O Channel

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
O Channel
JenisJaringan televisi
SloganHome of Funtastic Sport
NegaraIndonesia
PendiriElang Mahkota Teknologi
MRA Media
Tanggal siaran perdana2 Agustus 2004 (siaran percobaan)
Tanggal peluncuran16 Juni 2005
Kantor pusatSCTV Tower, Senayan City, Jalan Asia Afrika Lot 19, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Indonesia
Wilayah siaranNasional
PemilikElang Mahkota Teknologi
Anggota jaringanlihat #Jaringan siaran
Tokoh kunciSutanto Hartono (Direktur Utama)
Format gambar1080i HDTV 16:9
(diturunkan menjadi 576i 16:9 untuk umpan SDTV)
Satelit
KabelFirst Media: 26
IPTVMyRepublic: 276
Situs webwww.ochanneltv.com
O Channel
PT Omni Intivision
(sebelumnya PT Gendis Citrarahayu)
Jakarta Pusat, DKI Jakarta
Indonesia
SaluranAnalog: 33 UHF (hingga 25 Agustus 2022)
Digital: 24 UHF
Virtual: 123
SloganHome of Funtastic Sport
Pemrograman
AfiliasiO Channel (stasiun induk)
Kepemilikan
PemilikMRA Media (2004–2008)
Elang Mahkota Teknologi (2004–sekarang)
SCTV (2004–sekarang)
Indosiar (2011–sekarang)
Ajwa TV (2020–sekarang)
Mentari TV (2021–sekarang)
Sebelumnya:
Elshinta TV (2011–2013)
Riwayat
Didirikan8 November 1991
Siaran perdana
2 Agustus 2004 (siaran percobaan)
16 Juni 2005 (siaran resmi)
Omni Channel (nama perusahaan)
Informasi teknis
Otoritas perizinan
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia
Koordinat transmiter-6.219674,106.7219515 (digital)
Pranala
Situs webwww.ochanneltv.com

O Channel (awalnya merupakan singkatan dari Jakarta's Own Channel)[1] adalah sebuah jaringan televisi swasta di Indonesia yang dimiliki oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. O Channel resmi mengudara pada tanggal 16 Juni 2005 di Jakarta.

Sejarah

Logo O Channel (2004-2022)

O Channel didirikan oleh Elang Mahkota Teknologi dan MRA Media dengan kepemilikan masing-masing 50%, yang memulai siaran percobaan selama 2 jam[1] pada tanggal 2 Agustus 2004 dan kemudian diresmikan pada tanggal 16 Juni 2005. Namun, pada tahun 2007, pihak MRA Media mengurangi kepemilikannya menjadi 18,5% dan setahun berikutnya melepas seluruh kepemilikannya di O Channel ke Emtek, sehingga O Channel dikuasai sepenuhnya oleh Emtek. O Channel berada di bawah pengelolaan/badan hukum PT Omni Intivision, yang awalnya didirikan pada 8 November 1991 sebagai PT Gendis Citrarahayu, dan pada 2 Agustus 1999 berganti nama yang digunakan saat ini.[2]

Awal tujuan dari pendirian O Channel adalah untuk menghasilkan standar baru bagi dunia pertelevisian yang fokus dan menarik hati masyarakat Jakarta serta memberikan alternatif yang berbeda bagi pemirsa televisi di Indonesia. O Channel saat itu hanya merupakan stasiun televisi lokal Jakarta saja, dan program-programnya didesain sesuai dengan kebutuhan penduduk kelas atas Jakarta, terutama gaya hidup maupun hiburan metropolitan. Selain program tersebut, beberapa acaranya juga berasal dari luar negeri seperti film impor. Siarannya awalnya hanya selama 17,5 jam, yang kemudian diperpanjang menjadi 20 jam[3][4] dan saat ini sudah 24 jam. Walaupun demikian, pada awal 2010-an, format acara tersebut perlahan-lahan ditinggalkan, dan O Channel tampak tenggelam dalam tayangan home shopping (belanja rumah) O Shop (awalnya juga dari penyedia lain seperti Lejel),[5][1] sehingga kemudian target pemirsanya diubah menjadi perempuan.[6] Kemudian, cakupan siarnya juga diperluas, walaupun hanya di beberapa kota saja di Indonesia baik dalam bentuk jaringan televisi (analog), maupun bergabung dengan multipleks SCM (digital).[7]

Memasuki pertengahan 2010-an, tampak O Channel mulai difokuskan sebagai stasiun televisi Emtek yang menyiarkan acara olahraga. Tercatat, Emtek cukup banyak memberikan jatah stasiun televisi ini penayangan event olahraga besar, seperti Olimpiade 2016, Asian Games 2018, NBA dan Liga 1.[8][9] ​Dan memasuki 2020, O Channel semakin memantapkan diri untuk bersiaran secara nasional melalui televisi digital di kanal multipleks milik SCM (SCTV atau Indosiar), sekaligus memperbanyak program siaran pertandingan dan turnamen olahraga dan perlahan mengurangi porsi tayang acara belanja rumah. Praktis, dapat dikatakan O Channel merupakan salah satu stasiun televisi swasta berbasis digital di Indonesia yang sudah menasional, diluar keberadaan transmisi analog yang hanya menjangkau beberapa wilayah saja. Perubahan ke arah penayangan program-program olahraga tersebut (ditambah sejumlah acara gaya hidup), menandai perubahan O Channel menjadi stasiun televisi yang kini menargetkan anak muda sebagai pasarnya.[10]

Pada awal Agustus 2022, sempat terjadi rumor adanya rencana pergantian nama O Channel menjadi Moji, karena dibocorkannya merek tersebut dalam sebuah promosi Piala Dunia FIFA 2022 di Indosiar.[11] Rumor tersebut makin mencuat setelah akun resmi O Channel di Instagram dan Facebook menyatakan "pamit" pada 14 Agustus 2022.[12] Yang pasti, merek Moji telah didaftarkan dalam proses sejak 26 Juli 2022 oleh PT Omni Intivision, pemilik O Channel itu sendiri.[13] Pada tanggal 20 Agustus 2022, logo O Channel di kanan atas menghilang dan digantikan dengan hitung mundur #OCPamit.

Identitas

Logo O Channel yang terdiri dari sebuah simbol huruf "O", dimana lebih jumlah tujuh lingkaran warna abu-abu digayakan huruf "C" serta satu warna jingga di kanan serta tulisan "CHANNEL" warna abu-abu di sebelah kanan digunakan dari 2 Agustus 2004 hingga 20 Agustus 2022.

Slogan utama

  • Jakarta's Own Channel (2004-2013)
  • Your Inspiring Entertainment and Lifestyle Television (2013-2015)
  • Women Inspiration and Lifestyle Television (2015-2017)
  • Your Lifetainment Destination (2017-2020)
  • Inspirasi Bahagia (2020)
  • Inspirasi Semangatmu! (2021)
  • Home of Funtastic Sport (2021-2022)

Program acara

Program unggulan

  • Today's Update (sebelumnya bernama O Channel Today)
  • Bisik
  • Sport Update
  • Cari Cuan
  • Indonesia Food Adventure
  • Tastymony
  • Jalan-Jalan
  • Indo Travelogue
  • Indonesia Street Food
  • Food Adventure
  • Authentic Food
  • Our Makan Places
  • Bali: Paradise on Earth
  • Exploride
  • Exploring West Java
  • Wonderful East Java
  • Architecture
  • Bondi Vet
  • Remarkable Living
  • The Immortals
  • Sports Woman
  • Volley in Love
  • The Greatest of All Time
  • Trust
  • SportCast
  • Loveles
  • Korea Mania
  • FTV

Olahraga

Lisensi dari Vidio, Champions TV dan Nex Parabola (mulai 2019):

  • Premier League (tayang bersama SCTV mulai musim 2022-23 hingga 2024-25) (siaran langsung 76 pertandingan atau 2 pertandingan per minggu)
  • Livoli (pada 2019 hanya menayangkan enam pertandingan putra-putri (masing-masing empat semi final dan dua final))
  • FIFA World Cup Qatar 2022 (siaran langsung babak penyisihan grup tayang bersama SCTV, Indosiar dan Mentari TV)
  • UEFA (bersama SCTV)
  • WTA (siaran tunda)
  • NBA (2016-17 hingga sekarang, hanya menayangkan satu permainan per pekan di hari Jumat (dalam Waktu Indonesia))
  • Volleyball Nations League (2021 hingga sekarang) (menayangkan 2 permainan setiap hari)
  • Turkish Volleyball League (mulai 2021)
  • Formula 1 (mulai Oktober 2021, menayangkan sesi Kualifikasi dan Race)
  • Proliga (mulai 2022)
  • ONE Championship (mulai 2022)

Lisensi Dari Mola :

Acara yang pernah ditayangkan

  • DKI 15
  • Pagi Jakarta
  • Update Pagi
  • Pemilu Indonesia
  • City Events
  • Bazaar Style
  • Paranormal Activity
  • Music Mix
  • Jakarta's Event
  • Paranoia
  • Dem-O
  • Rekomendasi
  • Militer
  • East of Eden
  • Contact Nokia with Sentra Ponsel
  • Titian Iman
  • Solusi Life
  • Weekend Movie
  • Tour of Duty
  • Mandarin Top Hits
  • City Spotlights
  • Holiday Yuukk!
  • Top K-Pop
  • J-Popzilla
  • The A Team
  • A Little Princess
  • Late Night Movie
  • Lejel Home Shopping
  • O Shop
  • How to Make the Things
  • Jakarta Spotlight
  • JACO Home Shopping
  • DRTV
  • O Cinema
  • Olimpiade Rio 2016 (bersama SCTV (hanya pertandingan sepak bola dan bulu tangkis) dan Indosiar (diluar pertandingan sepak bola dan bulu tangkis, sama seperti O Channel))
  • Pagi Cantik
  • Masak Istimewa
  • Sahabat Inspirasi
  • Super Funday
  • VIP (Vidio Ini Penting)
  • Bintang Pilihan
  • Rumah dan Kita
  • Golden Memories (sebelumnya di Indosiar)
  • Stand Up Comedy Academy (sebelumnya di Indosiar)
  • Piala Presiden 2018 (bersama Indosiar dan beberapa televisi lokal daerah (termasuk TVRI stasiun daerah))
  • Asian Games 2018 (bersama TVRI, tvOne, MetroTV, SCTV dan Indosiar)
  • Keluarga Somat
  • Petok si Ayam Kampung (dipindahkan ke RTV)
  • Ban-Ban si Kelinci Ajaib
  • Mamah & AA Beraksi (dipindahkan kembali ke Indosiar)
  • Potret (sebelumnya di SCTV)
  • Melancong Yuk! (sebelumnya di SCTV)
  • Nikmatnya Dunia (sebelumnya di SCTV)
  • Asmara dan Dara (sebelumnya di SCTV)
  • Kesetiaan Cinta (sebelumnya di SCTV)
  • Azizah (sebelumnya di SCTV)
  • Zahra (sebelumnya di SCTV)
  • Cinta Bersemi di Putih Abu-Abu the Series (sebelumnya di SCTV)
  • Copa America 2021
  • Olimpiade Tokyo 2020 (bersama Indosiar, TVRI Nasional dan TVRI Sport HD)
  • Paralimpiade Tokyo 2020
  • Potret Menembus Batas (sebelumnya di SCTV)
  • Merial
  • Proaktif
  • The Little Nyonya
  • FIFA World Cup Classic Match

Jaringan siaran

Saat ini, jangkauan siaran O Channel mencakup 23 provinsi di Indonesia (dan akan terus bertambah sewaktu-waktu), yaitu:

Analog (PAL)
Nama Perusahaan[15][16] Nama Stasiun Daerah Frekuensi
PT Omni Intivision O Channel DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi 33 UHF
O Channel Bandung Bandung, Cimahi, Padalarang, Cianjur 24 UHF
PT Bama Berita Sarana Televisi BBS TV Surabaya, Lamongan, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Bangkalan 46 UHF[a]
PT Omni Kencana O Channel Banjarmasin Banjarmasin, Martapura, Marabahan 57 UHF
PT Omni Polonia O Channel Kalianda Kalianda 49 UHF
PT Omni Parahyangan O Channel Solo Yogyakarta, Wonosari, Solo, Sleman, Wates 56 UHF
PT Omni Banjarmasin O Channel Pontianak Pontianak 60 UHF

Catatan:

  1. ^ Khusus siaran analog
Digital (DVB-T2) (nama kota – frekuensi (nama multiplekser))

Siaran digital O Channel umumnya bisa diterima satu paket di daerah-daerah yang menerima siaran digital SCTV, Indosiar dan Mentari TV.

Referensi

Pranala luar