Jepara, Jepara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jepara
Tugu Pancasila dan Pendopo Jepara.jpg
Tugu Pancasila dan Pendopo Kabupaten
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
Pemerintahan
 • CamatSuhendro, S.H., M.H.
Populasi
 • Total89,116 jiwa (2.016)[1] jiwa
Kode Kemendagri33.20.06 Edit the value on Wikidata
Desa/kelurahan16
Peta Kecamatan Jepara pada tahun 2012
Pulau Panjang di Jepara

Jepara adalah sebuah kecamatan yang juga berfungsi sebagai ibu kota Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Laut Jawa
Timur Kecamatan Mlonggo
Selatan Kecamatan Tahunan
Barat Laut Jawa

Administratif[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Jepara dibagi menjadi 4 desa dan 11 Kelurahan, yaitu:

Desa[sunting | sunting sumber]

  1. Bandengan
  2. Kedungcino
  3. Kuwasen
  4. Wonorejo

Kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Bapangan
  2. Bulu
  3. Demaan
  4. Jobokuto
  5. Karangkebagusan
  6. Kauman
  7. Mulyoharjo
  8. Panggang
  9. Pengkol
  10. Potroyudan
  11. Saripan
  12. Ujungbatu

Kecamatan Jepara memiliki satu buah pulau, yaitu Pulau Panjang

Demografi[sunting | sunting sumber]

Agama[sunting | sunting sumber]

Penduduk Kecamatan Jepara 80% beragama Islam, 10% beragama Konghucu, 5% beragama Protestan dan 5% beragama Katolik.

Suku[sunting | sunting sumber]

Penduduk Kecamatan Jepara 90% berasal dari Suku Jawa, 6% berasal dari etnis Arab dan 4% Tionghoa .

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Meskipun Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi, umumnya sebagian besar masyarakat Kecamatan Jepara menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Bahasa Jawa Dialek Jeporonan.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Pemandangan tembok benteng kota Jepara di sekitar tahun 1650, dengan latar belakang Gunung Muria

Menurut C. Lekkerkerker, nama Jepara berasal dari kata Ujungpara. disebut ujungpara karena dahulu ada orang dari Majapahit yang sedang berjalan melewati daerah yang sekarang disebut Jepara, melihat nelayan yang sedang membagi-bagi ikan hasil tangkapannya "membagi" dalam bahasa jawa adalah "Para" (dibaca: Poro), maka pengembara tersebut menceritakan di kota tujuannya bahwa dia melewati Ujung Para karena dia melewati ujung pulau Jawa yang ada yang membagi ikan.

Kemudian berubah menjadi Ujung Mara, dan Jumpara, yang akhirnya berubah menjadi Japara pada tahun 1950an diubah menjadi Jepara hal itu dibuktikan adanya Persijap (Persatuan Sepak bola Japara). Kata Ujung dan Para sendiri berasal dari bahasa jawa, Ujung artinya bagian darat yang menjorok ke laut dan Para yang artinya menunjukkan arah, yang digabung menjadi suatu daerah yang menjorok ke laut.

Letak geografis memang menempatkan Jepara di semenanjung yang strategis dan mudah di jangkau oleh para pedagang. Para dari sumber yang lain diartikan Pepara, yang artinya bebakulan mrono mrene, yang kemudian diartikan sebuah ujung tempat bermukimnya para pedagang dari berbagai daerah. Orang Jawa menyebut menyebut nama Jepara menjadi Jeporo, dan orang Jawa yang menggunakan bahasa krama inggil menyebut Jepara menjadi Jepanten, dalam bahasa Ingris disebut Japara, Sedangkan orang Belanda menyebut Yapara atau Japare.

Peta Jepara dan sekitarnya (tahun 1858)

Potensi[sunting | sunting sumber]

Taman[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Jepara memiliki beberapa taman, yaitu:

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Acara[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Jepara memiliki beberapa acara, yaitu:

Makanan[sunting | sunting sumber]

Masakan khas Kecamatan Jepara, adalah:

Soto Ayam Jepara rasanya berbeda dengan Soto Ayam Kudus, Semarang, di karenakan adanya Kucai di dalam Soto Jepara.
Adon-adon coro merupakan minuman tradisional dengan bahan: jahe, gula merah, santan, potongan kelapa muda (dibakar), dan jamu (rempah-rempah). Cara pembuatannya adalah: jahe, gula merah, santan, dan potongan kelapa direbus dengan air secukupnua sampai mendidih. Sedangkan rempah-rempah sebagai jamu penolak masuk angin diracik (dicampur) tersendiri. Cara penyajiannya: satu sendok jamu ditaruh di dalam mangkok, lalu disiram dengan wedang jahe dan diminum selagi masih panas / hangat. Pada sore dan malam hari penjaja minuman Adon-adon coro banyak kita jumpai di pelataran sekitar Shopping Centre Jepara (SCJ) di sebelah utara Alun-alun Jepara. Harganya cukup murah dan dijamin dapat menghangatkan badan.
Tempong adalah lauk yang berasal dari Ikan teri mentah yang dikeringkan, bentuknya seperti bakwan.
Horok-horok adalah masakan seperti sagu. Lebih nikmat dilahap dengan bakso atau lainya,

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Kota Jepara terdapat 1 Polindes, 1 Puskesmas dan 3 Rumah Sakit, yaitu:

Pasar[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Kota Jepara terdapat beberapa Pasar, yaitu:

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Jepara terdapat beberapa klub sepak bola yang mengikuti Liga PSSI Jepara, yaitu:

Telepon Penting Kecamatan Jepara[sunting | sunting sumber]

Nomor darurat dan penting di Kecamatan Jepara, yaitu:

  • Polsek Jepara Kota = (0291)598882
  • Puskesmas Jepara =
  • RSUD RA Kartini = (0291) 591175
  • RSI Sultan Hadlirin = (0291) 591507
  • RS Graha Husada = (0291) 597807
  • Pelabuhan Kartini = (0291) 595203

Referensi[sunting | sunting sumber]