Kabupaten Katingan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kabupaten Katingan
Lambang Kabupaten Katingan.png
Lambang Kabupaten Katingan


Semboyan: Penyang Hinje Simpei
"Hidup Rukun dan Damai untuk Kesejahteraan Bersama."


Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Katingan.svg
Peta lokasi Kabupaten Katingan di Kalimantan Tengah
Koordinat:
Provinsi Kalimantan Tengah
Ibu kota Kasongan
Pemerintahan
-Bupati Sakariyas, S.E.
-Wakil Bupati Sunardi
APBD
-DAU Rp. 579.301.377.000.-(2013)[1]
Luas 17.800 km2
Populasi
-Total 160.531 jiwa (2017)[2]
-Kepadatan 9,02 jiwa/km2
Demografi
-Agama Islam 60.39%
Hindu/Kaharingan 18.83%
Kristen Protestan 18.50%
Katolik 2.28%[3]
-Bandar udara Bandar Udara Tumbang Samba
Pembagian administratif
-Kecamatan 13
-Kelurahan 94 Desa dan 17 Kelurahan
Simbol khas daerah
Situs web www.katingan.go.id
Sungai Katingan

Kabupaten Katingan adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah. Kabupaten yang beribu kota di Kasongan ini memiliki luas wilayah 17.800 km² dan berpenduduk sebanyak 146.439 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010). Semboyan kabupaten ini adalah "Penyang Hinje Simpei" (bahasa Ngaju) yang artinya adalah Hidup Rukun dan Damai untuk Kesejahteraan Bersama. Kabupaten ini terdiri dari 13 kecamatan 154 Desa dan 7 Kelurahan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada abad ke-14 wilayah Katingan merupakan salah satu wilayah jajahan Majapahit seperti yang disebutkan dalam Kakawin Nagarakretagama yang ditulis tahun 1365. Nama sungai Katingan diambil dari nama daerah yang terdapat di hulu sungai tersebut, yaitu daerah Katingan (Kasongan). Belakangan muncul daerah baru di hilir, yaitu Mendawai.

Menurut Hikayat Banjar, wilayah Kabupaten Katingan sudah termasuk ke dalam daerah kekuasaan kerajaan Banjar-Hindu (Negara Dipa) sejak pemerintahan Lambung Mangkurat dengan wilayah kekuasaannya perbatasan paling barat berada di Tanjung Puting. Wilayah ini ketika itu terdiri atas dua sakai (daerah), yaitu Mendawai dan Katingan yang masing-masing memiliki ketua daerah sendiri-sendiri yang disebut Menteri Sakai, kemudian pada abad ke-17 pada masa kekuasaan Sultan Banjar IV, Marhum Panembahan (Raja Maruhum), wilayah Mendawai-Katingan merupakan salah satu daerah yang diberikan kepada puteranya Pangeran Dipati Anta-Kasuma yang kemudian menjadi adipati/raja Kotawaringin menggantikan mertuanya Dipati Ngganding yang wilayah kekuasaannya meliputi bagian barat Kalimantan Tengah saat ini. Menurut Hikayat Banjar, pada masa itu Pelabuhan Mendawai merupakan tempat transit para pedagang Banjarmasin jika hendak pergi berlayar menuju negara Kesultanan Mataram di pulau Jawa.

Menurut laporan Radermacher, kepala daerah Mendawai/Katingan pada tahun 1780 adalah Kyai Ingabei Suradi Raja.[4] Kiai Ingabehi Suradiraja adalah gelar yang diberikan kepada seseorang yang telah berhasil membunuh dua orang pengikut Gusti Kasim dari daerah Negara tahun 1780, kemudia ia dilantik sebagai pembantu utama syahbandar di pelabuhan Tatas (Banjarmasin).[5] Pada tanggal 13 Agustus 1787, wilayah Kabupaten Katingan sudah diserahkan Sultan Tahmidullah II kepada VOC Belanda, kemudian daerah ini berkembang menjadi sebuah Distrik. Pada 2 Mei 1826 Sultan Adam dari Banjarmasin menyerahkan landschap Mendawai (Katingan) kepada Hindia Belanda.[6] Penguasa Mendawai dan Katingan selanjutnya adalah Djoeragan Kassim (1846), Abdolgani (1848), Djoeragan Djenoe (1850), Jaksa kiai Pangoeloe Sitia Maharaja (1851), Kiai Toeainkoe ​​Gembok (1859). Selanjutnya Demang Anoem Tjakra Dalam atau dikenal sebagai Demang Anggen, dilantik oleh Gubernur Hindia Belanda pada tanggal 10 Januari 1895 dan mengepalai wilayah Mandawai (Districtshoofd van Mandawai, afdeeling Sampit, residentje Zuider en Oosterafdeeling van Borneo). Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam zuid-ooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8[7]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Katingan dengan ibu kota Kasongan memiliki luas areal 17.500 km², berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur yang terdiri dari 13 kecamatan. Letak geografis Kabupaten Katingan adalah antara 1°14'4,9"-3°11'14,72" LS dan 112°39'59"-112°41'47" BT. Adapun batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Sintang
Selatan Laut Jawa
Barat Kabupaten Kotawaringin Timur
Timur Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangkaraya

Tata Guna Lahan[sunting | sunting sumber]

Hingga tahun 2003, pemanfaatan lahan utama di Kabupaten Katingan terdiri dari perkampungan, industri, sawah, tanah kering, kebun campuran, perkebunan, hutan, hutan kosong dan rusak, perairan dan lainnya. Sekitar 60% wilayah Kabupaten Katingan masih berupa hutan belukar dan hutan lebat. Perkebunan menempati porsi terbesar nomor 2 (dua), yaitu sekitar 11% sehingga penggunaan lahan lainnya tidak sampai 10%. Lokasi pengembangan tambak seluas 2.000 ha di Kabupaten Katingan, yaitu di Kecamatan Katingan Kuala, termasuk dalam wilayah lahan hutan belukar (mangrove).

Secara keseluruhan tata guna lahan di wilayah ini adalah sebagai berikut:

  • Kampung/permukiman: 19.285,60 ha
  • Industri: 3.156,50 ha
  • Sawah: 75.327,50 ha
  • Tanah kering: 109.847,40 ha
  • Kebun campuran: 0,00 ha
  • Perkebunan: 37.277,10 ha
  • Hutan: 253.816,50 ha
  • Semak, padang rumput: 0,00 ha
  • Hutan kosong, rusak: 854.403,80 ha
  • Perairan dan lainnya: 193.118,70 ha

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No. Foto Nama Awal Jabatan Akhir Jabatan Wakil Bupati Keterangan Ref.
1 Drs. Duwel Rawing 2002 2003 Penjabat bupati
2003 2008 H. Ahmad Yantenglie, S.E. Bupati definitif
2008 24 Juli 2013 H. Surya Periode kedua [8]
2 H. Ahmad Yantenglie, S.E. 24 Juli 2013 7 Juni 2017 Sakariyas, S.E. Bupati definitif [9]
3 Sakariyas, S.E. 7 Juni 2017 11 Agustus 2017 Pelaksana tugas (plt.) bupati [10]
11 Agustus 2017 24 Juli 2018 Bupati definitif [11]
4 Drs. Suhaemi, M.Si. 24 Juli 2018 23 Juni 2018 Penjabat sementara (pjs.) bupati menggantikan bupati Sakariyas yang cuti pilkada [12]
5 Drs. Nikodemus, M.M. 25 Juli 2018 3 Agustus 2018 Pelaksana harian (plh.) bupati [13]
6 Baru I. Sangkai, S.Pd., M.Si. 3 Agustus 2018 24 September 2018 Penjabat (pj.) Bupati [14]
Sakariyas, S.E. 24 September 2018 sekarang Sunardi Bupati definitif [15]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Katingan

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah nama-nama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), yaitu :

  • Bupati : Sakariyas, S.E.
  • Wakil Bupati : -
  • Sekretaris Daerah : Nikodemus
  • Ketua DPRD : Ignatius Mantir L. Nussa
  • Kapolres : AKBP Ivan Adityas Nugraha, S.I.K.
  • Kepala Kejaksaan Negeri : Philipus Kalolik, S.H. 
  • Ketua Pengadilan Negeri : Ahmad Bukhori, S.H., M.H.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Laju Pertumbuhan Penduduk[sunting | sunting sumber]

Perkembangan jumlah penduduk yang mendiami wilayah Kabupaten Katingan adalah sebagai berikut:

  • Tahun 2000 sebanyak 121.047 jiwa
  • Tahun 2004 sebanyak 125.207 jiwa
  • Tahun 2010 sebanyak 141.205 jiwa
  • Tahun 2017 sebanyak 160.531 jiwa

Karakteristik daerah-daerah di Pulau Kalimantan pada umumnya adalah keberadaan sungai dan hutan yang terbesar di seuruh wilayah. Seperti itu juga yang tampak pada Kabupaten Katingan, Kabupaten yang pada tahun 2002 masih menjadi bagian dari Kabupaten Kotawaringin Timur. Namun salah satu yang menonjol dari wilayah yang dialiri Sungai Katingan, sungai terbesar kedua di Kalimantan Tengah adalah kekayaan hasil hutan ikutan berupa rotan. Katingan merupakan salah satu daerah penghasil rotan terbesar di Indonesia.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ "Kabupaten Katingan Dalam Angka 2017"
  3. ^ "Kabupaten Katingan Dalam Angka 2017"
  4. ^ (Inggris) The New American Encyclopaedia: a popular dictionary of general knowledge, Volume 2, D. Appleton, 1865
  5. ^ http://eprints.lib.ui.ac.id/12976/1/82338-T6811-Politik%20dan-TOC.pdf
  6. ^ (Belanda) Veth, Pieter Johannes (1869). Aardrijkskundig en statistisch woordenboek van Nederlandsch Indie: bewerkt naar de jongste en beste berigten, Volume 3. P. N. van Kampen.  Hapus pranala luar di parameter |title= (bantuan)
  7. ^ (Belanda) Staatsblad van Nederlandisch Indië, s.n., 1849
  8. ^ "Duwel Rawing Apresiasi Kepemimpinan Bupati Tenglie". borneonews.co.id. 21 Juli 2016. Diakses tanggal 21 September 2016. 
  9. ^ "Pemimpin Nomor 1 Katingan Dilantik". portal.katingankab.go.id. Diakses tanggal 10 Juni 2016. 
  10. ^ "Ini Pesan Gubernur Sugianto saat Tunjuk Sakariyas Menjadi Plt Bupati Katingan". borneonews.co.id. Diakses tanggal 10 Juni 2017. 
  11. ^ "Akhirnya, Sakariyas Jadi Bupati Definitif". Kalteng Pos Online. Diakses tanggal 12 Agustus 2017. 
  12. ^ "Ini Nama-Nama 5 Pejabat Bupati yang Dikukuhkan Gubernur Kalteng". borneonews.co.id. Diakses tanggal 15 Februari 2018. 
  13. ^ "Gubernur Kalteng Menyerahkan Telegram Menteri Dalam Negeri Kepala Tujuh Plh Bupati". mmc.kalteng.go.id. 25 Juli 2018. Diakses tanggal 31 Juli 2018. 
  14. ^ "Gubernur Sugianto Sabran Lantik Tujuh Penjabat Bupati di Kalteng, Ini Tugas Mereka". Banjarmasin Post Online. 3 Agustus 2018. Diakses tanggal 8 Agustus 2018. 
  15. ^ "Gubernur Kalteng Lantik Bupati dan Wali Kota Terpilih". borneonews.co.id. Diakses tanggal 24 September 2018. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]