungkus daun pisang dan dikukus. Penyajiannya dengan cara dipotong/diiris tipis-tipis (sehingga berbentuk menyerupai bola mata) dan dicampur dengan parutan kelapan yang ditambah sedikit gula dan garam.

Oleh-oleh[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Jepara mempunyai bermacam-macam oleh-oleh khas Jepara, di antaranya:

Kacang tanah yang masih ada kulitnya alias belum di kupas kulitnya, di sangrai dengan pasir putih sampai warna kulit kacang menjadi kehitaman atau sampai gosong.
Biji kacang yang masih terbungkus kulit ari diberi bumbu bawang putih dan garam lalu dikeringkan (diangin-angin). Kemudian digoreng dengan pasir putih sampai masak. Jangan lupa, kacang dituang ke pasir setelah pasir dalam keadaan panas.
Bahan baku kerupuk tengiri adalah bontosan (Bontosan merupakan bahan baku kerupuk tengiri. Daging ikan tengiri yang dihaluskan dicampur dengan tepung beras dan dibentuk gelondongan seperti kapsul lalu dibungkus daun pisang/plastik kemudian dikukus) yang diiris tipis lalu dijemur di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering. Setelah kering digoreng dengan minyak goreng atau dengan pasir putih (istilahnya kerupuk bakar).
Bahan baku kerupuk kerapu adalah bontosan (Bontosan merupakan bahan baku kerupuk kerapu. Daging ikan kerapu yang dihaluskan dicampur dengan tepung beras dan dibentuk gelondongan seperti kapsul lalu dibungkus daun pisang/plastik kemudian dikukus) yang diiris tipis lalu dijemur di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering. Setelah kering digoreng dengan minyak goreng atau dengan pasir putih (istilahnya kerupuk bakar).
Bahan pembuat carang madu adalah tepung beras, gula merah, dan bumbu (garam dan lain-lain.). Cara pembuatannya: tepung dibuat adonan agak encer dan dibentuk seperti sarang/jaring laba-laba (dengan media plastik yang diberi lubang kecil di sudutnya) lalu dijemur hingga kering. Setelah itu digoreng, selagi masih panas diberi siraman adonan gula pasir yang diberi pewarna makanan yang berwarna merah.
Asal mula durian ini adalah dari Dukuh Randusari Desa Tahunan – Jepara. Bentuk buahnya bulat telur terbalik (ujungnya agak runcing), kulit buahnya tipis (+ 3 mm), dan warnanya hijau kekuningan. Daging buah berwarna kuning, berserat halus, agak lembek, dan rasanya sangat manis, namun aromanya tidak begitu tajam / menyengat. Jumlah pongge per buah berkisar antara 5-10 biji sempurna. Ukuran bijinya kecil dan berbentuk lonjong. Kemampuan produksi antara 50 – 150 buah per pohon dengan berat buah masing-masing antara 1 kg. – 1,5 kg. Durian Petruk sekarang sudah dilepas sebagai varietas unggul nasional dan terus diteliti untuk dikembangkan. Setiap tahun, di Jepara selalu diadakan Lomba Buah-Buahan dengan durian sebagai kontestan utamanya. Event ini berlangsung pada bulan Desember, saat musim durian mencapai puncaknya. Sentra penjualan durian di Jepara adalah Pasar Ngabul (7 km sebelum masuk kota Jepara dari arah Kudus). Tapi jika anda ingin menikmati buah durian sambil menikmati suasana pedesan, anda dapat membeli langsung kepada pemilik pohon yang tersebar hampir disemua desa di Kecamatan Tahunan dan Kecamatan Jepara, dan biasanya harganya lebih murah.
Jeruk Jepara alias jeruk swing (Limnocitrus littoralis (Mig) Swing), tanaman ini memiliki kekuatan yang luar biasa. Antara lain tahan penyakit dan mampu hidup di tanah berpasir yang berkadar garam tinggi. Juga banyak terdapat di daerah rawa-rawa di pinggir pantai dan tepian sungai dekat pantai. Sifat pertumbuhan tanaman mirip sekali dengan pohon bakau. Ketika hampir seluruh tanaman jeruk di pantai utara Jawa Tengah terserang penyakit, ternyata jeruk jepara masih tetap bertahan, sehat dan tidak terkena pengaruh apa-apa. Ini membuktikan bahwa jeruk jepara cukup ampuh dan dapat dipergunakan sebagai batang bawah jeruk komersial yang mudah terserang penyakit. Sebagai batang bawah kemungkinan besar jeruk jepara dapat digunakan sebagai ‘anti’ penyakit CVPD.

Cendera mata[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Jepara mempunyai bermacam-macam Cenderamata khas Jepara, di antaranya:

Macan Kurung ukuran mini atau Macan Kurung dalam bentuk gantungan kunci, Merupakan kerajinan miniatur Macan Kurung yang sangat cocok menjadi cenderamata bagi sanak-saudara, karena selain untuk mempermanis ruangan atau meja, hal tersebut juga dikarenakan kerajinan Macan Kurung merupakan kerajinan tingkat tinggi disebabkan cara pembuatannya yang spesial juga mempunyai nilai sejarah dan nasionalis.
Tugu identitas khas Jepara salah satunya adalah Tugu Kartini. Miniatur Tugu Kartini sangat cocok menjadi menjadi cenderamata bagi sanak-saudara, selain karena Tugu Kartini sebagai Tugu bahwa Jepara tempat Kartini dilahirkan, tugu tersebut juga sebagai tugu selamat datang di Kabupaten Jepara.
Patung kecil atau patung mini merupakan cendera fovorit para wisatawan yang ke Jepara.

Souvenir[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Jepara mempunyai bermacam-macam Souvenir khas Jepara, di antaranya:

Jepara terkenal dengan kain Tenun Ikat Trosonya yang kini menjadi oleh-oleh favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Jepara.
Batik Jepara mengunakan motif khas Jepara yaitu ukiran kayu Jepara. Tetapi juga terdapat motif lainnya yaitu Motif Parang Poro, Motif Lung-Lungan, Motif Kembang Setaman, Motif Elung Bimo Kurdo, Motif Sido Arum, Motif Sekar Jagat Bumi Kartini, dan lain-lain. Batik yang ada di Jepara ini aromanya telah menyebar ke seluruh penjuru negeri.
  • Kaos "I Love Jepara"
Merupakan Kaos dengan gambar ataupun tulisan berbentuk I Love Jepara.

Aksesoris[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Jepara mempunyai bermacam-macam Aksesoris khas Jepara, di antaranya:

  • Perhiasan Monel
Desa Kriyan merupakan pusat dari penjualan Perhiasan dari bahan Monel. Perhiasan tersebut berupa gelang, cincin, liontin, kalung, anting - anting, dan lain-lain.
  • Pernak Pernik Kayu
Aneka macam pernak-pernik yang terbuat dari kayu khas Jepara (Karimunjawa) yaitu Kayu Bertuah Setigi, Dewadaru, Kalimosodo. Juga tersedia dalam bentuk kacamata bingkai kayu, jam tangan kayu, tasbih, gelang, cincin, kalung, dan gantungan kunci yang terbuat dari kayu. Juga terdapat berbentuk patung ataupun miniatur yang terbuat dari kayu diantaranya miniatur mobil, miniatur motor, lampu hias, rekal, dan lain-lain. Pernak-pernik dari kayu tersebut sangat cocok menjadi aksesoris khas Jepara yang diberikan untuk sanak-saudara.

Buah-buahan[sunting | sunting sumber]

Jepara terdapat beberapa buah khas, yaitu:

Potensi Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Jepara dikenal sebagai kota ukir, karena terdapat sentra kerajinan ukiran kayu ketenarannya hingga ke luar negeri. Kerajinan mebel dan ukir ini tersebar merata hampir di seluruh kecamatan dengan keahlian masing-masing. Namun sentra perdagangannya terlekat di wilayah Ngabul, Senenan, Tahunan, Pekeng, Kalongan dan Pemuda. Selain itu, Jepara merupakan kota kelahiran pahlawan wanita Indonesia R.A. Kartini.

Potensi Kabupaten Jepara:

Komoditas Ekspor:

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Puskesmas[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Jepara memiliki beberapa Puskesmas, di antaranya:

Klinik[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Jepara terdapat beberapa Klinik, di antaranya:

Rumah Sakit[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Jepara memiliki beberapa Rumah Sakit, di antaranya:

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pendidikan Anak Usia Dini[sunting | sunting sumber]

PAUD Terfavorit di Kabupaten Jepara, yaitu:

Taman Kanak-Kanak Negeri[sunting | sunting sumber]

TK Negeri Terfavorit di Kabupaten Jepara, yaitu:

Taman Kanak-Kanak Swasta[sunting | sunting sumber]

TK Swasta Terfavorit di Kabupaten Jepara, yaitu:

  • TK Baitul Mustaqim, di Robayan
  • TK Al-Fatah, di Robayan
  • TK Muslimat Nahdlaul Ulama Robayan, di Robayan
  • TK Pertiwi Demaan, di Demaan

Sekolah Dasar Negeri[sunting | sunting sumber]

SD Negeri di Kabupaten Jepara, yaitu:

Sekolah Dasar Swasta[sunting | sunting sumber]

SD Swasta di Kabupaten Jepara, yaitu:

  • SDIT Sultan Agung 05 Kalinyamatan, di Kriyan
  • SDUT Bumi Kartini, Kuwasen

Madrasah Ibtidaiyah[sunting | sunting sumber]

MI Swasta terfavorit di Kabupaten Jepara, yaitu:

  • MI Tasywiqush Shogirin, di Robayan
  • MI Terpadu Al-Falah, di Bakalan
  • MI Miftahul Huda Sinanggul 01, di Sinanggul
  • MI Mathalibul Huda Mlonggo, di Jambu
  • MI Darul Huda 2, di Mlonggo

SMP Negeri[sunting | sunting sumber]

SMP Negeri di Kabupaten Jepara, yaitu:

Kab. Jepara

SMP Swasta[sunting | sunting sumber]

SMP Swasta terfavorit di Kabupaten Jepara, yaitu:

Madrasah Tsanawiyah[sunting | sunting sumber]

MTS Swasta di Kabupaten Jepara, yaitu:

Jepara|Mayong Lor

SMA Negeri[sunting | sunting sumber]

SMA Negeri di Kabupaten Jepara, yaitu:

SMA Swasta[sunting | sunting sumber]

SMA Swasta di Kabupaten Jepara, yaitu:

SMK Negeri[sunting | sunting sumber]

SMK Negeri di Kabupaten Jepara, yaitu:

SMK Swasta[sunting | sunting sumber]

SMK Swasta di Kabupaten Jepara, yaitu:

Jl. K. H. Abdullah Mathori No. 234 Bandungharjo, Donorojo

Madrasah Aliyah Negeri[sunting | sunting sumber]

MA Negeri terfavorit di Kabupaten Jepara, yaitu:

Madrasah Aliyah Swasta[sunting | sunting sumber]

MA Swasta terfavorit di Kabupaten Jepara, yaitu:

Pondok Pesantren[sunting | sunting sumber]

Pondok Pesantren di Jepara, yaitu:

  • Pondok Pesantren Al-Fatah, di Robayan
  • Pondok Pesantren Ash-Shiddqi, di Robayan
  • Pondok Pesantren Baiturrochim, di Robayan
  • Pondok Pesantren Miftahul Ulum, di Robayan
  • Pondok Pesantren Al-Quran Ar-Roudloh, di Robayan
  • Pondok Pesantren Nailun Najah, di Kriyan
  • Pondok Pesantren Al-Falah, di Bakalan
  • Pondok Pesantren Al-Hidayah, di Purwogondo
  • Pondok Pesantren Rodlatul Huda, di Margoyoso
  • Pondok Pesantren Mamba'ul-Ulum, di Bandungrejo
  • Pondok Pesantren Miftahun Najah, di Tahunan
  • Pondok Pesantren Darussaadah, di Bugel
  • Pondok Pesantren Al-Qonitat Miftahu Najah, di Tahunan
  • Pondok Pesantren API Al-Hikmah, di Singorojo
  • Pondok Pesantren Al-Muna, di Mayong Lor
  • Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, di Bandungharjo
  • Pondok Pesantren Ar-ridlwaniyyah 1 & 2, di G Kid

Perguruan Tinggi[sunting | sunting sumber]

Jepara terdapat beberapa perguruan tinggi, yaitu:

Pelatihan Kerja[sunting | sunting sumber]

Jepara terdapat beberapa lembaga pelatihan kerja, yaitu:

Media Massa[sunting | sunting sumber]

Televisi[sunting | sunting sumber]

Jepara memiliki sejumlah televisi, di antaranya:

Nama Buatan Frekuensi Situs web
3TV SMAN 3 Jepara XX UHF www.sman3jepara.com
JSTV SMKN 3 Jepara XX UHF www.smkn3jepara.com

Radio[sunting | sunting sumber]

Jepara memiliki sejumlah radio, di antaranya:

Nama Frekuensi Situs web
R-lisa FM FM 94,7 www.rlisafmjepara.com
Swara Jepara FM FM 100,9 www.swarajepara.com
DNA Jepara FM FM 104,0 www.dnafm.net
Kartini FM FM 94,2
---
Citra FM FM 50,0
---
Pop FM Jepara FM 97,3
---
Rawit FM Jepara FM 88,8 www.rawitfm.com

Majalah[sunting | sunting sumber]

Jepara memiliki sejumlah majalah, di antaranya:

Nama Penerbit
Majalah Gelora Pemkab Jepara
Majalah Pena Swasta
Klik Fakta Cv. Klik Fakta Nusantara
Majalah Shima LPM Bursa F. Syari'ah Unisnu Jepara

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Terdapat beberapa jenis moda transportasi di Jepara, di antaranya:

Jalur udara[sunting | sunting sumber]

Pesawat Susi Air merupakan salah satu alat transportasi untuk ke Karimunjawa, dengan menggunakan pesawat ini perjalanan yang di tempuh 30-40 menit dari Bandara Ahmad Yani sampai Bandara Dewandaru.

Pesawat Airfast Indonesia yang digunakan adalah jenis perintis dari maskapai penerbangan Airfast Indonesia dengan kapasitas penumpang sebanyak 17 orang dan frekuensi penerbangan dua kali dalam seminggu.

Pesawat Nam Air yang digunakan adalah jenis pesawat tipe ATR 72-60 dari maskapai penerbangan Nam Air dengan kapasitas penumpang sebanyak 72 orang dan frekuensi penerbangan tiga kali dalam seminggu.

Jalur laut[sunting | sunting sumber]

Kapal Motor cepat Kartini 1 merupakan salah satu alat transportasi untuk ke Karimunjawa, dengan menggunakan KMC Kartini 1 perjalanan yang di tempuh 3-4 jam dari Pelabuhan Kartini sampai Pelabuhan Karimunjawa.

Kapal Express Cantika 89 merupakan salah satu alat transportasi untuk ke Karimunjawa, dengan menggunakan Kapal ini perjalanan yang di tempuh 1,5-2 jam dari Pelabuhan Kartini sampai Pelabuhan Karimunjawa.

Merupakan salah satu alat transportasi untuk ke Karimunjawa, dengan menggunakan Kapal ini perjalanan yang di tempuh 5-6 jam dari Pelabuhan Kartini sampai Pelabuhan Karimunjawa.

Jalur darat[sunting | sunting sumber]

Kereta Motor atau di singkat menjadi Kremon adalah alat transportasi Khas Jepara yang dibuat oleh Pemkab Jepara dengan bekerja sama dengan PT. Tossa Semarang, sistemnya seperti naik becak yaitu bisa naik di mana saja tidak harus ke terminal.

Ada beberapa angkudes di Jepara dengan jurusan yang berbeda-beda sesuai dengan warna angkudes tersebut. Warna Biru Muda dengan jurusan Pasar Kalinyamatan - Ujung Pandan.

Adalah alat transportasi yang berbentuk seperti Delman. Dokar merupakan alat transportasi yang menghubungkan suatu pasar ke pasar yang lain. Dokar bisa dijumpai di Pasar Tradisional seperti Pasar kalinyamatan, Pasar Welahan, Pasar Mayong, dan lain-lain.

Becak bisa dijumpai di Pertigaan Gotri Kalinyamatan

Dulu, terdapat perusahaan kereta api dan trem Semarang Joana Stroomtram Maatschappij (SJS). Perusahaan tersebut pada tahun 1885 membuka jalur Semarang-Genuk-Demak-Kudus-Pati-Joana (sekarang Juwana). Setelah itu, pada 5 Mei 1895 perusahaan tersebut menambah jalurnya ke timur yakni membuka jalur Kudus-Mayong-Gotri-Pecangaan. Pada 1 Mei 1900 juga menambah jalur kereta api ke barat hingga mencapai Rembang dan Lasem. Pada tahun itu juga, pada 10 November SJS membuka jalur baru lagi yang melayani rute Mayong-Welahan-Demak-Semarang

Terdapat taksi di Jepara, Kalau taksi di kota-kota di Indonesia menggunakan model sedan. Berbeda dengan di Jepara taksinya dengan model mini bus.

Banyak bus di Jepara dengan berbagai jurusan dari antar kota, antar provinsi, hingga antar pulau.

  1. Jepara - Semarang
  2. Jepara - Kudus
  3. Jepara - Tayu
  4. Jepara - Jakarta
  5. Jepara - Bandung
  6. Jepara - Tasikmalaya
  7. Jepara - Surabaya
  8. Jepara - Denpasar
  9. Jepara - Kediri (belum ada)
  10. Jepara - Malang (belum ada)
  11. Jepara - Solo (belum ada)
  12. Jepara - Yogyakarta (belum ada)

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Tim[sunting | sunting sumber]

Jepara memiliki klub profesional dalam beberapa cabang olahraga yang mengikuti kompetisi nasional, yaitu:

  • Cabang Sepak bola: Persijap Jepara
  • Cabang Futsal: Macan Kurung FC
  • Cabang Renang: Gelora Tirta Swimming Club
  • Cabang Bulu Tangkis: PB. Djarum Kudus
  • Cabang Tenis Lapangan: Pelita Harapan

Kompetisi[sunting | sunting sumber]

Jepara memiliki kompetisi untuk beberapa cabang olahraga, yaitu:

  • Cabang Sepak bola: Liga PSSI Pengcab Jepara (Yazztea Jepara League)
  • Cabang Memancing: Bupati Jepara Cup
  • Cabang Balap Sepeda: Jepara Open BMX dan MTB 4 Cross

Kota Kembar[sunting | sunting sumber]

Kota-kota lain yang menjadi bagian dari proyek kota kembar dari kota Jepara adalah:

Nomor Telepon Tanggap Darurat Jepara[sunting | sunting sumber]

Nomor penting dan darurat Kabupaten Jepara:

  • Mapolres Jepara: (0291) 591110
  • Polisi Lantas Jepara: (0291) 591510
  • Polisi Reskrim Jepara: (0291) 593632
  • Polisi Intelkam Jepara: (0291) 598752
  • Polisi Air Jepara: (0291) 598391
  • Kantor Pos: (0291) 591011
  • Pelabuhan Karimunjawa: (0297) 312121
  • Pelabuhan Kartini: (0291) 595203
  • Pusat Informasi Wisata Jepara: (0291) 591169
  • Jepara Rescue: 085727721773
  • SAR Jepara: (0291) 595941
  • BPBD Jepara:
    • Telepon: (0291) 598216
    • Emergency: (0291) 598291
    • SMS: 08112766451
  • Ambulans: 118
  • PMI Jepara: (0291) 591342
  • Gangguan Listrik: (0291) 591021
  • Gangguan Telepon: 117
  • Pemadam Kebakaran: (0291) 592113
  • Pemadam Grista: (0291) 592706
  • RSUD Kartini: (0291) 591175
  • RSUP Kelet: (0291) 579002
  • RS Islam Sultan Hadirin: (0291) 591507
  • RS Graha Husada: (0291) 592067
  • RS Aulia Medica: (0291) 593627
  • RS PKU Muhammadiyah: (0291) 4256500 & (0291) 4256556
  • RS Kusta Donorojo: (0291) 5792002 & (0291) 578161
  • Apotek Lisa 24: (0291) 592051 (Depan Gedung NU Jl. Pemuda 51 A Jepara)

Tokoh Jepara[sunting | sunting sumber]

Tokoh politik[sunting | sunting sumber]

Tokoh agama[sunting | sunting sumber]

Tokoh wanita[sunting | sunting sumber]

Tokoh selebriti[sunting | sunting sumber]

Tokoh olahraga[sunting | sunting sumber]

Legenda[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Setiawan, Wikha. "Wahana Kura-kura Masih Jadi Daya Pikat Pantai Kartini Jepara". Detik.com. Diakses tanggal 2021-09-07. 
  2. ^ a b "Kabupaten Jepara Dalam Angka 2021" (pdf). Badan Pusat Statistik Jepara. hlm. 5, 33, 92–94. Diakses tanggal 15 Juni 2021. 
  3. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 15 Juni 2021. 
  4. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 15 Juni 2021. 
  5. ^ Supriyono, Agustinus (2013-01-15). "TINJAUAN HISTORIS JEPARA SEBAGAI KERAJAAN MARITIM DAN KOTA PELABUHAN". Paramita: Historical Studies Journal (dalam bahasa Inggris). 23 (1). doi:10.15294/paramita.v23i1.2494. ISSN 2407-5825. 
  6. ^ a b c d "Profil Jepara" (PDF). 
  7. ^ "Jepara, Jawa Tengah, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 16 September 2020. 
  8. ^ "Jepara, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 16 September 2020. 
  9. ^ "Indikasi Geografis Jepara". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-04-24. Diakses tanggal 2021-06-11. 
  10. ^ "Kabupaten Jepara: "Bumi Kartini" di Utara Jawa Tengah". Kompaspedia. 2021-04-26. Diakses tanggal 2021-05-24. 
  11. ^ Citra Daerah Kabupaten Jepara Dalam Arsip (PDF). Arsip Nasional Republik Indonesia. 2017. ISBN 978-602-6503-09-1. Ringkasan. 
  12. ^ Amali, Zakki (2019-09-03). "Bupati Jepara Nonaktif Ahmad Marzuqi Divonis 3 Tahun Penjara". Tirto.id. Diakses tanggal 2021-05-23. 
  13. ^ "Lantik Bupati Jepara, Ini Pesan Ganjar". Portal Resmi Provinsi Jawa Tengah. 2020-06-02. Diakses tanggal 2021-05-23. 
  14. ^ Javano
  15. ^ "Saudara Swalayan". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-08-31. Diakses tanggal 2021-03-27. 
  16. ^ https://www.gatra.com/detail/news/495519/ekonomi/jadi-rebutan-parijoto-resmi-menjadi-tanaman-lokal-jepara

Buku[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Dian Kristiandi menjadi Pelaksana Tugas Bupati Jepara setelah Ahmad Marzuqi ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atas kasus suap Hakim Pengadilan Negeri Semarang dan divonis tiga tahun penjara pada 2019.[12] Setelah menjabat selama kurang lebih setahun, akhirnya ia dilantik sebagia Bupati Jepara pada 2 Juni 2020.[13]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]