Lompat ke isi

Bakalan, Kalinyamatan, Jepara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bakalan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenJepara
KecamatanKalinyamatan
Kode pos
59467
Kode Kemendagri33.20.13.2011 Edit nilai pada Wikidata
Luas126,94 Ha
Jumlah penduduk4717 jiwa
Kepadatan-

Bakalan adalah desa di kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Desa ini berbatasan dengan desa Margoyoso dan Pendosawalan di sebelah utara, Kriyan di sebelah barat, Sengon Bugel di sebelah timur, Robayan dan Pelang di sebelah selatan. desa Bakalan memiliki Luas kurang lebih 126,94 Ha, dengan ketinggian 2 – 10 m dari permukaan laut, dengan jumlah penduduk 4.783 jiwa ( hasil laporan penelitian KKN Tim 2 UNDIP bulan Juli 2020).tersebar di 14 RT dan memiliki 2 RW, RW1 ada diWetan kali serta RW 02 ada di Kulon kali. [butuh rujukan] Desa Bakalan dulunya adalah bekas Kerajaan kalinyamat. Tepatnya di desa Bakalan ini membentang dinding tembok kerajaan kalinyamat.Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya bekas sisa-sisa batu bata bekas tembok kerajaan yang membentang dari utara sampai ke selatan hingga sampai perbatasan Robayan-Brantaksekarjati. [butuh rujukan] Pernah dulu sewaktu pembangunan TK NU yang berada di Bakalan Kulon Kali ditemukan bata besar zaman kerajaan. Dan jalan raya di sekitar TK NU ini dulu banyak orang menyebutnya kutho ( dalam bahasa Indonesia berarti kota). Maka tak heran jika dulu desa Bakalan masuk dalam lingkup kecamatan Kota Kalinyamat.

Administratif[sunting | sunting sumber]

Dukuh[sunting | sunting sumber]

Desa Bakalan terdapat beberapa dukuh:

  • Dukuh Bakalan Kulon: RT 9, 10 dan 11
  • Dukuh Bakalan Wetan: RT 4, RT 8, RT 9
  • Dukuh Kedung Sumur: RT 5, RT 6
  • Dukuh Jamusan: RT 10, RT 3

RT/RW[sunting | sunting sumber]

Desa Bakalan terdapat 14 RT dan 2 RW:

  • RT 1-7 = RW I
  • RT 8-14 = RW II

Pemdes Bakalan[sunting | sunting sumber]

Struktur pemdes Bakalan periode 2019-2023:

  • Kepala Desa = Moh Sahal
  • Sekretaris (Carik) = Sajidin
  • Bendahara = Karmani
  • Tata Usaha = Mustikan
  • Modin = Moh Sahal
  • Ladu = Bambang Mulyono
  • Bayan = Norkon
  • Kamituwo = Prsatyo
  • Ketua BUMDes =
  • Komandan Hansip (Petengan) = Siswoyo

Tokoh[sunting | sunting sumber]

  • Mbah Toko Rombeng
  • Mbah Sutiko Rombeng ( Mbah Joyo Rombeng)
  • Jayeng Sari
  • Mbah Jamus
  • Mbah Sotot
  • Sayid Yahya (makamnya berada di sebelah timur tanggul sungai Bakalan, tepatnya di sekitar pohon bambu belakang pabrik tahu sumedang Bakalan Kulon Kali.
  • Den Ayu Putri ( Siti Rohmah)
  • KH Ahmad Cholil
  • KH ahmad Sholeh
  • Kiai Arif Masruchin ( dulu kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Hidayah Bakalan,imam dan khotib jumat pengganti KH Ahmad Cholil yang telah dulu meninggal dunia.
  • Kiai Makhin
  • Kiai Muhtadi ( dulu Imam dan khotib masjid Jami' Baitus Salam 1 )
  • Kiai Muslih

Beliau adalah kakak kandung KH Ahmad Cholil.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pendidikan Formal yang dimiliki:

  • PAUD Alma
  • TK Islam NU, di Bakalan Kulon
  • TK Pertiwi, di Jamusan
  • SDN 1 Bakalan, di Bakalan Wetan
  • SDN 2 Bakalan, di Bakalan Wetan
  • SDN 3 Bakalan, di Bakalan Wetan
  • SDN 4 Bakalan, di di Bakalan Gotri - Kulon Kali
  • PKBM Anyelir, di Bakalan Wetan
  • Kejar Paket B & C Santri Pondok Pesantren Al Falah di Bakalan Gotri - Kulon Kali
  • MIT (Madrasah Ibtida'iyah Terpadu) Al Falah di Bakalan Gotri - Kulon Kali

Pendidikan Non Formal yang dimiliki:

  • TPQ Roudlotul Mujawwiddin, di Bakalan Gotri - Kulon Kali
  • TPQ Riyadlotul Uqul, di Bakalan Wetan
  • Madrasah Diniyah Awwaliyah Miftahul Hidayah, di Bakalan Gotri - Kulon Kali
  • Madrasah Tsanawiyah Miftahul Hidayah, di Bakalan Gotri - Kulon Kali
  • Madrasah Aliyah Miftahul Hidayah, di Bakalan Gotri - Kulon Kali
  • Madrasah Diniyah Riyadlotul Uqul, di Kedung Sumur
  • Madrasah Diniyah Matholiul Ulum, di Jamusan
  • Pondok Pesantren Al-Falah, di Bakalan Gotri - Kulon Kali

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

  • Petilasan Den Ayu Putri, di Bakalan Kulon
  • Petilasan Nyai Kemuning, di Bakalan Wetan
  • Makam Mbah Jamus, di Jamusan
  • Makam Mbah Rombing, di Kedung Sumur
  • Makam Jayeng Sari, di Bakalan wetan
  • Makam Nyai Siti Khalimah, di Bakalan Kulon
  • Kutho Kerajaan Kalinyamat (masyarakat Desa Bakalan akan menjaga bekas tembok pagar benteng dan melaporkan kepada Pemkab Jepara agar menjadi Situs Budaya yang dilindungi), di Jamusan

Potensi[sunting | sunting sumber]

Warga Desa Bakalan mayoritas bekerja dalam Pengolahan kapuk randu. Sehingga Desa Bakalan menjadi Sentra Kasur, di karenakan masyarakat Desa Bakalan bekerja membuat kasur dari bahan kapuk Randu pemasaran sudah sampai keluar negeri usaha ini merupakan usaha kecil (UKM) yang masih minim dalam permodalan dan akses pemasaran, seharusnya Pemerintah membantu akses pemasaran dan permodalan. Kepala Desa Bakalan bekerjasama dengan pihak Lembayung Production untuk membangun "Gapura Bakalan Desa Kasur"

  • Banyak masyarakat desa Bakalan yang memiliki keahlian membuat kripik tamalada yang pemasarannya sudah meluas.
  • Masyarakat desa Bakalan juga sebagian mata pencariannya adalah membuat bata. Untuk kwalitasnya tidak kalah dengan bata buatan desa Kalipucang Welahan.

Rencana[sunting | sunting sumber]

Kepala Desa Bakalan mempunyai beberapa rencana, diantaranya::

  • Membangun Jembatan penghubung Desa Bakalan Wetan dan Desa Bakalan Kulon, yaitu dekat Balai Desa Bakalan langsung depanya dibuat Jembatan untuk ke Bakalan Kulon
  • Masyarakat bersama Kepala Desa Bakalan menjaga bekas tembok pagar benteng dan melaporkan kepada Pemkab Jepara agar menjadi Situs Budaya yang dilindungi serta bisa menjadi tempat wisata sejarah.
  • Memasang pagar beton di Bakalan Kulon yang terdapat jalan aspal di atas tanggul Kali Bakalan (timur pabrik kecap)
  • Membangun Gapura bertuliskan "Bakalan Sentra Kasur"
  • Membangun jalan tembus Bakalan-Robayan dipinggir tanggul Sungai Bakalan sampai Jalan Kedung Sumur (Bakalan) tembus ke Jalan Mangga I (Robayan).
  • Membangun lapangan dan mendirikan klub BFC (Bakalan Football Club) dengan warna kaos tim berwarna merah muda seperti klub U.S. Città di Palermo serta mendaftarkan Bakalan FC ke PSSI Pengcab Jepara untuk mengikuti Yazztea Jepara League
  • Mendirikan komunitas Sastra

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Desa Bakalan tidak ketinggalan dengan desa-desa tetangganya, karena Desa Bakalan mempunyai puluhan klub Futsal yang bisa mewakili kehormatan harga diri Desa Bakalan, seperti BKLN FC, GFC, dll. Dan juga Bulu Tangkis yang pernah sampai Djarum mewakili tingkat kabupaten. Anak muda Desa Bakalan sangat tahu cara main dan aturan bermain Futsal. Tapi Desa Bakalan sangat ketinggalan dengan desa-desa lain yang punya klub Sepak Bola resmi yang terdaftar di PSSI Pengcab Jepara dan ikut kejuaraan bergengsi di Jepara yaitu Liga PSSI Pengcab Jepara dan Yazztea Jepara League.