Alun-Alun 1 Jepara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Alun-alun 1 Jepara adalah pusat kota Jepara yang dicirikan oleh sebidang tanah yang luas. Di sekelilingnya ada bangunan-bangunan fungsional yaitu Pendapa Jepara, Kantor Bupati Jepara, KODIM 0719 Jepara.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Alun-alun 1 Jepara sudah ada sejak dahulu, yang dulunya dimanfaatkan untuk tempat menyamapaikan pengumuman dari Penguasa Pemimpin Jepara dan juga sebagai tempat menyampaikan aspirasi rakyat terhadap pemimpinnya.

Keunggulan[sunting | sunting sumber]

Alun-alun 1 jepara merupakan Alun-alun terbaik[1] di Jawa Tengah karena lokasi alun-alun yang dekat dengan tempat wisata yaitu Museum Kartini, Taman Baca, Shopping Centre Jepara, Masjid Agung Jepara, dll.

Letak[sunting | sunting sumber]

Alun-alun kota 1 Jepara tentulah terletak berada[2] di pusat kota, berada di depan Pendapa Jepara (tempat pemerintah kota). Biasa digunakan untuk peringatan hari nasional, tempat berkumpul keluarga dan anak muda, dengan nuansa alam yang sejuk dan juga dekat dengan banyak tempat makan (Shopping Centre Jepara), Museum Kartini.

Perbedaan[sunting | sunting sumber]

Jepara memiliki 2 Alun-alun perbedaannya adalah:

  • Alun-alun 1 Jepara sebagai alun-alun pusat Pemerintahan Kabupaten Jepara, sedangkan di Alun-alun 2 Jepara sebagai alun-alun Pemerintah Kecamatan Jepara
  • Alun-alun 1 Jepara sebagai alun-alun untuk upacara Pemkab Jepara, sedangkan di Alun-alun 2 Jepara untuk upacara Pemerintah Kecamatan Jepara
  • Alun-alun 1 Jepara tidak boleh ada PKL (Pedagang Kaki Lima), sedangkan di Alun-alun 2 Jepara diperbolehkan ada PKL (Pedagang Kaki Lima)

Tujuan[sunting | sunting sumber]

Kota merupakan sebuah area urban yang berbeda dari desa ataupun kampung berdasarkan ukurannya, kepadatan penduduk, kepentingan, atau status hukum. Kota juga merupakan pusat permukiman, suatu hasil dari proses kehidupan komunitas, serta suatu ruang / wadah yang di dalamnya terkait manusia dengan kehidupannya. Proses yang dialami suatu kota sangatlah panjang, perjalanan sejarah kehidupan sosial budaya, politik, ekonomi, menerangkan catatan sendiri dalam memori kota. Suatu produk sejarah kota (artefak) seharusnya diperhatikan keberadaannya agar kota yang terus berkembang tidak kehilangan karakter khasnya (identitas kota), yang jika dipadukan dengan sosial budaya masyarakat sekaligus merupakan spirit kota. Spirit kota memiliki peranan penting untuk menjaga image kota agar bisa terus bertahan dalam menjalani perubahan waktu. Salah satu unsur yang penting dalam suatu kota adalah dengan adanya ruang terbuka atau open space. Ruang terbuka hijau merupakan suatu kawasan yang dimanfaatkan sebagai unsur keseimbangan ekosistem perkotaan. Pada lingkup perkotaan di Kota Jepara, ruang terbuka hijau direncanakan berupa taman-taman kota, lapangan olahraga, tempat-tempat bermain anak, dan sebagai tempat upacara. Alun – alun yang berada pada pusat-pusat kota diarahkan sebagai “landmark” kota yang memberikan dukungan terhadap terbentuknya citra Kota Jepara. Dalam hal ini alun-alun kota Jepara direncanakan untuk menjadi “public space” yang mengakomodasi[3] berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti senam, jogging, upacara, dan berbagai event.

Referensi[sunting | sunting sumber]