TVRI (saluran TV)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
TVRI
TVRILogo2019.svg
Diluncurkan24 Agustus 1962; 58 tahun lalu (1962-08-24)
JaringanTVRI
PemilikLPP Televisi Republik Indonesia
Format gambar576i SDTV 16:9
1080i HDTV 16:9
Negara Indonesia
BahasaBahasa Indonesia
Bahasa Inggris (hanya untuk English News Service)
Wilayah siarNasional
Kantor pusatJalan Gerbang Pemuda, RT.1/RW.3, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10270
Saluran seindukTVRI Kanal 3
TVRI Sport HD
Sebelumnya:
TPI (1990-1997)
QTV & Swara (2000-2011)
TV Edukasi (2004-2014, 2020-2021)
Situs webwww.tvri.go.id
Ketersediaan (siaran digital dalam DVB-T2)
Terestrial
Analog dan Digitallihat Televisi Republik Indonesia#Stasiun
Satelit
Telkom-43922 H 3500 dan 3925 H 4000 (MPEG-4) (HD)
MNC Vision118
TransVision818
Nex Parabola113
Kabel
First Media16
IPTV
Indihome100
MNC Play118
Biznet Home10
MyRepublic556
Televisi Internet
TVRI KlikTonton langsung
UseeTVTonton langsung (Nasional) (Hanya berlaku di Indonesia)
VidioTonton langsung
Logo TVRI dalam siarannya saat ini (sejak 29 Maret 2019)

TVRI (juga dikenal sebagai TVRI Siaran Nasional atau TVRI Nasional) adalah saluran televisi publik nasional utama yang dimiliki oleh LPP Televisi Republik Indonesia. Saluran ini mulai mengudara pada tanggal 24 Agustus 1962, menjadikannya stasiun televisi pertama di Indonesia. Saluran ini juga menjadi satu-satunya pilihan stasiun televisi di Indonesia hingga tahun 1989, ketika TVRI Programa Dua (kini TVRI Jakarta) di Jakarta mengudara secara terpisah dari TVRI dan stasiun televisi swasta mulai mengudara.

TVRI menayangkan ragam program, mulai dari berita, informasi, hiburan hingga olahraga, dengan bersiaran 24 jam setiap hari.[1] Saluran ini berjaringan dengan stasiun TVRI daerah di siaran analog (kecuali DKI Jakarta dan sekitarnya), namun bersiaran secara penuh dan mandiri dari stasiun daerah di siaran digital.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Dalam rangka Asian Games IV 1962, pemerintah Indonesia berniat untuk mendirikan stasiun televisi di Indonesia. Pada tanggal 25 Juli 1961, Menteri Penerangan mengeluarkan SK Menpen No. 20/SK/M/1961 tentang pembentukan Panitia Persiapan Televisi (P2T).

TVRI mulai mengadakan siaran percobaan dengan acara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-17 pada tanggal 17 Agustus 1962. Acara tersebut disiarkan dari halaman Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka, Medan Merdeka, Gambir, Gambir, Jakarta Pusat, dengan format hitam-putih dan didukung pemancar cadangan berkekuatan 100 watt. Pada 24 Agustus 1962, TVRI resmi mengudara untuk pertama kalinya diluncurkan sebagai stasiun televisi pertama di Indonesia dengan acara siaran langsung upacara pembukaan Pesta Olahraga Asia 1962 dari Stadion Utama Gelora Bung Karno dan maka dari itu bertepatan dengan Hari Pertelevisian Nasional atau Hari Televisi Nasional jatuh tanggal 24 Agustus menandai hari lahir TVRI diperingati setiap tahun sebagai tanda mengudaranya.

TVRI menayangkan siaran seputar Pesta Olahraga Asia 1962, dengan nama Saluran Lima. TVRI menayangkan siaran langsung perhelatan Pesta Olahraga Asia 1962 pada pagi hingga sore hari, dan siaran tunda Pesta Olahraga Asia 1962 mulai pukul 20:45 WIB hingga 23:00 WIB.

Setelah Pesta Olahraga Asia 1962 berakhir, siaran TVRI sempat dinonaktifkan selama beberapa waktu hingga mengudara kembali pada 11 Oktober 1962. TVRI mulai menayangkan iklan di televisi mulai 1 Maret 1963.[2]

Bertepatan dengan peringati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-20 jatuh tanggal 17 Agustus 1965, TVRI Yogyakarta resmi diluncurkan sebagai menandai dirintisnya stasiun-stasiun TVRI daerah yang secara bertahap memperluas jangkauan siaran pusat TVRI. Dengan diluncurkannya Satelit Palapa A1 pada tanggal 8 Juli 1976, siaran nasional TVRI dapat dengan mudah menjangkau seluruh Indonesia. Hal ini diperkuat dengan Stasiun Produksi Keliling yang dibentuk secara bertahap mulai tahun 1977 di beberapa ibu kota provinsi.

Pada dekade 1960-an, TVRI hanya bersiaran di malam hari. Hingga tahun 1969, TVRI hanya bersiaran selama 4,5 jam di Minggu malam.[3] Namun pada dekade-dekade berikutnya, TVRI menambah jam siaran hingga sore hari. Siaran pagi kemudian dihadirkan hanya di hari Minggu, serta pada hari libur nasional dan acara kenegaraan.

Bertepatan dengan peringati hari ulang tahun Televisi Republik Indonesia ke-20 jatuh tanggal 24 Agustus 1982, TVRI resmi meluncurkan TVRI Programa 2 Jakarta (kini TVRI Jakarta) di Jakarta, yang mulai meruntuhkan monopoli siaran pusat TVRI di siaran televisi, yang disusul dengan mengudaranya stasiun televisi swasta RCTI sekitar tujuh tahun kemudian. Pada tanggal 23 Januari 1991, stasiun televisi swasta TPI (kini MNCTV) mulai mengudara secara nasional, awalnya dengan memanfaatkan frekuensi TVRI yang tidak bersiaran pada pagi dan siang hari. Sejak saat itu TVRI tidak lagi mendominasi siaran televisi di tempat-tempat lain di Indonesia. Terlebih lagi dengan surat keputusan Menterti Penerangan yang memperbolehkan stasiun televisi swasta (yang dahulu jangkauan siarannya dibatasi hanya di kota tempat stasiun tersebut bersiaran) untuk bersiaran secara nasional.

Sejak 1 September 1997, TVRI resmi meluncurkan siaran siang Senin-Sabtu secara reguler pada pukul 14.00 WIB hingga pukul 00.10 WIB untuk bersiaran selama 9 jam dan 40 menit sementara sedangkan tetap TVRI siaran pagi hanya di hari Minggu sehingga pada hari libur nasional dan acara kenegaraan secara reguler pada pukul 06.00 WIB hingga pukul 23.40 WIB untuk bersiaran selama 17 jam dan 70 menit sekaligus resmi meluncurkan program baru seperti Berita 14.

Sejak 16 November 1998, TVRI resmi meluncurkan siaran pagi dan sore Senin-Sabtu secara reguler pada pukul 05.30 WIB hingga pukul 09.30 WIB untuk bersiaran selama 4 jam serta pukul 14.00 WIB hingga pukul 23.40 WIB untuk bersiaran selama 9 jam dan 40 menit dengan total bersiaran selama 13 jam dan 70 menit sementara sedangkan tetap TVRI siaran pagi hanya di hari Minggu sehingga pada hari libur nasional dan acara kenegaraan secara reguler pada pukul 05.30 WIB hingga pukul 23.40 WIB untuk bersiaran selama 17 jam dan 70 menit.

Bertepatan dengan Tahun Baru Masehi 1999 tepatnya pada pukul 00.00 WIB, TVRI resmi berubah jam siaran pagi dan sore Senin-Sabtu secara reguler pada pukul 05.30 WIB hingga pukul 10.30 WIB untuk bersiaran selama 5 jam serta pukul 14.00 WIB hingga pukul 23.40 WIB untuk bersiaran selama 9 jam dan 40 menit dengan total bersiaran selama 14 jam dan 70 menit sementara sedangkan tetap TVRI siaran pagi hanya di hari Minggu sehingga pada hari libur nasional dan acara kenegaraan secara reguler pada pukul 05.30 WIB hingga pukul 23.40 WIB untuk bersiaran selama 17 jam dan 70 menit.

Sejak 10 April 2000, TVRI resmi berubah jam siaran pagi dan sore Senin-Sabtu secara reguler pada pukul 05.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB untuk bersiaran selama 4 jam serta pukul 14.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB untuk bersiaran selama 9 jam dengan total bersiaran selama 13 jam sementara sedangkan tetap TVRI siaran pagi hanya di hari Minggu sehingga pada hari libur nasional dan acara kenegaraan secara reguler pada pukul 05.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB untuk bersiaran 18 jam sekaligus resmi meluncurkan program baru seperti Jurnal Malam (menggantikan Berita Terakhir) hingga 31 Desember 2000.

Bertepatan dengan Tahun Baru Masehi 2001 tepatnya pada pukul 00.00 WIB, TVRI resmi berubah jam siaran pagi dan sore Senin-Sabtu secara reguler pada pukul 05:00 WIB hingga pukul 11:30 WIB untuk bersiaran selama 6 jam dan 30 menit serta pukul 15.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB untuk bersiaran selama 9 jam dengan total bersiaran selama 17 jam dan 30 menit sementara sedangkan tetap TVRI siaran pagi hanya di hari Minggu sehingga pada hari libur nasional dan acara kenegaraan secara reguler pada pukul 05.00 WIB hingga pukul 00:00 WIB untuk bersiaran selama 19 jam.

Sejak 13 Juli 2001, bertepatan dengan resmi meluncurkan logo baru TVRI, TVRI menambah jam siaran selama 19 jam dari pukul 05.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB sepanjang hari sekaligus resmi meluncurkan program baru seperti Berita Pagi (menggantikan 2 Jam Saja) pukul 06.00-08.00 WIB, Halo Metro Indonesia, Berita Daerah (menggantikan Berita 17) pukul 11.00-11.30 WIB dan 17.00-17.30 WIB, Berita Siang (menggantikan Berita 15) pukul 12.00-13.00 WIB, Konsultasi Keluarga, Konteswara, Berita Petang (menggantikan Berita 19) pukul 18.00-19.00 WIB (khusus pukul 19.00-20.00 WIB selama bulan Ramadhan) dan Berita Malam (menggantikan Dunia dalam Berita) pukul 21.00-21:30 WIB.

Hingga 12 April 2021, TVRI bersiaran setiap pukul 03.45 hingga 01.30 WIB (khusus selama bulan Ramadan bersiaran 21 jam 30 menit, mulai pukul 02.30 WIB), menjadikan TVRI salah satu dari sedikit jaringan televisi nasional yang tidak melakukan siaran pada dini hari. Sejak Selasa, 13 April 2021 (bertepatan dengan 1 Ramadan 1442 Hijriah), TVRI mulai bersiaran 24 jam setiap hari. Di saat yang sama, TVRI juga mengubah format gambar menjadi 16:9 untuk siaran SD dan HD.

Transmisi[sunting | sunting sumber]

Hingga tahun 2020, TVRI memiliki 361 stasiun transmisi (dengan 120 di antaranya adalah stasiun transmisi digital), yang diklaim mampu menjangkau hingga 78,2% masyarakat Indonesia. Hal ini menjadikan TVRI sebagai saluran televisi dengan jangkauan terluas di antara jaringan televisi mana pun di Indonesia. Stasiun-stasiun transmisi ini dikelola oleh 30 stasiun TVRI daerah di seluruh Indonesia.[4]

Acara[sunting | sunting sumber]

Penyiar[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ TVRI Nasional (Instagram) (2020). "Halo #PemirsaTVRI! kini, TVRI sudah melangsungkan siaran nasional dan YouTube live streaming selama 24 jam". Diakses tanggal 27 April 2020. 
  2. ^ Kitley, Philip (2000). Television, Nation and Culture in Indonesia. Athens: Ohio University Center for International Studies. 
  3. ^ Kompas, 2 Maret dan 5 Oktober 1969. Dikutip dari "JADWAL ACARA TVRI JAKARTA 2 MARET & 5 OKTOBER 1969". Kaskus. Diakses tanggal 25 March 2021. 
  4. ^ TVRI Nasional (Instagram) (2020). "Ucapan Selamat HUT ke-58 TVRI dari Direktur Utama LPP TVRI, Iman Brotoseno..." Diakses tanggal 30 Agustus 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]