Gerdu, Pecangaan, Jepara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Gerdu
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Jepara
Kecamatan Pecangaan
Pemerintahan
 • Kepala desa Khafit
Kodepos 59462
Luas ... km²
Jumlah penduduk ... jiwa
Kepadatan ... jiwa/km²

Gerdu adalah desa di kecamatan Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Sebelah Utara berbatasan dengan desa Karangrandu, sedangkan di sebalah selatan berbatasan dengan desa Ujungpandan, pada sebelah barat berbatasan dengan desa Batukali, Serta di sebelah timur berbatasan dengan desa Kaliombo.

Pemdes Gerdu[sunting | sunting sumber]

Struktur pemdes Gerdu periode 2009-2013:

  • Kepala Desa = Khafit
  • Sekretaris (carik) = -
  • Kamituwo = Sukahar
  • Kebayan = Suharto
  • Modin = Khasan
  • Tata Usaha = Khambali
  • Ketua BUMDes = Noor
  • Ladu 1 = H. Kamso
  • Ladu 2 = Sarkani
  • Petengan 1 = Karbi
  • Petengan 2 = Supriyanto

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Objek wisata di Desa Gerdu adalah:

  • Taman Wisata Bongpes
  • Pemandian Air Hangat
  • Taman Tugu Itik dan Telur Asin
  • Makam Leluhur Desa Gerdu

Potensi[sunting | sunting sumber]

Pohon Jacaranda
Pohon Flamboyan
Pohon Tabebuya Merah Muda
Pohon Tabebuya Kuning

"Wisata"[sunting | sunting sumber]

Desa Gerdu berpotensi sebagai objek wisata, apabila Pemerintah Desa Gerdu bekerjasama dengan Pemkab Jepara menata bantaran sungai di kawasan Bongpes. Penataan tersebut tidak hanya untuk mengundang wisatawan datang, tapi juga untuk menjaga alam, karena kawasan Bungpes terkesan gersang, yaitu dengan menanam pohon yang indah seperti Rumput Jepang (rumput hias), Rumput Peking, Rumput Ekor Kucing (berguna sebagai tanaman penahan erosi tanah), Pohon Tabebuya, Pohon Bungur, Pohon Flamboyan, Pohon Jacaranda, Pohon Spathodea Campanulata, Pohon Magnolia Stellata, Pohon Tabebuia Impetiginosa, Pohon Rhodomyrtus Tomentosa, Pohon Araguaney. Karena selain untuk memperkuat tanggul atau bantaran sungai juga untuk penghasil oksigen dan pastinya menjadikan pemandangan lebih cantik dan indah karena pohon tersebut memiliki bunga yang indah, yang ditata dengan bentuk tematik taman musim gugur. Membagi kawasan Bungpes menjadi 6 area yaitu:

  • Area Penting (Tempat Kontrol & Rumah Dinas dengan genteng kerpus wuwungan khas Jepara)
  • Area Taman Bermain (ayuan, jungkat jungkit, kota pasir untuk main anak, dll), dan kursi pantai
  • Area Foodcourt Outdoor (tempat jajan) penjualnya menggunakan kotak bekas kontainer, dan meja makan outdoor
  • Area Jogging Track tempat jogging, dan terapi akupuntur kaki, serta fitnes outdoor
  • Area Olahraga di sebelah barat jembatan yaitu membangun lapangan mini (lapangan tenis, atau lapangan mini futsal, ataupun lapangan basket)
  • Area Parkir untuk tempat parkir Motor & Mobil & Sepeda Onthel

Bongpes perlu Pos Pengaman yang dijaga oleh Hansip Desa Gerdu untuk mengamankan Bongpes agar tidak terjadi hal-hal negatif yang menyimpang, serta perlunya diberi fasilitas pagar pembatas tepi sungai (supaya tidak ada anak-anak dan balita yang tercebur ke sungai), dan fasilitas kursi pantai di dekat pagar pembatas sungai Bongpes untuk menikmati pemandangan sungai.

"Sentra"[sunting | sunting sumber]

Desa Gerdu merupakan sentra telur asin, apabila Pemerintah Desa Gerdu bekerjasama dengan masyarakat desa Gerdu untuk memproduksi telur asin dengan berbagai macam varian rasa seperti : telur asin asap (tidak direbus tapi di asapi), telur asin rasa bawang, telur asin rasa udang, telur asin rasa jahe, dan telur asin original (telur asin biasa), juga Botok Telur Asin. Dari segi bentuk kulit telur bisa diberi warna-warni dengan menggunakan pewarna makanan. Apalagi bila rumah-rumah dipinggir jalan menuju Bungpes membuat toko dimana toko tersebut menerima titipan telur dari warga Desa Gerdu. Jika hal tersebut berhasil dilakukan maka banyak warga yang membeli ketika berkunjung ke Bongpes dan memudahkan tengkulak datang ke Desa Gerdu. Telur asin Kabupaten Brebes kini sangat terkenal dikarenakan kekreatifan warganya mengolah telur asinnya diberi warna-warni pada kulit telur dan rasanya pun memiliki bermacam-macam varian rasa.

Rencana Membangun Desa[sunting | sunting sumber]

Kepala Desa Gerdu bekerjasama dengan Masyarakat Desa Gerdu untuk berencana mengembangkan Objek Wisata Bongpes, di antaranya:

  • Menghijaukan Bongpes agar indah dengan menanami pohon palm, rumput jepang, tanaman bunga
  • Memasang Pos Hansip / Satpam Desa Gerdu untuk mengamankan dari hal-hal negatif seperti mesum, penjambretan, dll
  • Memasang Tempat sampah di sudut-sudut kawasan Bongpes
  • Membuat Tempat Parkir Sepeda, Motor, Mobil
  • Memasang Pagar agar tidak ada korban tercebur
  • memasang Lampu taman, Perosotan, Jungkat Jungkit, Bangku taman, Gazebo
  • Menyuruh warga sekitar berjualan lesehan masakan khas Jepara, seperti: Kelan Antep, Singit, Lapis Pati Bodin Jepara, dll
  • Pemdes Gerdu Bekerjasama dengan Pemkab Jepara memperbaiki dan memperlebar Jembatan, serta memasang lampu warna-warni pada sepanjang Jembatan Bongpes seperti Jembatan Suramadu

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Beberapa Fasilitas yang dapat menjadi daya tarik untuk berkunjung ke "Bongpes". Bungpes berpotensi dijadikan tempat wisata ECHO PARK.

Fasilitas Yang Sudah Ada, yaitu:

Fasilitas Yang Belum Ada, yaitu:

  • Ruang Kontrol Bendungan (Dibentuk Arsitekturnya mirip gedung Opera Sydney Australia)
  • Rumah Dinas (Dibentuk Arsitekturnya mirip kerang, siput, atau dibentuk mirip gedung Opera Sydney Australia)
  • Jembatan Unik (Jembatan dibentuk seperti Suramadu)
  • Taman bunga warna-warni
  • Lampu Taman
  • Bangku Taman (dengan ornamen ukiran khas Jepara)
  • Gazebo (dengan atap wuwungan khas Rumah adat Jepara)
  • Pagar Pembatas Tepi Sungai (supaya tidak ada anak-anak dan balita yang tercebur ke sungai)
  • Mainan Anak-Anak (Perosotan, Ayunan, dll)
  • Membangun Taman Pepohonan dengan desain modern bertema taman Japanese Echo Park, dan menanam pohon hias:
  1. Pohon Bungur
  2. Pohon Jacaranda
  3. Pohon Flamboyan
  4. Pohon Tabebuya
  5. Rumput jepang (rumput hias)
  • Parkiran mobil (mobil harus di titipkan di parkiran)
  • Parkiran motor (motor harus di titipkan di parkiran)
  • Tempat Sampah
  • Pos Keamanan (dengan atap wuwungan khas Rumah adat Jepara) dijaga Hansip Desa Gerdu.

Bongpes Butuh Perhatian[sunting | sunting sumber]

Bendung karet yang sering dikunjungi[1] oleh warga Pecangaan, Kalinyamatan, Welahan, Mayong dan sekitarnya ini tentunya butuh perhatian agar semakin berkembang. Entah sebab apa, Meski belum dikembangkan area ini sering ramai dikunjungi, apalagi pasca dikembangkan nantinya. Sehingga, dalam hal ini pemerintah kabupaten Jepara bersama pemerintah desa Gerdu harus segera mengembangkan potensi yang telah ada.

Di kawasan bendungan ini masih terlihat gundul dan gersang sebab belum adanya penghijauan, sehingga perlu di reboisasi dan dibuat taman. Langkah yang tepat perlunya ditanami pepohonan agar di sekitar wilayah ini semakin rindang dan tidak lagi tandus. Tapi alangkah baiknya jika ditanami pohon tak sekadar untuk penghijauan dan berteduh, tetapi pohon tersebut juga memiliki keindahan seperti Pohon Jacaranda atau Pohon Flamboyan yang daunnya memiliki warna yang indah atau Pohon Bungur yang memiliki bunga indah. Serta menanam rumput Jepang atau rumput hias, dan menanam berbagai bunga warna warni. Selain itu, jalan masuk menuju tempat ini terlihat rusak parah. Untuk mempermudah laju transportasi maka diperlukan pengaspalan ulang yang akan memperlancar perjalanan. Membangun Gapura khas Jawa dengan menggunakan batu bata. Ditambah, mendirikan gazebo-gazebo dengan atap wuwungan khas Rumah adat Jepara sehingga ketika warga berkunjung dapat dimanfaatkan untuk tempat berteduh. Yang tak kalah penting adalah membangun pagar, agar tidak ada pengunjung yang jatuh dan tercebur kesungai bendungan Bungpes terutama untuk anak-anak.

Apabila gedung ruang kontrol bendungan bungpes direnovasi dengan bentuk arsitektur yang unik misalnya seperti bentuk Gedung Opera Sydney Australia. Maka dapat menambah daya tarik untuk mengunjungi salah satu objek wisata Jepara yaitu Bongpes.

Referensi[sunting | sunting sumber]