Kabupaten Barito Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Barito Selatan
Lambang Kab Barito Selatan.jpg
Lambang Kabupaten Barito Selatan
Moto: "Dahani Dahanai Tuntung Tulus"


Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Barito Selatan.svg
Peta lokasi Kabupaten Barito Selatan
Koordinat: 1° 20’ Lintang Utara – 2° 35’ Lintang Selatan dan 114° – 115° Bujur Timur
Provinsi Kalimantan Tengah
Dasar hukum UU No. 6 Tahun 1957
Tanggal 26 Januari 1958
Ibu kota Buntok
Pemerintahan
 - Bupati Ir. H. M. Farid Yusran
 - DAU Rp. 504.292.137.000.-(2013)[1]
Luas 8.830 km2
Populasi
 - Total 124.128 jiwa (2010)
 - Kepadatan 14,06 jiwa/km2
Demografi
 - Bahasa Bahasa Banjar,Bahasa Indonesia,Bahasa Dayak Maanyan,Bahasa Dayak Ngaju,dll
 - Zona waktu GMT +7
 - Kode area telepon 0525
 - Bandar udara Bandara Sanggu
Pembagian administratif
 - Kecamatan 6
 - Kelurahan 95
 - Situs web http://www.baritoselatankab.go.id/

Kabupaten Barito Selatan adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah. Ibu kota kabupaten ini terletak di Buntok. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 8.830 km² dan berpenduduk kurang lebih sebanyak 124.128 jiwa. Motto kabupaten ini adalah "Dahani dahanai tuntung tulus".

Gambaran Umum Wilayah Kabupaten Barito Selatan[sunting | sunting sumber]

Wilayah Administrasi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Daerah Tingkat II Barito Selatan dibentuk pada tanggal 21 September 1959 berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara RI Tahun 1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 1820). Setelah berjalan 42 tahun maka berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 2002, Kabupaten Barito Selatan dimekarkan menjadi Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Barito Timur. Daerah ini sempat di pimpin oleh Asmawi Agani (Gubernur Kalimantan Tengah periode 2000-2005) dan Achmad Diran (Wakil Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005-2010 dan periode kedua 2010-sekarang).

Kalau sebelum pemekaran Kabupaten Barito Selatan terdiri dari 12 kecamatan dengan luas wilayah 12.664 Km² maka setelah pemekaran tinggal 6 kecamatan dengan luas wilayah 8.830 Km². Keenam kecamatan yang menjadi bagian Kabupaten Barito Selatan tersebut adalah :

  1. Kecamatan Jenamas, dengan luas wilayah 708 km² (08,02% Dari Luas Kabupaten Barito Selatan)
  2. Kecamatan Dusun Hilir, dengan luas wilayah 2.065 km² (23,39% Dari Luas Kabupaten Barito Selatan)
  3. Kecamatan Karau Kuala, dengan luas wilayah 1.099 km² (12,45% Dari Luas Kabupaten Barito Selatan)
  4. Kecamatan Dusun Selatan, dengan luas wilayah 1.829 km² (20,71% Dari Luas Kabupaten Barito Selatan)
  5. Kecamatan Dusun Utara, dengan luas wilayah 1.196 km² (13,54% Dari Luas Kabupaten Barito Selatan)
  6. Kecamatan Gunung Bintang Awai, dengan luas wilayah 1.933 km² (21,89% Dari Luas Kabupaten Barito Selatan)

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Barito Selatan mempunyai 6 kecamatan, yaitu:

  1. Dusun Selatan
  2. Dusun Utara
  3. Karau Kuala
  4. Gunung Bintang Awai
  5. Jenamas
  6. Dusun Hilir

Secara geografis Kabupaten Barito Selatan terletak pada posisi membujur atau memanjang sungai Barito dengan letak Astronomis 1° 20’ Lintang Utara – 2° 35’ Lintang Selatan dan 114° – 115° Bujur Timur. Perbatasan Kabupaten Barito Selatan adalah :

  1. Sebelah Utara dengan Kabupaten Barito Utara.
  2. Sebelah Timur dengan Kabupaten Barito Timur.
  3. Sebelah Selatan dengan Kabupaten Hulu Sungai Utara (Provinsi Kalimantan Selatan).
  4. Sebelah Barat dengan Kabupaten Kapuas.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sebagian kecil wilayah Barsel termasuk dalam Kesultanan Banjar (1826-1860), tetapi sebagian besar termasuk Dusun Hilir yang menjadi wilayah Hindia Belanda, menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, merupakan bagian dari zuid-ooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8[2]

Kepala daerah[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati Barito Selatan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah daftar nama-nama yang pernah memimpin Kabupaten Barito Selatan sejak tahun 1959 (belum lengkap):

No. Foto Nama Periode Keterangan
.. H. Kamberani Seman, BA
.. H. Asmawi Agani
.. Ir. H. Achmad Diran
... Ir. H. Baharuddin H. Lisa 2001–2006 Periode pertama
2006–2011 Periode kedua
.. Drs. Hardy Rampay, M.Si 2011 Penjabat bupati
.. Ir. H. M. Farid Yusran 2011–sekarang

Suku bangsa dan Kepercayaan[sunting | sunting sumber]

Mayoritas masyarakat yang tinggal di daerah ini adalah Suku Dayak, terdiri dari:

Data penduduk Kabupaten Barito Selatan Tahun 2008 berdasarkan agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dianut adalah :

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Di kabupaten Barito selatan terdapat Sekolah dasar hingga perguruan tinggi yang terletak di Kota Buntok, Perguruan tinggi tersebut ialah:

  1. Sekolah Tinggi Pertanian Pgri Buntok, Buntok, Barito Selatan
  2. STIE Dahani Dahanai Buntok, Buntok, Barito Selatan
  3. STAI Al-Marif Buntok

Kondisi Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Pertumbuhan riil perekonomian Kabupaten Barito Selatan mengalami peningkatan positif sepanjang tahun 2001-2005. Tahun 2001, PDRB Barito Selatan mengalami pertumbuhan 0,57 %, tahun 2002 meningkat menjadi 1,36 %, tahun 2003 menjadi 2,83%, tahun 2004 menjadi 3,79%, maka dalam tahun 2005 menjadi 5,07%.

Secara garis besar, kehidupan ekonomi kerakyatan masyarakat Kabupaten Barito Selatan adalah pertanian, menyerap 69,91 % tenaga kerja, sektor jasa 9,80 % dan perdagangan 9,09 %.

Selama kurun waktu 2001-2005, terjadi perkembangan rata-rata luas tanaman padi sawah 30,27%, pertumbuhan peternakan budidaya 14,36%, pertumbuhan produksi daging rata-rata 10,38% dan produksi perikanan tumbuh 7,4%. Dengan demikian maka mayoritas masyarakat kabupaten Barito Selatan mengandalkan hidupnya sebagai petani, peladang, peternak maupun nelayan.

Upacara Adat[sunting | sunting sumber]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]