Lompat ke isi

Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Hulu Sungai Selatan
Transkripsi bahasa daerah
  Jawi Banjarكابوڤاتين هولو سوڠاي سلتن
Bundaran dan Monumen Ketupat di Hamalau
Monumen Proklamasi 17 Mei 1949 Ni'ihRumah Adat Bubungan Tinggi Habirau
Masjid Su'ada Wasah HilirGunung Kentawan
Dari atas searah jarum jam: Bundaran Monumen Ketupat, Rumah Banjar Bubungan Tinggi di Habirau, Gunung Kentawan, Masjid Su'ada, dan Monumen Proklamasi 17 Mei 1949 di Ni'ih, Loksado.
Lambang resmi Hulu Sungai Selatan
Julukan: 
Bumi Antaludin
Motto: 
Rakat Mufakat
(Banjar) Persatuan yang erat disertai musyawarah Slogan:Bersemarak
Peta
Peta
Hulu Sungai Selatan di Kalimantan Selatan
Hulu Sungai Selatan
Hulu Sungai Selatan
Peta
Koordinat: 2°47′12″S 115°15′57″E / 2.78667006°S 115.26591976°E / -2.78667006; 115.26591976
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Selatan
Tanggal berdiri2 Desember 1950
Dasar hukumUU RI No. 27 Tahun 1959
Ibu kotaKandangan
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
  BupatiSyafrudin Noor
  Wakil BupatiSuriani
  Sekretaris DaerahMuhammad Noor
Luas
  Total1.804,94 km2 (696,89 sq mi)
Populasi
 (30 Juni 2025)[1]
  Total239.909
  Kepadatan130/km2 (340/sq mi)
Demografi
  Agama
  • 98,49% Islam
  • 0,74% Kepercayaan
  • 0,16% Hindu
  • 0,01% Buddha[1]
  IPMKenaikan 71,21 (2024)
Tinggi[2]
Zona waktuUTC+08:00 (WITA)
Kode BPS
6306 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon0517
Pelat kendaraanDA xxxx D**
Kode Kemendagri63.06 Suntingan nilai di Wikidata
DAURp 546.991.321.000,- (2020)
Situs webhulusungaiselatankab.go.id

Hulu Sungai Selatan adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kandangan. Hulu Sungai Selatan memiliki luas sekitar 1.805,00 km² dan berpenduduk sekitar 212.485 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010) dan pada tahun 2025 berjumlah 239.909 jiwa. [1]

Letak Geografis kabupaten Hulu Sungai Selatan terletak antara 2°29′ 59″- 2° 56’10″ LS dan 114°51′ 19″ – 115° 36’19″ BT. Secara geologis daerah ini terdiri dari pegunungan yang memanjang dari arah timur ke selatan, tetapi dari arah barat ke utara merupakan dataran rendah alluvial yang kadang-kadang berawa-rawa. Kondisi topografi ini menyebabkan udara di wilayah ini terasa dingin agak lembap dengan curah hujan pada tahun 2002 sebanyak 2.124 mm.[3]

Tanah di wilayah Hulu Sungai Selatan Selatan sebagian besar berupa hutan dengan rincian: hutan lebat (780.319 ha), hutan belukar (377.774 ha), hutan rawa (90.060 ha), hutan sejenis (352.840 ha), tanah berupa semak/alang-alang (870.314 ha), berupa rumput (50.119 ha), dan lain lain (83.014 ha). Sedangkan penggunaan untuk sawah 413.107 ha, perkebunan 437.037 ha dan untuk perkampungan 57,903 ha, serta untuk tegalan (48.612 Ha). Bentuk geologi wilayah Hulu Sungai Selatan sebagian besar berupa Aluvium Muda dan Formasi Berai.

Batas Wilayah

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Hulu Sungai Selatan memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:

UtaraKabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Hulu Sungai Utara
TimurKabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Kotabaru
SelatanKabupaten Tapin dan Kabupaten Banjar
BaratKabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Tapin

Dari arah utara melingkar ke arah barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dialiri oleh Sungai Amandit bermuara ke Sungai Negara (anak sungai Barito) yang berfungsi sebagai sarana prasarana perhubungan dalam kabupaten dan ke kabupaten lainnya. Sungai Amandit mempunyai dua cabang sungai, yaitu Sungai Bangkan dan Sungai Kalumpang. Sungai-sungai yang mengalir di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan adalah sebagai berikut:[4]

Penggunaan Lahan

[sunting | sunting sumber]
No. Penggunaan Lahan Luas (ha) Persentase
1 Kampung 1.978 1,39
2 Industri
3 Pertambangan
4 Sawah 47.136 33,17
5 Pertanian tanah kering/ladang 350 0,25
6 Kebun campuran 2.695 1,89
7 Kebun karet 12.355 8,69
8 Padang (semak, alang, rumput) 22.748 16,01
9 Hutan 7.900 5,55
10 Rawa 46.941 33,03
11 Tanah terbuka
12 Lain-lain
JUMLAH 142.103 100,00

Sumber: Biro Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Hulu Sungai Selatan, 2010.

Rumah Bubungan Tinggi Desa Habirau, Daha Selatan

Masa Penjajahan Belanda

[sunting | sunting sumber]

Menurut Staatblaad tahun 1898 no. 178 Afdeeling Kendangan dengan ibu kota Kendangan terdiri dari:[5]

  1. Onderafdeeling Amandit en Negara terdiri atas:
    1. Distrik Amandit
    2. Distrik Negara
  2. Onderafdeeling Benua Ampat en Margasari terdiri atas:
    1. Distrik Benua Empat
    2. Distrik Margasari
  3. Onderafdeeling Batang Alai en Labooan Amas terdiri atas:
    1. Distrik Batang Alai
    2. Distrik Labuan Amas

Pada masa Penjajahan Belanda, Kabupaten Hulu Sungai Selatan adalah bagian dari Afdeling Van Hoeloe Soengai yang berkedudukan di Kandangan. Afdeling Van Hoeloe Soengai terdiri dari (lima) onder afdeling, yaitu:

  • Onder Afdeling Tanjung
  • Onder Afdeling Amoentai
  • Onder Afdeling Barabai
  • Onder Afdeling Kandangan
  • Onder Afdeling Rantau

Masa Penjajahan Jepang

[sunting | sunting sumber]

Pada masa penjajahan Jepang pembagian wilayah ini dipertahankan seperti pada masa penjajahan Belanda, hanya namanya yang diganti menjadi Hoeloe Soengai Ken Riken.

Masa Kemerdekaan

[sunting | sunting sumber]
  1. Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 29 Juni 1950 Nomor C/17/15/3 wilayah Kalimantan dibagi menjadi 6 Kabupaten Administratif dan 3 Swapraja. Salah satunya Afdeling Van Hoeloe Soengai dibentuk menjadi Kabupaten Hulu Sungai dangan ibu kota Kandangan.
  2. Berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan tanggal 14 Agustus 1950 Nomor 186/OPB/92/14 yang menetapkan peraturan sementara tentang pembagian daerah-daerah otonom Kabupaten dan daerah-daerah otonom setingkat Kabupaten, Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang semula bersifat administratif menjadi Kabupaten Otonom.
  3. Pada tanggal 2 Desember 1950, Gubernur Kalimantan melantik Syarkawi sebagai pejabat pertama Bupati Hulu Sungai. Selanjutnya dibentuk pula Dewan Perwakilan Rakjat Daerah Sementara (DPRDS) yang berjumlah 36 orang, diketuai Djantera dan wakilnya Basuni Taufik.

Pemerintahan

[sunting | sunting sumber]

Kepala daerah

[sunting | sunting sumber]
Bupati Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Wakil Bupati
Syafrudin Noor 20 Februari 2025 Petahana 2025-2030 Suriani

Dewan Perwakilan

[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[6] 2019–2024[7] 2024–2029
PKB 3 Steady 3 Steady 3
Gerindra 3 Penurunan 2 Kenaikan 3
PDI-P 2 Kenaikan 3 Kenaikan 4
Golkar 5 Penurunan 4 Steady 4
NasDem 5 Kenaikan 7 Penurunan 4
Gelora (baru) 1
PKS 6 Kenaikan 7 Penurunan 6
Hanura 1 Penurunan 0 Steady 0
PAN 0 Kenaikan 2 Steady 2
PBB 1 Penurunan 0 Steady 0
Demokrat 2 Penurunan 1 Steady 1
PPP 1 Steady 1 Kenaikan 2
PKPI 1 Penurunan 0
Jumlah Anggota 30 Steady 30 Steady 30
Jumlah Partai 11 Penurunan 9 Kenaikan 10

Kecamatan

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Hulu Sungai Selatan terdiri dari 11 kecamatan, 4 kelurahan, dan 144 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 221.200 jiwa dengan luas wilayah 1.804,94 km² dan sebaran penduduk 122 jiwa/km².[8][9]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
StatusDaftar
Desa/Kelurahan
63.06.04 Angkinang 11Desa
63.06.11 Daha Barat 7Desa
63.06.07 Daha Selatan 16Desa
63.06.08 Daha Utara 19Desa
63.06.09 Kalumpang 9Desa
63.06.05 Kandangan 414Desa
Kelurahan
63.06.10 Loksado 11Desa
63.06.02 Padang Batung 17Desa
63.06.06 Simpur 11Desa
63.06.01 Sungai Raya 18Desa
63.06.03 Telaga Langsat 11Desa
TOTAL4144
Peta Hulu Sungai Selatan.
Kantor bupati Hulu Sungai Selatan.

Suku Bangsa

[sunting | sunting sumber]

Suku asli adalah Suku Banjar yang terdapat di seluruh kecamatan dan suku Dayak Meratus yang terdapat di kecamatan Loksado.

Suku bangsa di kabupaten ini antara lain:[10]

  1. Suku Banjar: 190.672 jiwa
  2. Suku Dayak Meratus: 3.778 jiwa
  3. Suku Jawa: 309 jiwa
  4. Suku Bugis: 68 jiwa
  5. Suku Dayak Bakumpai: 3 jiwa
  6. Suku Sunda: 147 jiwa
  7. Suku lainnya: 700 jiwa

Pertumbuhan Penduduk

[sunting | sunting sumber]

Perkembangan penduduk di Kabupaten Hulu Sungai Selatan menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pada tahun 1980 jumlah penduduk sebanyak 175.670 jiwa yang tersebar di 8 kecamatan, karena saat itu Kecamatan Loksado dan Kecamatan Kalumpang masih belum terbentuk dan saat ini penduduk Kabupaten Hulu Sungai Selatan hasil registrasi penduduk pertengahan tahun 2003 menjadi 199.161 jiwa atau terjadi penambahan penduduk sebanyak 23.491 orang atau bertambah sebesar 13.37% dalam kurun waktu 23 tahun.

Perkembangan penduduk Kabupaten Hulu Sungai Selatan tahun 1980–2003 menurut kecamatan adalah sebagai berikut:[11]

Kecamatan 1980 1990 2000 Juli 2003
Padang Batung 21.032 16.099 16.961 17.417
Loksado n/a 6.626 7.288 7.601
Telaga Langsat 8.432 8.244 8.188 8.477
Angkinang 14.189 15.273 15.693 16.564
Kandangan 37.754 39.761 41.127 41.618
Sungai Raya 15.138 14.304 14.724 15.255
Simpur 21.583 13.478 13.095 13.258
Kalumpang n/a 6.622 6.036 6.163
Daha Selatan 32.729 38.220 44.088 44.491
Daha Utara 24.543 26.276 28.481 28.317
JUMLAH 175.670 184.903 195.681 199.161

Laju Pertumbuhan

[sunting | sunting sumber]

Pertumbuhan penduduk Kabupaten Hulu Sungai Selatan cukup rendah, hanya berkisar 0.57%. Angka ini memberikan maksan bahwa penyebab utama dari lambannya pertumbuhan ini bukan disebabkan oleh faktor fertilitas (kelahiran), tetapi lebih mungkin disebabkan oleh faktor ekonomi dan migrasi keluar karena penduduk mencoba mencari kesempatan kerja yang lebih besar di luar daerah. Hal ini didukung oleh fakta lain bahwa secara sosiologis memang terdapat kecenderungan penduduk Hulu Sungai Selatan meninggalkan daerah asal menuju daerah-daerah yang memberikan konstribusi bagi perbaikan ekonomi mereka seperti ke ibu kota provinsi atau kabupaten tetangga.

Berikut ini adalah tabel laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yaitu:[11]

Tahun Sensus Jumlah Tingkat Pertumbuhan
1971 165.485 n/a
1980 175.670 0,60
1990 184.903 0,51
2000 195.681 0,57

Gambaran tersebut pada sisi lain dapat menjelaskan langkah kebijaksanaan apa yang semestinya diambil dalam menyusun perencanaan pembangunan yang berorentasi keadilan dan pemerataan pembangunan.

Pariwisata

[sunting | sunting sumber]

Tempat Wisata

[sunting | sunting sumber]

Wisata Alam

[sunting | sunting sumber]

Wisata Sejarah & Cagar Budaya

[sunting | sunting sumber]
  • Masjid Baangkat atau Masjid Su'ada
  • Kampus Perjuangan
  • Rumah BrigJend. H. Hasan Basry
  • Monumen Proklamasi Gubernur Tentara Alri Divisi IV Pertahanan Kalimantan
  • Benteng Madang
  • Tugu Niih
  • Rumah Banjar Bubungan Tinggi di Tibung Raya
  • Rumah Banjar Cacak Burung di Amawang

Wisata Religi

[sunting | sunting sumber]
  • Makam Syekh H. Sa’duddin ( Kubah Taniran ) di desa Taniran kec Angkinang
  • Makam Datu Akhmad di desa Balimau kec Kalumpang
  • Makam Habib Lumpangi di desa Lumpangi kec Loksado
  • Makam Habib Husein bin Ali Asseggaf di Pasar Los Batu Kandangan
  • Masjid Al Abrar

Acara dan Perayaan Tahunan

[sunting | sunting sumber]
  • Bamboo Rafting Festival
  • Aruh Ganal Dayak Loksado
  • Karnaval Budaya (biasanya saat hari jadi)
  • Festival Dandang
  • Napak Tilas
  • Kandangan expo
  • Festival Mahumbal Loksado

Kuliner Khas

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 "Data Agregrat Kependudukan Provinsi Kalimantan Selatan Semester 1 Tahun 2025" (pdf). www.disdukcapil.kalselprov.go.id. hlm. 1–4. Diakses tanggal 8 Januari 2026.
  2. "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2024". www.bps.go.id. Diakses tanggal 8 Januari 2026.
  3. "Kabupaten Hulu Sungai Selatan Dalam Angka 2020". www.hulusungaiselatankab.bps.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-09-07. Diakses tanggal 25 April 2020.
  4. "BPS Tanbu - Nama Sungai menurut Kabupaten/Kota Tahun 2007". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-06-23. Diakses tanggal 2010-08-15.
  5. Saleh, Idwar; SEJARAH DAERAH TEMATIS Zaman Kebangkitan Nasional (1900-1942) di Kalimantan Selatan, Depdikbud, Jakarta, 1986.
  6. Perolehan Kursi DPRD Hulu Sungai Selatan 2014-2019
  7. Perolehan Kursi DPRD Hulu Sungai Selatan 2019-2024
  8. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  9. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  10. Sumber: Badan Pusat Statistik - Sensus Penduduk
  11. 1 2 Sumber: Biro Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]