Kabupaten Barito Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kabupaten Barito Selatan
Lambang Kabupaten Barito Selatan.webp
Lambang Kabupaten Barito Selatan


Moto: Dahani Dahanai Tuntung Tulus
"Selamat Sentosa Adil dan Makmur Selama-lamanya"



Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Barito Selatan.svg
Peta lokasi Kabupaten Barito Selatan di Kalimantan Tengah
Koordinat: 1° 20’ Lintang Utara – 2° 35’ Lintang Selatan dan 114° – 115° Bujur Timur
Provinsi Kalimantan Tengah
Hari jadi 21 September 1959
Dasar hukum UU No. 6 Tahun 1957
Tanggal peresmian 26 Januari 1958
Ibu kota Buntok
Pemerintahan
-Bupati H. Eddy Raya Samsuri, S.T.
APBD
-APBD Rp 933.014.543.187[1]
-DAU Rp 583.667.676.000,-(2017)[1]
Luas 8.830 km2
Populasi
-Total 136,540 jiwa (2017)[2]
-Kepadatan 15.44 Jiwa/km2
Demografi
-Suku bangsa Suku Dayak, Suku Jawa
-Agama Islam 68.71%
Kristen Protestan 17.97%
Katolik 8.70%
Hindu/Kaharingan 4.58%
Budha 0.04%[3]
-Bahasa Indonesia, Maanyan, Dusun
-Zona waktu GMT +7
-Kode area telepon 0525
-Bandar udara Bandar Udara Sanggu
Pembagian administratif
-Kecamatan 6
-Kelurahan 95
Simbol khas daerah
Situs web http://www.baritoselatankab.go.id/

Kabupaten Barito Selatan adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah. Ibu kota kabupaten ini terletak di Buntok. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 8.830 km² dan berpenduduk kurang lebih sebanyak 131.987 jiwa (Tahun 2015). Motto kabupaten ini adalah "Dahani dahanai tuntung tulus" dan "pantang pulang sebelum tumbang".

Geografi[sunting | sunting sumber]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Sebagai daerah yang beriklim tropis, wilayah Barito Selatan udaranya relatif panas yaitu siang hari mencapai sekitar 34,94 °C dan malam hari sekitar 21,95 °C, rata-rata curah hujan sangat rendah pada tahun 2015 yaitu hanya 49,78 mm dengan rata-rata hujan turun sebanyak 15 hari setiap bulannya.

Wilayah Administrasi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Daerah Tingkat II Barito Selatan dibentuk pada tanggal 21 September 1959 berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara RI Tahun 1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 1820). Setelah berjalan 42 tahun maka berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 2002, Kabupaten Barito Selatan dimekarkan menjadi Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Barito Timur. Daerah ini sempat di pimpin oleh Asmawi Agani (Gubernur Kalimantan Tengah periode 2000-2005) dan Achmad Diran (Wakil Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005-2010 dan periode kedua 2010-sekarang).

Kalau sebelum pemekaran Kabupaten Barito Selatan terdiri dari 12 kecamatan dengan luas wilayah 12.664 Km² maka setelah pemekaran tinggal 6 kecamatan dengan luas wilayah 8.830 Km². Keenam kecamatan yang menjadi bagian Kabupaten Barito Selatan tersebut adalah:

  1. Kecamatan Jenamas, dengan luas wilayah 708 km² (08,02% Dari Luas Kabupaten Barito Selatan)
  2. Kecamatan Dusun Hilir, dengan luas wilayah 2.065 km² (23,39% Dari Luas Kabupaten Barito Selatan)
  3. Kecamatan Karau Kuala, dengan luas wilayah 1.099 km² (12,45% Dari Luas Kabupaten Barito Selatan)
  4. Kecamatan Dusun Selatan, dengan luas wilayah 1.829 km² (20,71% Dari Luas Kabupaten Barito Selatan)
  5. Kecamatan Dusun Utara, dengan luas wilayah 1.196 km² (13,54% Dari Luas Kabupaten Barito Selatan)
  6. Kecamatan Gunung Bintang Awai, dengan luas wilayah 1.933 km² (21,89% Dari Luas Kabupaten Barito Selatan)

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sebagian kecil wilayah Barsel termasuk dalam Kesultanan Banjar (1826-1860), tetapi sebagian besar termasuk Dusun Ilir diserahkan kepada Hindia Belanda, menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, merupakan bagian dari zuid-ooster-afdeeling van Borneo berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8[4][5]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No. Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Wakil Bupati Ket.
1
Bupati Barito Selatan gomer-tamin-binti-127x160.jpg Gomer Tamin Binti
1959
1961
1
2
Bupati Barito Selatan benjamin-a-tidja-127x160.jpg Benyamin A. Tidja
1961
1967
2
3
Bupati Barito Selatan urbanus-mardjun-127x160.jpg Urbanus Martjun
S.H.
1967
1975
3
Bupati Barito Selatan tunjung-silam-132x160.jpg Tunjung Silam
(Pejabat Sementara)
1975
1976
4
Bupati Barito Selatan Mangkusari-132x160.jpg Drs. H.
Mangkusari
1976
1981
4
5
Bupati Barito Selatan kamberani-seman-125x160.jpg H.
Kamberani Seman
B.A.
1981
1986
5
1986
1991
6
6
Bupati Barito Selatan asmawi-agani-134x160.jpg Drs. H.
Asmawi Agani
1991
1996
7
7
Achmad Diran.jpg Ir. H.
Achmad Diran
1996
2001
8
8
Baharudin-h-lisa-bio-235x300.jpg Ir. H.
Baharuddin H. Lisa
M.M.
2001
2006
9
2006
2011
10
H.
Irawansyah
S.H., M.M.
Bupati Barito Selatan Hardy Rampay.jpg Drs.
Hardy Rampay
M.Si.
(Penjabat)
28 Juni 2011
18 September 2011
9
H.M. Farid Yusran.jpg Ir. H.
M. Farid Yusran
M.M.
18 September 2011
20 September 2016
11
Satya Titiek Atyani Djoedir
Ir. H.
Edi Kristianto
M.T.
(Pelaksana Harian)
20 September 2016
6 Oktober 2016
[6]
Bupati Barito Selatan Mugeni.jpg H.
Mugeni
S.H., M.H.
(Penjabat)
6 Oktober 2016
22 Mei 2017
[7]
10
Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri.jpg H.
Eddy Raya Samsuri
S.T.
22 Mei 2017
2022
12
(2017)
Satya Titiek Atyani Djoedir
[8]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Barito Selatan

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Barito Selatan mempunyai 6 kecamatan, yaitu:

  1. Dusun Selatan
  2. Dusun Utara
  3. Karau Kuala
  4. Gunung Bintang Awai
  5. Jenamas
  6. Dusun Hilir

Secara geografis Kabupaten Barito Selatan terletak pada posisi membujur atau memanjang sungai Barito dengan letak Astronomis 1° 20’ Lintang Utara – 2° 35’ Lintang Selatan dan 114° – 115° Bujur Timur. Perbatasan Kabupaten Barito Selatan adalah :

  1. Sebelah Utara dengan Kabupaten Barito Utara.
  2. Sebelah Timur dengan Kabupaten Barito Timur.
  3. Sebelah Selatan dengan Kabupaten Hulu Sungai Utara (Provinsi Kalimantan Selatan).
  4. Sebelah Barat dengan Kabupaten Kapuas.

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah nama-nama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), yaitu :

  • Bupati : H. Eddy Raya Samsuri, S.T.
  • Wakil Bupati : Satya Titiek Atyani Djoedir
  • Sekretaris Daerah : Ir. H. Edi Kristianto, M.T.
  • Ketua DPRD : Tamarzam
  • Kapolres : AKBP Eka Syarif Nugraha Husen, S.I.K., M.Si.
  • Dandim 1012/Buntok : Letkol. Inf. Tuwandi
  • Kepala Kejaksaan Negeri : Luhur Istighfar, S.H., M.Hum.
  • Ketua Pengadilan Negeri : Praditia Danindra, S.H., M.H.
  • Ketua Pengadilan Agama : Afrizal, S.Ag., M.Ag.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa dan Kepercayaan[sunting | sunting sumber]

Mayoritas masyarakat yang tinggal di daerah ini adalah Suku Dayak, terdiri dari:

Data penduduk Kabupaten Barito Selatan Tahun 2015[9] berdasarkan agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dianut adalah :

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Di kabupaten Barito selatan terdapat Sekolah dasar hingga perguruan tinggi yang terletak di Kota Buntok, Perguruan tinggi tersebut ialah:

  1. Sekolah Tinggi Pertanian Pgri Buntok, Buntok, Barito Selatan
  2. STIE Dahani Dahanai Buntok, Buntok, Barito Selatan
  3. STAI Al-Marif Buntok

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pertumbuhan riil perekonomian Kabupaten Barito Selatan mengalami peningkatan positif sepanjang tahun 2001-2005. Tahun 2001, PDRB Barito Selatan mengalami pertumbuhan 0,57 %, tahun 2002 meningkat menjadi 1,36 %, tahun 2003 menjadi 2,83%, tahun 2004 menjadi 3,79%, maka dalam tahun 2005 menjadi 5,07%.

Secara garis besar, kehidupan ekonomi kerakyatan masyarakat Kabupaten Barito Selatan adalah pertanian, menyerap 69,91 % tenaga kerja, sektor jasa 9,80 % dan perdagangan 9,09 %.

Selama kurun waktu 2001-2005, terjadi perkembangan rata-rata luas tanaman padi sawah 30,27%, pertumbuhan peternakan budidaya 14,36%, pertumbuhan produksi daging rata-rata 10,38% dan produksi perikanan tumbuh 7,4%. Dengan demikian maka mayoritas masyarakat kabupaten Barito Selatan mengandalkan hidupnya sebagai petani, peladang, peternak maupun nelayan.

Sosial Budaya[sunting | sunting sumber]

Upacara Adat[sunting | sunting sumber]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2016-2017". Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Humas DJPK. 9 Mei 2017. Diakses tanggal 21 Januari 2018. 
  2. ^ "Provinsi Kalimantan Tengah Dalam Angka 2016"
  3. ^ "Kabupaten Barito Selatan Dalam Angka 2017"
  4. ^ (Belanda) Staatsblad van Nederlandisch Indië, s.n., 1849
  5. ^ Tijdschrift van het Bataviaasch Genootschap, Volume 9
  6. ^ "Edi Kristianto Akhirnya Ditunjuk Menjadi Plh Bupati Barsel". tabengan.com. 19 September 2016. Diakses tanggal 26 November 2016. 
  7. ^ "Mugeni Dilantik Jadi Pj Bupati Barsel dan Diperintahkan Jaga Netralitas di Pilkada". antaranews.com. 7 Oktober 2016. Diakses tanggal 26 November 2016. 
  8. ^ "Bupati/Wakil Bupati Kobar dan Barsel Resmi Dilantik". Kalteng Pos Online. 22 Mei 2017. Diakses tanggal 22 Mei 2017. 
  9. ^ "Provinsi Kalimantan Tengah Dalam Angka 2016"

Pranala luar[sunting | sunting sumber]