Terunyan, Kintamani, Bangli

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Terunyan
Desa
Barisan tengkorak manusia di Desa Trunyan
,
Desa adat Trunyan di tepi Danau Batur, Kintamani, Bali.
Negara  Indonesia
Provinsi Bali
Kabupaten Bangli
Kecamatan Kintamani
Pemerintahan
 • Kepala desa I Wayan Arjana[1]
Kodepos 80652
Luas 19,63 km²
Jumlah penduduk

2.716 jiwa (2016)[2]

2.776 jiwa (2010)[3]
Kepadatan 141 jiwa/km² (2010)

Terunyan atau Trunyan adalah sebuah desa yang berada di kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, provinsi Bali, Indonesia. Terunyan terletak di dekat Danau Batur.

Sosial Budaya[sunting | sunting sumber]

Tradisi Pemakaman[sunting | sunting sumber]

Masyarakat Trunyan mempunyai tradisi pemakaman di mana jenazah dimakamkan di atas batu besar yang memiliki cekungan 7 buah.

Adat Desa Terunyan mengatur tata cara menguburkan mayat bagi warganya. Di desa ini ada tiga kuburan (sema) yang diperuntukan bagi tiga jenis kematian yang berbeda. Apabila salah seorang warga Terunyan meninggal secara wajar, mayatnya ditutupi kain putih, diupacarai, kemudian diletakkan tanpa dikubur di bawah pohon besar bernama Taru Menyan, di sebuah lokasi bernama Sema Wayah. Namun, apabila penyebab kematiannya tidak wajar, seperti karena kecelakaan, bunuh diri, atau dibunuh orang, mayatnya akan diletakan di lokasi yang bernama Sema Bantas. Sedangkan untuk mengubur bayi dan anak kecil, atau warga yang sudah dewasa tetapi belum menikah, akan diletakan di Sema Muda (Rumah Miarta Yasa)

Penjelasan mengapa mayat yang diletakan dengan rapi di sema (kuburan) itu tidak menimbulkan bau padahal secara alamiah, tetapi terjadi penguraian atas mayat-mayat tersebut, disebabkan pohon Taru Menyan tersebut, yang bisa mengeluarkan bau harum dan mampu menetralisir bau busuk mayat. Taru berarti pohon, sedang Menyan berarti harum. Pohon Taru Menyan ini, hanya tumbuh di daerah ini. Jadilah Tarumenyan yang kemudian lebih dikenal sebagai Terunyan yang diyakini sebagai asal usul nama desa tersebut.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk desa Trunyan sampai dengan tahun 2016 terdiri dari 1.389 laki-laki dan 1.327 perempuan dengan sex ratio 104.[4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]