Kabupaten Bangli

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Koordinat: 8°17′LU 115°20′BT / 8,283°LS 115,333°BT / -8.283; 115.333

Kabupaten Bangli
ᬓᬩᬸᬧᬢᬾᬦ᭄ᬩᬂᬮᬶ
Lambang Kab Bangli.png
Lambang Kabupaten Bangli
ᬓᬩᬸᬧᬢᬾᬦ᭄ᬩᬂᬮᬶ


Moto: Bhukti Mukti Bhakti
"Pengabdian dengan Berbakti kepada Tuhan dan Tanah Air untuk mewujudkan cita-cita luhur yaitu masyarakat adil dan makmur secara lahir (bhukti) maupun batin (mukti)"



Location Bangli Regency.png
Peta lokasi Kabupaten Bangli
ᬓᬩᬸᬧᬢᬾᬦ᭄ᬩᬂᬮᬶ di Bali
Koordinat: 8°8'- 8°31'87"LS, 115'13'48" - 115°27'24" BT
Provinsi Bali
Dasar hukum UU RI Nomor 7 (Darurat) Tahun 1956
Ibu kota Bangli
Pemerintahan
-Bupati I Made Gianyar
-Wakil Bupati
APBD
-APBD Rp.1.118.895.723.344,-[1]
-PAD Rp. 120.500.000.000,-[1]
-DAU Rp. 559.867.699.000,-(2018)[1]\
Luas 490,71 km²[2]
Populasi
-Total 264.945 jiwa (2017)[2]
-Kepadatan 540 jiwa/km2(2017)
Demografi
-Agama Hindu 98.59%
Islam 1.01%
Kristen Protestan 0.10%
Buddha 0.05%
Katolik 0.03%
Lain-lain 0.22%[3]
-Bahasa Bali, Indonesia
-IPM 67,03 (2016)[4]
-Zona waktu UTC +8 WITA
-Kode area telepon 0366
Pembagian administratif
-Kecamatan 4[2]
-Kelurahan 4[2]
-Desa 68[2]
Simbol khas daerah
Situs web http://www.banglikab.go.id/

Kabupaten Bangli adalah sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Bali, Indonesia. Kabupaten Bangli adalah satu-satunya kabupaten di Bali yang tidak memiliki wilayah laut (terkurung daratan).[5] Bangli berbatasan dengan Kabupaten Buleleng di sebelah utara, kabupaten Klungkung dan Karangasem di timur, dan kabupaten Klungkung, Gianyar di selatan serta Badung dan Gianyar di sebelah barat.

Pada tahun 2004, Bangli mempunyai luas sebesar 520,81 km². Penduduknya berjumlah 197.210 jiwa. Objek wisata di daerah ini antara lain adalah danau Batur. Ibu kotanya berada di Bangli.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Menurut Prasasti Pura Kehen yang tersimpan di Pura Kehen, diceritakan bahwa pada abad ke-11 di Desa Bangli berkembang wabah penyakit yang disebut kegeringan yang menyebabkan banyak penduduk meninggal. Penduduk lainnya yang masih hidup dan sehat menjadi ketakutan setengah mati, sehinnga mereka berbondong-bondong meninggalkan desa guna menghindari wabah tersebut. Akibatnya Desa Bangli menjadi kosong karena tidak ada seorangpun yang berani tinggal di sana.

Raja Ida Bhatara Guru Sri Adikunti Ketana yang bertahta ketika itu berusaha mengatasi wabah tersebut. Setelah keadaan pulih kembali, sang raja yang bertahta pada tahun Caka 1126, tanggal 10 Tahun Paro Terang, Hari Pasaran Maula, Kliwon, Chandra (senin), Wuku Klurut tepatnya pada tanggal 10 Mei 1204, memerintahkan kepada putra-putrinya yang bernama Dhana Dewi Ketu agar mengajak penduduk kembali ke Desa Bangli guna bersama-sama membangun dan memperbaiki rumahnya masing-masing sekaligus menyelenggarakan upacara/yadnya pada bulan Kasa, Karo, Katiga, Kapat, Kalima, Kalima, Kanem, Kapitu, Kaulu, Kasanga, Kadasa, Yjahstha dan Sadha. Disamping itu, raja juga memerintahkan kepada seluruh penduduk agar menambah keturunan di wilayah Pura Loka Serana di Desa Bangli dan mengijinkan membabat hutan untuk membuat sawah dan saluran air. Untuk itu pada setiap upacara besar penduduk yang ada di Desa Bangli harus melakukan persembahyangan.

Pada saat itu juga, tanggal 10 Mei 1204, Raja Idha Bhatara Guru Sri Adikunti Katana mengucapkan pemastu yaitu:

“Barang siapa yang tidak tunduk dan melanggar perintah, semoga orang itu disambar petir tanpa hujan atau mendadak jatuh dari titian tanpa sebab, mata buta tanpa catok, setelah mati arwahnya disiksa oleh Yamabala, dilempar dari langit turun jatuh ke dalam api neraka”.

Bertitik tolak dari titah-titah Sang Raja yang dikeluarkan pada tanggal 10 Mei 1204, maka pada tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari lahirnya Kota Bangli.[6]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Foto Nama Bupati Mulai jabatan Akhir jabatan Wakil Bupati Keterangan Ref.
1 IdaAnakAgungKetutNgurah-1stRegentofBangli.jpg Ida Anak Agung Ketut Ngurah 1933 1960

Tidak Ada

Bupati pertama
2 IdaBagusMadeSutha-2ndRegentofBangli.jpg Ida Bagus Mde Sutha 1960 1968
3 IDewaMadeBeratha-3rdRegentofBangli.jpg Drs. I Dewa Made Beratha 1968 1970
4 GedeNgurah-4thRegentofBangli.jpg Tjokorde Gde Ngurah 1970 1975
5 KetutWinaya-5thRegentofBangli.jpg I Ketut Winaya 1975 1985
6 AAGedePutra-6thRegentofBangli.jpg Anak Agung Gede Putra, SH 1985 1990
7 IBGAgungLandip-7thRegentofBangli.jpg Ida Bagus Gede Agung Ladip, SH 1990 2000
8 INArnawa-8thRegentofBangli.jpg I Nengah Arnawa, S.Sos, MM 2000 2010
I Nyoman Adnyana
9 I Made Gianyar 2010 2015
Sang Nyoman Sedana Arta
* IDGMahendraPutra-ActedRegentofBangli.JPG I Dewa Gede Mahendra Putra, SH, MH 2015 2016
tidak ada
Pejabat Bupati
9 I Made Gianyar 2016 kini
Sang Nyoman Sedana Arta

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bangli

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bangli mempunyai 4 kecamatan, 4 kelurahan dan 56 desa. Kecamatan-kecamatan tersebut adalah:

  1. Kintamani
  2. Susut
  3. Tembuku
  4. Bangli

Objek Wisata[sunting | sunting sumber]

Terdapat beberapa objek wisata di kabupaten Bangli, antara lain:

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "APBD 2018 ringkasan update 04 Mei 2018". 2018-05-04. Diakses tanggal 2018-07-06. 
  2. ^ a b c d e "Permendagri no.137 tahun 2017". 27 Desember 2017. Diakses tanggal 12 Juni 2018. 
  3. ^ "Kabupaten Bangli Dalam Angka 2016"
  4. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2016". Diakses tanggal 2018-07-06. 
  5. ^ Kabupaten Bangli tidak memiliki pantai.
  6. ^ info@banglikab.or.id. "Sejarah Bangli | Pemerintah Kabupaten Bangli". Web Kabupaten Bangli (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-23. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]