O Channel

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
O Channel
PT Omni Intivision
Ochannel.svg
Diluncurkan16 Juni 2005
PemilikMRA Media (2004-2007)
Elang Mahkota Teknologi (2004-sekarang)
Format gambar1080i HDTV 16:9
(menggunakan safe area 4:3 576i untuk feed SDTV)
SloganJakarta's Own Channel (2004-2013)
Your Inspiring Entertainment and Lifestyle Television (2013-2015)
Women Inspiration and Lifestyle Television (2015-2017)
Your Lifetainment Destination (2017-2020)
Inspirasi Bahagia (2020)
Inspirasi Semangatmu! (2021-sekarang)
Wilayah siarNasional
Kantor pusatSCTV Tower, Senayan City, Jl. Asia Afrika Lot 19, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Saluran seindukElshinta TV (2011-2013)
SCTV (2004-sekarang)
Indosiar (2011-sekarang)
Ajwa TV (2020-sekarang)
Mentari TV (2021-sekarang)
Situs webwww.ochanneltv.com
Ketersediaan Ibu Kota
Terestrial
Analog dan digitallihat #Jaringan siaran
Satelit
Telkom-44121/H/12250 (MPEG-4/SD)
Nex Parabola104 (HD)
Transvision822
Kabel
First Media26
IPTV
MyRepublic276

O Channel adalah sebuah stasiun televisi swasta berjaringan di Indonesia. O Channel resmi mengudara pada tanggal 16 Juni 2005 di Jakarta.

Sejarah

O Channel didirikan oleh Soetikno Soedarjo dan Eddy Kusnadi Sariaatmadja dengan kepemilikan masing-masing 50%, yang memulai siaran percobaan pada tanggal 2 Agustus 2004 dan kemudian diresmikan pada tanggal 16 Juni 2005. Namun, pada tahun 2007, pihak MRA Media resmi menjual sisa 50% saham O Channel ke Emtek, sehingga O Channel dikuasai sepenuhnya oleh Emtek hingga saat ini.

O Channel terfokus pada program gaya hidup dan hiburan yang berkualitas. O Channel akan benar-benar memperkenalkan tampilan baru kepada peminat pertelevisian di Indonesia. Sebuah stasiun televisi yang menampilkan tayangan-tayangan berkualitas, bersamaan dengan gaya mempresentasikan program yang ada, memperluas pilihan saluran televisi lain bagi para pemirsa yang ada di Jakarta. O Channel mempunyai keunikan dan kemampuan yang baik dari set-up mereka yang akan membantu menayangkan program-program mereka. Tujuan dari pendirian O Channel adalah untuk menghasilkan standar baru bagi dunia pertelevisian yang fokus dan menarik hati masyarakat Jakarta serta memberikan alternatif yang berbeda bagi pemirsa televisi di Indonesia.

Sejak 2020, O Channel semakin memantapkan diri untuk bersiaran secara nasional melalui televisi digital di kanal multipleks milik SCM (SCTV atau Indosiar), sekaligus memperbanyak program siaran (terutama pertandingan dan turnamen olahraga) dan perlahan mengurangi porsi tayang acara belanja rumah. Praktis, dapat dikatakan O Channel merupakan salah satu stasiun televisi swasta berbasis digital di Indonesia. Di luar keberadaan transmisi analog yang hanya menjangkau beberapa wilayah saja.

Program acara

Program unggulan

  • O Channel Today
  • O Entertainment
    • Pagi
    • Malam (sebelumnya bernama Loelebay)
  • Topik Pilihan
  • Cari Cuan
  • Men Zone
  • Paling Pol
  • NBA (hanya acara The Finishers)
  • On Action
  • Exploride
  • Lutuna
  • O Shop
  • Karnaval Inbox (sebelumnya di SCTV)
  • Azizah (sebelumnya di SCTV)
  • Zahra (sebelumnya di SCTV)

Olahraga

  • Piala Dunia Antarklub FIFA (2019 dan 2020) (hanya menayangkan pertandingan untuk peringkat ketiga dan keempat pada 2019)[1]
  • Liga 1 (2018 hingga sekarang) (bersama tvOne (hanya musim 2018) dan Indosiar (musim 2018 hingga sekarang)) (siaran langsung 50 pertandingan, siaran tunda sisa laga yang tidak ditayangkan O Channel)

Lisensi dari Champions TV (mulai 2019):

Acara yang pernah ditayangkan

  • DKI 15
  • Pagi Jakarta
  • Update Pagi
  • Pemilu Indonesia
  • City Events
  • Bazaar Style
  • Paranormal Activity
  • Music Mix
  • Jakarta's Event
  • Paranoia
  • Dem-O
  • Rekomendasi
  • Militer
  • East of Eden
  • Contact Nokia with Sentra Ponsel
  • Titian Iman
  • Solusi Life
  • Weekend Movie
  • Tour of Duty
  • Mandarin Top Hits
  • City Spotlights
  • Holiday Yuukk!
  • Top K-Pop
  • J-Popzilla
  • The A Team
  • A Little Princess
  • Late Night Movie
  • Lejel Home Shopping
  • How to Make the Things
  • Jakarta Spotlight
  • JACO Home Shopping
  • DRTV
  • O Cinema
  • Olimpiade Rio 2016 (bersama SCTV (hanya pertandingan sepak bola dan bulu tangkis) dan Indosiar (diluar pertandingan sepak bola dan bulu tangkis, sama seperti O Channel))
  • Pagi Cantik
  • Masak Istimewa
  • Sahabat Inspirasi
  • Super Funday
  • VIP (Vidio Ini Penting)
  • Bintang Pilihan
  • Rumah dan Kita
  • Golden Memories (sebelumnya di Indosiar)
  • Stand Up Comedy Academy (sebelumnya di Indosiar)
  • Piala Presiden 2018 (bersama Indosiar dan beberapa televisi lokal daerah (termasuk TVRI stasiun daerah))
  • Asian Games 2018 (bersama TVRI, tvOne, MetroTV, SCTV dan Indosiar)
  • Keluarga Somat (dipindahkan ke RTV)
  • Petok si Ayam Kampung (dipindahkan ke RTV)
  • Ban-Ban si Kelinci Ajaib
  • Mamah & AA Beraksi (dipindahkan kembali ke Indosiar)
  • Potret (sebelumnya di SCTV)
  • Melancong Yuk! (sebelumnya di SCTV)
  • Nikmatnya Dunia (sebelumnya di SCTV)
  • Kesetiaan Cinta (sebelumnya di SCTV)

Jaringan siaran

Saat ini, O Channel telah menjangkau hingga 21 kota di Indonesia (dan akan terus bertambah sewaktu-waktu). Berikut ini adalah transmisi O Channel dan stasiun afiliasinya (sejak berlakunya UU Penyiaran, stasiun TV harus membangun stasiun TV afiliasi di daerah-daerah/bersiaran secara berjaringan dengan stasiun lokal). Data dikutip dari data Izin Penyelenggaraan Penyiaran Kominfo[2] dan laporan keuangan EMTEK.[3]

Nama Jaringan Daerah Frekuensi Analog
(PAL)
Frekuensi Digital
(DVB-T2)
PT Omni Intivision DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi 33 UHF 24 UHF
PT Omni Parahyangan Bandung, Cimahi, Padalarang, Cianjur 39 UHF
PT Omni Yogyakarta Yogyakarta, Wonosari, Solo, Sleman, Wates 56 UHF 25 UHF
PT Omni Banjarmasin Pontianak 60 UHF
PT Omni Kencana Banjarmasin, Martapura, Marabahan 57 UHF 33 UHF
PT Omni Polonia Kalianda, Lampung Selatan 49 UHF
PT Omni Semarang Semarang 32 UHF
PT Omni Surabaya Surabaya 29 UHF
Samarinda 36 UHF
Batam, Tanjung Pinang 42 UHF
Banda Aceh 43 UHF
Balikpapan 36 UHF
Medan 34 UHF
Cilegon 24 UHF
Cirebon, Kuningan 37 UHF
Garut 27 UHF
Jember 27 UHF
Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo 24 UHF
Malang 29 UHF
Purwokerto 31 UHF
Tegal, Pemalang, Pekalongan 33 UHF
Palembang 25 UHF
Sumedang, Majalengka 39 UHF
Purworejo, Kebumen 33 UHF

Referensi

Pranala luar