K-Vision

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
K-Vision
Nama sebelumnyaastro Nusantara (28 Februari 2006-20 Oktober 2008)
aora (8 Agustus 2008-23 Maret 2015)
OrangeTV (27 Oktober 2011-15 Juni 2018)
JenisTV satelit berlangganan
MotoOn Terus!
Slogansebagai astro Nusantara Hidup Penuh Warna
(28 Februari 2006-19 Oktober 2008)
sebagai aora Asyiknya 24 jam
(8 Agustus 2008-23 Maret 2015)
sebagai OrangeTV Jagoannya Hiburan Bermutu; (Quality Entertainment Champion)
(27 Oktober 2011-15 Juni 2018)
sebagai K-Vision On Terus!
(18 April 2014-sekarang)
NegaraIndonesia
KetersediaanTelevisi satelit
Tanggal didirikan28 Februari 2006 (sebagai astro Nusantara)
8 Agustus 2008 (sebagai aora)
27 Oktober 2011 (sebagai OrangeTV)
18 April 2014 (sebagai K-Vision)
Tanggal siaran perdana28 Februari 2006 (sebagai astro Nusantara)
8 Agustus 2008 (sebagai aora)
27 Oktober 2011 (sebagai OrangeTV)
18 April 2014 (sebagai K-Vision)
Tanggal peluncuran28 Februari 2006 (sebagai astro Nusantara)
8 Agustus 2008 (sebagai aora)
27 Oktober 2011 (sebagai OrangeTV)
18 April 2014 (sebagai K-Vision)
Wilayah siaranNasional
PemilikAstro All Asia Networks (2006-2015)
Lippo Group (2006-2008)
Sinarmas Group (2011-2018)
Central Tivi Digital (2011-2013)
Kompas Gramedia (40%) (pemilik utama) (2014-sekarang)
MNC Vision Networks (60%) (2019-sekarang)
Situs webk-vision.tv

K-Vision (sebelumnya bernama astro Nusantara, aora dan OrangeTV) adalah merupakan stasiun televisi satelit berlangganan di Indonesia yang beroperasi pada 28 Februari 2006 sampai 19 Oktober 2008 dan diresmikan mengudara pada 18 April 2014.

Sejarah

Logo astro Nusantara (2006-2008).
Logo Pertama aora TV (2008-2010).
Logo Kedua aora TV (2010-2015).
Berkas:OrangeTV.png
Logo OrangeTV (2011-2018).

Stasiun televisi ini menjadikan siaran langsung sepak bola Liga Utama Inggris sebagai jualan utamanya untuk wilayah yang menjadi sasaran pemasaran diseluruh nusantara maupun dari Medan sampai Denpasar adalah Sumatra, Jawa dan Bali dari Sumatra Utara hingga Bali. Pada akhir tahun 2007, jumlah pelanggannya mencapai 145.000-orang pelanggan. Sejak 20 Oktober 2008 tengah malam sejak sekitar pada pukul 00:01 WIB, Astro Nusantara berhenti siaran karena berakhirnya lisensi penggunaan merek dagang Astro siaran slogan dan motto 'tagline' yang tulisan nama semboyan adalah "Hidup Penuh Warna" yang digunakan pertama kali memperkenalkan pada 28 Februari 2006 sampai 19 Oktober 2008.

Astro Nusantara dioperasikan oleh PT Direct Vision yang dimiliki oleh Lippo Group. 100% saham milik perusahaan umum tersebut merupakan bagian dari Lippo Group adalah anak perusahaan langsung dari First Media juga operator televisi kabel berlangganan. PT Direct Vision memperoleh pasokan siaran dari Astro All Asia Networks yang beroperator televisi satelit berlangganan Astro di Malaysia dan Brunei yang juga berhak menggunakan nama Astro melalui suatu perjanjian lisensi penggunaan merek dagang (Trademark License Agreement). Ketiga pihak juga menyepakati suatu perjanjian dimana dalam waktu selama dua tahun Astro All Asia Networks akan turut serta menjadi pemegang saham di PT Direct Vision.

Astro Nusantara beroperasi dengan menggunakan satelit Measat 2.

Pada 1 April 2008, siaran Astro Nusantara sempat dihentikan selama lebih kurang sebelum 3-bulan akibat belum dipenuhinya persyaratan administrasi yang ditentukan Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia Mohammad Nuh. Menjelang berakhirnya perjanjian lisensi penggunaan merek dagang Astro pada 31 Agustus 2008, Astro All Asia Networks dan Lippo Group bersengketa mengenai kerjasama mereka dalam penyelenggaraan siaran Astro di bawah PT Direct Vision. Astro All Asia Networks meragukan rencana awal mereka untuk menjadi pemegang saham di PT Direct Vision akan terwujud dengan sementara mereka telah menyediakan pasokan siaran bernilai Rp2,5 triliun selama lebih dari 2-tahun. Astro All Asia Networks menginginkan kejelasan mengenai rencana tersebut yang apabila tidak mungkin terwujud, Astro All Asia Networks menginginkan PT Direct Vision membayar seluruh jasa yang telah mereka berikan secara gratis tersebut. Walau lisensi penggunaan merek dagang Astro sempat diperpanjang pada 30 September 2008 dan kemudian diperpanjang lagi menjadi 19 Oktober 2008, Astro All Asia Networks dan Lippo Group tetap tidak berhasil mencapai kesepakatan. Hal ini berujung pada dihentikannya secara total seluruh pasukan siaran dari Astro All Asia Networks pada 20 Oktober 2008 tengah malam sejak sekitar pada pukul 00:01 WIB dengan bersamaan dengan berakhirnya masa perpanjangan lisensi.

aora diluncurkan pada tanggal 8 Agustus 2008 di Jakarta. Produk pertama yang ditawarkan adalah paket perdana terbatas Olimpiade Beijing 2008, yang terdiri dari 10 kanal, 3 lokal dan 7 internasional. 4 kanalnya dikhususkan untuk siaran-siaran Olimpiade non-stop.

Pecahnya kerjasama ini sempat coba dimanfaatkan oleh Aora TV Berlangganan untuk mencoba menjadi mitra Astro di Indonesia selanjutnya. Hasilnya, hak siar eksklusif sepak bola Liga Utama Inggris untuk musim 2008-2009 berhasil diambil alih oleh Aora Satellite Television. Hal ini berdampak kepada penurunan jumlah pelanggan Astro Nusantara dari 145.000-orang pelanggan pada akhir tahun 2007 menjadi 98.000-orang pelanggan terakhir pada saat digabungkan siaran Aora TV.

Paket yang ditawarkan setelah aora berhasil memperoleh hak siar Liga Utama Inggris di Indonesia untuk musim 2008-2009 yang semula dimiliki oleh Astro Nusantara adalah Paket Liga Inggris.[1] Pecahnya kerjasama Astro All Asia Networks plc dan PT First Media Tbk (bagian dari Lippo Group) dalam PT Direct Vision, operator Astro Nusantara, dimanfaatkan oleh aora untuk mendapatkan lisensi penyelenggaraan siaran Liga Inggris di Indonesia.

Pada 16 April 2009, aora mengganti saluran Goal TV 1, Goal TV 2, SCTV, History Channel, dan Crime & Investigation dengan saluran-saluran baru seperti Star Movies, Star World, Eurosport, National Geographic Adventure, dan National Geographic Wild. aora juga melakukan penomoran saluran baru dengan 3 digit. aora juga mengungkapkan rencananya untuk melakukan penambahan saluran-saluran lain yang akan diusahakan sebelum tahun 2009 berakhir.

Sejak 15 Agustus 2009, aora tidak lagi menayangkan saluran ESPN dan Star Sports seiring dengan berakhirnya hak siar Liga Utama Inggris yang musim sebelumnya menjadi jualan utama mereka. Goal TV 1 dan Goal TV 2 menjadi saluran penggantinya. Bersamaan dengan penggantian kedua saluran tersebut, aora juga menambahkan 12 saluran baru dan 1 saluran preview ke dalam daftar salurannya.

Pada awal tahun 2010, masa depan aora sempat dalam keraguan usai dirumahkannya sekitar 90% karyawannya dan banyaknya pelanggan yang menghentikan langganannya usai kehilangan hak siar Liga Inggris di Agustus 2009. Tetapi hal ini kemudian dibantah oleh managing director aora, Guntur S. Siboro. Ia lantas menambahkan aora sedang merestrukturisasi perusahaannya dan akan memperbaiki serta menambah konten-kontennya sebelum tahun 2010 berakhir.[2] Janji tersebut kemudian terwujud dengan tampilan baru situs aora pada akhir tahun 2010, dan mereka juga menawarkan dua paket baru untuk pelanggan yaitu "Paket Asyik" dan "Paket Cihuy".

Di awal 2011 OrangeTV diluncurkan yang dioperasikan oleh PT Mega Media Indonesia, anak usaha Sinar Mas Group. Stasiun televisi ini menyediakan layanan siaran satelit TV digital dengan sistem prabayar sehingga konsumen cukup fleksible dan tidak terikat untuk berlangganan. aora kembali menambahkan dua paket baru dalam promosi langganan mereka yaitu "Paket Siip" dan "Paket Mantap". Selanjutnya aora juga menghadirkan saluran televisi resolusi tinggi (HDTV) mulai tanggal 1 November melalui "Paket HD", yang bisa pelanggan dapatkan dengan cara menyewa dekoder khusus HD atau berlangganan "Paket Marvel HD" yang berisi 67 saluran standar dan enam saluran HD. aora juga menghadirkan kembali saluran ESPN dan Star Sports dalam paket terpisah yaitu "Paket Olahraga". Empat saluran HBO yang sebelumnya hanya terdapat di "Paket Mantap" kini juga bisa pelanggan nikmati di paket terpisah yang diberi nama "Paket HBO".

Stasiun TV ini menggunakan teknologi DVB-S2 dan MPEG-4 dan memiliki jangkauan nasional. Fokus OrangeTV pada awalnya adalah menyajikan hiburan-hiburan bertema oriental, terlihat dari banyaknya saluran televisi Asia yang masuk ke dalam daftar saluran OrangeTV. Mulai musim 2013–14 sampai 2015–16, OrangeTV mendapat kesempatan untuk menjadi televisi resmi siaran Liga Primer Inggris melalui kemitraan bersama MP & Silva.[3]

Pada bulan Juni 2018, layanan OrangeTV ditutup sesuai informasi melalui surel yang terbatas kepada pelanggan yang masih aktif dan akan dihadirkan layanan OrangeTV dengan format yang baru yang membutuhkan pendaftaran ulang untuk pelanggan yang masih ingin melanjutkan layanannya kembali.

Pangsa pasar aora saat ini tidak hanya mencakup kalangan menengah keatas saja. Dengan tarif iuran yang relatif terjangkau dimulai dari 59.000 rupiah, aora saat ini sedang berupaya menggaet pangsa pasar kelas menengah ke bawah yang sangat ingin mencicipi tayangan-tayangan berkualitas. aora juga telah melebarkan sayapnya ke seluruh pelosok Indonesia melalui pembukaan kantor-kantor cabang di setiap ibu kota provinsi.[4]

Pada tanggal 23 Maret 2015, layanan Aora ditutup sesuai informasi melalui surel yang terbatas kepada pelanggan yang masih aktif dan akan dihadirkan layanan Aora dengan format yang baru yang membutuhkan pendaftaran ulang untuk pelanggan yang masih ingin melanjutkan layanannya kembali digabungkan dengan K-Vision.

Pada 16 Juli 2019, MNC Vision Networks resmi mengakuisisi 60% saham K-Vision[5], sementara 40% tetap milik Kompas Gramedia sebagai pemilik utama. Meski demikian, pola operasional antara MNC Vision dengan K-Vision tetap dilakukan secara terpisah dikarenakan perbedaan segmentasi pasar di antara keduanya, di mana MNC Vision membidik segmen pelanggan kelas menengah ke atas, sedangkan K-Vision membidik segmen pelanggan kelas menengah ke bawah.

Acara-acara yang diselenggarakan

Siaran tamat

Astro Nusanatara sebagai tidak lagi mengudara sementara tidak tayangan lagi sehingga tidak siaran televisi lagi tepatnya pada 20 Oktober 2008 tengah malam sejak sekitar pada pukul 00:01 WIB.

Siaran jangkauan

Saat ini jangkauan Astro Nusantara hanya dapat dinikmati di wilayah seluruh nusantara dari Sumatra hingga Bali kunjungi dealer resmi Astro Nusantara yang terbesar di seluruh Indonesia secara nasional yaitu: restoran, mal, rumah makan, toko, ruko, hipermarket, pusat perbelanjaan, rumah, apartemen, penginapan, villa, hotel bertaraf internasional, dealer dan kantor pusat juga 3 pulau dan 6 provinsi setiap ibu kota sehingga kota besar yang mampu menjangkau lebih dari 100 juta penonton siaran televisi satelit parabola di Indonesia.

Program

Sampai saat terakhirnya, Astro Nusantara menyediakan 50 saluran televisi termasuk di dalamnya 5 saluran yang diproduksi khusus oleh Astro Indonesia melalui perusahaan penyedia isi siaran PT Adhi Karya Visi yaitu: Astro Aruna (untuk sinetron Indonesia dan perempuan), Astro News (untuk informasi dan gaya hidup), Astro Ceria (untuk anak), Astro Kirana (untuk film non-Hollywood) dan Astro Xpresi (untuk gaya hidup anak muda dan infotainment) yang disiarkan di Astro Nusantara sejak pada tanggal 1 Juni 2006. Astro Aruna, Astro Ceria dan Astro Kirana juga disiarkan di Astro Malaysia dan Brunei pada tanggal 1 September 2006.

Pada 12 Agustus 2007, Astro Nusantara tidak lagi menyediakan siaran ANTV dan digantikan dengan Al Jazeera English.

Pada 7 September 2007, Astro Nusantara menambah satu lagi saluran baru yaitu Astro Oasis. Astro Oasis adalah saluran Astro yang menayangkan program-program yang bernafaskan agama Islam.

Mulai musim 2008-2009, Astro Nusantara kehilangan hak siar sepak bola Liga Utama Inggris di Indonesia.

Terhitung mulai 20 Oktober 2008 tengah malam sejak sekitar pada pukul 00:01 WIB, PT Direct Vision selaku pemegang hak siar televisi berlangganan Astro sudah tidak siaran televisi lagi tayangan Astro Nusantara di Indonesia.

Satelit

K-Vision dipancarkan melalui Satelit Palapa D dan Measat 3a.[butuh rujukan]

Daftar Saluran

Berikut saluran yang terdapat di K-Vision baik di satelit Palapa D maupun di satelit Measat 3a.

  1. Toonami

Hak Siar

Olimpiade Musim Panas 2008

Astro Nusantara dan Aora Satellite Television adalah stasiun siaran televisi satelit parabola berlangganan yang menayangkan siaran secara langsung Olimpiade Musim Panas 2008 di Beijing (ibu kota Republik Rakyat China).

Piala Dunia FIFA

K-Vision adalah salah satu TV berbayar yang menayangkan Piala Dunia FIFA 2014 Brasil dan 2018 Rusia di Indonesia.[butuh rujukan]

Copa America

Pada tahun 2015, Kompas Gramedia mendapatkan hak siar Copa América pertama kali sejak 2015 lewat televisi FTA Kompas TV dan berbayar K-Vision[8], setahun kemudian dilanjutkan dengan Copa América Centenario juga lewat Kompas TV dan K-Vision, dan kembali menayangkan pada 2019 tetapi hanya bersama televisi berbayar milik MNC Media, MNC Vision.

Asian Games 2018

Untuk pertama kalinya, K vision resmi mendapatkan hak siar Asian Games 2018 yang bisa di saksikan melalui ketiga televisi nasional milik Emtek, yaitu SCTV, Indosiar, dan O Channel tanpa harus membeli voucher (Gratis). Ini juga berlaku untuk jaringan televisi berbayar lainnya atas rekomendasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Liga Champions, Liga Eropa, dan Piala Super UEFA 2018-2019

Pada akhir musim 2017–18, K-Vision memperpanjang kontrak hak siar Liga Champions dan Liga Eropa tetapi hanya sampai musim 2018-19 (menjadi empat tahun) di Indonesia dan tidak menayangkan Piala Super UEFA 2018.

Sebenarnya musim 2015–16 lalu, ketiga kompetisi tersebut sudah pernah ditayangkan oleh K-Vision tetapi lewat saluran beIN Sports karena saluran tersebut memegang hak siar untuk beberapa negara di Asia-Pasifik pada saat itu.[9]

Mulai musim 2018-19, tayangan kedua kompetisi tersebut sudah pindah dari beIN Sports ke Total Sports Blast (TSB) lewat kerjasama perusahaan pemasaran olahraga di Indonesia, Futbal Momentum Asia (FMA) yang berhasil mengambil alih hak siar tersebut dari beIN Sports.[10][11][12]

Namun mulai musim 2019-20, tayangan kedua kompetisi tersebut harus berpindah sepenuhnya dari Total Sports Blast (TSB) ke Emtek setelah Futbal Momentum Asia (FMA), selaku pemilik saham dari Total Sports Blast (TSB) gagal membayar Hak Siar ketiga kompetisi tersebut sehingga RCTI pun harus kena imbas nya.[13][14] [15][16]

Piala Suzuki AFF

Tayangan Piala Suzuki AFF yang rutin ditayangkan setiap tahunnya di Fox Sports Asia, mulai musim 2018 berpindah tangan sepenuhnya menjadi milik MNC Media dengan alasan pembatasan hak siar untuk hampir seluruh negara di wilayah Asia-Pasifik. Namun dikarenakan MNC Media (melalui RCTI) juga mengambil kembali hak siar Liga Champions dan Liga Eropa untuk musim 2018-19 melalui Futbal Momentum Asia (FMA), MNC Media kemudian menjual kembali hak siar Piala Suzuki AFF kepada FMA agar RCTI memperoleh diskon dari pembelian hak siar kompetisi UEFA, lalu didistribusikan melalui saluran Total Sports Blast (TSB) yang ditayangkan oleh K-Vision dan portal streaming milik Emtek, Vidio[17][18], sementara untuk musim 2020 akan di tayangkan melalui televisi nasional MNC Media sendiri karena krisis keuangan yang dialami perusahaan FMA.

Kejuaraan Eropa UEFA

Untuk pertama kalinya, Kompas Gramedia melalui televisi berbayar K-Vision akan menayangkan kompetisi Kejuaraan Eropa UEFA pada musim 2020 berkat akuisisi saham mayoritas K-Vision oleh MNC Media walau tidak sepenuhnya. Kompetisi ini juga akan tayang di dua TV Berbayar milik MNC Media yaitu MNC Vision dan MNC Play atas lisensi dari layanan streaming milik grup Djarum, Mola TV.

Referensi

  1. ^ Liga Inggris resmi di aora TV, detiksport, 18 Agustus 2008
  2. ^ TV digital bakal tekan pangsa pasar TV satelit - Bisnis Indonesia, diakses: 2 Januari 2011
  3. ^ Orange TV Pegang Hak Siar Liga Inggris Mulai Musim Depan
  4. ^ Asyiknya aora bisa dinikmati di seluruh pelosok nusantara
  5. ^ MNC Vision Networks Akuisisi 60% Saham K-Vision
  6. ^ Frekuensi Nickelodeon Terbaru di Parabola K Vision - SatelitIndonesia.com
  7. ^ Frekuensi ZooMoo TV Channel Hewan Untuk Anak di K Vision - SatelitIndonesia.com
  8. ^ 26 Siaran Langsung Copa America di Kompas TV dan K-Vision
  9. ^ "BeIN Sports grabs UCL package in Asia" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-11-05. 
  10. ^ "Liga Champion di Pegang Hak Eksklusif nya oleh FMA Selama 3 Musim di Indonesia". www.satelitmania.com. Diakses tanggal 2018-04-25. 
  11. ^ "FMA Kembali Memegang Hak Siar Tiga Ajang Bergengsi Eropa - Warta Kota". Warta Kota. 2018-04-18. Diakses tanggal 2018-11-05. 
  12. ^ "KVision on Twitter". Twitter. Diakses tanggal 2018-11-05. 
  13. ^ "Uefa close to replacing collapsed Champions League deal in Indonesia". SportBusiness Media (dalam bahasa Inggris). 2019-08-06. Diakses tanggal 2019-08-19. 
  14. ^ "SCTV Pemegang Hak Siar Liga Champions dan Liga Eropa Mulai Musim 2019/2020". iSatelit.com. Diakses tanggal 14 Agustus 2019. 
  15. ^ "SCTV Tayangkan Piala Super Cup Mulai Musim 2019". www.bola.net. Diakses tanggal 14 Agustus 2019. 
  16. ^ "Daftar Lengkap Channel-Channel K Vision Terbaru". www.satelitmania.com. Diakses tanggal 03 Nopember 2019. 
  17. ^ Futbal Momentum Asia - FMA (2018-11-03), AFF SUZUKI CUP 2018 - TEASER, diakses tanggal 2018-11-06 
  18. ^ "Official Account K-Vision TV di Instagram "Dan inilah yang kita tunggu-tunggu! AFF SUZUKI CUP 2018 segera hadir di K-Vision! 🎉 . Aktifkan Paket Juara agar dapat menyaksikannya ya!…"". Instagram. Diakses tanggal 2018-11-06. 

Pranala luar