Lompat ke isi

Kabupaten Kotawaringin Barat

Kabupaten Kotawaringin Barat
Transkripsi bahasa daerah
  Jawi Banjarكوتاواريڠين بارت
Bundaran Tugu Pancasila Pangkalan Bun
Rumah Betang
Istana Kuning
Tugu Tudung Saji
Tugu Obor
Lambang resmi Kabupaten Kotawaringin Barat
Julukan: 
Manis
Peta
Peta Kabupaten Kotawaringin Barat
Kabupaten Kotawaringin Barat di Kalimantan
Kabupaten Kotawaringin Barat
Kabupaten Kotawaringin Barat
Peta Kabupaten Kotawaringin Barat
Koordinat: 2°24′00″S 111°44′00″E / 2.4°S 111.73333°E / -2.4; 111.73333{{#coordinates:}}: tidak bisa memiliki lebih dari satu tanda utama per halaman
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Tengah
Tanggal berdiri3 Oktober 1959
Dasar hukumUU Nomor 27 Tahun 1959
Hari jadiOktober 3, 1959; 66 tahun lalu (1959-10-03)
Ibu kotaPangkalan Bun
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 6
  • Kelurahan: 13
  • Desa: 81
Pemerintahan
  BupatiNurhidayah
  Wakil BupatiSuyanto
  Sekretaris DaerahRody Iskandar
  Ketua DPRDMulyadin
Luas
  Total10.759,00 km2 (4,154,07 sq mi)
Populasi
 (31 Desember 2025)[2]
  Total299.679
  Kepadatan28/km2 (72/sq mi)
Demografi
  Agama
  • 91,81% Islam
  • 1,08% Hindu
  • 0,27% Buddha
  • 0,02% Lainnya[2]
  BahasaIndonesia (resmi), Melayu Kotawaringin, Dayak, Banjar, Jawa
  IPMKenaikan 74,92 (2023)
 tinggi [3]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
6201 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon+62 532
Pelat kendaraanKH xxxx G*W*C
Kode Kemendagri62.01 Suntingan nilai di Wikidata
DAURp 684.692.066.000,- (2020)
Semboyan daerahMarunting Batu Aji
"Menuju Kejayaan"
Fauna resmiOrangutan Kalimantan
Situs webwww.kotawaringinbaratkab.go.id

Kabupaten Kotawaringin Barat adalah sebuah kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. ibu kota kabupaten ini berada di Pangkalan Bun, bagian dari Kecamatan Arut Selatan. Semboyan Kotawaringin Barat adalah Marunting Batu Aji yang artinya "Menuju Kejayaan". Kabupaten ini memiliki luas wilayah 10.759,00 km² dan memiliki penduduk sebanyak 270.400 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2020), dengan kepadatan 25 jiwa/km².[4] Dan pada akhir 2025, jumlah penduduk Kotawaringin Barat sebanyak 299.679 jiwa.[2]

Asal nama

[sunting | sunting sumber]

Kotawaringin Barat berasal dari Kata “Kutawaringin” dan "Barat". Kuta berarti Gapura, Waringin berarti Pohon Beringin yang bermakna Pengayoman, sedangkan Barat berasal dari pembagian tempat. Secara keseluruhan Kotawaringin Barat berarti “Gapura Pengayoman di Sebelah Barat”.[5]

Masa Sebelum Masehi

[sunting | sunting sumber]

Kawasan Kotawaringin Barat telah dihuni sejak tahun 2500 SM oleh ras Proto-Melayu yang mendatangai Pulau Kalimantan. Kemudian pada tahun 1500 SM, ras Melayu Deutero mendatangi Pulau Kalimantan.

Masa Kerajaan Majapahit

[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1400, Patih Gajah Mada dari Majapahit menaklukkan Kotawaringin (Lama).

Masa Kerajaan Kotawaringin

[sunting | sunting sumber]

Masa Hindia Belanda

[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 12 Juni 1936, Pemerintah Hindia Belanda menetapkan Tanjung Puting sebagai cagar alam dan suaka margasatwa.

Masa Indonesia

[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 19 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan rapat yang memutuskan pembentukan delapan provinsi di Indonesia. Salah satunya ialah Provinsi Kalimantan.[6] Pasukan payung Indonesia melakukan penerjunan pertama di Desa Sambi, Arut Utara, Kotawaringin Barat pada 17 Oktober 1947. Pada tanggal 7 Desember 1956, Kotawaringin menjadi bagian dari wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Kemudian pada tanggal 23 Mei 1957, wilayah Kotawaringin dan Dayak Besar membentuk provinsi Kalimantan Tengah. Pada tanggal 12 Mei 1984, Menteri Kehutanan Republik Indonesia. menetapkan Taman Nasional Tanjung Puting.

Pembentukan Kotawaringin Barat diawali dengan terbentuknya Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan Keputusan Mendagri Nomor: Up.34/41/24, tanggal 28 Desember 1957 dan SK. Nomor: Des.52/12/2.206, tanggal 22 Desember 1959 Tentang Pembagian Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat.[5]

Kemudian melalui Undang-undang Nomor 5 Tahun 2003 yang diterbitkan pada tanggal 10 April 2003, sebagian wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dimekarkan menjadi Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Sukamara. Kabupaten Lamandau beribu kota di Nanga Bulik, sedangkan Kabupaten Sukamara berbu kota di Kecamatan Sukamara.[5]

Pada tanggal 3 Oktober 1959 secara resmi ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Kotawaringin Barat dan sekarang tahun 2024 telah berusia yang ke-65 tahun.[5]

Kabupaten Kotawaringin Barat secara astronomis berada pada posisi 1°26' hingga 3°33' Lintang Selatan dan 111°20' hingga 112°6' Bujur Timur. Secara administratif, Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki luas wilayah sebesar 10.759 km².[7]

Batas wilayah

[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat berbatasan dengan Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Lamandau di sebelah barat. Lalu di sebelah selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat berbatasan dengan Laut Jawa. Kabupaten Kotawaringin Barat juga berbatasan dengan Kabupaten Lamandau di sebelah utara. Sementara di sebelah timur, Kabupaten Kotawaringin Barat berbatasan dengan Kabupaten Seruyan.[8]

Topografi

[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat yang mudah tergenang dan berawa-rawa terletak di sekitar aliran Sungai Kumai, Sungai Arut, dan Sungai Lamandau. Daerah ini membawa endapan yang bersifat organik dan asam.[9]

Wilayah daratan dengan ketinggian 0 – 7 mdpl mempunyai areal yang cukup luas dan lokasinya tersebar meliputi area seluas 215.644,74 Ha atau 21,86% dari luas wilayah. Wilayah ini mempunyai sifat datar dan dipengaruhi pasang surut. Wilayah dengan ketinggian 100 – 500 mdpl juga cukup luas yaitu 142.631,43 Ha atau 14,46% dan lokasinya juga menyebar. Wilayah dengan ketinggian di atas 500 mdpl memiliki luas sebesar 145.327,20 Ha atau 14,73% dari luas wilayah. Pada daerah ini sebagian besar merupakan daerah perbukitan hingga pegunungan dengan kelerengan lebih dari 40% dan memiliki potensi erosi yang signifikan.[7]

Sama halnya dengan wilayah lain di Kalimantan Tengah, Kabupaten Kotawaringin Barat beriklim hutan hujan tropis (Af) dengan curah hujan yang cenderung tinggi sepanjang tahunnya. Suhu udara di wilayah kabupaten ini pun cenderung konstan antara 22°–34 °C. Tingkat kelembapan relatif pun cenderung tinggi berkisar antara 70% hingga 90%.

Data iklim Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.1
(86.2)
30.6
(87.1)
30.5
(86.9)
30.4
(86.7)
30.7
(87.3)
30.5
(86.9)
30.2
(86.4)
30.6
(87.1)
31
(88)
30.7
(87.3)
30.2
(86.4)
29.7
(85.5)
30.43
(86.82)
Rata-rata harian °C (°F) 26.8
(80.2)
27.1
(80.8)
27.1
(80.8)
27.1
(80.8)
27.4
(81.3)
27.2
(81)
27
(81)
27.3
(81.1)
27.6
(81.7)
27.3
(81.1)
26.9
(80.4)
26.6
(79.9)
27.12
(80.84)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.5
(74.3)
23.6
(74.5)
23.7
(74.7)
23.8
(74.8)
24.1
(75.4)
23.9
(75)
23.8
(74.8)
24
(75)
24.2
(75.6)
23.9
(75)
23.6
(74.5)
23.5
(74.3)
23.8
(74.83)
Curah hujan mm (inci) 273
(10.75)
241
(9.49)
292
(11.5)
300
(11.81)
221
(8.7)
194
(7.64)
148
(5.83)
122
(4.8)
137
(5.39)
237
(9.33)
286
(11.26)
314
(12.36)
2.765
(108,86)
Rata-rata hari hujan 15 12 14 15 11 9 8 6 7 11 14 16 138
% kelembapan 77 79 81 80 77 73 72 70 72 75 81 82 76.6
Rata-rata sinar matahari harian 7.1 7.7 7.3 7.4 7.6 7.7 7.9 8.4 8.7 7.4 7.2 6.8 7.6
Sumber #1: Climate-Data.org[10]
Sumber #2: BMKG[11] & Weatherbase[12]

Pemerintahan

[sunting | sunting sumber]

Kepala daerah

[sunting | sunting sumber]
Bupati Kotawaringin Barat
No. Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Pemilu Wakil Bupati
12 Nurhidayah 20 Februari 2025 Petahana (2024) Suyanto

Dewan Perwakilan

[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[13] 2019–2024[14] 2024–2029
PKB 2 Steady 2 Steady 2
Gerindra 7 Penurunan 5 Kenaikan 6
PDI-P 5 Kenaikan 6 Kenaikan 7
Golkar 6 Steady 6 Steady 6
NasDem 3 Kenaikan 4 Penurunan 3
PKS 1 Steady 1 Steady 1
PAN 3 Penurunan 2 Steady 2
Demokrat 2 Steady 2 Kenaikan 3
PPP 1 Steady 1 Penurunan 0
Berkarya (baru) 1
Jumlah Anggota 30 Steady 30 Steady 30
Jumlah Partai 9 Kenaikan 10 Penurunan 8

Kecamatan

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kotawaringin Barat terdiri dari 6 kecamatan, 13 kelurahan, dan 81 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 244.292 jiwa dengan luas wilayah 10.759,00 km² dan sebaran penduduk 23 jiwa/km².[15][16]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Kotawaringin Barat, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
StatusDesa/Kelurahan
62.01.02 Arut Selatan 713Desa
Kelurahan
62.01.04 Arut Utara 110Desa
Kelurahan
62.01.03 Kotawaringin Lama 215Desa
Kelurahan
62.01.01 Kumai 315Desa
Kelurahan
62.01.06 Pangkalan Banteng 17Desa
62.01.05 Pangkalan Lada 11Desa
TOTAL1381

Demografi

[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa

[sunting | sunting sumber]
Busana Adat Kotawaringin Barat yang dipengaruhi Busana pengantin Banjar Baamar Galung Pancar Matahari

Kondisi sosial budaya masyarakat Kotawaringin Barat termasuk heretogen, termasuk perbedaan etnis dan budaya. Meskipun tidak ada data resmi, keragaman etnis Kotawaringin Barat dominan dipengaruhi oleh suku Melayu, juga dipengaruhi budaya suku Dayak. Suku lain yang ada di sini umumnya adalah orang Jawa, Madura, Banjar, Sunda dan lainnya.

Berbagai tradisi setempat yang masih dilestarikan hingga sekarang seperti upacara adat "Nyanggar" dan "Babarasih Banua", tradisi penduduk di pesisir sebagai upacara adat permohonan kepada Tuhan, agar diberikan keamanan atas wilayah mereka.[17] Desa Pasir Panjang, di kecamatan Arut Selatan, masuk ke dalam 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Di lokasi ini terdapat rumah Betang suku Dayak, makam adat Kaharingan, dan pagelaran adat tradional Dayak.[18]

Penduduk Kotawaringin Barat menganut agama yang beragam, dengan mayoritas beragama Islam. Data Kementerian Dalam Negeri 2025 mencatat banyaknya penduduk kabupaten ini yang beragama Islam sebanyak 91,81%. Kemudian penduduk yang beragama Kekristenan sebanyak 6,82%, dengan rincian Protestan sebanyak 4,61%, dan Katolik sebanyak 2,21%. Sebagian lagi menganut agama Hindu atau Kaharingan sebanyak 1,08%, dan selebihnya menganut agama Buddha sebanyak 0,27% serta penganut agama Konghucu dan penghayat kepercayaan sebanyak 0,02%.[2] Untuk banyaknya sarana rumah ibadah tahun 2022, yakni terdapat 236 masjid, 607 mushola, 86 gereja Protestan, 23 gereja Katolik, 10 dan 3 Vihara.[4]

Pendidikan

[sunting | sunting sumber]

Transportasi

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kotawaringin Barat adalah pintu gerbang Pulau Kalimantan di bagian Barat. Karenanya, Kotawaringin Barat termasuk salah satu daerah yang memang disiapkan untuk menerima wisatawan baik domestik maupuan mancanegara. Kabupaten yang beribu kota di Pangkalan Bun ini memiliki jaringan transportasi baik udara, laut, sungai, maupun darat yang cukup baik.

Terdapat Bandar Udara Iskandar di Pangkalan Bun yang melayani penerbangan di antaranya dari Semarang, Jakarta, Ketapang, dan Pontianak. Jarak bandar udara ini dengan Kota Pangkalan Bun hanyalah sekira 10 km saja. Bagi Anda yang berasal dari Surabaya dan Semarang, terdapat jalur transportasi laut di Kumai berupa pelabuhan bernama Pelabuhan Panglima Utar. Transportasi laut dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dilayani oleh Pelni, ASPD Ferry dan Perusahan Pelayaran Swasta, seperti PT. Dharma Lautan Utama (DLU), untuk layanan Cargo Petikemas dilayani oleh PT.Tempuran Gold Line (TemasLine) & PT Pelayaran Meratus. [19]

Pariwisata

[sunting | sunting sumber]

Objek Wisata

[sunting | sunting sumber]

Wilayah ini memiliki beragam objek wisata yang layak untuk dikunjungi, misalnya:

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Geografi Kotawaringin Barat di situs BKPMD Kobar". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-29. Diakses tanggal 2021-05-07. {{cite web}}:
  2. 1 2 3 4 "Data Agreggrat Kependudukan Semester II 2025" (pdf). www.dukcapil.kotawaringinbaratkab.go.id. hlm. 6, 33. Diakses tanggal 9 Juli 2026.
  3. "[Metode Baru] Indeks Pembangunan Manusia Menurut Kabupaten/Kota (Umur Harapan Hidup Hasil Long Form SP2020) (Tahun), 2021-2023". www.kalteng.bps.go.id. Diakses tanggal 24 Maret 2024.
  4. 1 2 "Kabupaten Kotawaringin Barat Dalam Angka 2023". www.kobarkab.bps.go.id. hlm. 5, 46, 120–121. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2023-03-28. Diakses tanggal 20 September 2023. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 4 "Profil Kotawaringin Barat di situs BKPMD Kobar". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-29. Diakses tanggal 2021-05-07. {{cite web}}:
  6. Zulkarnain (2021). Kabinet Parlementer Indonesia Tahun 1950-1959 (PDF). Yogyakarta: UNY Press. hlm. 3. ISBN 978-602-498-332-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. 1 2 "Profil Kabupaten Kotawaringin Barat" (PDF). Kementerian PU. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-01-11. Diakses tanggal 6 Maret 2022. {{cite web}}:
  8. Hartatik, dkk. (2021). Sulistyanto, Bambang (ed.). Toleransi dan Keberagaman dari Leluhur di Kotawaringin. Banjarbaru: Balai Arkeologi Provinsi Kalimantan Selatan. hlm. 6. ISBN 978-602-99149-5-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat 2017-2022 (PDF). Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat. 2018. hlm. 13. {{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. "Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 6 Maret 2022.
  11. "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 81 & 146. Diakses tanggal 6 September 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. "Pangkalan Buun, Indonesia". weatherbase. Diakses tanggal 6 Maret 2022.
  13. Perolehan Kursi DPRD Kobar 2014-2019
  14. Perolehan Kursi DPRD Kobar 2019-2024
  15. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  16. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  17. "Upacara Adat Nyanggar - Babarasih Banua". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-12-06. Diakses tanggal 20 September 2023. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. Asyari, M Husein (23 Maret 2023). "Desa Pasir Panjang Masuk 75 Besar ADWI 2023". kalteng.antaranews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-05-11. Diakses tanggal 20 September 2023. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. "Kompas Travel". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-09-10. Diakses tanggal 2013-07-20. {{cite web}}:

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]