Robayan, Kalinyamatan, Jepara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Robayan
ربيان
ꦢꦼꦩꦏ꧀
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenJepara
KecamatanKalinyamatan
Kodepos
59467
Kode Kemendagri33.20.13.2010 Edit the value on Wikidata
Luas98,00 km2
Jumlah penduduk6.300 jiwa
Kepadatan64 jiwa/km2

Robayan (bahasa Jawa: Hanacarakaꦢꦼꦩꦏ꧀, Pegon ربيان) adalah desa di kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Desa Robayan dahulunya adalah salah satu daerah yang terdapat di dalam Benteng Kerajaan Kalinyamat. Selain Desa Robayan ada juga Sekarjati , Desa Kriyan, Desa Bakalan, Desa Margoyoso, yang dahulu juga daerah tersebut di dalam lingkungan kota di dalam benteng.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Asal usul nama Robayan ada tiga versi yaitu:

  • Baya atau Bebaya

Kata Robayan berasal dari kata Baya (dibaca boyo) artinya bahaya, karena daerah Robayan dahulunya daerah baya (bahaya), sebab daerah ini merupakan bekas kota dalam tembok benteng yang di jebol dan di bumi hanguskan oleh pasukan Kerajaan Mataram yang dipimpin oleh Sutawijaya pada tahun 1599 M. Daerah itu disebut Kutha Bedhah, Sehingga daerah ini terkenal sangat bahaya (baya) dan angker. Namun setelah lama tidak ada yang bermukim di daerah itu, terdapat seorang yang tinggal disana yang mengajarkan ilmu ilmu agama, orang itu sangat di tuakan oleh karena itu di panggil mbah, banyak orang menyebut beluau dengan sebutan Mbah Ro Baya yang berasal dari kata Mbah Karo Baya yang artinya orang pintar yang tinggal dengan bahaya. karena dia tinggal didaerah bahaya. Maka daerah ini di kenal dengan sebutan Daerah Robaya (dibaca Roboyo), lambat laun berubah menjadi daerah dengan nama Robayan.

  • Bebrayan

Robayan disebut berasal dari kata Bebrayan yang artinya masyarakat. Daerah ini merupakan pemukiman warga masyarakat Kerajaan Kalinyamat, karena daerah ini adalah kota di dalam benteng kerajaan kalinyamat. Kriyan merupakan pemukiman para bangsawan Kerajaan Kalinyamat, karena letaknya dekat istana keraton kalinyamat. Sedangkan Robayan merupakan pemukiman masyarakat Kerajaan Kalinyamat.

  • Al Bayan

Robayan berasal dari kata Al Bayan artinya Penerang. Karena dahulu banyak yang belajar ilmu agama dari berbagai daerah kesini, sebab Robayan dahulunya merupakan pusat belajar ilmu agama. Bahkan KH. Maimoen Zubair (Rembang) juga pernah bilang dahulu Desa Robayan isinya Santri semua, isinya Kyai semua. Makanya tak khayal desa ini disebut-sebut sebagai Desa Santri.

  • Ro Al Bayan

Mbah ROBOYO adalah dulunya seorang prajurit MAJAPAHIT yang mempunyai tugas menyebarkan agama islam. Dalam menjalankan tugasnya beliau berjalan hingga sampai di daerah Jepara, pertama singgah beliau di daerah Bangsri entah karena apa beliau di Bangsri mengalami rasa tidak nyaman dan kegundahan hatinya, untuk menanggulangi rasa itu beliau bermunajad beberapa malam sampai beliau bermimpi bertemu dengan seorang yang sangat sepuh yaitu SAYYID ABU BAKAR.

Beliau diberi petunjuk untuk meneruskan perjalanannya tapi beliau masih bingung dengan bahasa yang disampaikan SAYYID ABU BAKAR untuk ke mana dan arah mana. Sehingga beliau tetap tinggal di Bangsri walaupun dengan penuh kebimbangan dan kegundahan hati, sehingga beliau tetap tak henti-hentinya bermunajad, sehingga pada suatu malam beliau bermimpi bertemu dengan KI AGENG BANGSRI, beliau disarankan untuk berjalan ke arah DEMAK, dalam perjalanan menuju demak beliau lelah dan beristirahat di Robayan dan bermimpi yang isinyabeliau disuruh berhenti untuk tidak melanjutkan perjalannnya. Dengan senang hati beliau merasa terpantau terbimbing dengan sesepuh beliau berucap ROBAYaN yang berasal dari kata Ro dan Bayan, Ro dari kata karo yang artinya dengan, sedangkan bayan artinya penerang/pemberitahuan/bimbingan. Sehingga Robayan artinya dengan bimbingan atau TERBIMBING.

InsyaALLAH nama aslinya MBAH ROBOYO yaitu SAYYID THOHIR Bin ABDULLAH Bin ABDUL LATIF Bin HUSEN

Tokoh[sunting | sunting sumber]

Beberapa orang tokoh yang berpengaruh di Desa Robayan, yaitu:

  • Mbah Robaya (di baca Mbah Roboyo)

Mbah Robaya adalah dulunya seorang prajurit Majapahit yang mempunyai tugas menyebarkan agama islam. Dalam menjalankan tugasnya beliau berjalan hingga sampai di daerah Jepara, pertama singgah beliau di daerah Bangsri entah karena apa beliau di Bangsri mengalami rasa tidak nyaman dan kegundahan hatinya, untuk menanggulangi rasa itu beliau bermunajad beberapa malam sampai beliau bermimpi bertemu dengan seorang yang sangat sepuh yaitu SAYYID ABU BAKAR. Beliau diberi petunjuk untuk meneruskan perjalanannya tapi beliau masih bingung dengan bahasa yang disampaikan SAYYID ABU BAKAR untuk ke mana dan arah mana. Sehingga beliau tetap tinggal di Bangsri walaupun dengan penuh kebimbangan dan kegundahan hati, sehingga beliau tetap tak henti-hentinya bermunajad, sehingga pada suatu malam beliau bermimpi bertemu dengan Ki Ageng Bangsri, beliau disarankan untuk berjalan ke arah Demak, dalam perjalanan menuju demak beliau lelah dan beristirahat di Robayan dan bermimpi yang isinya beliau disuruh berhenti untuk tidak melanjutkan perjalannnya. Dengan senang hati beliau merasa terpantau terbimbing dengan sesepuh beliau berucap ROBAYaN yang berasal dari kata Ro dan Bayan, Ro dari kata karo yang artinya dengan, sedangkan bayan artinya penerang/pemberitahuan/bimbingan. Sehingga Robayan artinya dengan bimbingan atau Terbimbing.

  • Mbah Raden
  • Mbah Ahmad

adalah seorang kyai yang juga merenovasi pertama Masjid Jami' Baiturrohman 1 Robayan.

adalah seorang kyai juga seorang pendiri MI, MTS, MA Tasywiqul Banat dalam naungan Yayasan Pendidikan Islam Al-Muslim. Selain menaungi pendidikan formal yayasan ini juga menaungi TPQ, Majlis Ta'lim. KH Ahmad Kholil (Bakalan) salah satu Kiai yang mengaji dengan KH Muslim.

  • KH. Noor Ahmad,Ss

adalah seorang kyai yang ahli dalam bidang ilmu falak. Beliau juga merupakan utusan Gusdur untuk mengubah haji Akbar, bahkan sampai Arab Saudi Dianggapnya pada waktu itu ahli falak di NU hanya Nur Ahmad Jepara. Beliau juga saksi ahli Syamsul Hilal.

  • KH. Nahrowi

adalah Kiai yang merupakan penasehat panitia Masjid Jami' Baiturrahman 1 Robayan, Imam Masjid, dan Kepala sekolah Madrasah Dinniyah Wustha Al-Azhar Robayan.

  • K. Noor Faiq Busro

adalah seorang kyai muda yang cerdas dicintai anak-anak muda dan ibu-ibu. Karena dapat merangkul kawula muda dan kaum ibu-ibu, dengan pengajarannya yang lembut dan mudah diterima serta mudah dipahami oleh anak muda dan ibu-ibu. Murid mengajinya tidak hanya dari Desa Robayan bahkan sampai dari berbagai desa datang dan mengaji padanya. Beliau merupakan pengasuh Langgar Pesantren Ash-Shiddqi dan juga sebagai kepala sekolah Madrasah Dinniyah Awwaliyah Al-Azhar Robayan. Kiai Noor Faiq Busro merupakan kiai yang fleksibel dan santun dalam menyampaikan pengajian, bahasanya pun mudah diterima anak muda merupakan ciri khas dakwah beliau. Maka tak jarang anak muda yang mengagumi beliau, dan merasa sangat kehilangan ketika beliau tutup usia.

  • H. Asnawi

adalah seorang pengusaha sukses dari Robayan. Beliau di sebut H. Anggur, tak lain dan tak bukan adalah pendiri pabrik rokok cap anggur.

  • KH Faidli Rohman

adalah Kiai yang merupakan penasehat panitia Masjid Jami' Baiturrahman 1 Robayan menggantikan KH Nahrowi, Imam Masjid. Beliau merupakan kiai yang karismatik dan dikenal di Kalinyamatan sebagai kiai yang ilmu agamanya tingkat tinggi.

Letak[sunting | sunting sumber]

Geografis[sunting | sunting sumber]

Desa Robayan[1] terletak di antara perbatasan Kecamatan Welahan dengan Kecamatan Kalinyamatan. Di sebelah utara berbatasan langsung dengan Desa Bakalan dan Desa Kriyan, Sebelah selatan Berbatasan dengan Desa Brantaksekarjati. Pada sebelah timur berbatasan dengan Desa Bakalan dan Desa Pelang yang di batasi oleh sungai Bakalan, Sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan Desa Purwogondo, yang dipisahkan dengan sungai Bendo. Desa Robayan berdiri di atas areal 98 ha, dan terdiri dari 24 RT dan tiga RW.

Administratif[sunting | sunting sumber]

Blok[sunting | sunting sumber]

Desa Robayan terdiri dari beberapa Blok, yaitu:

  • Bendha: RT 1

Daerah ini bernama Bendha karena di daerah ini dahulunya terdapat banyak pohon Bendha, Bendha adalah sejenis pohon buah yang masih satu marga dengan nangka (Artocarpus). Buahnya mirip dengan buah timbul atau kulur, dengan tonjolan-tonjolan serupa duri lunak panjang dan pendek, agak melengket. Nama ilmiahnya adalah Artocarpus elasticus. Oleh karena itu daerah ini di beri nama Bendha. Sehingga masyarakat menyebut daerah ini sebagai daerah Bendha.

  • Kembangan: RT 2

Daerah ini bernama Kembangan dari kata Kembang yang artinya bunga. Kemungkinan dahulu kala daerah ini adalah Taman Bunga Kerajaan Kalinyamat. Ratu Kalinyamat sangat suka bunga terutama cempaka putih, Selain itu daerah ini juga merupakan kawasan di dalam tembok benteng Kerajaan Kalinyamat. Bahkan hingga sekarang bila melewati jalan daerah ini akan tercium semerbak bunga, karena warga daerah ini menanam pohon bunga cempaka putih, bunga kenanga, di setiap halaman depan rumah warga.

  • Gunung Mas: RT 4

Daerah ini disebut Gunung Mas karena daerah ini terdapat bukit kecil, yang merupakan bakal gunung emas yang belum jadi, yang disebabkan adanya suara ayam yang berkokok. Adanya kejadiaan itu, sehingga daerah ini disebut daerah gunung mas.

  • Kutha: RT 3, 6, 5

Daerah ini bernama Kutha yang artinya kota. Karena daerah ini adalah pusat pemerintahan Desa Robayan.

  • Kutha Bedhah: RT 7, 12

Daerah ini disebut daerah Kutha Bedhah, karena dahulu daerah ini adalah tembok benteng Kerajaan Kalinyamat yang di serang dan di jebol oleh pasukan Panembahan Senopati (Sutawijaya) dari Kerajaan Mataram yang berniat merebut kota pelabuhan yang ramai yaitu Jepara. Adanya peristiwa itu, sehingga daerah tersebut di kenal dengan nama Kutha Bedhah.

  • Tengah: RT 8, 9, 10, 11

Daerah ini disebut daerah tengah, karena daerah ini merupakan daerah paling tengah Desa Robayan.

  • Kidulan: RT 13

Daerah ini disebut daerah kidul, karena daerah ini merupakan daerah paling selatan (kidul) Desa Robayan.

  • Loran: RT 17, 18

Daerah ini disebut daerah Loran karena daerah ini merupakan daerah paling Lor (Timur) di Desa Robayan.

  • Anggur: RT 16

Daerah ini disebut anggur, karena dahulu di sini terdapat pabrik rokok cap anggur. Pabrik rokok cap anggur merupakan pabrik yang besarbesar dan terkensl pada zamannya, bahkan pamornya lebih tinggi daripada pabrik rokok sukun.

  • Kauman: RT 14, 15, 21, 23

Daerah ini disebut daerah Kauman karena daerah ini merupakan daerah tempat tinggal tokoh pendiri desa juga tempat pertama pusat penyebaran agama Islam oleh Mbah Robaya. Kauman (juga disebut Pekauman/ Pakauman) merupakan nama beberapa daerah tertentu di Jawa yang banyak dihuni oleh warga Muslin. Kauman biasanya terletak di sebelah barat alun alun dan dapat ditandai dengan adanya masjid di daerah tersebut. Nama ini diduga berasal dari kata "kaum imam".

  • Jothakan: RT 19, 20

Daerah ini disebut daerah Jotakan karena daerah ini merupakan daerah yang dulu terjadi perseturuan (Jothakan). Oleh karena itu disebut daerah Jotakan.

  • Wetan: RT 22

Daerah ini disebut daerah wetan atau wetanan, karena daerah ini merupakan daerah paling timur (Wetan) di Desa Robayan.

  • Belaro: RT 24

Daerah ini bernama Belaro berasal dari kata Belar yang artinya becek (tanah becek). daerah ini dahulunya tidak ada rumah, hanya berupa kebun yang banyak kandang kerbau yang identik dengan daerah yang tanahnya becek.

RT/RW[sunting | sunting sumber]

Desa Robayan terdiri dari 3 RW, dan 24 RT, yaitu:

  • RW 01 = RT 1, 2, 3, 4, 5, 6, 10
  • RW 02 = RT 7, 8, 9, 11, 12, 18
  • RW 03 = RT 13, 14, 15, 16, 17, 19, 20, 21, 22, 23, 24

Pemdes Robayan[sunting | sunting sumber]

Struktur pemdes Robayan[2] periode 2014-2018:

  • Kepala Desa = H. Maftuh
  • Sekretaris (Carik) = Mualimin
  • Bendahara = Isfaan
  • Tata Usaha = Nur Kholis
  • Modin = Ansori, Nor Khamid
  • Ladu = Nor Akwin
  • Bayan = Didik Mustaid
  • Kamituwo = Mukhibi, Sanawi, Masyhad
  • Komandan Hansip (Petengan) = Ahmad Zainudi
  • Ketua BUMDes = Munif, S.Ag, M.Ag
  • Ketua BPD = Mujimin, S.Pd
  • Ketua LKMD = K.H. Ali Masykur
  • Ketua PKK =
  • Ketua Karangtaruna = Muhammad Rifqi, S.Ds

Potensi[sunting | sunting sumber]

Di awal perkembangannya, home industri rokok kretek sempat menyerap puluhan ribu tenaga kerja. Namun seiring ketatnya regulasi cukai, saat ini tinggal 794 tenaga kerja yang berhasil diserap olah 100 unit usaha yang berada di Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan dan sekitarnya. Keunggulan produk ini adalah pada tingkat harga yang relatif murah sehingga memiliki segmen pasar yang berbeda dengan bidikan pabrik sekala besar.

Sosial agama[sunting | sunting sumber]

Dari sisi sosial agama, keakraban hubungan sesama warga untuk membangun desa patut diacungi jempol. Dalam hal keamanan, gotong royong warga tampak dari lahirnya pengamanan masyarakat (PAM) swakarsa sejak Lebaran lalu. Jarang sekali ditemukan desa industri yang masih kental nuansa paguyubannya. Saat merenovasi masjid, nuansa itu tampak sekali. Ratusan warga terjun secara bergiliran. Mereka tampak akrab dan ceria. Renovasi masjid secara total yang menghabiskan dana sekitar Rp 2,3 miliar itu ditanggung masyarakat setempat. Maklum, desa yang terdiri atas 24 RT dan tiga RW itu termasuk desa santri. Madrasah dan pondok pesantren di sana banyak.

Dahulu tak hanya orang robayan saja yang belajar agama di Robayan, tetapi dari luar desa banyak yang belajar agama Islam di Robayan. Karena Desa Robayan dahulunya desa pertama yang memiliki Madrasah Dinniyah sehingga orang Welahan, Mayong, Pecangaan, dll belajar disini. Dilain hal karena adanya Madrasah Dinniyah juga karena di Desa Robayan banyak alim ulama' maka banyak yang berbondong-bondong belajar ke Robayan, sehingga dahulu Desa Robayan terkenal sebagai "Desa Santri".

K.H. Maimoen Zubair pun ia berkata "biyen Robayan iku santri Kabeh, Kyai Kabeh.tapi saiki wis entek." dalam bahasa Indonesia artinya "dahulu Robayan itu isinya santri semua, dan kyai semua, tetapi sekarang mulai berkurang" ini mengisaratkan bahwa jumlah Kyai (Orang Alim) dan Santri Yang ada di Desa Robayan sudah sangat jauh berkurang. Maka, Perlunya kerjasama antar elemen kyai, ustad, kepala desa, perangkat pemdes, guru, dan warga Robayan untuk semangat membudayakan mengaji untuk mengembalikan Robayan seperti dahulu.

Sosial budaya[sunting | sunting sumber]

Robayan sejak zaman dahulu tata ruang daerah Kauman di ciptakan Mbah Robaya sebagai pusat pembelajaran agama Islam, oleh karena itu daerah Kauman dapat juga disebut sebagai Robayan Islamic Center, wilayah tersebut terdapat di daerah blok atau dukuh Kauman, fasilitas di daerah tersebut yaitu:

  • Masjid Jami' Baiturrahman 1
  • Madrasah Dinniyah Al-Azhar
  • Taman Pendidikan Al Qur'an
  • Gapura Masjid Robayan (Peninggalan Seorang Waliyullah)
  • Makam Seorang Waliyullah Mbah Robaya
  • Alun-Alun Mini (di depan Masjid Jami' Baiturrahman 1)

Alun-Alun ini "difungsikan untuk acara keagamaan" seperti untuk menampung jama'ah Shalat Jum'at dan Shalat Ied yang apabila masjid tak mampu menampung banyaknya jamaah yang hadir. Alun-Alun ini juga untuk menampung jamaah pengajian ketika halaman Masjid penuh sesak jamaah pengajian.

Situs budaya[sunting | sunting sumber]

Robayan mempunyai peninggalan bersejarah yaitu Masjid Jami' Baiturrohman 1 Robayan, yang konon adalah peninggalan Wali. Walaupun sekarang sudah di renovasi dan bentuk awalnya sudah tidak kelihatan lagi, tetapi ada yang tidak di ubah dan dibiarkan masih seperti aslinya yaitu pada Gapura[3] Masjid atau masyarakat menyebutnya "Ceketeng".

Gapura Paduraksa (Ceketeng) Masjid Jami' Baiturrohman 1 Robayan bagian atasnya berbentuk menyerupai sayap tersebut terdapat kaitannya dengan Mitologi Hindu bahwa gunung memiliki sayap. Gunung dalam mitologi Hindu mempunyai sayap. Pintu gerbang paduraksa juga melambangkan gunung, itulah sebabnya pada paduruksa bersayap. Selain itu makna sayap dalam mitologi hindu juga mengartikan pelepasan sehingga dalam Masjid Robayan gapura bersayap ini dapat pula diartikan sebagai makna bagi orang yang pergi ke masjid, mulai masuk halaman masjid (setelah melalui paduraksa gapura Robayan) orang tersebut harus melepaskan diri dari urusan duniawi.

Sejarahnya Masjid Baiturrahman dulu kala sebelum dibangun banyak warga sekitar mengeluhkan harus berdesak-desak untuk mengikuti Sholat Jum'at di Mushola Mbah KH Saleh (trah Sunan Bayat Klaten) di Sekarjati Modenan. Oleh sebab itu warga berinisiatif untuk mendesak Bos Rokok Anggur(H.Asnawi) kala itu. Akhirnya Bos Rokok Anggur menyanggupinya dan menjadi donatur Masjid Baiturrahman untuk dibangun diatas tanah wakaf kala itu. Alhamdulillah sekarang masjidnya mampu berdiri megah nan elok.

Lapangan[sunting | sunting sumber]

Prasarana olahraga di Desa Robayan, yaitu:

  • Lapangan Voli, di RT 16 (Jl. Melati)
  • Lapangan Basket, di RT 10 (Jl. Hoya)
  • Lapangan Sepakbola, di RT 12 (Jl. Sakura)
  • Lapangan Bulutangkis, di RT 7 (Jl. Kenanga)
  • Robayan Sport Center, di RT 3 (Jl. Cempaka)

Taman[sunting | sunting sumber]

Ruang terbuka hijau berupa taman di Desa Robayan, yaitu:

  • Taman Belaro, di RT 24 (Jl. Mangga 7)
  • Taman Jotakan, di RT 19 (Jl. Mangga 2)
  • Taman Tengahan, di RT 11 (Jl. Kasturi)
  • Taman Gunungmas, di RT 4 (Jl. Bunga Hujanmas)

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Desa Robayan terdapat beberapa tempat wisata, yaitu:

Kutha Bedhah adalah bekas kerajaan Kalinyamat adalah Desa Robayan, Kriyan, Bakalan, Purwogondo, Margoyoso. dan di Robayan Terdapat Daerah (Kampung) yang bernama Kutha Bedhah (Benteng Roboh) karna di serang oleh Sutawijaya. Pengertian KUTHO di sini berasal dari kata Sanskerta, yang berarti Benteng. Sedangkan BEDHAH ada di sini berasal dari kata Jawa, yang berarti Roboh. Jadi KUTHO BEDHAH berarti Benteng Roboh.
Masjid Jami' Baiturrahman I Robayan[4] Masjid Jami' Baiturrahman I Robayan telah direnovasi 4 kali, terakhir kali pada tahun 2004. Masjid ini memiliki nilai akulturasi budaya Islam Hindu Jawa. Masjid memiliki atap berbentuk tumpuk 3 khas Jawa, namun kini sudah direnovasi total. Arsitektur Gapura Paduraksa akulturasi budaya hindu dan Islam. Sejak dulu sampai sekarang bentuk GAPURA Masjid Jami' Baiturrahman I Robayan belum pernah di ganti / direnovasi total, tetapi di biarkan seperti bentuk aslinya. Gapura Paduraksa Masjid Jami' Baiturrohman 1 Robayan bagian atasnya berbentuk menyerupai sayap tersebut terdapat kaitannya dengan Mitologi Hindu bahwa gunung memiliki sayap. Gunung dalam mitologi Hindu mempunyai sayap. Pintu gerbang paduraksa juga melambangkan gunung, itulah sebabnya pada paduruksa bersayap. Selain itu makna sayap dalam mitologi hindu juga mengartikan pelepasan sehingga dalam Masjid Robayan gapura bersayap ini dapat pula diartikan sebagai makna bagi orang yang pergi kemasjid, mulai masuk halaman masjid (setelah melalui paduraksa gapura Robayan) orang tersebut harus melepaskan diri dari urusan duniawi.
  • Kali Padas
Sungai ini cocok untuk tempat rekkreasi air. Karena di sini anda bisa main air sampai puas. serta pemandangan padas yang menambah keindahan sungai ini.
  • Gunung Mas
Konon dulu jika belum ada ayam yang berkokok di waktu itu akan menjadi Gunung dari Emas. Namun ternyata ada ayam berkokok maka Gunung Emas tersebut belum jadi, dan baru jadi Bukit Kecil. Mitos, disini di Jaga Ular Raksasa Yang dikepalanya ada Emasnya.
  • Alun-Alun Kauman Robayan
Letak alun-alun terdapat di Depan Masjid Baiturrahman 1 tepatnya diseberang jalan raya (sebelah timur Masjid Jami' Baiturrahman 1 Robayan). Alun-Alun Masjid Baiturrahman 1 ini "difungsikan untuk acara keagamaan" seperti untuk menampung jama'ah Shalat Jum'at dan Shalat Ied yang apabila masjid tak mampu menampung banyaknya jamaah yang hadir. Alun-Alun ini untuk menampung jamaah pengajian ketika halaman Masjid penuh sesak jamaah pengajian. Alun-Alun Masjid Robayan juga bermanfaat untuk kegiatan Bazar Ramadhan. Serta bermanfaat bagi warga sekitar untuk aktifitas berolahraga dan berekreasi bersama keluarga.
  • Kolam Renang Tombo Ati
Wahana wisata air di Desa Robayan yang berarsitektur tradisional Islam Jawa, sesuai dengan konsep arsitektur Sunan Kalijaga yang merupakan pencipta Tembang Tombo Ati. Kolam Renang yang bertema khas Budaya Islam-Jawa, seperti arsitektur khas buatan Sunan Kalijaga. Terdapat Gerbang GapuraBentar, Terdapat Gapura Paduraksa, Terdapat Mushala tanpa Kubah tetapi menggunakan MUSTAKA, Gazebo bergenteng wuwungan khas Jepara.

Perayaan[sunting | sunting sumber]

Robayan terdapat beberapa event perayaan, yaitu:

  • Pesjival (Pesta Kembang Api)

Pesjival merupakan singkatan Pesta kembang api, Pengajian, Karnaval. Awal mula event ini adalah hanya Perjanjen dan Pengajian biasa yang merupakan event yang selalu diselenggaran setiap tahun di Desa Robayan yaitu pada malam Tahun Baru Hijriyah, Acara perayaan diadakan di Masjid Jami' Baiturrahman I Robayan. Rangkaian acaranya di selenggarakan setelah Shalat Isya' yaitu dimulai dengan Sholawatan Perjanjen yang di iringi dengan alunan rebana, kemudian diadakan makan bancaan bersama, pada puncak acara. Namun kini pada puncak acara ditutup dengan pesta kembang api dan lampu songkle warna-warni. Acara ini merupakan cara agar menarik minat anak muda untuk lebih memeriahkan Tahun Baru Hijriyah di banding Tahun Baru Masehi, selain itu acara ini juga menjadi hiburan bagi anak-anak yang menonton. Acara ini diadakan sejak tahun 2015 hingga sampai sekarang. Kedepannya acara ini di kembangkan dengan rangkaian acara "Karnaval" di sore hari, "Pengajian dan Perjanjen" di malam harinya, setelah itu ditutup dengan "Pesta Kembang Api".

  • Haul Mbah Robaya

adalah merupakan acara peringatan atau mengenang pada sosok Mbah Robaya yang banyak bermanfaat bagi kita sekarang dan yang akan datang. apabila kita menghadiri. Apabila kita menghadiri majlis Haul dianjurkan kita mempunyai niat yang baik agar kita bisa mendapatkan BarokahNya. Niatkan yang baik hindari percakapan yang tidak bermanfaat dan Dengarkan serta hadirkan dengan husyu' dan tenang serta niatkan hajat-hajat kita agar kita nantinya akan mendapatkan manfaat dari majlis Haul tersebut. Haul Mbah Robaya (dibaca Roboyo) diadakan pada setiap tanggal 19 Rajab.

  • Eder

adalah merupakan tradisi dari Desa Robayan, yaitu menabuh bedug berkali-kali di hari akhir puasa Ramadhan. Asal usul nama "Eder" merupakan onomatope dari suara bedug yang ditabuh yaitu Jeder-Jeder karena tidak ada namanya tradisi tersebut, warga masyarakat menyebut ritual tersebut bernama Jeder-Jeder, lambat laun masyarakat meyebut acara tersebut hanya Jeder dan ahirnya warga menyebut Eder. Tujuan Tradisi Eder adalah untuk memberitahu kepada warga masyarakat Desa Robayan bahwa sudah ditetapkan nanti malam mulai takbiran karena sudah melihat hilal, jadi besok hari adalah Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat berharap kedepannya Karang Taruna bersama IPNU & IPPNU Robayan dapat untuk mengembangkan Tradisi Eder, dikembangkan menjadi wisata budaya yaitu menggelar karnaval ataupun festival yang pesertanya menabuh bedug dan melantunkan Ayat-Ayat Al Qur'an ataupun Shalawat.

  • Sedekah Bumi

adalah suatu upacara adat yang melambangkan rasa syukur manusia terhadap Allah SWT yang telah memberikan rezeki melalui Tanah/Bumi berupa segala bentuk hasil bumi Desa Robayan.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Kesejahteraan yang dirasakan lainnya adalah dengan adanya kemudahan akses pendidikan. Pendidikan Formal yang dimiliki:

Pendidikan Non Formal yang dimiliki:

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kesejahteraan yang dirasakan lainnya adalah dengan adanya kemudahan akses kesehatan.

  • Balai Pengobatan Armina, di Belaro
  • Klinik Jagat Medika, di Kauman
  • Polindes Robayan, di Kutha
  • Praktik Pengobatan Pratiti, di Jotakan
  • Klinik Bidan Listya yunita fitri, di Kembangan
  • Klinik Bidan Amin Nurmiyati di Tengahan

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Sepak bola adalah cabang olahraga rakyat yang paling di gemari oleh warga Robayan. Karena perkembangnya sepak bola di Robayan semakin pesat, oleh karena itu warga Robayan merasa perlunya dibentuk wadah bagi warga Robayan yang berbakat dalam bidang sepak bola, untuk mengembangkan bakatnya dalam bidang sepak bola. Supaya orang yang gemar sepak bola tidak sekadar mencari kesenangan belaka dalam bermain sepak bola, tetapi agar berprestasi dalam bidang sepak bola juga. Serta di landasi dengan semakin banyaknya klub–klub sepak bola yang bertumbuhan. Atas dukungannya warga Robayan, maka dibentuklah Robayan FC,[6] tepatnya pada tanggal 21 Agustus 2009 oleh Ahmad Hilmi Farid bersama Muhammad Aflah. Tetapi hingga kini Robayan FC belum terdaftar secara resmi sebagai anggota PSSI Pengcab Jepara juga belum mengikuti Liga PSSI Pengcab Jepara.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Lokasi dekat dengan jalan raya Jepara - Semarang, memberi kemudahan dalam transportasi, baik untuk akses pendidikan, perdagangan, dan mobilisasi penduduk ke kota terdekat, seperti kota Jepara, Demak, Semarang, Kudus, Pati, Rembang, Pekalongan, Tegal, bahkan Surabaya dan Jakarta dengan naik satu atau dua kali Angutan Umum. Angkutan yang melewati desa Robayan sangat banyak, tergantung kemana tujuannya.

Tugas KKN[sunting | sunting sumber]

Masyarakat berharap mahasiswa yang KKN untuk melakukan:

  • Mengecat gapura Candi Bentar, di Jl. Kenanga
  • Menanam tanaman bunga apapun itu harus warna kuning di Taman Gunungmas
  • Membersihkan sungai kali Tambak dan sungai kali padas
  • Mendaftarkan Gapura Masjid Robayan menjadi cagar budaya.

Nomor Penting[sunting | sunting sumber]

Nomor penting di Desa Robayan, adalah:

  • Balai Pengobatan Armina: 0853 2839 0875
  • dr. Hj. Pratiti Wiji Lestari: (0291) 755214
  • Layanan Pengaduan Pemdes Robayan : 082134732357

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]