Masjid Agung Baitul Makmur Jepara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Masjid Agung Baitul Makmur Jepara
Masjid Agung Baitul Makmur Jepara 1660 Masehi.JPG
Masjid Agung Baitul Makmur Jepara Pada Tahun 1660 Masehi
Informasi umum
Letak Jepara, Jawa Tengah, Indonesia
Afiliasi agama Islam
Deskripsi arsitektur
Jenis arsitektur Masjid
Gaya arsitektur Joglo
Spesifikasi
Menara 1
Pemandangan kota Jepara di sekitar tahun 1650, Masjid Agung Jepara terlihat di balik Benteng Jepara dari kejauhan

Masjid Agung Baitul Makmur Jepara terletak di Desa Kauman, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. Dulunya Masjid ini bersusun lima, dengan ciri atap mirip arsitektur Tiongkok. Namun karena direnovasi tanpa memperhatikan sejarah yaitu bentuk aslinya maka sekarang atapnya hanya bersusun dua.

Lokasi[sunting | sunting sumber]

Masjid Agung Jepara terletak di sebelah selatan Alun-alun kota Jepara tepatnya Desa Kauman, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Masjid Agung Jepara di bangun pada masa Pangeran Arya Jepara, Pangeran Arya Jepara adalah anak angkat dari Ratu Kalinyamat. Masjid Agung Jepara di bangun ketika perpindahan pusat pemerintahan Kerajaan Kalinyamat dari Kota Kalinyamat ke Jepara.

Bangunan masjid mengalami renovasi sebanyak tiga[1] kali. Mulai dari tahun 1686, 1929, dan terakhir pada tahun 1989 untuk menyesuaikan dengan kebutuhan akan banyaknya jamaah.

Gambaran Umum[sunting | sunting sumber]

Dulu Masjid ini semuanya berbahan dasar kayu jati, namun setelah di rehab dan diperbesar bangunan ini konstruksinya berubah menjadi beton dan berdinding tembok seperti masjid modern saat ini. Namun beberapa bagian bangunan masih menyisakan kekunoannya dengan menggunakan kayu sebagai bahan bangunannya. Sebagai contoh ruang masjid bagian depan plafonnya terbuat dari kayu jati lembaran yang dipolitur berkilat. Begitu pula tiang atau soko gurunya, meski terbuat dari dari beton namun bagian luar dililit oleh kayu dan diukir . Sehingga jika kita salat di dalam masjid ini nuansa kekunoannya akan terasa sekali.[2]

Bagian lain yang bernuansakan ukiran kayu adalah plafon serambi luar yang jika kita lihat dari bawah akan terlihat bentuk ukiran yang indah, kayu-kayu besar berukir bisa kita lihat dari bawah dengan jelas. Ukirannyapun beragam ada yang bernuansakan bunga-bunga seperti ukiran asli Jepara, namun ada pula yang berbentuk khot atau tulisan arab yang dapat kita lihat dibagian pintu dan jendela. Khusus untuk pengimaman juga berlapiskan kayu berukir serta dipolitur sehingga indah dilihat.

Butuh Perhatian Pemerintah[sunting | sunting sumber]

Masjid Agung Baitul Makmur Jepara yang sering dikunjungi oleh warga tak hanya dari daerah Jepara tetapi juga dari daerah luar Jepara, ini tentunya butuh perhatian agar semakin berkembang. Meski belum dikembangkan Masjid ini sering ramai dikunjungi selain untuk beribadah juga untuk melihat ukir-ukiran kayu yang berada di dalam masjid, apalagi pasca dikembangkan nantinya.

Sehingga jika pemkab Jepara merenovasi masjid ini jangan dibentuk dengan arsitektur modern, tetapi alangkah baiknya di bentuk dengan arsitektur Masjid Agung Baitul Makmur Jepara pada tahun 1660 Masehi, Selain mengembalikan sejarah Masjid Agung Baitul Makmur Jepara juga karena dapat menampung jama'ah sholat lebih banyak, sebab bertingkat-tingkat juga memiliki arsitektur yang sangat menarik dengan seni yang mengagumkan.

Perkembangan Masjid Agung Baitul Makmur Jepara[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]