Jepara, Jepara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Jepara
Kecamatan
Kota Jepara
Peta lokasi Kecamatan Jepara
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Jepara
Pemerintahan
 • Camat -
Luas 61,31 km3
Jumlah penduduk 96.940 jiwa
Kepadatan 1.581 jiwa/km2
Desa/kelurahan 16
Tugu Garuda
Tugu Kartini
Logo Jepara
Pantai Kartini di Jepara
Kura-Kura Ocean Park di Pantai Kartini
Shenden di Mulyoharjo
Pulau Panjang di Jepara
Pemandangan tembok benteng kota Jepara di sekitar tahun 1650, dengan latar belakang Gunung Muria
Peta Jepara dan sekitarnya (tahun 1858)
Masjid Agung Jepara Tahun 1660 M
Rencana Alun-Alun Jepara 2 dibangun dan direnovasi seperti Alun-Alun Kota Batu

Jepara adalah sebuah kecamatan yang juga berfungsi sebagai ibukota Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Jawa, sedangkan di sebalah selatan berbatasan denganKecamatan Tahunan, pada sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Laut Jawa, dan di sebelah timur berbatasn dengan Kecamatan Mlonggo

Administratif[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Jepara di bagi 4 desa dan 11 Kelurahan, yaitu:

Pulau[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Jepara satu buah pulau, yaitu:

  1. Pulau Panjang

Desa[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Jepara di bagi 4 desa, yaitu:

  1. Bandengan
  2. Kedungcino
  3. Kuwasen
  4. Wonorejo

Kelurahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Jepara di bagi 12 kelurahan, yaitu:

  1. Bapangan
  2. Bulu
  3. Demaan
  4. Jobokuto
  5. Karangkebagusan
  6. Kauman
  7. Mulyoharjo
  8. Panggang
  9. Pengkol
  10. Potroyudan
  11. Saripan
  12. Ujungbatu

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Agama[sunting | sunting sumber]

Penduduk Kecamatan Jepara 80% beragama Islam, 10% beragama Konghucu, 5% beragama Protestan dan 5% beragama Katolik.

Suku[sunting | sunting sumber]

Penduduk Kecamatan Jepara 90% berasal dari Suku Jawa, 6% berasal dari etnis Arab dan 4% Tionghoa .

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Meskipun Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi, umumnya sebagian besar masyarakat Kecamatan Jepara menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Bahasa Jawa Dialek Jeporonan.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Dari sisi etimologisnya Jepara dulunya menurut C. Lekkerkerker berasal dari kata Ujungpara. disebut ujungpara karena dahulu ada orang dari Majapahit yang sedang berjalan melewati daerah yang sekarang disebut Jepara, melihat nelayan yang sedang membagi-bagi ikan hasil tangkapannya "membagi" dalam bahasa jawa adalah "Para" (dibaca: Poro), maka pengembara tersebut menceritakan di kota tujuannya bahwa dia melewati Ujung Para karena dia melewati ujung pulau Jawa yang ada yang membagi ikan. Yang kemudian berubah menjadi Ujung Mara, dan Jumpara, yang akhirnya berubah menjadi Japara pada tahun 1950an diubah menjadi Jepara hal itu dibuktikan adanya Persijap (Persatuan Sepakbola Japara). Kata Ujung dan Para sendiri berasal dari bahasa jawa, Ujung artinya bagian darat yang menjorok ke laut dan Para yang artinya menunjukkan arah, yang digabung menjadi suatu daerah yang menjorok ke laut. Letak geografis memang menempatkan Jepara di semenanjung yang strategis dan mudah di jangkau oleh para pedagang. Para dari sumber yang lain diartikan Pepara, yang artinya bebakulan mrono mrene, yang kemudian diartikan sebuah ujung tempat bermukimnya para pedagang dari berbagai daerah. Orang Jawa menyebut menyebut nama Jepara menjadi Jeporo, dan orang Jawa yang menggunakan bahasa krama inggil menyebut Jepara menjadi Jepanten, dalam bahasa Ingris disebut Japara, Sedangkan orang Belanda menyebut Yapara atau Japare.

Potensi[sunting | sunting sumber]

Taman[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Jepara memiliki beberapa taman, yaitu:

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Event[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Jepara memiliki beberapa acara, yaitu:

Makanan[sunting | sunting sumber]

Masakan khas Kecamatan Jepara, adalah:

Soto Ayam Jepara rasanya berbeda dengan Soto Ayam Kudus, Semarang, di karenakan adanya Kucai di dalam Soto Jepara.
Adon-adon coro merupakan minuman tradisional dengan bahan : jahe, gula merah, santan, potongan kelapa muda (dibakar), dan jamu (rempah-rempah). Cara pembuatannya adalah: jahe, gula merah, santan, dan potongan kelapa direbus dengan air secukupnua sampai mendidih. Sedangkan rempah-rempah sebagai jamu penolak masuk angin diracik (dicampur) tersendiri. Cara penyajiannya : satu sendok jamu ditaruh di dalam mangkok, lalu disiram dengan wedang jahe dan diminum selagi masih panas / hangat. Pada sore dan malam hari penjaja minuman Adon-adon coro banyak kita jumpai di pelataran sekitar Shopping Centre Jepara (SCJ) di sebelah utara Alun-alun Jepara. Harganya cukup murah dan dijamin dapat menghangatkan badan.
Tempong adalah lauk yang berasal dari Ikan teri mentah yang dikeringkan, bentuknya seperti bakwan.
Horok-horok adalah masakan seperti sagu. Lebih nikmat dilahap dengan bakso atau lainya,

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Kota Jepara terdapat 1 Polindes, 1 Puskesmas dan 3 Rumah Sakit, yaitu:

Pasar[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Kota Jepara terdapat beberapa Pasar, yaitu:

Perencanaan[sunting | sunting sumber]

Pohon Jacaranda
Pohon Flamboyan
Pohon Tabebuya Merah Muda
Pohon Tabebuya Magenta
Pohon Tabebuya Kuning

Pemerintah Kabupaten Jepara berupaya bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Jepara untuk membuat beberapa rencana, yaitu:

  • Menanam pohon Jacaranda, pohon Flamboyan, pohon Bungur, pohon Tabebuya Merah Muda, pohon Tabebuya Kuning di pinggir jalan di daerah Kecamatan Jepara untuk memperindah karena pohon-pohon tersebut memiliki daun maupun bunga yang berwarna-warni yang indah, juga berfungsi untuk menyejukan udara Kota Jepara.
  • Membangun Trotoar ramah disibilitas di sepanjang Jalan Nasional (Jalan Welahan sampai Jalan Ngabul) dengan lebar trotoar 2 meter yang ramah disabilitas di Jepara sehingga nyaman dan aman bagi pengguna kursi roda dan pengguna tongkat, juga menambah lebar 50 meter sebagai ruang jalur sepeda onthel.
  • Membangun taman ramah disabilitas supaya kaum disabilitas bisa menikmati taman yang merupakan ruang publik
  • Membangun Taman City Of Carving (kota ukir) seperti Kudus memiliki Taman City Of Cretec
  • MEMBANGUN ALUN-ALUN 1 JEPARA dibangun

Alun-Alun 1 Jepara direnovasi/direhabilitasi dengan Konsep gaya Jepara (Kerajaan Kalingga, Kerajaan Kalinyamat, dan Kartini), terlihat adanya pagar tongkat kayu khas dari Kerajaan Kalingga sebab Ibukota Kalingga dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari tonggak kayu, Gapura candi bentar dan Paduraksa Mantingan khas dari Kerajaan Kalinyamat, dan Bunga Kantil khas dari Kartini sebab Kartini mendapatkan ide inspirasinya ketika dia sedang di tempat kesukaannya yaitu di bawah pohon Kantil. Alun-Alun 1 Jepara di rehabilitasi dengan cara:

  1. Membangun Basement di bawah lapangan Alun-Alun 1 Jepara untuk solusi parkir kendaraan pengunjung alun-alun juga dapat menjadi solusi menanggulangi banjir seperti yang di lakukan di Negara Belanda.
  2. Membangun Gapura Paduraksa khas Jepara di sebelah barat Alun-Alun 1 Jepara dan membangun [Taman Jepara#Candi Bentar|Gapura Candi Bentar khas Jepara]] di sisi timur Alun-Alun 1 Jepara. Rencananya Alun-Alun 1 Jepara dibangun seperti Taman Blambangan (Alun-Alun Kabupaten Banyuwangi) yaitu terdapat Gerbang Candi Bentar khas daerah tersebut dan Paduraksa khas daerah tersebut pula.
  3. Membangun Gapura Candi Bentar khas Jepara di Timur Alun-Alun 1 Jepara di tengahnya gapura terdapat anak tangga untuk naik dari trotoar ke alun-alun
  4. Membangun Paduraksa Jepara disebelah Barat Alun-Alun 1 Jepara untuk dibuat memanjang disebelah Barat Alun-Alun 1 Jepara untuk background (latar belakang) tempat duduk tamu undangan dalam upacara dan di tengahnya adalah podium Bupati Jepara.
  5. Membangun Taman kecil dan Menanami tanaman bunga warna merah dan menanam tanaman bunga warna putih disisi selatan dan juga di utara alun-alun
  6. membangun jalan miring disebelah utara dan barat alun-alun, jalan miring tersebut untuk mempermudah bagi pengguna kursi roda untuk ke Alun-Alun 1 Jepara
  7. Menanami Pohon Merah dan Putih yaitu Pohon Maple Merah dan Pohon Maple Putih di pojok arah barat daya, dan Pohon Maple Merah dan Pohon Maple Putih juga pada bagian barat laut Alun-Alun 1 Jepara, karena Pohon Maple merupakan memiliki makna si pemikir mandiri.
  8. Menanami Pohon khas Jepara yaitu Pohon Kantil di pojok timur laut alun-alun 1 Jepara, karena pohon Kantil adalah di mana R.A. Kartini mendapatkan ide-idenya.
  9. Memasang Ornamen Pagar Tonggak Kayu yaitu pagar dengan bentuk menyerupai pagar tongkat kayu khas dari Kerajaan Kalingga sebab Ibukota Kalingga dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari tonggak kayu
  10. Membangun Tulisan Raksasa ALUN-ALUN 1 JEPARA di sebelah selatan Alun-Alun 1 Jepara
  • MEMBANGUN ALUN-ALUN 2 JEPARA dibangun direnovasi/direhabilitasi dengan Konsep gaya Jepara Modern (Jeparanese Modern Style), Alun-Alun Jepara 2 dibangun menjadi seperti Alun-Alun di Kota Batu (Jawa Timur), sehingga dapat menjadi solusi membersihkan PKL di Alun-Alun Jepara 1. yaitu dengan cara:
  1. Membangun Basement di bawah lapangan Alun-Alun 2 Jepara untuk solusi parkir kendaraan pengunjung alun-alun juga dapat menjadi solusi menanggulangi banjir seperti yang di lakukan di Negara Belanda.
  2. Membangun wahana Bianglala/jontro Permanen berbentuk setir kapal atau berbentuk Macan Kurung
  3. Membangun wahana Kora-Kora (Kapal Ayun) berbentuk replika kapal Kerajaan Kalinyamat
  4. Membangun wahana Komidi Putar Permanen berbentuk binatang peliharaan Kerajaan Kalinyamat yaitu Macan Penggolo, Macan Klawuk, Kuda Kencono Putih, Kuda Kencono Wangi, Burung Garuda Emas, Kidang Kencono, Tikus Piti, Kera Surya Kencana, Keong Buntet, Kerang Cangkang Wojo.
  5. Membangun Smoking Shelter (Smoking Area) berbentuk Joglo tetapi tidak terbuat dari kayu dan genteng, melainkan terbuat dari kaca yang tidak mudah pecah mulai dari dinding shelter hingga atap shelter.
  6. Membangun bangunan Patung Barongan Dencong patung bentuk barongan khas Jepara yaitu Barongan Dencong
  7. Menanami Pohon Tabebuya Pink, Pohon Tabebuya Kuning, Pohon Tabebuya Merah, Pohon Tabebuya Putih, Pohon Maple, Pohon Flamboyan, Pohon Bungur, Pohon Sakura,
  8. Menanami Taman tanaman anti nyamuk, supaya aman bagi anak-anak yang main di alun-alun 2 Jepara. yaitu menanami Bunga lantana, Bunga lavender, Bunga tapak dara, Daun Sirih, citrosa mosquito, mintrosa of lady diana, rosemary, zodia
  9. Membuat Kids Park (Perosotan, Ayunan, Bak Pasir / Kotak Pasir, Sirkuit mobil balita mesin AKI)
  10. Membuat Semprotan Air (yang melintas terkena semprotan air)
  11. Membuat Jogging Track dan Membuat Track Relaksasi kaki dari batu-batuan
  12. Membuat Fitness Outdoor Area
  13. Membuat Kolam Air Mancur
  14. Memasang Lampu Taman Gantung berbentuk Impes (lampion khas Jepara)
  15. Membangun Taman Baca
  16. Memasang Papan Kalender Event disebelah selatan alun-alun 2 Jepara
  17. Memasang Papan Berita Koran' disebelah utara alun-alun 2 Jepara
  18. Membangun Toilet Durian dan Rambutan bentuk durian untuk toilet wanita, dan Toilet bentuk rambutan untuk toilet Pria. toilet tersebut di lengkapi dengan ruang toilet khusus untuk kaum disable.
  19. Membangun Jalan Miring disebelah utara dan barat alun-alun, jalan miring tersebut untuk mempermudah bagi pengguna kursi roda untuk ke Alun-Alun 1 Jepara
  20. Membangun Tulisan raksasa ALUN-ALUN 2 JEPARA di sebelah timur Alun-Alun 2 Jepara.
  21. Membangun Sentra Kuliner khas Jepara di dekat Alun-Alun 2 Jepara bukan di dalam alun-alun.
  • Memangun kincir angin seperti Belanda, memasang pompa air, dll, untuk menanggulangi banjir rob yang sering menerjang daerah Kecamatan Jepara
  • Memasang Impes berbahan plastik/kaca pada Taman bertema Jepara-nese karena Impes merupakan lampion khas jepara yang berasal dari Kalinyamatan.
  • Perkantoran Negeri maupun Swasta, Bank, Rumah Ibadah, Sekolah, Rumah Sakit, Puskesmas, Pabrik, Pergudangan, Pasar, Swalayan, Mall, diwajibkan harus memiliki Taman biopori.
  • Menanami Pohon pohon Tabebuya Merah Muda, pohon Tabebuya Magenta di kanan dan kiri bahu Sungai Kanal di Potroyudan, serta memasang lampu penerangan yang memadai supaya tidak disalah gunakan untuk pacaran serta sebagai memperindah suasana malam juga untuk menjadi penerangan jalan. Hal tersebut selain untuk memperindah sungai dan membuat wisata alternatif, Juga yang tak kalah penting yaitu sebagai peru-paru kota Jepara.
  • Melebarkan Sungai Kali Wiso dan Menormalisasi Kali Wiso dan menjadikan wisata air seperti di kota Sakai (Jepang), yaitu ada perahu seperti Jakarta Waterway yaitu jenis perahu kerapu, yang mengantar pengunjung menjelajahi sungai wiso hingga dermaga Pelabuhan Kartini. Kemudian penumpang dinaikan ke mobil travel untuk kembali ke Kali Wiso (daerah Shopping Centre Jepara)
  • Dermaga Kartini yang terdapat di Kelurahan Bulu Kecamatan Jepara ini berpotensi dikembangkan menjadi Pelabuhan dengan konsep modern seperti Pelabuhan Kaohsiung (Taiwan), yang di dalamnya dilengkapi ruang tunggu yang nyaman, tempat pembelian tiket yang rapi seperti di bandara, dll. Sehingga wisatawan yang hendak ke Karimunjawa bisa nyaman dan aman.
  • Membangun Jalur Khusus Sepeda dengan jalan raya yang di cat hijau, mulai dari Alun-Alun Jepara 1 sampai perbatasan dengan kecamatan Tahunan, mulai dari Alun-Alun Jepara 1 sampai perbatasan dengan kecamatan Kedung, mulai dari Alun-Alun Jepara 1 sampai perbatasan dengan kecamatan Mlonggo. Lebih baik lagi jika membangun jalan sepeda dari daerah perbatasan Jepara-Kudus dan daerah Perbatasan Jepara-Demak hingga pusat kota Jepara.
  • Semua Dinas di Kabupaten Jepara dan Perkantoran milik Pemkab Jepara harus memiliki Gapura khas Jepara yaitu Candi bentar khas Jepara seperti yang berada di depan Pendapa Jepara, untuk menunjukan jati diri kebudayan Jepara yang merupakan berbudaya Jawa.
  • Membangun Gerbang Tugu Perbatasan Jepara Demak di Welahan lampu warna warni pada tugu tersebut pada perbatasan agar menampilkan kesan mewah. Gerbang tugu perbatasan tersebut bisa berbentuk Motif Ukir Jepara Lengkap dengan Burung Merak yang bertengger, atau berbentuk Kijang Tumpuk, atau Elang Tumpuk (mengingat Elang Laut Dada Putih merupakan fauna identitas Jepara.
  • Membangun Wisata malam di komplek Stadion Gelora Bumi Kartini, dengan cara:
  1. Museum Persijap yaitu membangun ruangan seperti ruangan kantor Banaspati dan Jetman, tetapi di dalamnya di isi dengan benda-benda bersejarah perjalanan Persijap.
  2. Fitness Center yaitu membangun ruangan seperti ruangan kantor Banaspati dan Jetman, tetapi di dalamnya di isi dengan alat-alat olahraga. Warga diperbolehkan ketempat fitness dengan tarif berlaku.
  3. Skatepark yaitu membangun lapangan untuk bermain Skateboard, Sepatu roda, BMX.
  4. Air Mancur Menari (Tugu Kendi) yaitu menjadikan memasang air mancur yang bisa menari dan memasang lampu yang mewarnai kolam di depan stadion yang terdapat tugu kendi.
  5. Pusat Kuliner yaitu memindahkan PKL dari alun-alun Jepara ke komplek Stadion Gelora Bumi Kartini, dengan ditata seperti di belakang SCJ Shopping Centre Jepara)
  • Membuat peraturan bagi Siswa-Siswi dan Guru SD-SMP/MTs-SMA/SMK/MA diwajibkan menggunakan sepeda onthel apabila jarak rumahnya kurang dari 2 KM dan dilarang menggunakan sepeda motor, untuk doktrinasi membudayakan bersepeda supaya apabila bepergian jarak kurang dari 2 KM menggunakan sepeda onthel sehingga menciptakan generasi ramah lingkungan dan tidak boros BBM.
  • Membuat Peraturan setiap kecamatan di Kabupaten Jepara minimal harus ada 1 tempat wisata kuliner (Kuliner Center), sehingga PKL lebih tertata juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, serta menambah distinasi wisata kuliner di Kabupaten Jepara.
  • Membuat Peraturan setiap kecamatan di Kabupaten Jepara harus mengadakan Car Free Day di sekitar alun-alun Kecamatan untuk membudayakan warga masyarakat untuk berolahraga sehingga Kabupaten Jepara menjadi Kabupaten yang sehat.
  • Membangun Alun-Alun di setiap kecamatan selain untuk upacara tingkat kecamatan alun-alun tersebut juga untuk ruang publik dan yang tak kalah penting untuk daerah hijau resapan air hujan.
  • Membuat Kompetisi Adipura tingkat Kecamatan, bagi kecamatan yang bersih tertib, dan tertata rapi mendapatkan Piala Adipura dari Bupati Jepara.
  • Membuat Kompetisi Adipura tingkat Desa, bagi desa yang bersih tertib, dan tertata rapi mendapatkan Piala Adipura dari Camat Kecamatan masing-masing.
  • Menjadikan Pasar Sejajar menjadi Sentral Oleh-Oleh Khas Jepara, Pasar Sejajar (ex Pasar kerajinan) di margoyoso Kalinyamatan dijadikan pusat oleh-oleh dan sovenir dengan cara bekerjasama dengan toko penjual oleh-oleh khas Jepara untuk membuka cabang di Pasar Sejajar/Kerajinan yang harga sewanya di beri keringanan. Membangun dan menambah fasilitas agar menarik pengunjung seperti memasang AC, dan Eskalator, dan Mesin ATM. dan memberi saran kepada jasa travel wisata dan sopir bus pariwisata setelah ke Pantai Kartini/Bandengan harus untuk mampir di Pasar Sejajar/Kerajinan.
  • Membangun UKIR LAND di malaysia ada LEGOLAND harusnya Jepara memiliki taman bermain bertema serba ukir dan kayu tempat besar dengan wahana berbentuk kayu, ukir, palu, tatah (alat pahat), dll. Selain sebagai tempat wisata juga semakin memperkuat brand Jepara Kota Ukir.
  • Bekerjasama dengan pengusaha properti untuk membangun kawasan elit, perbankan, dan perkantoran di daerah teluk Kartini dengan konsep seperti Marina Bay Sands (Singapura).
  • Pemerintah Kecamatan Jepara bekerjasama dengan Pemkab Jepara dan Para Arkeolog bekerjasama dengan warga untuk Melakukan Proyek Besar jangka Panjang yaitu "Merenovasi Masjid Agung Jepara" yang berada di Kelurahan Kauman di bentuk dengan arsitektur Masjid Agung Baitul Makmur Jepara pada tahun 1660 Masehi, Selain mengembalikan sejarah Masjid Agung Baitul Makmur Jepara juga karena dapat menampung jama'ah sholat lebih banyak, sebab bertingkat-tingkat juga memiliki arsitektur yang sangat menarik dengan seni yang mengagumkan, dengan cara:
  1. Meminta Paranormal yang bisa melukis misalnya seperti paranormal Ustad Sholehpati atau yg lainnya yang bisa melihat bagaimana bentuk Masjid Agung Baitul Makmur Jepara 1660 M dimasa lalu zaman dulu.
  2. Lukisannya Paranormal di berikan kepada arsitek, agar dirancang dengan baik
  3. Kemudian membangun sesuai gambaran dari arsitek di buat oleh kontraktor proyek
  4. Setelah selesai pembuatan bangunan masjidnya, maka dibuka sebagai tempat ibadah juga tempat bersejarah dengan arsitektur 1660 M.
  • Pemerintah Kecamatan Jepara bekerjasama dengan Pemkab Jepara dan Para Arkeolog bekerjasama dengan warga untuk Melakukan Proyek Besar jangka Panjang yaitu "Mendirikan Benteng Jepara" yang berada di seputaran komplek Kantor Setda sampai kesebelah barat Pecinan, dengan cara:
  1. Pembebasan Lahan dengan ukuran tembok benteng Jepara
  2. Meminta Paranormal yang bisa melukis misalnya seperti paranormal Ustad Sholehpati atau yg lainnya yang bisa melihat bagaimana bentuk bentengnya dimasa lalu zaman dulu.
  3. Lukisannya Paranormal di berikan kepada arsitek, agar dirancang dengan baik
  4. Kemudian membangun sesuai gambaran dari arsitek di buat oleh kontraktor proyek
  5. Setelah selesai pembuatan bangunan bentengnya, maka dibuka sebagai tempat wisata sejarah dan taman kota.
  • Membangun monumen/patung 2 binatang jadi satu seperti patung SURO dan BOYO tetapi dengan bentuk YUYU GOTHO dan ULO LEMPE. Agar warga anak cucu kita bisa mengetahui letak peristiwa perubahan wujud Surogotho menjadi Yuyu Gotho atau Membuat Patung Cranake (Crab Snake) atau Patung Surlpe (surogotholempe) yaitu Kepalanya berbentuk kepiting dengan capit sedangkan badannya ular, patung tersebut di desain seperti Merlion Singapura (kepalnya berbentuk singa sedangkan badannya berbentuk mermaid). patung tersebut bisa menjadi Landmark Pantai Metawar juga menjadi Landmark Desa Ujungwatu.

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Jepara terdapat beberapa klub sepakbola yang mengikuti Liga PSSI Jepara, yaitu:

Telepon Penting Kecamatan Jepara[sunting | sunting sumber]

Nomor darurat dan penting di Kecamatan Jepara, yaitu:

  • Polsek Jepara Kota = (0291)598882
  • Puskesmas Jepara =
  • RSUD RA Kartini = (0291) 591175
  • RSI Sultan Hadlirin = (0291) 591507
  • RS Graha Husada = (0291) 597807
  • Pelabuhan Kartini = (0291) 595203