Bakalan, Kalinyamatan, Jepara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Bakalan
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Jepara
Kecamatan Kalinyamatan
Pemerintahan
 • Kepala desa -
Kodepos 59467
Luas 126,94 Ha
Jumlah penduduk 4717 jiwa
Kepadatan -

Bakalan adalah desa di kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Desa ini berbatasan dengan Margoyoso di sebelah utara, Kriyan di sebelah barat, Pelang di sebelah timur, Robayan di sebelah selatan. desa Bakalan memiliki Luas kurang lebih 126,94 Ha , dengan ketinggian 2 – 10 m dari permukaan laut , dengan jumlah penduduk 4717 jiwa, tersebar di 14 RT dan memiliki 2 RW , RW1 ada diWetan kali serta RW 02 ada di Kulon kali.[butuh rujukan] Desa Bakalan Merupakan daerah pinggiran Kerajaan Kalinyamat ini dibuktikan dengan ditemukannya bekas sisa-sisa batu bata bekas tembok kerajaan yang membentang dari utara sampai ke selatan hingga sampai perbatasan Robayan-Brantaksekarjati.[butuh rujukan]

Administratif[sunting | sunting sumber]

Dukuh[sunting | sunting sumber]

Desa Bakalan terdapat beberapa dukuh:

  • Dukuh Bakalan Kulon : RT 1 dan RT 2
  • Dukuh Bakalan Wetan : RT 4, RT 8, RT 9
  • Dukuh Kedung Sumur : RT 5, RT 6
  • Dukuh Jamusan : RT 10, RT 3

RT/RW[sunting | sunting sumber]

Desa Bakalan terdapat 14 RT dan 2 RW:

  • RT 1-7 = RW I
  • RT 8-14 = RW II

Pemdes Bakalan[sunting | sunting sumber]

Struktur pemdes Bakalan periode 2009-2013:

  • Kepala Desa = Soleh
  • Sekretaris (Carik) = Sajidin
  • Bendahara = Karmani
  • Tata Usaha = Mustikan
  • Modin = Moh Sahal
  • Ladu = Bambang Mulyono
  • Bayan = Norkon
  • Kamituwo = Prsatyo
  • Ketua BUMDes = Abdul Rohim
  • Komandan Hansip (Petengan) = Siswoyo

Tokoh[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pendidikan Formal yang dimiliki:

  • PAUD Alma
  • TK Islam NU, di Bakalan Kulon
  • TK Pertiwi, di Jamusan
  • SDN 1 Bakalan, di Bakalan Wetan
  • SDN 2 Bakalan, di Bakalan Kulon
  • SDN 3 Bakalan, di Kedung Sumur
  • SDN 4 Bakalan, di Jamusan
  • PKBM Anyelir, di Bakalan Wetan
  • Kejar Paket B & C, di Jamusan

Pendidikan Non Formal yang dimiliki:

  • TPQ Roudlotul Mujawwiddin, di Bakalan Kulon
  • TPQ Riyadlotul Uqul, di Bakalan Wetan
  • Madrasah Diniyah Awwaliyah Miftahul Hidayah, di Bakalan Kulon
  • Madrasah Tsanawiyah Miftahul Hidayah, di Bakalan Kulon
  • Madrasah Aliyah Miftahul Hidayah, di Kedung Sumur
  • Madrasah Diniyah Riyadlotul Uqul, di Kedung Sumur
  • Madrasah Diniyah Matholiul Ulum, di Jamusan
  • Pondok Pesantren Al-Falah, di Jamusan

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

  • Petilasan Den Ayu Putri, di Bakalan Kulon
  • Petilasan Nyai Kemuning, di Bakalan Wetan
  • Makam Mbah Jamus, di Jamusan
  • Makam Mbah Rombing, di Kedung Sumur
  • Makam Jayeng Sari, di Bakalan wetan
  • Makam Nyai Siti Khalimah, di Bakalan Kulon
  • Kutho Kerajaan Kalinyamat (masyarakat Desa Bakalan akan menjaga bekas tembok pagar benteng dan melaporkan kepada Pemkab Jepara agar menjadi Situs Budaya yang dilindungi), di Jamusan

Potensi[sunting | sunting sumber]

Warga Desa Bakalan mayoritas bekerja dalam Pengolahan kapuk randu. Sehingga Desa Bakalan menjadi Sentra Kasur, di karenakan masyarakat Desa Bakalan bekerja membuat kasur dari bahan kapuk Randu pemasaran sudah sampai keluar negeri usaha ini merupakan usaha kecil (UKM) yang masih minim dalam permodalan dan akses pemasaran, seharusnya Pemerintah membantu akses pemasaran dan permodalan. Kepala Desa Bakalan bekerjasama dengan pihak Lembayung Production untuk membangun "Gapura Bakalan Desa Kasur"

Rencana[sunting | sunting sumber]

Kepala Desa Bakalan mempunyai beberapa rencana, diantaranya::

  • Memperdalam 2 meter got/parit di kanan kiri dari perbatasan Desa Robayan hingga Gotri, agar tidak banjir ketika hujan turun
  • Membangun trotoar dari Gotri hingga perbatasan Desa Robayan
  • Membangun Jembatan penghubung Desa Bakalan Wetan dan Desa Bakalan Kulon, yaitu dekat Balai Desa Bakalan langsung depanya dibuat Jembatan untuk ke Bakalan Kulon
  • Masyarakat bersama Kepala Desa Bakalan menjaga bekas tembok pagar benteng dan melaporkan kepada Pemkab Jepara agar menjadi Situs Budaya yang dilindungi serta bisa menjadi tempat wisata sejarah.
  • Memasang pagar beton di Bakalan Kulon yang terdapat jalan aspal di atas tanggul Kali Bakalan
  • Memasang Nama jalan di setiap gang Desa Bakalan
  • Membangun Gapura bertuliskan Bakalan Sentra Kasur
  • Membangun jalan tembus Bakalan-Robayan dipinggir tanggul Sungai Bakalan sampai Jalan Mangga I (Robayan).
  • Membangun lapangan dan mendirikan klub BFC (Bakalan Football Club) dengan warna kaos tim berwarna merah muda seperti klub U.S. Città di Palermo serta mendaftarkan Bakalan FC ke PSSI Pengcab Jepara untuk mengikuti Yazztea Jepara League
  • Mendirikan komunitas Sastra

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Desa Bakalan tidak ketinggalan dengan desa-desa tetangganya, karena Desa Bakalan mempunyai puluhan klub Futsal yang bisa mewakili kehormatan harga diri Desa Bakalan, seperti BKLN FC, GFC, dll. Dan juga Bulu Tangkis yang pernah sampai Djarum mewakili tingkat kabupaten, ialah Ananda Hendro-Hendri saudara kembar ini merujuk Bulu Tangkis sejak SD sampai kini pd tahun 2012 ,dll. Anak muda Desa Bakalan sangat tahu cara main dan aturan bermain Futsal. Tapi Desa Bakalan sangat ketinggalan dengan desa-desa lain yang punya klub Sepak Bola resmi yang terdaftar di PSSI Pengcab Jepara dan ikut kejuaraan bergengsi di Jepara yaitu Liga PSSI Pengcab Jepara dan Yazztea Jepara League.