Masjid Agung Baitul Makmur Jepara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Masjid Agung Baitul Makmur Jepara
Masjid Agung Jepara.jpg
Masjid Agung Baitul Makmur Jepara
Informasi umum
LetakJepara, Jawa Tengah, Indonesia
Afiliasi agamaIslam
Deskripsi arsitektur
Jenis arsitekturMasjid
Gaya arsitekturJawa, Tiongkok
Rampung1660an
Spesifikasi
Menara1

Masjid Agung Baitul Makmur Jepara adalah masjid tertua di Kabupaten Jepara. Letaknya berada di Kauman, Jepara. Dulunya, masjid ini bersusun lima, dengan ciri atap mirip arsitektur Tiongkok. Namun karena mengalami berbagai renovasi tanpa memperhatikan bentuk aslinya, maka saat ini atap bersusunnya yang masih dipertahankan tinggal dua.[1]

Pada awalnya, masjid ini bernama Masjid Gede Kabupaten Jepara sebelum namanya diubah pada tanggal 13 September 1990 menjadi seperti sekarang.[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Berdirinya Masjid Agung Jepara tidak jauh dari sejarah Kelurahan Kauman. Masjid ini dibangun pada sekitar tahun 1660/1670an menurut buku Oost-indische Voyagie karya Wooter Schouten. Meskipun tidak diketahui siapa yang pertama kali memulai pembangunannya, yang jelas masjid ini dibangun pada masa Pangeran Arya dari Jepara.[3]

Bangunan masjid mengalami renovasi sebanyak tiga kali. Mulai dari tahun 1686, atap susun yang awalnya lima buah dikurang menjadi tiga buah. Alasannya adalah untuk mengurangi kerusakan yang ditimbulkan oleh angin. Kemudian pada tahun 1929, tidak banyak perubahan yang didokumentsikan selain penambahan teras depan.

Pada tahun 1935, yang diprakasai oleh bupati Jepara R.A.A. Sukahar. Perubahannya ialah penambahan menara di bagian utara masjid dengan ketinggian sekitar 21 meter agar kumandang azan bisa didengar lebih jauh.[3]

Renovasi terakhir, pada tahun 1989, memasukkan struktur pembangunan yang lebih modern.[4]

Gambaran Umum[sunting | sunting sumber]

Dulu Masjid ini semuanya berbahan dasar kayu jati, tetapi setelah di rehab dan diperbesar bangunan ini konstruksinya berubah menjadi beton dan bertembok seperti masjid modern saat ini. Namun beberapa bagian bangunan masih menyisakan kekunoannya dengan menggunakan kayu sebagai bahan bangunannya. Sebagai contoh ruang masjid bagian depan plafon terbuat dari kayu jati lembaran yang dipolitur berkilat. Begitu pula tiang atau soko gurunya, meski terbuat dari dari beton namun bagian luar dililit oleh kayu dan diukir, sehingga jika salat di dalam masjid ini nuansa kekunoannya akan terasa.[5]

Bagian lain yang bernuansakan ukiran kayu adalah plafon serambi luar dengan ukiran di aatasnya dan kayu-kayu besar berukir. Ukirannya beragam; ada yang bernuansakan bunga-bunga seperti ukiran asli Jepara, tetapi ada pula yang berbentuk kaligrafi Islam yang dapat dilihat di bagian pintu dan jendela.[6]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Masjid Agung Baitul Makmur Jepara". Qoobah Kontraktor Kubah Masjid (dalam bahasa Inggris). 2020-02-09. Diakses tanggal 2020-08-17. 
  2. ^ "Menelusuri Jejak Kampung Kauman di Jepara". Jabar Ekspres Online. 2016-06-18. Diakses tanggal 2020-09-04. 
  3. ^ a b "Masjid Agung Jepara, Menjadi Sumber Inspirasi Warga". indopos.co.id. 0001-11-30. Diakses tanggal 2020-08-18. 
  4. ^ "Dunia Masjid :: Jakarta Islamic Centre - Masjid Agung Jepara". Diakses tanggal 2020-09-04. 
  5. ^ "Dua Masjid Bersejarah di Jepara - Website Bimas Islam (Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama)". bimasislam.kemenag.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-09-17. 
  6. ^ Pratiwia dkk., Ayuningtyas Putri (2017). "Analisa Perkembangan Motif Ukiran Di Jepara Pada Abad Ke-16 Hingga Abad Ke-17". Kreasi. 2 (2). 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]