Piala Dunia FIFA 2022

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Piala Dunia FIFA 2022
كأس العالم لكرة القدم 2022
Kaʾs al-ʿālam li-kurrat al-qadam 2022
Qatar 2022
2022 قطر‎
2022 FIFA World Cup.svg
Logo resmi Piala Dunia FIFA 2022
Informasi turnamen
Tuan rumah Qatar
Jadwal
penyelenggaraan
21 November – 18 Desember
Tempat
penyelenggaraan
8 (di 5 kota)
Jumlah
tim peserta
32 (dari 5 atau 6 konfederasi)
Statistik turnamen
Jumlah pertandingan64
Jumlah gol0 (0 per pertandingan)
2018
2026

Piala Dunia FIFA 2022 adalah Piala Dunia FIFA ke-22 yang putaran finalnya berlangsung di Qatar. Ini adalah pertama kalinya Qatar menyelenggarakan turnamen ini. Turnamen sepak bola internasional empat tahunan yang diikuti oleh tim nasional sepak bola pria asosiasi anggota FIFA. Turnamen ini diselenggarakan di Qatar pada Tahun 2022. Ini akan menjadi Piala Dunia pertama yang pernah diadakan di Timur Tengah dan yang pertama di negara mayoritas Muslim.[1] Piala Dunia 2022 ini juga akan menjadi Piala Dunia kedua yang diadakan sepenuhnya di Asia setelah Piala Dunia FIFA 2002 di Korea Selatan dan Jepang.[2] Selain itu, turnamen ini akan menjadi yang terakhir yang melibatkan 32 tim, pada periode selanjutnya (yaitu pada Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Utara) Piala Dunia akan melibatkan 48 tim. Juara bertahan Piala Dunia adalah Prancis.[3]

Ini juga akan menandai Piala Dunia pertama yang tidak akan diadakan pada bulan Mei, Juni, atau Juli; Piala Dunia kali ini akan dijadwalkan pada akhir November hingga pertengahan Desember.[4] Piala Dunia kali ini akan dimainkan dalam jangka waktu yang sekitar 28 hari, dengan final diadakan pada 18 Desember 2022, yang juga merupakan Hari Nasional Qatar.[5]

Terdapat tuduhan korupsi yang berkaitan dengan bagaimana Qatar memenangkan hak untuk menjadi tuan rumah acara tersebut. Penyelidikan internal FIFA telah melaporkan bahwa Qatar tidak bersalah, tetapi kepala penyelidik Michael J. Garcia sejak itu menggambarkan laporan FIFA pada penyelidikannya sebagai "tidak lengkap secara material dan salah".[6] Pada 27 Mei 2015, jaksa federal Swiss membuka penyelidikan korupsi dan pencucian uang terkait dengan Piala Dunia 2018 dan 2022.[7][8] Pada 6 Agustus 2018, mantan presiden FIFA Sepp Blatter mengklaim bahwa Qatar telah menggunakan "operasi hitam", menunjukkan bahwa panitia pemilihan tuan rumah telah melakukan kecurangan untuk memenangkan hak tuan rumah.[9]

Selain itu, Qatar telah menghadapi kritik keras karena perlakuan terhadap pekerja asing yang terlibat dalam persiapan untuk Piala Dunia, dengan Amnesty International merujuk pada "kerja paksa" dan menyatakan bahwa pekerja telah menderita pelanggaran hak asasi manusia, meskipun standar kesejahteraan pekerja dirancang pada tahun 2014.[10]

Pemilihan tuan rumah[sunting | sunting sumber]

Tahapan pemilihan tuan rumah Piala Dunia FIFA 2018 dan 2022 dimulai sejak Januari 2009, di mana asosiasi nasional memiliki waktu hingga 2 Februari 2009 untuk mendaftarkan diri.[11] Pada awalnya, tujuh negara mengajukan penawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2018, tetapi Meksiko kemudian mengundurkan diri. Penawaran Indonesia ditolak oleh FIFA pada Februari 2010 karena tidak adanya dukungan tertulis dari pemerintah.[12] Selama proses pemilihan, negara-negara non-UEFA secara bertahap mundur dari pemilihan tuan rumah 2018, sementara negara-negara UEFA mundur dari pemilihan tuan rumah 2022. Sehingga, tersisa lima penawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022: Australia, Jepang, Qatar, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Dua puluh dua anggota Komite Eksekutif FIFA bertemu di Zürich pada 2 Desember 2010 untuk memberikan suaranya dalam memilih tuan rumah kedua turnamen tersebut.[13]

Hasil pemungutan suara secara lengkap adalah sebagai berikut:[14]

Pemilihan tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022 (mayoritas 12 suara)
Calon tuan rumah Suara
Putaran 1 Putaran 2 Putaran 3 Putaran 4
 Qatar 11 10 11 14
 Amerika Serikat 3 5 6 8
 Korea Selatan 4 5 5 Tersingkir
 Jepang 3 2 Tersingkir Tersingkir
 Australia 1 Tersingkir Tersingkir Tersingkir

Kemungkinan Penambahan Kuota[sunting | sunting sumber]

Pada 12 April 2018, CONMEBOL meminta agar FIFA menambah kuota Piala Dunia FIFA 2022 dari 32 menjadi 48 tim, untuk penyelenggaran Piala Dunia sebelum edisi 2026 akan direncanakan seperti sebelumnya.[15][16] Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan kesediaannya untuk mempertimbangkan permintaan tersebut. Namun, kongres FIFA menolak permintaan tersebut sesaat sebelum dimulainya Piala Dunia FIFA 2018..[17] Infantino mengatakan badan pengatur sepak bola global tidak akan membahas kemungkinan Piala Dunia yang beranggotakan 48 tim, dan bahwa mereka pertama-tama akan membahas masalah tersebut dengan negara tuan rumah.[18]


Pada bulan Maret 2019, "studi kelayakan FIFA" menyimpulkan bahwa ada kemungkinan untuk menambah kuota turnamen menjadi 48 tim, meskipun dengan bantuan "satu atau lebih" negara lain dan "dua hingga empat tempat tambahan." FIFA juga mengatakan bahwa "sementara itu tidak dapat mengesampingkan tindakan hukum dari kehilangan hak tuan rumah dengan mengubah format [turnamen], studi mengatakan 'menyimpulkan bahwa risikonya rendah." FIFA dan Qatar kemungkinan akan memeriksa bersama proposal untuk diajukan ke Dewan FIFA dan Kongres FIFA pada Juni 2019. Seandainya proposal bersama diajukan, asosiasi anggota FIFA akan memberikan suara pada keputusan akhir di Kongres FIFA ke-69 di Paris,[19][20] Prancis pada 5 Juni 2019. Namun, pada 22 Mei 2019, FIFA mengumumkan tidak akan menambah kuota turnamen.[21]

Kualifikasi[sunting | sunting sumber]

Proses kualifikasi untuk Piala Dunia 2022 tengah berlangsung. Qatar, sebagai tuan rumah, langsung lolos ke putaran final.

Tim peserta[sunting | sunting sumber]

Tim Urutan
lolos
Cara
lolos
Tanggal
lolos
Penampilan di
putaran final
Penampilan
terakhir
Penampilan
terbaik
Peringkat FIFA
saat ini
 Qatar 1 Tuan rumah 2 Desember 2010 1 N/A N/A 46
 Jerman 2 Juara Babak pertama Grup J Eropa 11 October 2021 20 2018 Juara (1954, 1974, 1990, 2014) 12
 Denmark 3 Juara Babak pertama Grup F Eropa 12 October 2021 6 2018 Perempat final (1998) 10
 Brasil 4 Juara dari empat tim perwakilan CONMEBOL 11 November 2021 22 2018 Juara (1958, 1962, 1970, 1994, 2002) 2
 Prancis 5 Juara Babak pertama Grup D Eropa 13 November 2021 15 2018 Juara (1998, 2018) 3
 Belgia 6 Juara Babak pertama Grup E Eropa 13 November 2021 13 2018 Peringkat ketiga (2018) 1
 Kroasia 7 Juara Babak pertama Grup H Eropa 14 November 2021 5 2018 Runner-up (2018) 18
 Serbia 8 Juara Babak pertama Grup A Eropa 14 November 2021 12 2018 Peringkat empat (1930, 1962) 25
 Spanyol 9 Juara Babak pertama Grup B Eropa 14 November 2021 15 2018 Juara (2010) 7
 Inggris 10 Juara Babak pertama Grup I Eropa 15 November 2021 15 2018 Juara (1966) 5
 Swiss 11 Juara Babak pertama Grup C Eropa 15 November 2021 11 2018 Perempat final (1934, 1938, 1954) 14
 Belanda 12 Juara Babak pertama Grup G Eropa 16 November 2021 10 2014 Runner up (1974, 1978, 2010) 11
 Argentina 13 Lolos peringkat dua dari empat tim perwakilan CONMEBOL 16 November 2021 18 2018 Juara (1978, 1986) 6

Lokasi penyelenggaraan[sunting | sunting sumber]

Kota tuan rumah[sunting | sunting sumber]

Qatar telah mengajukan kota tuan rumah sebagai berikut: Al Khor, Ar Rayyan, Al Wakrah, Doha, dan Lusail.

Lusail Al Khor Al Rayyan
Stadion Lusail Iconic Stadion Al Bayt Stadion Education City Stadion Ahmed bin Ali
Capacity: 80,000
Capacity: 60,000[22] Capacity: 40,000[23] Capacity: 40,000[24]
Lusail Iconic Stadium final render.jpg Al Bayt Stadium 02 crop.jpg Aerial view of Education City Stadium and Oxygen Park in Al Rayyan (Education City Stadium) crop.jpg Al-Rayan-Stadium-doha.jpg
Kota tuan rumah di Qatar Stadion-stadion di Doha
Al Wakrah Doha
Stadion Al Janoub Stadion Ras Abu Aboud Stadion Internasional Khalifa Stadion Al Thumama
Capacity: 40,000[25] Capacity: 45,350[26] Capacity: 44,740[27] Capacity: 40,000[28]
Visita ao estádio de futebol Al Janoub.jpg Khalifa at Doha.jpg

Isu[sunting | sunting sumber]

Hak Asasi Manusia[sunting | sunting sumber]

Setelah Qatar diberikan hak menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022, banyak kampanye hak asasi manusia dan media menyatakan keprihatinan tentang situasi atas hak asasi manusia di Qatar, khususnya sehubungan dengan LGBT dan hak-hak perempuan.[29] [30][31] Homoseksualitas dianggap ilegal dan patut dihukum oleh hukuman badani atau lebih dari 5 tahun di penjara.[29][32] Kampanye hak asasi manusia Peter Tatchell menyatakan bahwa "Kedua negara (tuan rumah 2018 Russia dan Qatar) mempunyai dokumen buruk tentang hak asasi manusia. Tidak hanya pada hak homoseksualitas, akan tetapi juga untuk hak-hak perempuan, kebebasan untuk protes dan kebebasan untuk cetakan." [30]

Cuaca[sunting | sunting sumber]

Karena biasanya Piala Dunia diselenggarakan pada waktu belahan utara dunia mengalami musim panas, cuaca di Qatar akan menjadi masalah dengan suhu yang bisa mencapai 50 derajat Celsius. Akan tetapi, ketua tim Piala Dunia Qatar, Hassan al-Thawadi mengatakan "Panas bukan dan tidak akan menjadi masalah."[33]

Alkohol[sunting | sunting sumber]

Hassan Abdulla al Thawadi, ketua tim Piala Dunia Qatar, mengatakan bahwa negara muslim ini akan mengizinkan konsumsi alkohol selama turnamen diselenggarakan. Zona penggemar khusus akan didirikan, di mana alkohol bisa dibeli di situ.[34][35]

Israel[sunting | sunting sumber]

Pemimpin tim Piala Dunia Qatar telah mengatakan bahwa apabila Israel lolos, mereka akan diperbolehkan mengikuti Piala Dunia ini meskipun negara tersebut tidak mengakui Israel.[34][35][36] Beberapa atlet Israel sebelumnya telah diperbolehkan bertanding di Qatar, seperti atlet tenis Shahar Pe'er pada tahun 2008.[37]

Krisis diplomatik Qatar[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 5 Juni 2017, Arab Saudi, Mesir, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Yaman memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, menuduh Qatar membuat ketidakstabilan wilayah tersebut dan mendukung kelompok teroris. Arab Saudi, Yaman, Mauritania, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir dalam suratnya meminta FIFA untuk mengganti Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia, dengan menyebut negara itu sebagai "sarang terorisme".[38] Pada bulan Oktober 2017, Letnan Jenderal Dhahi Khalfan Tamim, Kepala Keamanan Dubai di UEA, menulis tentang krisis diplomatik Qatar; ia mengatakan bahwa blokade di negara itu akan berakhir jika FIFA membatalkan hak tuan rumah Piala Dunia Qatar. Pesan tersebut tampaknya menyiratkan bahwa krisis yang dipimpin Arab Saudi ini hanya diberlakukan karena Qatar menjadi tuan rumah acara sepak bola terbesar di dunia.[39]

Pemasaran[sunting | sunting sumber]

Logo Resmi[sunting | sunting sumber]

Logo turnamen diresmikan pada 3 September 2019 selama acara simultan di Menara Doha, Amfiteater Desa Budaya Katara, Msheireb Downtown Doha, dan Zubarah. Desain ini menyerupai simbol infinity dan angka "8", yang merefleksikan acara "interkoneksi" dan delapan stadion tuan rumah. Desain ini juga menggambarkan Trofi Turnamen, yang menyerupai selendang untuk menandakan penjadwalan musim dingin turnamen, dan ombak yang menyerupai bukit pasir gurun. Tipografi kata dalam logo menggabungkan Kashida (praktik memperpanjang bagian-bagian tertentu dari karakter dalam aksara Arab untuk memberikan penekanan tipografi).[40][41][42]

[sunting | sunting sumber]

FIFA partners Sponsor Piala Dunia

Hak Siar[sunting | sunting sumber]

Lihat Juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Amir: 2022 World Cup Kuwait a tournament for all Arabs". Gulf Times (dalam bahasa Arab). 15 July 2018. Diakses tanggal 7 September 2018. 
  2. ^ The 2018 competition in Russia featured two Asian venues, according to various definitions of the geographical boundary between Asia and Europe: Yekaterinburg and Sochi.
  3. ^ Taylor, Daniel (15 July 2018). "France seal second World Cup triumph with 4–2 win over brave Croatia". The Guardian. Diakses tanggal 7 September 2018. 
  4. ^ "Fifa, Qatar 2022: Mondiali dal 21 novembre al 18 dicembre" [Fifa, Qatar 2022: World Cup from 21 November to 18 December]. la Repubblica (dalam bahasa italian). 25 September 2015. 
  5. ^ "FIFA Executive Committee confirms November/December event period for Qatar 2022". FIFA. 19 March 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-09-10. Diakses tanggal 2019-12-30. 
  6. ^ "Fifa report 'erroneous', says lawyer who investigated corruption claims". BBC Sport. 13 November 2014. Diakses tanggal 24 February 2015. 
  7. ^ "Criminal investigation into 2018 and 2022 World Cup awards opened". ESPN FC. ESPN. 27 May 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 May 2015. Diakses tanggal 27 May 2015. 
  8. ^ "The Office of the Attorney General of Switzerland seizes documents at FIFA". The Federal Council. The Swiss Government. 27 May 2015. Diakses tanggal 27 May 2015. 
  9. ^ "Sepp Blatter says Qatar cheated to host World Cup". 5 August 2018. 
  10. ^ "Amnesty says workers at Qatar World Cup stadium suffer abuse". 31 March 2016. 
  11. ^ Goff, Steve (16 Januari 2009). "Future World Cups". The Washington Post. Diakses tanggal 16 Januari 2009. 
  12. ^ "Indonesia's bid to host the 2022 World Cup bid ends". BBC Sport. 19 Maret 2010. Diakses tanggal 19 Maret 2010. 
  13. ^ "Combined bidding confirmed". FIFA. 20 Desember 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-01-22. Diakses tanggal 20 Desember 2008. 
  14. ^ [1]
  15. ^ "Why Fifa's 48-team plan for the 2022 World Cup is bad news for Qatar". The Independent. Diakses tanggal 7 September 2018. 
  16. ^ Goff, Steven. "FIFA is considering a bigger World Cup in Qatar, one of the planet's smallest countries". Chicago Tribune. Diakses tanggal 7 September 2018. 
  17. ^ "FIFA President Gianni Infantino open to CONMEBOL's request to expand Qatar World Cup". ESPN. 13 April 2018. 
  18. ^ "FIFA President Gianni Infantino". Reuters. 10 June 2018. 
  19. ^ "FIFA Council decides on key steps for upcoming international tournaments". FIFA.com. 15 March 2019. Diakses tanggal 15 March 2019. 
  20. ^ Harris, Rob (11 March 2019). "APNewsBreak: FIFA study backs 48-team '22 WC, Qatar sharing". Diakses tanggal 12 March 2019. 
  21. ^ "FIFA keeps 2022 World Cup at 32 teams". SI.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 22 May 2019. 
  22. ^ "Al Bayt Stadium: A uniquely Qatari stadium, to rival the best in the world". 8 January 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 September 2019. Diakses tanggal 8 January 2018. 
  23. ^ "Qatar Foundation Stadium: An amazing experience for fans & a bright future for football". 8 January 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 January 2018. Diakses tanggal 8 January 2018. 
  24. ^ "Al Thuymama Stadium: A tribute to our region". 8 January 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 July 2019. Diakses tanggal 8 January 2018. 
  25. ^ "Tradition and innovation come together as striking Al Janoub Stadium in Al Wakrah City is opened". 16 May 2019. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 July 2019. Diakses tanggal 23 May 2019. 
  26. ^ "Ras Abu Aboud Stadium: A legacy for the community". 8 January 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 July 2019. Diakses tanggal 8 January 2018. 
  27. ^ "Al Rayyan Stadium: The gateway to the desert opens its doors to the world". 8 January 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 July 2019. Diakses tanggal 8 January 2018. 
  28. ^ "Khalifa International Stadium: Qatar's most historic stadium & a crucial player for 2022". 8 January 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 December 2019
    small>(upgraded). Diakses tanggal 8 January 2018.
     
  29. ^ a b http://www.guardian.co.uk/football/2010/dec/02/world-cup-2022-qatar-winning-bid
  30. ^ a b http://www.pinknews.co.uk/2010/12/03/gay-groups-anger-at-homophobic-world-cup-hosts-russia-and-qatar/
  31. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-12-04. Diakses tanggal 2010-12-04. 
  32. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-09-06. Diakses tanggal 2010-12-04. 
  33. ^ Will you be heading to Russia or Qatar for the World Cup? | Football | guardian.co.uk
  34. ^ a b Qatar would 'welcome' Israel in 2022
  35. ^ a b World Cup - Qatar 2022 green lights Israel, booze - Yahoo! Eurosport
  36. ^ "Qatar to allow Israel, alcohol at World Cup » Kuwait Times Website". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-06-17. Diakses tanggal 2010-12-03. 
  37. ^ "Peer wins history-making match at Qatar tourney". USA Today. 19 February 2008. 
  38. ^ "Boycott nations demand FIFA strips Qatar of 2022 World Cup - report". Reuters. 16 July 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-09-26. Diakses tanggal 2021-02-03. 
  39. ^ "How football created the biggest crisis in the Middle East for decades". The Independent. 12 October 2017. 
  40. ^ "Qatar 2022 emblem revealed". The Peninsula. Diakses tanggal 2019-09-04. 
  41. ^ "Qatar 2022: Football World Cup logo unveiled". Al Jazeera. Diakses tanggal 2019-09-04. 
  42. ^ "Qatar 2022 World Cup logo unveiled, reflects move to winter tournament". The Week (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-09-04. 
  43. ^ "FIFA and adidas extend partnership until 2030". FIFA. 21 November 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 June 2017. Diakses tanggal 10 May 2017. 
  44. ^ Matthews, Sam (22 November 2005). "Coca-Cola renews Fifa football sponsorship until 2022". Campaign. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 August 2017. Diakses tanggal 10 May 2017. 
  45. ^ "Hyundai-Kia drives on as FIFA Partner until 2022". FIFA. 24 November 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 June 2017. Diakses tanggal 10 May 2017. 
  46. ^ "Qatar Airways announced as Official Partner and Official Airline of FIFA until 2022". FIFA. 7 May 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 May 2017. Diakses tanggal 10 May 2017. 
  47. ^ Mickle, Tripp (1 April 2013). "Visa extending World Cup deal for eight years". Sports Business Daily. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 August 2017. Diakses tanggal 10 May 2017. 
  48. ^ Wilson, Bill (18 March 2016). "Fifa signs China's Wanda as partner". BBC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 6 December 2018. 
  49. ^ "FIFA and Anheuser-Busch InBev announce FIFA World Cup sponsorship for 2018 / 2022". FIFA. 25 October 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 August 2017. Diakses tanggal 10 May 2017. 
  50. ^ Carp, Sam (31 May 2017). "Fifa agrees massive World Cup deal with Vivo". SportsPro. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 June 2017. Diakses tanggal 31 May 2017. 
  51. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad ae af ag ah ai European Broadcasting Union (30 March 2012). EBU in European media rights deal with FIFA for 2018 and 2022 FIFA World Cups™. Siaran pers. Diakses pada 31 March 2012. Diarsipkan 2012-07-02 di Wayback Machine.
  52. ^ Hassett, Sebastian (28 October 2011). "SBS locks in two more World Cups". Brisbane Times. Diakses tanggal 28 October 2011. 
  53. ^ "Globo buys broadcast rights to 2018 and 2022 FIFA World Cups™". FIFA. 28 February 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-10-20. Diakses tanggal 28 February 2012. 
  54. ^ "Bell Media lands deal for FIFA soccer from 2015 through 2022". TSN. 27 October 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 December 2013. Diakses tanggal 27 October 2011. 
  55. ^ Myers, Sanjay (28 October 2011). "SportsMax lands long-term FIFA package". Jamaica BServer. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 October 2011. Diakses tanggal 28 October 2011. 
  56. ^ "FIFA grants media rights in China PR to CCTV until 2022". FIFA. 1 November 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-09-10. Diakses tanggal 23 November 2017. 
  57. ^ a b c FIFA.com (14 January 2016). "FIFA grants media rights in France to TF1 and beIN SPORTS for major tournaments". FIFA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-09-10. Diakses tanggal 22 August 2018.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama ":0" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  58. ^ "BBC, ITV, ARD and ZDF sign World Cup TV deals". sportspromedia.com. Diakses tanggal 29 May 2015. 
  59. ^ FIFA.com (26 January 2011). "Al Jazeera Sport buys broadcast rights to 2018 and 2022 FIFA World Cups™". FIFA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-09-10. Diakses tanggal 22 August 2018. 
  60. ^ "Sky Sports signs eight-year deal with FIFA". The New Zealand Herald. Diakses tanggal 7 July 2016. 
  61. ^ Barros, Carlos. "RTP e Seleção Nacional até 2018". RTP.pt. Rádio e Televisão de Portugal. Diakses tanggal 24 February 2015. 
  62. ^ "[2]." teraz.sk. Retrieved 27 January 2018. "RTVS získala vysielacie práva na zápasy EURO 2020 a MS 2022."
  63. ^ Ekeliw, Jonathan. "SVT och TV4 delar på fotbolls-VM till 2022". Aftonbladet (dalam bahasa Swedish). Diakses tanggal 30 March 2012. 
  64. ^ "BBC and ITV win rights to 2018 and 2022 Fifa World Cup finals". BBC Sport. 7 June 2014. Diakses tanggal 15 July 2018. 
  65. ^ FIFA.com (21 October 2011). "FIFA awards US TV Rights for 2015–2022". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-12-13. Diakses tanggal 2018-10-18. 
  66. ^ Longman, Jeré (21 October 2011). "Fox and Telemundo Win U.S. Rights to World Cups". The New York Times. Diakses tanggal 22 October 2011. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]